
Beberapa bulan kemudian
Pukul 10.00 pagi di kampus.
Dosen : " persiapkan diri kalian menuju acara peneguhan atau pelantikan kelulusan atau yang lebih dikenal dengan wisuda, nanti karena waktu kalian di Universitas ini sudah tidak lama lagi, baik kelas hari ini sudah berakhir , sampai bertemu di acara perpisahan pelepasan kalian nanti , saya berharap kalian semua lulus dengan nilai yang memuaskan, semangat dan selamat siang semua! " Ucap sang dosen pada seluruh mahasiswanya di kelas.
"Baik bu, terima kasih, selamat siang.." Jawab seluruh mahasiwa dan mahasiswi di kelas tersebut dan kelas pun bubar.
***
3 hari sebelum wisuda
Alisha terus saja menghubungi kak El namun ponselnya tidak aktif sama sekali , namun Alisha berharap kak El menjawab teleponnya. 3 jam kemudian, sampai akhirnya kak El meneleponnya balik.
𝙴 : 𝙝𝙖𝙡𝙤! 𝙨𝙚𝙡𝙖𝙢𝙖𝙩 𝙨𝙞𝙖𝙣𝙜! 𝘿𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙨𝙞𝙖𝙥𝙖 𝙞𝙣𝙞? (Nada serius)
𝙰 : 𝙞𝙝𝙝𝙝 𝙠𝙖𝙠 𝙀𝙡, 𝙞𝙣𝙞 𝘼𝙡𝙞𝙨𝙝𝙖!!
𝙴 : 𝙢𝙖𝙖𝙛 𝘼𝙡𝙞𝙨𝙝𝙖 𝙨𝙞𝙖𝙥𝙖? (Nada serius)
𝙰 : 𝙞𝙞𝙞𝙞𝙞𝙝𝙝𝙝𝙝𝙝 𝙠𝙖𝙠𝙠𝙠𝙠𝙠𝙠 𝙚𝙡𝙡𝙡𝙡𝙡𝙡 , 𝙞𝙣𝙞 𝘼𝙖𝙖𝙖𝙡𝙡𝙡𝙞𝙞𝙨𝙨𝙨𝙝𝙝𝙝𝙝𝙖𝙖𝙖𝙖𝙖𝙖𝙖!!!! (Berteriak)
𝙴 : 𝙖𝙪𝙪𝙬𝙬𝙬... 𝙆𝙚𝙣𝙘𝙚𝙣𝙜 𝙗𝙖𝙣𝙜𝙚𝙩 𝙨𝙪𝙖𝙧𝙖 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙙𝙚!! 𝙏𝙚𝙡𝙞𝙣𝙜𝙖 𝙠𝙖𝙠𝙖𝙠 𝙨𝙖𝙢𝙥𝙚 𝙗𝙪𝙙𝙚𝙜 𝙨𝙚𝙗𝙚𝙡𝙖𝙝 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙧 𝙩𝙚𝙧𝙞𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙩𝙖𝙪!! (Menutup sebelah telinga)
𝙰 : 𝙖𝙗𝙞𝙨𝙣𝙮𝙖 𝙠𝙖𝙠 𝙀𝙡 𝙨𝙞𝙝, 𝙟𝙖𝙙𝙞𝙠𝙖𝙣 𝘼𝙡𝙞𝙨𝙝𝙖 𝙠𝙚𝙨𝙚𝙡!! (Sedikit berteriak)
𝙴 : 𝙝𝙚𝙝𝙚 𝙞𝙮𝙖 𝙙𝙚 𝙞𝙮𝙖 𝙢𝙖𝙖𝙛𝙞𝙣 𝙠𝙖𝙠 𝙀𝙡 𝙙𝙚𝙝, 𝙠𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙠 𝙀𝙡 𝙘𝙪𝙢𝙖𝙣 𝙗𝙚𝙧𝙘𝙖𝙣𝙙𝙖
𝙰 : 𝙩𝙖𝙥𝙞 𝙞𝙣𝙞 𝙗𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙬𝙖𝙠𝙩𝙪𝙣𝙮𝙖 𝙗𝙚𝙧𝙘𝙖𝙣𝙙𝙖 𝙠𝙖𝙠! (Nada serius)
𝙴 : 𝙚𝙢𝙖𝙣𝙜𝙣𝙮𝙖 𝙠𝙚𝙣𝙖𝙥𝙖 𝙨𝙞𝙝 𝙙𝙚? 𝘼𝙙𝙖 𝙢𝙖𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙖𝙥𝙖 𝙡𝙖𝙜𝙞?
