
Hari ini ialah hari kelima Alisha di culik, namun sampai saat ini belum ada siapa pun yang bisa menolongnya, entah sudah berapa kali wanita cantik ini tak sadarkan diri karena penculiknya yang kejam tak pernah memberinya makan atau pun minum, yang ada hanya siksaan yang terus di terimanya.
Plak Plak Plak !
Seorang wanita berbaju serba hitam dan memakai topeng badut macam psikopat tengah memukuli punggung dan kaki mulus Alisha menggunakan sabuk kulit berwarna hitam yang kini masih terikat dengan mata di tutup kain dan mulut di sumpal kain namun dalam posisi berdiri di tengah tengah tiang dalam ruangan itu serta menamparnya beberapa kali hingga pipinya lebam dan bibirnya berdarah.
Sungguh biadab dan keji orang yang menculik gadis cantik macam Alisha ini. Hatinya sudah tak ada rasa belas kasihan, ia tak melihat dengan hatinya bahwa kini Alisha sangat lemas dan kesakitan, meski Alisha sudah sering memohon ampun, orang ini tak mendengarnya, hanya ada rasa amarah dendam yang begitu besar untuk Alisha.
"Hen hik an! "
"Am.. Amp hun!! "
"Hiks hiks"
"A amp hun.. Ho holong hen hikan hiks hiks.. " Rintih Alisha dengan mulut tersumpal kain memohon pada orang itu dengan sedikit tenaga lagi yang masih tersisa karena seluruh badannya merasa sakit dan lemas.
Orang itu pun melemparkan sabuk kulit itu ke sudut ruangan karena ia sudah puas menyiksanya lalu pergi meninggalkan Alisha yang merintih dan meringis kesakitan .
...----------------...
Prank!!
Al mengambil dan melemparkan vas bunga yang ada di hadapannya , ia merasa marah dan kesal karena hingga saat ini belum juga mengetahui dimana keberadaan kekasihnya.
"Ini sudah hari ke empat tapi kita belum juga menemukan Alisha!! " Bentak Al pada anak buahnya membuat semua anak buahnya menunduk terdiam.
"Tenang Al! Alisha pasti di temukan,anak buahmu yang lainnya sedang mencarinya!" Ucap Steve menenangkan bosnya itu.
"Gimana kalau terjadi sesuatu dengan Alisha, Steve?! Gue ga bisa berfikir dengan jernih!! Gue takut kehilangan Alisha!" Al mengungkapkan ke khawatirannya.
"Sabar, Alisha pasti baik baik aja! " Steve terus menenangkan bosnya yang tak bisa menahan emosinya.
"Cepat kalian cari terus dimana keberadaan Alisha sekarang!! Jangan kembali sebelum kalian tau di mana Alisha berada!!!" Perintah Al pada seluruh anak buahnya yang ada di ruangannya saat ini.
...----------------...
Pov Cello
Begitu pun dengan Cello ia terus mencari keberadaan Alisha, pegawainya itu. Cello yang kini peduli pada pegawai barunya itu mulai menaruh perasaan pada Alisha tanpa di sadari dirinya sendiri.
Dzerrtttt
Suara ponsel Cello berdering, seseorang meneleponnya.
"Halo! Apa kabar terbarunya? Baiklah sekarang saya kesana! Terus update kabar terbarumu! Aku mengandalkanmu! "
__ADS_1
"Oke baiklah! Tut tut tut" Cello menutup sambungan teleponnya lalu pergi menuju alamat yang anak buahnya katakan.
...----------------...
Pov Alisha
Ia pingsan lagi tak sadarkan diri untuk yang ke sekian kalinya, namun kali ini sungguh yang terburuk. Keadaannya sangat mengenaskan, bajunya sudah lusuh dengan rambut yang acak acakan, badan, kaki dan tangannya penuh luka memar dan di wajahnya mengalir darah dari sisi bibir dan hidungnya.
"Alisha.. " Seseorang dengan bayangan cahaya putih menyilaukan memanggilnya memakai baju serba putih.
