Pesona Tuan CEO Dingin

Pesona Tuan CEO Dingin
Bab 47 Kepulangan Al Untuk Alisha


__ADS_3

Hari ini hari kepulangan Al, saat ini ia sudah berada di dalam pesawat, kurang lebih 2 jam lagi sampai di bandara , ia terpaksa pulang karena ia tau kalau kekasih tersayangnya di culik paksa oleh orang-orang yang belum ia tau mereka siapa, apakah musuhnya atau mungkin orang terdekatnya sendiri.


Sepanjang perjalanan Al berfikiran macam macam, ia takut kalau mereka mencelakai kekasihnya atau mungkin bahkan sampai membunuh kekasihnya, karena ia tau kalau Ibunya dan Laras yang tak menyukai hubungan mereka terutama Laras, yang sampai saat ini masih menuntut untuk menikah dengan Al.


Namun Al selalu memiliki cara untuk memundurkan acara pernikahan mereka. Sampai saat ini ia belum mendapatkan ide bagaimana caranya untuk menggagalkan pernikahan itu, karena jika ia menolak permintaan ibunya itu, ibunya akan terkena serangan jantung mendadak seperti sebulan yang lalu, ia tak ingin itu terjadi lagi, apalagi ia sangat menyayangi ibunya itu.


..


Flashback sebulan lalu..


Beberapa orang tengah mempersiapkan dekorasi yang mewah di sebuah hotel bintang lima di bilangan Jakarta. Hotel ini sering dipakai wedding oleh beberapa artis ternama termasuk pejabat dan pengusaha berkelas.


"Semuanya harus siap pukul 5 , karena acaranya akan di adakan pukul 7 malam, ini acara yang saya tunggu tunggu selama ini, acara pertunangan anak tunggal saya pewaris Adinata Group dan calon mantu saya Larasati Veronika Wijaya, pewaris tunggal dari SORA Group, mereka sangat serasi bukan? " Jelas Mawar membanggakan Laras pada Nesya, si pemilik WO.


"Wow itu sangat sangat perfect, really really perfect nyonya! yang satu pewaris Adinata Group dan yang satu lewat Sora Group, itu akan membuat bisnis nyonya semakin berkembang sangat pesat, nyonya itu selain cantik nan awet muda juga sangat pintar dalam memilih calon mantu idaman untuk putra kesayangan nyonya yang sangat tampan itu ! Selamat ya nyonya, saya turut berbahagia ! " Puji Nesya dengan senyumnya yang sangat lebar.


"Oh iya, nyonya tenang saja, semuanya akan beres pada waktunya, nyonya tak perlu cemas, kami bekerja sangatlah profesional dan belum ada yang kecewa dengan hasil yang kami kerjakan ,nyonya bisa menilai nanti ! " Sambil menempelkan jari telunjuk dan jempolnya membuat simbol tangan O alias Ok


"Bagus! Itu yang saya harapkan! Jangan kecewakan saya! Saya tidak ingin ada yang salah sedikit pun! Dan ingat ini privat,hanya keluarga saja yang akan datang,selain itu tidak boleh masuk!" Titah Mawar lagi.


"Siap nyonya! Sesuai perintah nyonya !" Jawab Nesya lagi.


Pukul 7 malam


25 menit lalu Al mendapat kabar kalau ibunya ada di hotel itu dan terkena serangan jantung maka ia bergegas buru buru dari kantor datang ke tempat itu , ia tak tau apa yang sebenarnya ibunya rencanakan bersama Laras.


Tuk tuk tuk


Al melangkah dari lift menuju ruangan Melati, ia pun membuka pintu ruangan itu, namun semua lampu terlihat mati, ia memanggil manggil nama ibunya dengan jantung yang berdebar, ia cemas dengan keadaan ibunya, karena ia tau kalau ibunya memang memiliki riwayat sakit jantung, sama seperti kakeknya.


"Mam.. Mami.. Where are you? "


"Mam.. Mam.. Mami.. Are you okay? "

__ADS_1


"Kenapa semuanya begitu gelap di sini? " Al pun merogoh ponsel dari sakunya lalu menyalakan senter dari ponselnya .


"Mam.. Mami.. Ini ngga lucu.. Mam..!! "


Tiba-tiba lampu dalam ruangan itu seluruhnya menyala, Al melihat sekitarnya ternyata banyak keluarga yang hadir namun tak terlihat sang kakek dan disana terdapat tulisan dalam sebuah papan LED "WELCOME TO The ENGAGEMENT of ALBERT & LARASATI " .


Ia tercengang melihat tulisan itu di samping ibunya berdiri saat ini "what? What the f*ck?!!? Mam jelasin mam!! Apa apaan ini? Mami boongin aku? Mami bilang mami sakit kena serangan jantung .. Tapi, apa apaan ini mam?!! "


Laras datang dengan percaya diri berjalan menghampiri Al dari belakang dengan gaun wedding yang super mewah berwarna rose gold sambil mencoba memegang tangan Al "Sayang.. Biar aku yang jelasin! Hari ini hari pertunangan kita sebelum kita menikah bulan depan, aku fikir mungkin kita bisa memulai semuanya dari sekarang, jika mungkin kemarin kamu belum mau karena kamu fikir terlalu cepat untuk menikah, maka sekarang kita bisa memulai pertunangan sebelum ke pernikahan! " Jelas Laras meyakinkan.