𝙰 : 𝙞𝙞𝙝𝙝𝙝 𝙠𝙖𝙠𝙖𝙠 𝙠𝙚𝙣𝙖𝙥𝙖 𝙗𝙚𝙡𝙪𝙢 𝙥𝙪𝙡𝙖𝙣𝙜 𝙨𝙞𝙝, 𝙠𝙖𝙠𝙖𝙠 𝙗𝙞𝙡𝙖𝙣𝙜 𝙢𝙖𝙪 𝙝𝙖𝙙𝙞𝙧𝙞𝙣 𝙬𝙞𝙨𝙪𝙙𝙖𝙣𝙮𝙖 𝘼𝙡𝙞𝙨𝙝𝙖, 𝙩𝙖𝙥𝙞 𝙨𝙖𝙢𝙥𝙚 𝙝𝙖𝙧𝙞 𝙞𝙣𝙞 𝙠𝙖𝙠 𝙀𝙡 𝙗𝙚𝙡𝙪𝙢 𝙥𝙪𝙡𝙖𝙣𝙜 𝙟𝙪𝙜𝙖, 𝙠𝙖𝙠 𝙀𝙡 𝙗𝙤𝙝𝙤𝙣𝙜𝙞𝙣 𝘼𝙡𝙞𝙨𝙝𝙖 𝙮𝙖?!!
𝙴 : 𝙠𝙤𝙠 𝘼𝙡𝙞𝙨𝙝𝙖 𝙣𝙜𝙤𝙢𝙤𝙣𝙜 𝙜𝙞𝙩𝙪 𝙨𝙞𝙝 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙠𝙖𝙠 𝙀𝙡? (Sedikit heran)
𝙰 : 𝙮𝙖 𝙩𝙚𝙧𝙪𝙨 𝙠𝙚𝙣𝙖𝙥𝙖 𝙠𝙖𝙠 𝙀𝙡 𝙨𝙖𝙢𝙥𝙖𝙞 𝙨𝙚𝙠𝙖𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙚𝙡𝙪𝙢 𝙥𝙪𝙡𝙖𝙣𝙜 𝙟𝙪𝙜𝙖?