Dan ternyata dia ayahnya Alisha "Daddy.. Alisha rindu Daddy!" Ucap Alisha sambil memeluk ayahnya, di sini ia menangis dan terlihat begitu sangat merindukan sosok ayahnya.
"Daddy tau kamu anak yang kuat! " sang ayah membalas pelukannya sambil tersenyum.
"Daddy, Alisha ingin ikut Daddy ! Sekarang kak El sudah tak peduli lagi dengan Alisha, ia lebih memilih pacarnya di banding Alisha adik kandungnya! " ungkap Alisha
"Daddy.. Apa sekarang Alisha sudah mati? Apa Alisha sudah ikut dengan Daddy?! " Tanya Alisha lagi.
"Alisha, hidup kamu masih panjang nak! "
"Tapi Alisha ngga mau hidup tanpa Daddy, Alisha takut, semua orang jahat pada Alisha.. " ungkapnya lagi
"Nak bertahanlah, ini belum waktunya kamu untuk berkumpul dengan Daddy dan Mami, suatu saat kita akan berkumpul bersama sama ya sayang! Daddy menyayangimu, sekarang bangunlah dan berjuanglah nak.. masih ada orang yang akan menyayangimu dengan tulus!" ayahnya mulai menghilang bersama bayangan cahaya itu.
Lalu Alisha pun tersadar namun kini kain penutup matanya dan mulutnya sudah di lepas dan ia sudah dalam posisi duduk di kursi namun masih dalam keadaan terikat.
"Si siapa Kau? A apa salahku? Ke kenapa kau memperlakukan aku se seperti ini? " Nada gugup ketakukan
"Kau tak tau aku? Kau tak mengenali suaraku? " Tanya orang itu.
"La Laras?! apa maumu? "
Orang itu pun membuka topengnya dan benar saja ia adalah Laras "Hahaha yap benar!! Aku adalah Laras!! Aku tunangan kekasihmu Albert Michael Adinata, dia pria yang aku cintai!! Seharusnya kita sudah menikah namun kau telah menggagalkannya!! Semua cara telah aku lakukan untuk mendapatkan Michael!! "
"Tunangan?! "
"Oh ya kau belum tau karena kekasihmu itu merahasiakannya darimu! Asal kau tau saja, dia itu penuh dengan kebohongan!! "
"Maksud mu apa? "
"Aku pernah tidur dengannya! " jelasnya santai
"Apa? Tidur dengannya?! "
"Iya! Dan ini (memegang perut) adalah hasil dari buah cinta kita! Aku sedang mengandung anak Al! Dan sekarang usianya sudah menginjak 3 bulan! "
__ADS_1
"Ti tiga bulan? E Engga itu ngga mungkin, a aku tau Al, dia hanya mencintai diriku saja, aku tau Al tak mungkin bohong atau merahasiakan apapun dariku! Aku tau!!" Teriak Alisha tak percaya dengan kata-kata Laras.
"Kau itu bodoh Alisha! Al itu selalu membohongi dirimu!! Kau itu terlalu mempercayainya karena kau memang wanita bodoh!! Kau mau di tipu olehnya!!! Cinta yang kau anggap itu hanya kebohongan! itu palsu! dia tak pernah sungguh sungguh mencintai mu,itu hanya untuk menebus rasa bersalahnya selama ini !!" Bentak Laras dengan lantang.
"A apa? rasa bersalah apa yang kau maksud itu? "
"ups keceplosan.. " ledeknya sambil menutup mulutnya dengan satu tangan.
"Tapi tenang saja Alisha, hidupmu tak akan lama lagi! Setelah kau tiada, hidupku akan lebih mudah, aku akan menikah dengan Al, menjadi nyonya Adinata menggantikan ibunya Al , hidup bahagia bersama anak kami yang sekarang tengah aku kandung ini dan kau akan mati menyusul ayah ibumu itu yang sudah lama mati!! hahaha "
"Katakan !!!apa yang kau maksud RASA BERSALAH!!! Aku ingin mendengarnya sebelum aku mati !!!" bentak Alisha.
