
𝘿𝙞 𝙧𝙪𝙢𝙖𝙝 𝙢𝙚𝙬𝙖𝙝 𝘼𝙡
pukul 07.30 Al sedang sarapan bersama mami dan opanya sambil mengobrol santai . Tiba-tiba Al teringat akan pesan whatsappnya dari Laras semalam yang berisi :
"𝘈𝘭, 𝘢𝘬𝘶 𝘩𝘢𝘮𝘪𝘭, 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘮𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘪𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘬𝘦𝘫𝘢𝘥𝘪𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘪𝘵𝘶 𝘬𝘢𝘯, 𝘢𝘬𝘶 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘱𝘦𝘳𝘪𝘬𝘴𝘢 𝘬𝘦 𝘥𝘰𝘬𝘵𝘦𝘳 , 𝘪𝘯𝘪 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘬𝘢𝘮𝘶! 𝘒𝘢𝘮𝘶 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘵𝘢𝘯𝘨𝘨𝘶𝘯𝘨 𝘫𝘢𝘸𝘢𝘣!"
"Al!! Albert!! " Ucap sang ibu.
"Hemm?! Iya mam? "
"Are you okay nak? " Tanya ibunya Al lagi.
"Im okay mam!" Jawab Al meyakinkan
"Opa lihat sejak tadi kamu tidak memperhatikan apa yang kami bicarakan, makananmu juga tidak kau makan, apa ada masalah Al? Apa ada sesuatu yang mengganggumu Al? " Tanya oppa Tonny.
"Hah? Hem.. Tidak opa, tidak ada!"
"Lalu kenapa kau bengong dari tadi? Apa ada yang ingin kau bicarakan pada opa ? " Sahut opa
"Hemm, tidak opa! Tidak ada, emm sepertinya sekarang Al harus berangkat opaa, mami! "
"Tapi ini belum waktunya kamu berangkat Al" Ucap sang ibu.
"Hari ini aku banyak kerjaan mam, im sorry, tapi aku harus pergi sekarang, sarapannya aku lanjut nanti di mobil,karena hari ini driver baru kita pak Joko yang bawa mobil aku" Kata Al lagi sambil mencium maminya dan memeluk opanya.
"Baiklah, Hati-hati nak!! " Ucap sang kakek.
***
𝘿𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙥𝙚𝙧𝙟𝙖𝙡𝙖𝙣𝙖𝙣
"Den ini belok kanan apa kiri? " Kata pak Joko
"Kanan pak, ke perusahaan Adinata! "
"Oh iya den! " Jawab pak Joko sambil menyetir.
***
Di kantor
"Pagi pak!! " Ucap beberapa pegawai
Dan Al pun tersenyum sambil terus berjalan bersama Steve di belakangnya.
𝘿𝙞 𝙧𝙪𝙖𝙣𝙜 𝘼𝙡
"Ada apa Al? sepertinya pagi ini kau sangat khawatir seperti sedang ada yang kau fikirkan?! " Tanya Steve pada sahabat nya itu.
"Entahlah Steve aku tidak bisa berfikir sedikit pun, rasanya otakku ingin meledak memikirkan ini! " Jelas Al
"Apa kau tidak ingin menceritakannya padaku? Aku ini sahabatmu kan? " Kata Steve
"Baiklah.. Aku tidak akan memaksa jika kau tidak ingin menceritakannya padaku, itu hak mu! " Sambil melangkah pergi membuka pintu menuju keluar ruangan.
"Tunggu Steve, baiklah aku akan cerita padamu! " Kata Al pada Steve.
Al pun menceritakan semuanya pada Steve, seolah ia membagi masalahnya pada sahabat nya itu.
"Aku tidak percaya Laras bisa senekat itu padamu Al!! Aku tau bagaimana sifatnya tapi kali ini sungguh sangat keterlaluan Al!! "
"Iya Steve apalagi tadi malam ia bilang kalau ia sedang mengandung anakku , aku bingung bagaimana jika Alisha sampai tau soal ini? Aku tidak ingin kehilangan Alisha, kau tau kan betapa berharganya Alisha bagiku meskipun ibuku menentang hubungan kami tapi aku tetap saja mempertahan
kannya , setidaknya opa mendukungku.. " Kata Al dengan wajah sedikit menunduk.