𝙴 : 𝙚𝙢𝙢.. 𝙎𝙚𝙗𝙚𝙣𝙖𝙧𝙣𝙮𝙖.. (Diam sejenak)
__ADS_1
𝙰 : 𝙨𝙚𝙗𝙚𝙣𝙖𝙧𝙣𝙮𝙖 𝙖𝙥𝙖 𝙠𝙖𝙠? (Nada Penasaran)
𝙴 : 𝙨𝙚𝙗𝙚𝙣𝙖𝙧𝙣𝙮𝙖 𝙠𝙖𝙠 𝙀𝙡 𝙗𝙚𝙡𝙪𝙢 𝙗𝙞𝙨𝙖 𝙥𝙪𝙡𝙖𝙣𝙜, 𝙠𝙖𝙠 𝙀𝙡 𝙢𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙢𝙖𝙖𝙛 𝙮𝙖 𝘼𝙡𝙞𝙨𝙝𝙖
𝙰 : 𝙩𝙪𝙝 𝙠𝙖𝙣, 𝙠𝙖𝙠 𝙀𝙡 𝙥𝙖𝙨𝙩𝙞 𝙣𝙜𝙜𝙖 𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙣𝙚𝙥𝙖𝙩𝙞𝙣 𝙟𝙖𝙣𝙟𝙞 𝙠𝙖𝙠 𝙀𝙡 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙖𝙠𝙪
𝙴 : 𝙗𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙥𝙚𝙧𝙩𝙞 𝙞𝙩𝙪 𝘼𝙡𝙞𝙨𝙝𝙖, 𝙠𝙖𝙠 𝙀𝙡 𝙢𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙢𝙖𝙖𝙛 𝙠𝙖𝙧𝙚𝙣𝙖 𝙠𝙖𝙠 𝙀𝙡 𝙣𝙜𝙜𝙖 𝙗𝙞𝙨𝙖 𝙣𝙚𝙥𝙖𝙩𝙞𝙣 𝙟𝙖𝙣𝙟𝙞 𝙠𝙖𝙠 𝙀𝙡 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝘼𝙡𝙞𝙨𝙝𝙖 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙙𝙖𝙩𝙖𝙣𝙜 𝙠𝙚 𝙖𝙘𝙖𝙧𝙖 𝙪𝙥𝙖𝙘𝙖𝙧𝙖 𝙠𝙚𝙡𝙪𝙡𝙪𝙨𝙖𝙣 𝙬𝙞𝙨𝙪𝙙𝙖𝙣𝙮𝙖 𝘼𝙡𝙞𝙨𝙝𝙖, 𝙨𝙚𝙠𝙖𝙡𝙞 𝙡𝙖𝙜𝙞 𝙠𝙖𝙠 𝙀𝙡 𝙢𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙢𝙖𝙖𝙛 𝙮𝙖.. (Nada memohon)
𝙰 : 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙠𝙖𝙠 𝙀𝙡 𝙚𝙢𝙖𝙣𝙜 𝙣𝙜𝙜𝙖 𝙗𝙞𝙨𝙖 𝙙𝙖𝙩𝙖𝙣𝙜 𝙠𝙚𝙣𝙖𝙥𝙖 𝙠𝙖𝙠 𝙀𝙡 𝙠𝙚𝙢𝙖𝙧𝙞𝙣 𝙟𝙖𝙣𝙟𝙞 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝘼𝙡𝙞𝙨𝙝𝙖 𝙗𝙖𝙠𝙖𝙡𝙖𝙣 𝙝𝙖𝙙𝙞𝙧 𝙙𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙠 𝙀𝙡 𝙗𝙞𝙡𝙖𝙣𝙜 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝘼𝙡𝙞𝙨𝙝𝙖 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙠𝙤𝙢𝙖𝙣𝙙𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙠 𝙀𝙡 𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙣𝙜𝙖𝙨𝙞𝙝 𝙞𝙯𝙞𝙣 𝙘𝙪𝙩𝙞 𝙨𝙚𝙢𝙞𝙣𝙜𝙜𝙪 𝙗𝙪𝙖𝙩 𝙥𝙪𝙡𝙖𝙣𝙜 , 𝙠𝙤 𝙢𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙩𝙞𝙗𝙖-𝙩𝙞𝙗𝙖 𝙗𝙖𝙩𝙖𝙡 𝙜𝙞𝙩𝙪 𝙖𝙟𝙖 𝙨𝙞𝙝?! (Bertanya dengan kesal)
𝙴 : 𝘼𝙡𝙞𝙨𝙝𝙖 𝙠𝙖𝙣 𝙩𝙖𝙪 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙖𝙗𝙖𝙣𝙜𝙣𝙮𝙖 𝘼𝙡𝙞𝙨𝙝𝙖 𝙞𝙣𝙞 𝙨𝙚𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙖𝙗𝙙𝙞 𝙣𝙚𝙜𝙖𝙧𝙖 𝙟𝙖𝙙𝙞.. (Langsung terpotong)
𝙰 : 𝙞𝙮𝙖𝙖𝙖𝙖.. 𝙔𝙖𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙠𝙖𝙠 𝙀𝙡 𝙣𝙜𝙜𝙖 𝙪𝙨𝙖𝙝 𝙙𝙖𝙩𝙖𝙣𝙜 , 𝘼𝙡𝙞𝙨𝙝𝙖 𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙗𝙞𝙖𝙨𝙖 𝙨𝙚𝙣𝙙𝙞𝙧𝙞! (Nada marah)
