
20 hari setelah kejadian di Club..
Tangannya merayap dari leher memasuki kemeja menuju dada yang masih terbalut bra dengan rapi. Ia bermain main di sana dengan ganas secara bergantian. Air mata tak kuat untuk di bendung lagi tapi mau bagaimana lagi, bibir pun tak sanggup menahan desah. "Ahhh.. Tolong jangan.. Jangan seperti ini!! Lepaskan saya!! Sa Saya mohon! " Suara rintihan merengek ketakutan .
Ia mendorong tubuh pria bertubuh atletis dengan perut seperti roti sobek itu , berharap pria itu mau melepaskannya. Namun bukannya merasa iba dan mau melepas, ia malah semakin ganas memberikan c**mannya pada wanita itu.
"Tubuhmu sangatlah menggoda ku, andai kau tau itu sayang! Belum pernah ku temui wanita seperti dirimu, kau sangat berbeda, ada hal yang tak bisa ku jelaskan, entahlah rasanya aku ingin terus menc**m* tubuh ini, aroma tubuhmu sangat berbeda dari wanita lainnya! "
Cello yang baru tiba di ruangannya mendapati Alisha tengah berteriak teriak sembari tertidur dengan posisi menghadap laptop yang masih menyala.
"Tidakkkk!!! Jangannnn!!! "
"Alisha!! "
"Hey!! Bangun Alisha!!! " Cello sedikit berteriak sampai akhirnya Alisha bangun dari mimpinya.
"Jangannn !!! (Berteriak lalu membuka mata) Ehh emm maaf pak, (mengucek kedua matanya) maaf saya jadi ketiduran di ruangan pak Cello .. " Seraya menunduk meminta maaf sambil membereskan beberapa berkas yang ada di meja atasannya itu di bantu Cello.
"Kalau mau tidur itu di rumah bukan di sini! Ini kantor tempat untuk bekerja!! Sekarang sudah pukul 10 malam, kamu boleh pulang! " Titah Cello galaknya.
"Baik pak, sekali lagi saya minta maaf, saya janji tidak akan mengulanginya lagi! "
Setelah selesai membereskan pekerjaannya ia pun keluar dari ruangan Cello meninggalkan Cello yang masih mengecek beberapa file yang akan di persiapkan besok dalam persentase perusahaannya bersama beberapa client nya.
......................
"Kenapa gue mimpi itu mulu ya, duh semenjak gue pulang dari Club waktu itu otak gue jadi ga beres gini!! Cowo dalam mimpi gue itu mirip banget si bos killer tapi ya masa sih dia?! Duh makin konslet nih otak gue! Hari ini apes banget sih pake ketiduran segala, mana ketidurannya nyampe sejam dong parah banget gue! Harusnya kan gue udah pulang dari sejam yang lalu!!! " Alisha terus menggerutu.
Ting! Ting! Ting! (Bunyi pesan masuk dari Al)
~honey , lusa aku pulang ke Jakarta, aku pengen ketemu, ada yang ingin aku bicarakan! ~
~honey are you ok?~
~kenapa kamu ngga balas pesanku? Perasaanku ngga enak!~
"Pesan dari Al banyak gini, nanti aja deh balesnya, gue cape banget badan gue rasanya remuk banget nih, udah 6 hari berturut-turut lembur terus! " Alisha terus menggerutu sepanjang perjalanan keluar dari kantor itu. Suasana disana sudah sangat sepi hanya ada beberapa satpam yang sedang berjaga dan mengecek ke beberapa ruangan. Ngomong ngomong ruangan Cello ada di lantai 9.
Tak lama Cello pun menyusul turun untuk pulang karena ia rasa pekerjaannya sudah selesai.
"Baru pulang neng? " Sapa seorang satpam pada Alisha
__ADS_1
"Emm iya pak! "
"Hati-hati neng pulangnya, ini sudah malam! "
"Baik pak ! " Jawab Alisha ramah.
Alisha menunggu ojek online di depan halte yang tak jauh dari kantor itu. Namun ia tak tau kalau sedari tadi ada mobil avanza hitam yang terus memantau gerak geriknya .
Dzerrttt
Tiba-tiba ponselnya bergetar ternyata panggilan masuk dari Al.
"Halo Alisha, kamu dimana? Sejak tadi aku mengirimkan pesan padamu tapi kenapa kau tak membalasnya sama sekali? "
"Aku sedang di jalan, nanti jika aku sudah sampai kostan akan aku hubungi lagi! "
"Kost an? Ini yang akan aku bicarakan padamu! Jadi kamu sudah tidak di bandung lagi? "
"Iya, sekarang aku di jakarta! "
"Kenapa kau tidak memberitahu aku sebelumnya? Jika bukan Steve yang memberitahuku mungkin saat ini aku tidak tau kalau kau sudah di jakarta! Sekarang kamu bekerja dimana? Kenapa masalah seperti ini tak kau ceritakan padaku? "
"Nata Atmadja? Aku tau perusahaan itu! Sejak kapan kau bekerja di sana? Sekarang kau dimana Alisha?!! " Tanya Al dengan nada tinggi.