"Tapi.. Apa kau yakin itu anakmu? Bisa saja dia melakukan itu bersama pria lain kan? Hanya saja karena dia sangat ingin memilikimu jadi dia bilang kalau itu anakmu! Ya aku tidak tau, ini kan bisa saja Al! " Jelas Steve
__ADS_1
"Ya Steve ! Kamu benar! Kamu memang benar! Kenapa aku tidak berfikir sampai situ ya, ahh f*ck!! Stupid!! " Kata Al sambil memukul mejanya.
"Ya mungkin lo bisa bawa dia ke klinik, buat cek biar lo tau sendiri! "
"Yes!! Lo bener , gue sendiri yang harus mastiin, tapi seingat gue , gue ngga pernah lakuin itu ke dia, lo percaya gue kan Steve?! "
"Tapi kan saat itu lo dibawah pengaruh alkohol, saat itu lo lagi mabuk berat! "
"Yes , i know Steve! Gue emang mabuk tapi gue masih sedikit sadar Steve dan gue ingat kalau gue ngga sampe berhubungan sama wanita b*ngs*t itu!! F*ck!! " Kata Al marah.
"Gue berharap lo bukan ayah dari anak yang dia kandung Al, tapi kalau sampe ini benar lo ayahnya, tamat riwayat lo Al!! Alisha bakal kecewa dan sakit hati , atau mungkin lebih parahnya dia bakal ninggalin lo, lo fikir aja cewe mana yang ngga sakit hati liat kekasihnya ngehamilin cewe lain?! "
"Iya Steve gue tau!! Sumpah otak gue mau meledak mikirin cewe gila ini!! "
"Jangan sampai tante Mawar tau, kalau dia tau, dia pasti bakal nikahin lo sama cewe s*nt*ng itu, apalagi nyokap lo emang pengen jodohin lo sama dia kan?! "
"*nj*ng!! Ga nyangka hidup gue bakal kaya gini, gue harus cepet cepet beresin masalah ini Steve!! "
"Lo benar Al, sebelum semuanya makin kacau!! Lo tau kan dia bisa lebih nekat lagi, bisa aja di ngasih tau Alisha tanpa sepengetahuan lo , gue harap lo bisa bertindak secepatnya sebelum terlambat!"
"Thanks ya Steve, lo masih Steve yang dulu, sahabat gue yang selalu mengatasi setiap masalah gue, gue tau lo ngga akan berubah secepat itu , gue minta maaf karena sempat ngga percaya sama lo Steve!
" It's ok, ngga usah di fikirin Al!! Yang lalu biarlah berlalu! " Kata Steve sambil menepuk pundak Al.
"Iya Steve, 1 jam lagi lo gantiin gue meeting sama Mr Crish, gue bakal beresin dulu masalah ini, gue minta tolong sama lo , tolong lo rahasiakan masalah ini dari siapa pun apalagi dari Alisha, gue mohon, gue percaya sama lo!! "
"Ok Al, Hati-hati, good luck ya!! "
"Ok Steve! "
Al pun pergi meninggalkan Steve yang masih diam di ruangannya.
***
𝘿𝙞 𝙇𝙤𝙗𝙗𝙮
𝙰 : 𝚑𝚊𝚕𝚘 !
𝙻 : 𝚑𝚊𝚕𝚘 𝙰𝚕 𝚜𝚊𝚢𝚊𝚗𝚐!! 𝙰𝚍𝚊 𝚊𝚙𝚊 𝚋𝚊𝚋𝚢? 𝚃𝚞𝚖𝚋𝚎𝚗 𝚔𝚊𝚖𝚞 𝚝𝚎𝚕𝚎𝚙𝚘𝚗 𝚊𝚔𝚞 𝚜𝚊𝚢𝚊𝚗𝚐 , 𝚙𝚊𝚜𝚝𝚒 𝚔𝚊𝚖𝚞 𝚖𝚊𝚞 𝚗𝚊𝚗𝚢𝚊𝚒𝚗 𝚔𝚊𝚋𝚊𝚛 𝚋𝚊𝚢𝚒 𝚔𝚒𝚝𝚊 𝚢𝚊?
𝙰 : 𝚐𝚒𝚕𝚊 𝚢𝚊 𝚕𝚘!