"Apa kau tau siapa yang menabrak ayah ibumu sampai mati? Dia adalah Al, kekasihmu sendiri!! "
"Ng ngga ngga ngga mungkin!! Aku tau kau sedang berbohong! Kau selalu berusaha untuk memisahkan kami, aku tau itu!"
Laras pun mendekat dan memperlihatkan video cctv di tempat kejadian dari ponselnya.
"Kau lihat anak yang keluar dari mobil itu, itu adalah Al saat ia berusia 18 tahun , ia yang baru pulang dari London mencoba membawa mobil ayahnya dengan kecepatan tinggi sampai akhirnya ia menabrak orang tuamu hingga mati di tempat!! " dengan senyum nya yang licik.
"Sekarang kau percaya kan?! hahaha" tawanya lagi puas.
"Dan apa kau tau, kenapa dia memacarimu hanya dalam waktu sebulan kau magang di Adinata? Apa kau fikir dia mencintaimu? Hahaha apa kau fikir pria seperti Al yang kaya raya, mapan, tampan, dan sukses akan langsung jatuh cinta dalam waktu sebulan saja pada gadis miskin seperti dirimu itu? Kau itu bodoh dan terlalu polos Alisha, kau tak tahu siapa Al sebenarnya!! Ia itu hanya ingin menebus rasa bersalah nya itu karena dia tau kalau kau adalah anak dari orang tua yang ia tabrak saat itu, ia mencari tau info tentangmu dan kakakmu! Hahaha aku tau semuanya Alisha!! " Laras berbicara begitu puas.
Alisha tak bisa berkata apa pun, ia syok dan tak percaya atas apa yang ia saksikan saat ini. Ia tak menyangka kalau kekasihnya begitu tega mengambil nyawa orang yang sangat berharga dalam hidupnya dan memacarinya hanya untuk menebus rasa bersalah dalam dirinya saja.
Air matanya terus mengalir membasahi pipi, mengingat ayah ibunya, saat saat dimana ia terpuruk kehilangan orang tuanya dan video dalam ponsel itu begitu terekam sangat jelas dalam ingatannya.Ia juga mengingat betapa baiknya perlakuan Al padanya.
"Jadi semua itu bohong, Al? kau menghianati aku? kenapa tak sekalian saja kau bunuh aku Al ?!" batin Alisha begitu sakit mendengarnya.
"Sekarang kau sudah tau segalanya maka biarkan aku mempermudah jalanmu untuk menyusul orang tuamu!! Karena sekarang kakak tercintamu yang hari ini sedang bertunangan dengan kekasihnya pun tak peduli denganmu! " detik detik Alisha akan menjemput mautnya.
"Kak El bertunangan.. tanpa memberitahu.. aku " Batin Alisha lagi, ia kini begitu sangat lemas mendengar setiap kata kata yang keluar dari mulut Laras bagai panah yang terus menancap tepat di dadanya.Kini ia bukan lagi sakit fisiknya namun juga hatinya begitu hancur berkeping-keping mengingat betapa malang nasibnya saat ini.
"Dia tak sedikitpun berniat untuk mencarimu jadi apa gunanya lagi kau hidup Alisha.. (jarinya sudah siap untuk menembak kepala Alisha dengan pistol, namun Alisha tak mempedulikan apa yang kini ada di hadapannya itu, ia pun menghitung mundur sampai akhirnya..
DORRR!! DOOORRR!! (suara tembakan menggema dalam ruangan itu)
.
.
.
Kini rahasia yang selama ini Al simpan rapat rapat akhirnya terbongkar juga oleh tunangannya sendiri.
__ADS_1
Bagaimana kelanjutan kisah Al dan Alisha? Apakah Alisha akan lolos dari mautnya yang kini sudah di depan matanya?
Komen ya, biar authornya makin semangat nulisnya 🙏