𝙴 : 𝘼𝙡𝙞𝙨𝙝𝙖 𝙟𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙥𝙚𝙧𝙩𝙞 𝙞𝙩𝙪 𝙙𝙤𝙣𝙜, 𝙢𝙖𝙨𝙖 𝘼𝙡𝙞𝙨𝙝𝙖 𝙣𝙜𝙤𝙢𝙤𝙣𝙜 𝙣𝙮𝙖 𝙜𝙞𝙩𝙪 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙠𝙖𝙠 𝙀𝙡 , 𝘼𝙡𝙞𝙨𝙝𝙖 𝙢𝙖𝙧𝙖𝙝 𝙮𝙖 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙠𝙖𝙠 𝙀𝙡?
A : 𝙔𝙖 𝙪𝙙𝙖𝙝 𝘼𝙡𝙞𝙨𝙝𝙖 𝙩𝙪𝙩𝙪𝙥 𝙙𝙪𝙡𝙪, 𝘼𝙡𝙞𝙨𝙝𝙖 𝙡𝙖𝙜𝙞 𝙨𝙞𝙗𝙪𝙠!! (menutup telepon dengan kesal)
E : 𝙨𝙝𝙖𝙖.. 𝘼𝙡𝙞𝙨𝙝𝙖 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙚𝙧𝙞𝙣 𝙠𝙖𝙠𝙠.. (Tiba-tiba Tut.. Tut.. Tut.. Sambungan telepon terputus)
Alisha menutup sambungan teleponnya dengan nada kesal dan sedikit marah. Wajahnya yang merasa kecewa itu tidak bisa ia sembunyikan, Tiba-tiba ia menangis teringat saat hari kelulusannya saat kelas 6 sd menuju smp, waktu dimana sang ayah masih ada di sampingnya.
"Aaaa.. Daddy.. So sweet banget sih, tapi demi daddy aku bakalan terus berusaha bikin daddy bangga " Kata Alisha penuh semangat
"You udah buat daddy bangga selama ini, you juara 1 setiap tahun, you juga juara olimpiade matematika, you know daddy bangga sayang.. Dan kamu tau itu karena setiap saat kamu mengeluh, daddy orang pertama yang akan selalu semangatin you, ini daddy punya kalung for you, biar you selalu ingat daddy dimana pun and kapan pun, Take care of your self.. Dimana pun and kapan pun ok " Ucap sang ayah sambil memasangkan kalungnya pada Alisha kecil lalu memeluknya dengan penuh kasih sayang.
***
Sejak tadi Steve dari jauh memperhatikan Alisha sambil mendengarkan pembicaraan Alisha dengan kakaknya, lalu Steve pun berjalan mendekati Alisha tanpa Alisha sadari, Steve pun mengeluarkan sapu tangannya dan menyeka air mata di pipi Alisha dengan lembutnya.
"Steve? "Tanya Alisha heran, sambil mengambil sapu tangan yang dipegang Steve lalu menyekanya sendiri
"Aku melihatmu menangis dan aku datang kemari.. " Kata Steve sambil menatap Alisha dan duduk disampingnya.
"Emmhh.. Hehe.. Maaf.. Aku hanya kemasukan debu saja.. " Ucap Alisha berbohong.