"Gue ga ngomong sama lo! Gue ngomong sama nyokap gue! Jawab mam! " Tegas Al menepis tangan Laras yang mencoba memegang tangannya.


"Al kamu jangan kasar dong sama Laras! " Ucap Mawar membela calon mantu pilihannya itu.


"Oke mami minta maaf, mami emang bohong tapi ini demi kebaikan kamu sayang! Mami ingin yang terbaik untuk kamu, anak mami satu satunya.. "


"Mam, mami tau kan kalau aku udah punya Alisha, mami udah pernah ketemu dia, dia anak yang baik, smart, ramah, attitudenya baik, cantik.. " Belum selesai Al bicara, ibunya langsung memotong pembicaraan nya.


"Tapi dia yatim piatu, miskin, asal usulnya ga jelas! Mami ga suka dia Michael!! Kamu harus memiliki pasangan yang sesuai dengan kamu dan itu Laras, Laras ini anak baik sayang, asal usul keluarganya jelas, attitudenya baik, mamahnya sahabat mami, lagian kalian sudah saling mengenal dari kecil kan, apalagi yang kurang dari dia Albert Michael? "


"Mami ngga setuju Michael! Sampai kapan pun mami ngga akan ngerestuin hubungan kalian berdua!! " Tegas Mawar pada putranya itu, membuat semua orang di sana terheran heran melihat pertengkaran ibu dan anak itu.


Al tak ingin melanjutkan perdebatan dengan ibunya itu di depan banyak orang, ia pun membalikan badannya untuk meninggalkan ruangan itu tak menghiraukan kata kata ibunya yang terus menghina Laras sampai akhirnya saat 4 langkah lagi ia akan menuju pintu keluar , semua orang tiba-tiba meneriakan nama ibunya karena tiba-tiba jatuh tergeletak karena serangan jantung, Al yang mendengar pun langsung membalikkan badannya lagi dan berlari menuju ibunya.


"Mam.. Mami.. Aku akan bawa mami ke rumah sakit sekarang!! " Al menggendong ibunya dan membawanya menuju mobil lalu ke rumah sakit terdekat.


Sesampainya di rumah sakit, dokter Yuli yang biasa membantu ibunya langsung menanganinya dengan sigap.


Setengah jam kemudian ibunya siuman, ibunya memanggil Al dan Laras ke ruangannya.


"Mam , maafin Al!Al takut kehilangan mami sama seperti saat Al kehilangan Papa " Al mencium kening sang ibu .


"Mami mau maafin Al tapi Al harus janji untuk nurutin satu permintaan mami! "

__ADS_1


"Iya mam Al janji! " Ucapnya tanpa berfikir panjang.


"Please, Al mau ya tunangan sama Laras.. Demi kesehatan mami.. " Pinta Mawar sembari memegang tangan anaknya


"Al sudah janji sama mami kan! Al bilang ngga mau kehilangan mami, jadi mami mohon, apalagi anak yang Laras kandung itu kan juga kan cucu mami, anak Al juga! Please Al, mami mohon sama Al!


Al pun dengan berat hati mengiyakan keinginan ibunya, meski hatinya tak bisa menerima namun ia sudah terlanjur janji pada ibunya dan akhirnya Al pun resmi tunangan bersama Laras di samping ibunya yang masih terkulai lemas di ranjang pasien.


"Akhirnya perlahan lahan keinginan ku terkabulkan sesuai dengan rencanaku! Hahaha tunggu saja kau Alisha,apa yang akan aku lakukan padamu!" Batin Laras bahagia.


"Alisha tak boleh tau tentang ini! Aku akan merahasiakan nya ! Aku minta maaf Alisha! " Batin Al mengingat masa masa yang mereka rencanakan ke depannya bersama kekasihnya itu.


Flashback off


..


Sesampainya Al di bandara, Steve yang dari tadi sudah standby bersama beberapa anak buah Al menunggu kedatangan bossnya itu Steve lalu bertanya sedikit pertanyaan yang membuatnya heran kenapa Al pulang begitu mendadak padahal perusahaan dalam situasi aman ,mereka terus berjalan menuju mobil dengan anak buahnya yang membawakan beberapa koper milik Al dan memasukannya dalam bagasi, totalnya ada 6 mobil yang menjemput Al hari ini.


Al masuk mobil yang sama dengan Steve, ia menceritakan segalanya pada Steve.


"Siapa menurutmu yang melakukan semua ini? Apa musuhmu atau mungkin ibumu yang sangat tak merestui hubunganmu itu boss?! Ya i don't know, maaf jika aku menuduh ibumu,karena sebelumnya ia juga pernah hampir mencelakai Alisha dan kau tau itu,jika kau belum menikah dengan Laras,ibumu pasti akan terus mencari cari untuk menjauhkanmu dari Alisha!" Jelas Steve mengingat Al tentang beberapa kejadian yang pernah terjadi sebelumnya.


"Entahlah aku fikir ini bukan ibu ku, feeling ku mengatakan kalau yang melakukan semua ini Laras! Tapi i don't know, aku masih harus mencari tau karena aku tak bisa begitu saja menuduh seseorang tanpa bukti! "


"Kau sudah lakukan apa yang aku minta? " Tanya Al lagi


"Sudah! Sesuai permintaan mu!! " Jawab Steve.


.


.


.

__ADS_1


.


Akankah Alisha di selamatkan oleh Al?


__ADS_2