Pesona Tuan CEO Dingin

Pesona Tuan CEO Dingin
Bab 6 Pria Sombong Di Coffee Shop


__ADS_3

Tak terasa hari ini tepat 6 bulan lagi Alisha akan selesai mengenyam pendidikannya di universitas itu.


Alisha masih seperti biasa, sibuk dengan pendidikan dan pekerjaannya hingga ia tidak sempat untuk menjalani kisah asmaranya. Padahal banyak pria yang mendekatinya tapi Alisha tidak pernah mempedulikan nya.


Sore hari yang cerah di Coffee Shop


Kini setelah lulus SMA Alisha bekerja di sebuah Coffee Shop di daerah Jakarta dari pukul 3 sore hingga malam hari pukul 11 yang jaraknya 700 meter dari tempat ia tinggal di Jakarta.


Meski kak El selalu memberi uang tiap bulan tapi Alisha pun tidak mau terlalu membebani kak El. Jadi uang yang kak El berikan , ditabung oleh Alisha di suatu bank.


"Saya pesan americano coffee yang hot .. " Ucap seorang pria berdasi hitam dengan setelan jas hitamnya yang mewah.



"Oh iya.. Sebentar ya kak.. Mohon di tunggu.. " Ucap Alisha sambil tersenyum.


5 menit kemudian..


"Ini kak.. 40 ribu rupiah.. "


"Ini uang nya kembalinya ambil aja.. " Sambil menyodorkan uang seratus ribu lalu pergi.


"Eeee... Mmm.. Terima kasih kak.. " Ucap Alisha.


"Siapa shaa? Lo kenal dia? " Tanya Gavin


Gavin Dera Perwira adalah teman dekat Alisha di coffee shop tersebut, ia juga satu universitas dan satu kelas dengan Alisha.


"Ngga Vin.. Dia cuma costumer biasa aja.. Yang sering ngopi di sini.. "


"Gue denger dia CEO sih.. "


"Tapi gue liat dia masih muda, maybe beda 5-7 tahun dari gue.. "


"Iyasih.. Mungkin keluarganya yang punya perusahaan itu.. "


"Ya.. Maybe.. Udah sana kerja lagi gih!! "


"Dihhh.. Siap boss!! "


"Haha.. Apaan sih Gavin.. "

__ADS_1


Keesokan harinya.


"Permisi.. " Ucap pria CEO tersebut.


"Pesan seperti biasa kak? "


"Iya.. Tapi kali ini untuk ngopi di sini "


"Oh iya.. Mohon di tunggu.. "


5 menit kemudian..


"Sha.. Gue lagi ribet nih di dapur.. Jadi lo yang anter yaa.. Please.. "


"Kebiasaan deh.. Yaudah sini.. "


Alisha pun mengantarkannya ke meja pria tersebut.


"Ini coffee nya kak.. Sesuai pesanan.. "


"Ya.. "


"Terima kasih.. Selamat menikmati.. " Sambil tersenyum


"Jutek banget tuh cowo.. Serasa paling keren mungkin yaa.. Seengganya bilang makasih doang.. Inimah dingin aja kaya kulkas"


"Kenapa sih nyerocos aja lo.. " Tanya Gavin


"Lo liat cowo itu.. " Sambil menunjuk pria tersebut dari kejauhan.


"Oh cowo CEO itu ya.. Kenapa emang? "


"Gue yakin dia tuh sombong banget sih.. Pasti karyawannya ga betah gara-gara punya boss kaya gitu.. "


"Iya sih gue pikir juga kaya gitu.. Tampangnya emang keren.. Sixpack.. Tapi kalau sikapnya sombong dingin kaya gitu.. Pasti ngga ada cewe yang mau sama dia.. "


"Iya Vin lo bener.. Kita sepemikiran.. Gue dukung lo.."


"Ehh bulan depan lo harus magang sebulan di perusahaan Adinata Group.. "


"Oh iya.. Hampir aja gue lupa.. Thanks ya Vin udah ngingetin.. "

__ADS_1


"Sibuk banget sih lo sampe lupa kan.. "


"Hehe iya.. Akhir-akhir ini banyak banget tugas jadi gue lupa.. "


"Gimana kabar El? "


"Kak El baik ko.. "


"Dia udah punya pacar belom sih.. Penasaran gue "


"Cewe nya sih suka kontek gue bilangnya pacar kak El tapi kak El bilang sih cuman deket aja belum ada perasaan lebih.. Ya lu taulah kak El dia sangat pemilih.. Dia gamau kalau calon istrinya nanti ngga ngertiin apa lagi sayang sama gue.. "


"Jarang sih ada cowo kaya gitu.. Gue salut sama kakak lo.. Gue ngga pernah nemuin seorang kakak yang se care itu.. Malah sangat care sama adiknya.. "


"Iyaa... Gue sendiri juga beruntung banget Vin.. Kalau suatu saat nanti gue punya pasangan.. Gue pengen pasangan gue kaya kak El.. Dia tampan idaman banyak wanita.. Tapi hatinya juga pengertian dan selembut sutra meskipun dia seorang polisi.. "


"Gue juga punya kakak shaa, tapi kita adalah kebalikan dari kalian, gue sama kakak gue Roy kita ngga pernah akur.. Makanya gue kost.. Karena setiap kita ketemu di rumah bawaannya ribut mulu.. Meskipun itu hal sepele.. Makanya gue lebih memilih jarang pulang ke rumah.. "


"Lo yang sabar aja yaa, suatu hari nanti kalian pasti akur ko.. Percaya deh .. "


"Yahh.. Mungkin.. Gue cuman bisa berharap ada suatu keajaiban terjadi pada keluarga gue Shaaa.. "


"Udah lo ngga usah sedih ya Gavin Dera Perwira.. Udah sana kerja lagi ntar dimarahin boss loh.. " Sambil mencubit hidung Gavin.


"Ah lo mah shaa.. Nyubit idung gue mulu.. Kan merah tau "


"Abisnya gemes sih.. Haha " Sambil tertawa pada Gavin


"Dihhh.. Awas nyaman deh.. Tapi ngga apa-apa ko.. " Sambil mengelus rambut Alisha dan pergi ke dapur.


"Dihhh.. Si Gavin... Lama-lama dia baper sama gue haha... "


Pukul 23.00 tepat, waktunya untuk pulang.


Sayangnya kost Gavin dan Alisha berbeda arah jadi mereka pulang dengan jalan yang berbeda.


Di Jakarta pukul 23.00 masih terbilang ramai tapi di gang menuju kostan Alisha termasuk kawasan yang sepi, itu sebabnya Alisha selalu membawa semprotan dari air cabai setiap hari untuk jaga jaga jika ia bertemu orang jahat .


Sesampainya di kostan..


"Hari ini hari yang sangat melelahkan.. Ntah kenapa dada ku sesak sekarang.. Aku butuh obat.. ( lalu meminum obat ) mungkin aku terlalu capek hari ini.. Aku ingin istirahat sekarang.. "

__ADS_1


Tak lama Alisha pun berbaring dan tertidur lelap.


__ADS_2