𝙻 : 𝚔𝚘𝚔 𝚔𝚊𝚖𝚞 𝚗𝚐𝚘𝚖𝚘𝚗𝚐𝚗𝚢𝚊 𝚔𝚊𝚜𝚊𝚛 𝚐𝚒𝚝𝚞 𝚜𝚒𝚑 𝚜𝚊𝚢𝚊𝚗𝚐, 𝚔𝚊𝚗 𝚊𝚔𝚞 𝚕𝚊𝚐𝚒 𝚗𝚐𝚊𝚗𝚍𝚞𝚗𝚐 𝚊𝚗𝚊𝚔 𝚔𝚊𝚖𝚞, 𝚋𝚞𝚊𝚑 𝚑𝚊𝚝𝚒 𝚔𝚒𝚝𝚊!
𝙰 : 𝚐𝚞𝚎 𝚗𝚐𝚐𝚊 𝚙𝚎𝚛𝚌𝚊𝚢𝚊 𝚜𝚎𝚋𝚎𝚕𝚞𝚖 𝚍𝚘𝚔𝚝𝚎𝚛 𝚕𝚊𝚗𝚐𝚜𝚞𝚗𝚐 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚗𝚐𝚘𝚖𝚘𝚗𝚐 𝚕𝚊𝚗𝚐𝚜𝚞𝚗𝚐 𝚜𝚊𝚖𝚊 𝚐𝚞𝚎
𝙻 : 𝚖𝚊𝚜𝚒𝚑 𝚙𝚎𝚛𝚕𝚞 𝚋𝚞𝚔𝚝𝚒 𝚊𝚙𝚊 𝚕𝚊𝚐𝚒 𝚜𝚒𝚑 𝙰𝚕?! 𝚆𝚊𝚔𝚝𝚞 𝚒𝚝𝚞 𝚐𝚞𝚎 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚒𝚗𝚐𝚎𝚝 𝚜𝚎𝚖𝚞𝚊𝚗𝚢𝚊 𝚍𝚊𝚗 𝚕𝚘 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚝𝚊𝚞 𝚔𝚊𝚕𝚊𝚞 𝚔𝚒𝚝𝚊 𝚝𝚒𝚍𝚞𝚛 𝚜𝚎𝚛𝚊𝚗𝚓𝚊𝚗𝚐 𝚠𝚊𝚔𝚝𝚞 𝚒𝚝𝚞, 𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚞𝚍𝚊𝚑 𝚙𝚊𝚜𝚝𝚒 𝚒𝚗𝚒 𝚊𝚗𝚊𝚔 𝚕𝚘 𝙰𝚕! 𝙻𝚘 𝚑𝚊𝚛𝚞𝚜 𝚊𝚔𝚞𝚒𝚗! 𝙰𝚝𝚊𝚞..
𝙰 : 𝚊𝚝𝚊𝚞 𝚊𝚙𝚊 𝚑𝚊𝚑?! 𝙻𝚘 𝚓𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚖𝚊𝚌𝚊𝚖-𝚖𝚊𝚌𝚊𝚖 𝚢𝚊!
𝙻 : 𝚊𝚝𝚊𝚞 𝚐𝚞𝚎 𝚔𝚊𝚜𝚒𝚑 𝚝𝚊𝚞 𝚝𝚊𝚗𝚝𝚎 𝙼𝚊𝚠𝚊𝚛 𝚢𝚊, 𝚎𝚖𝚖 𝚊𝚝𝚊𝚞 𝚜𝚎𝚔𝚊𝚕𝚒𝚊𝚗 𝙰𝚕𝚒𝚜𝚑𝚊 𝚊𝚓𝚊 𝚢𝚊..
𝙰 : 𝚓𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚖𝚊𝚌𝚊𝚖-𝚖𝚊𝚌𝚊𝚖 𝚢𝚊 𝚕𝚘!!