"Aku tau yang sebenarnya Alisha, tapi kamu tidak ingin orang lain tau tentang kesedihanmu, tentang dukamu, kamu itu terkadang sulit di tebak, tapi entah kenapa aku tidak bisa menjauh apalagi berhenti peduli padamu Alisha.. " Kata Steve berbicara dalam hatinya
"oh iya, apa nanti kakak mu El akan hadir? " tanya Steve lagi
__ADS_1
"tidak, tadi dia sudah menelepon ku, dan dia mengatakan tidak bisa datang karena ada tugas yang tidak bisa ditinggalkan.. " jawab Alisha
"kalau begitu biar aku yang datang untuk menemanimu dan menjadi walimu nanti , bagaimana? "
"apa tidak merepotkan? aku hanya takut merepotkan saja Steve"
"Tidak Alisha, aku tidak pernah merasa di repotkan olehmu, jadi deal ya, aku yang akan menemanimu di acara pelantikan kelulusan mu"
"Baiklah Steve " kata Alisha sambil tersenyum
"oh iya, aku datang kesini ingin mengembalikan sapu tangan ini, namun sekarang sapu tangan ini sudah basah oleh air matamu.. maaf jika aku baru bisa mengembalikannya saat ini karena kemarin-kemarin aku pergi ke luar kota " kata Steve
"haha it's okay Steve , aku juga tau karena Al sudah bilang padaku " ucap Alisha lagi.
"oh iya aku dengar juga kalau Al akan mengisi acara di tempatmu, ia di undang untuk memberi pidato gitu, tentang perusahaan Adinata yang ia kelola hingga sukses, karena ia sudah masuk daftar CEO yang sukses di usia muda di Indonesia dengan memiliki segudang prestasi! " kata Steve memberitahu.
"Really? wow itu keren banget sih menurut aku " jawab Alisha sambil tertawa bangga.
"Kamu beruntung dimiliki dia " kata Steve
"Yap aku juga merasa seperti itu Steve, thanks ya "
"for what? "
"Udah ngasih tau aku soal ini, kamu tau, sebenarnya aku juga bangga bisa memiliki sahabat yang best yang , yang cool, smart, macho, elegan, and handsome seperti kamu " ucap Alisha sambil menatap Steve.
Steve hanya diam ketika Alisha bicara itu padanya, seakan Steve terpana mendengar kata-kata Alisha dan tatapan mata Alisha yang begitu tajam padanya.
"Steve plis kontrol diri lo pliiss, ini bukan saat yang tepat, please Alisha jangan tatap gue kaya gini, rasanya jantung gue mau meledak, liat wajah Alisha sedeket ini, seakan dia mau cium bibir gue, Please Steve tetep cool, tetep rileks, and santai... Ahhhh sial gue ngga bisa!!! " Steve berbicara dalam hatinya.
"Ada apa Steve wajah mu begitu tegang? " Tanya Alisha heran dan lalu kembali duduk di samping Steve.
"emmm Alisha, aku permisi ke toilet dulu.. "
"ok Steve.. " jawab Alisha santai
Steve pun berjalan menuju toilet, sesampainya di toilet ia melihat ke arah kaca, seolah sedang melihat dirinya dan kecewa pada dirinya sendiri.
"Steve.. lo liat diri lo!! lo begitu buruk!! lo pecundang!! lo peduli temen lo, tapi lo ngga peduli sama diri lo sendiri!! Steve wake up!! dia pacar sahabat lo, harusnya lo sadar akan itu, lo ngga boleh berharap banyak! Alisha itu milik orang sekarang! Steve wake up!! " kata Steve sambil bercermin dan menampar kedua pipinya
__ADS_1
"Entah sampai kapan gue harus kaya gini, menutupi kesakitan dengan kesakitan lagi?!! Rasanya gue ngga sanggup, tapi gue juga harus sadar kalau Alisha sukanya Al bukan gue, Alisha bahagianya sama Al bukan sama gue, come on Steve wake up, bangun dari mimpi lo sekarang! dia ngga mungkin bisa jadi milik lo sampai kapan pun !!" kata Steve lagi bicara pada dirinya sendiri.