"Kenapa kamu jadi marah begitu? "
"Aku tak suka kamu bekerja! "
"Aku bukan wanita wanita manja yang hanya memanfaatkan kekayaan orang tua! Seperti setiap gadis yang sudah kau temui Al! Aku hanya gadis miskin! Aku harus mandiri dan bekerja keras untuk membiayai semua kebutuhanku, kenapa kau tak mengerti itu? Sudah berapa kali aku katakan! "
"Aku akan memberikan uang setiap bulannya padamu jadi kau tak perlu bekerja lagi! "
"Aku tidak mau Al!! Kenapa kau tak mengerti juga!!! "
"Seandainya kau tau kalau ibumu datang padaku seminggu yang lalu dan ia sudah mengancamku untuk menyuruh meninggalkan dirimu jika tidak, kak El akan di pecat dari jabatannya saat ini! Aku tidak mau merusak kebahagiaan kak El! Lebih baik aku yang harus mengalah! " Bisik Alisha dalam batinnya.
"Alisha!! Lalu kenapa seminggu terakhir ini sepertinya kau menjauhiku? "
"Benarkah? Aku fikir itu hanya perasaanmu saja! "
"Entahlah aku merasa seperti itu, perlahan kau mulai menjauhiku! Jujurlah padaku Alisha apa yang sebenernya terjadi? Apa yang kau sembunyikan dariku? Aku tak suka kebohongan dan kau tau itu! "
__ADS_1
Cello pun menaiki mobil karena supirnya memang sudah standby sejak tadi.
Mobil Avanza itu mendekati Alisha, Alisha yang menyadari itu segera berlari " Al tolong aku Al!! Aku 3 pria bertubuh besar se sedang mengejarku!! Aku takut Al!!" Alisha gugup dan ketakutan.
"Kau tenang bodyguard ku akan datang ke sana menyusulmu! " Lalu telepon pun di matikan.
Namun pria itu mampu menghalangi Alisha lalu menarik tangan Alisha dan memasukannya ke dalam mobil "Si siapa kalian? Ma mau apa kalian? " Tanya Alisha.
"Masa cewe cantik jalan sendirian malem malem gini sih, biar kita kita yang anterin pakai mobil ya hahaha!! "
"Si siapa kalian? Aku tidak kenal kalian!!! Lepaskan aku!! "
"Ehh ini handphone nya bagus nih, tapi harus kita buang untuk menghilangkan jejak!! Hahaha " Ucap salah satu pemuda sambil mengikat kedua tangan Alisha dengan sebuah tambang.
"Kenapa aku di ikat woy? Lepasin gue cepet, atau gue teriak nih! Tolong!!! Tolong!!!! "
"Teriak aja, karena hidup kamu tidak akan lama lagi!!! Hahaha! "
"Siapa yang merintah kalian semua?! Cepet jawab!! "
"Lo ga perlu tau!! Itu urusan kita kita! "
"Kita happy happy yuuu! Tubuh kamu sepertinya enak untuk dinikmati!!" goda salah satu pemuda itu dengan genitnya membuat Naura semakin ketakutan.
"jangan kurang ajar ya kalian!! lepasin gue!!! Tolong! Al tolongin gue!!! " Alisha terus berteriak sampai akhirnya mereka memukul leher Alisha dan Alisha pun tak sadarkan diri.
"akhirnya diem juga nih cewe, telinga gue rasanya mau copot dengan ocehan nih cewe! "
"cantik sih tapi cerewet banget!!! "ucap salah satunya
Namun ternyata Cello melihatnya, ia pun memerintahkan supirnya untuk mengikuti mobil yang menculik Alisha itu.
"Siapa mereka? Kenapa mereka menculik Alisha? " Batin Cello heran namun cemas.
Ia menepi sejenak dan mengambil ponsel milik Alisha yang di buang tadi oleh penculik itu lalu melajukan lagi mobilnya.
Namun si penculik pun sadar kalau mobilnya tengah diikuti oleh mobil Cello mereka pun langsung tancap gas sampai akhirnya bertemu lampu merah dan agar Cello tak bisa mengejar para penculik itu. ia pun kesal dan memarahi supirnya karena tidak bisa mengejar para penculik tadi padahal tinggal sedikit lagi namun di perempatan lampu sedang merah, terpaksa mereka harus menunggu dan akhirnya Cello pun pulang ke rumah dengan hati yang cemas bercampur kesal.
"bagaimana dengan Alisha? apa yang akan terjadi padanya dan siapa yang tega menculiknya? "
stay terus yaa....
__ADS_1