𝙻 : 𝚕𝚘𝚑, 𝚒𝚗𝚒 𝚔𝚊𝚗 𝚔𝚊𝚋𝚊𝚛 𝚋𝚊𝚑𝚊𝚐𝚒𝚊 𝚜𝚊𝚢𝚊𝚗𝚐, 𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚜𝚞𝚍𝚊𝚑 𝚜𝚎𝚑𝚊𝚛𝚞𝚜𝚗𝚢𝚊 𝚘𝚛𝚊𝚗𝚐 𝚕𝚊𝚒𝚗 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚝𝚊𝚞 𝚍𝚘𝚗𝚐, 𝙰𝚕𝚒𝚜𝚑𝚊 𝚔𝚊𝚗 𝚑𝚊𝚛𝚞𝚜 𝚝𝚊𝚞 𝚔𝚊𝚕𝚊𝚞 𝚔𝚎𝚔𝚊𝚜𝚒𝚑𝚗𝚢𝚊 𝚊𝚍𝚊𝚕𝚊𝚑 𝚊𝚢𝚊𝚑 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚊𝚗𝚊𝚔 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚊𝚔𝚞 𝚔𝚊𝚗𝚍𝚞𝚗𝚐 𝚜𝚎𝚔𝚊𝚛𝚊𝚗𝚐!
𝙰 : 𝚙𝚊𝚛𝚊𝚑 𝚗𝚒𝚑 𝚌𝚎𝚠𝚎, 𝚋𝚒𝚜𝚊 𝚐𝚒𝚕𝚊 𝚐𝚞𝚎 𝚋𝚎𝚛𝚞𝚛𝚞𝚜𝚊𝚗 𝚜𝚊𝚖𝚊 𝚌𝚎𝚠𝚎 𝚜𝚎𝚝𝚛𝚎𝚜 𝚖𝚊𝚌𝚊𝚖 𝚕𝚘 𝚒𝚗𝚒!!
𝙻 : 𝚊𝚔𝚞 𝚔𝚊𝚗 𝚌𝚊𝚕𝚘𝚗 𝚒𝚜𝚝𝚛𝚒 𝚔𝚊𝚖𝚞 𝚜𝚊𝚢𝚊𝚗𝚐, 𝚑𝚊𝚛𝚞𝚜𝚗𝚢𝚊 𝚔𝚊𝚖𝚞 𝚑𝚊𝚙𝚙𝚢 𝚍𝚘𝚗𝚐!
𝙰 : 𝚞𝚍𝚊𝚑 𝚍𝚎𝚑 𝚗𝚐𝚐𝚊 𝚞𝚜𝚊𝚑 𝚋𝚊𝚗𝚢𝚊𝚔 𝚗𝚐𝚘𝚖𝚘𝚗𝚐, 𝚜𝚎𝚔𝚊𝚛𝚊𝚗𝚐 𝚝𝚎𝚖𝚞𝚒𝚗 𝚐𝚞𝚎 𝚍𝚒 𝚔𝚕𝚒𝚗𝚒𝚔 𝚋𝚎𝚛𝚜𝚊𝚕𝚒𝚗 𝙼𝚞𝚝𝚒𝚊𝚛𝚊 𝚍𝚎𝚔𝚎𝚝 𝚛𝚜 𝚂𝚘𝚎𝚌𝚒𝚙𝚝𝚘, 20 𝚖𝚎𝚗𝚒𝚝 𝚕𝚊𝚐𝚒 𝚐𝚞𝚎 𝚜𝚊𝚖𝚙𝚎!
𝙻 : 𝚝𝚊𝚙𝚒 𝚜𝚊𝚢𝚊𝚗𝚐..
𝙰 : 𝚔𝚊𝚕𝚊𝚞 𝚕𝚘 𝚗𝚐𝚐𝚊 𝚍𝚊𝚝𝚊𝚗𝚐, 𝚐𝚞𝚎 𝚗𝚐𝚐𝚊 𝚋𝚊𝚔𝚊𝚕 𝚊𝚔𝚞𝚒𝚗 𝚔𝚊𝚕𝚊𝚞 𝚒𝚝𝚞 𝚊𝚗𝚊𝚔 𝚐𝚞𝚎!!
𝙻 : 𝚕𝚘𝚑 𝚔𝚘𝚔 𝚐𝚒𝚝𝚞, 𝚝𝚊𝚙𝚙𝚙𝚒𝚒𝚒𝚒... ( langsung terputus)
__ADS_1
Al pun menutup sambungan telfonnya lalu pergi ke klinik tersebut bersama pak Joko driver nya.
"Ayo pak jalan! "
"Kemana den? "
"Klinik Mutiara!! "
"Siap den!! "
***
𝘿𝙞 𝙆𝙡𝙞𝙣𝙞𝙠 𝘽𝙚𝙧𝙨𝙖𝙡𝙞𝙣 𝙈𝙪𝙩𝙞𝙖𝙧𝙖
"Pak tunggu di sini ya! "
"Baik den! " Kata pak Joko.
Al pun segera turun dari mobilnya lalu mengambil ponselnya dan menelepon Laras.
𝙻 : 𝚑𝚊𝚕𝚘 𝚜𝚊𝚢𝚊𝚗𝚐
𝙰 : 𝚍𝚒𝚖𝚊𝚗𝚊 𝚕𝚘? 𝙶𝚞𝚎 𝚍𝚒 𝚍𝚎𝚙𝚊𝚗 𝚔𝚕𝚒𝚗𝚒𝚔
𝙻 : 𝚊𝚔𝚞 𝚞𝚍𝚊𝚑 𝚍𝚒 𝚍𝚊𝚕𝚎𝚖 𝚔𝚘𝚔, 𝚕𝚊𝚐𝚒 𝚗𝚞𝚗𝚐𝚐𝚞𝚒𝚗 𝚔𝚊𝚖𝚞 𝙰𝚕 𝚜𝚊𝚢𝚊𝚗𝚐, 𝚔𝚊𝚖𝚞 𝚖𝚊𝚜𝚞𝚔 𝚊𝚓𝚊 𝚢𝚊! 𝙰𝚔𝚞 𝚞𝚍𝚊𝚑 𝚍𝚊𝚏𝚝𝚊𝚛 𝚔𝚘 𝚝𝚒𝚗𝚐𝚐𝚊𝚕 𝚗𝚞𝚗𝚐𝚐𝚞 𝚍𝚒𝚙𝚊𝚗𝚐𝚐𝚒𝚕 𝚊𝚓𝚊!
Al pun masuk ke dalam klinik dan menemui Laras di ruang tunggu. Al pun langsung duduk di sebelah kiri, 3 kursi dari tempat Laras duduk. Laras pun pindah duduk di sebelah Al sambil mengandeng tangannya dan bersandar di bahu Al.
"Lo ngapain sih!! Geli anj*rr!! " Ucap Al geli
"Ihhh aku kan calon istri kamu sayang!! "
"Siapa bilang?! Ngada ngada aja lo! "
"Kan aku lagi hamil calon anak kamu sayang!! " Kata Laras menjelaskan.
"Bu Larasati!! Silakan masuk! " Ucap sang perawat di klinik.
"Ayo sayang , aku udah dipanggil.. "
𝘿𝙞 𝙧𝙪𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙙𝙤𝙠𝙩𝙚𝙧
"Silahkan berbaring di sini ya, biar saya periksa dulu! " Ucap sang dokter.
10 𝙢𝙚𝙣𝙞𝙩 𝙠𝙚𝙢𝙪𝙙𝙞𝙖𝙣
Al dan Laras pun duduk di kursi untuk mendengar penjelasan dari dokter.
"Jadi begini, usia kehamilan sekitar 4 minggu, semuanya masih dalam tahap normal dan baik.. "
"Saya ingin tes dna dok! "
"Saya fikir dia istri anda! Lalu untuk apa melakukan tes dna? " Tanya sang dokter pada.
"Iya dok, dia memang suami saya.. " Kata Laras sambil mengelus perutnya.
"Tidak dok, dia bukan istri saya, itu sebabnya saya ingin melakukan tes dna sekarang juga! "
"Tapi jika tes dna ini dilakukan sekarang maka hasilnya akan keluar 2 hari lagi! " Jelas dokter
"Apa tidak bisa langsung dok? " Tanya Al
"Maaf pak, tapi tidak bisa, itu sudah peraturan di klinik ini! " Jawab sang dokter.
"Baiklah dok, hubungi saya jika hasilnya sudah keluar! "
"Baik pak, isi dulu formulirnya, setelah itu kita cek golongan darah bapa dulu ya! " Kata sang dokter lagi.
__ADS_1
Al pun terpaksa mengikuti setiap prosesnya agar ia tahu apa ia ayah dari anak itu atau bukan.