
Pukul 15.00
Masih di hari yang sama , hari ini adalah hari pertama El dan Alisha di Bandung. Setelah tadi bi Lina pulang dari rumah Alisha, El dan Alisha berencana untuk ziarah ke makam orang tuanya sore ini yang jaraknya tidak jauh dari rumah bibi Lina, sekitar setengah jam dari rumah mereka.
"Dek!! Alisha!! Ayo dong, kita kan mau ke makam mami and daddy, ayo dong Alisha cepat !!! "
"Sebentar kak, Alisha cari handphone Alisha dulu, tadi Alisha naro di atas kasur tapi kok ngga ada, coba deh tolong kakak cariin juga biar cepet ketemu! "
"Iya iya kakak bantu cariin biar cepet deh, soalnya udah sore nih! Kakak telepon aja deh " Ucap El sambil membuka ponselnya.
"Kan ngga aktif kak, aku lupa kalau belom di cass dari semalem hehe " Jawab Alisha sambil nyengir.
"Kebiasaan deh, ya udah ayo cari, lama-lama ke buru malem nih " Gerutu El.
15 𝙢𝙚𝙣𝙞𝙩 𝙠𝙚𝙢𝙪𝙙𝙞𝙖𝙣
"Kak El ini ketemu!! " Ucap Alisha berteriak sambil mengangkat ponselnya yang baru saja ketemu.
"Finally " El pun spontan berbalik ke arah Alisha sambil menghembuskan nafasnya.
"Sebentar kak, aku cass dulu abis itu kita pergi" Sambil mencharger ponselnya.
"Cepet!! " Perintah El.
"Iyaaa kak El yang bawel! " Kata Alisha meledek kakaknya.
2 menit kemudian Alisha keluarr ,El pun menutup pintu dan menggemboknya, memastikam semuanya aman.
Akhirnya mereka pun berjalan kaki keluar gang yang tidak terlalu sempit itu lalu memberhentikan angkot dan menaikinya untuk pergi ke makam orang tuanya.
El yang kala itu mengenakan seragam dinasnya dilihat oleh semua orang di dalam angkot. Karena memang selama cuti, El harus mengenakan seragam polisinya jika ingin keluar rumah, itu memang sudah aturannya, jika El ketahuan melanggar maka akan terkena hukuman oleh komandannya.
"Warga baru dek? " Tanya seorang ibu bertubuh gemuk yang membawa payung.
"Memangnya kenapa bu? " Tanya Alisha
"Saya baru lihat polisi yang tinggal di daerah situ, setau saya tidak ada polisi yang tinggal di situ! " Jawab si ibu bertubuh gemuk.
"Dia itu anaknya almh bu Dewi sama orang bule itu kan? " Ucap si ibu satunya yang bertubuh kurus.
"Iya kami anak dari almh bu Dewi dan pak David! " Kata El.
"Ohh iya, sudah besar ya kalian, sudah lama tidak melihat kalian, tau tau sudah besar saja, kamu El dan Alisha kan? Masih ingat saya? Tetangga kalian saat kalian masih kecil" Tanya si ibu bertubuh kurus yang sepertinya sering memperhatikan Alisha dan El dulu.
"Saya bu Nia, tetangga kalian, 6 rumah sebelah kiri dari rumah kalian, namun sekarang ibu sudah pindah ke rt 03 , gang yang satu lagi.. " Jawab si ibu lagi
"Oh begitu! " Jawab El
"Kiri kiri pak Supir!! Ayo kak kita turun, kita sudah sampai " Kata Alisha menarik tangan El
"Mau ziarah ke orang tua kalian ya? Sekarang kalian tinggal dimana?" Tanya si ibu lagi
"Iya bu! Permisi bu kami duluan ! " Jawab El dengan sopan sambil turun dari angkot tersebut.
Mereka pun berjalan ke pemakaman.
"Iiisshhh aku ga suka sama ibu-ibu tadi, ngerumpi mulu kaya ngga ada kerjaan lain mana kepo pula, kakak kenapa malah jawab pertanyaan mereka sih, Alisha kan ngga suka kak! " Dengan wajah cemberut.
"Kok Alisha ngomong gitu sih, mereka kan lebih tua dari kita jadi kita harus sopan pada orang yang lebih tau, Alisha kan tau, apalagi sekarang Alisha sudah besar kan, sifat jelek yang dulu harusnya bisa Alisha buang, Alisha jangan terlalu jutek pada orang, nanti Alisha cepet tua loh! " Canda El
"Ihh kakak apaan sih, masa cantik gini di bilang tuas sih, tuh makam mami sama daddy! " Sambil menunjukkan dua batu nisan.
__ADS_1
"Alisha sama El ya? " Tanya pak Dodo, pengurus makam di TPU tersebut, termasuk makam kedua orang tua Alisha.
"Eh iya pak, apa kabar? " Jawab El ramah.
"Baik den, aden sendiri bagaimana? Sudah lama bapa tidak melihat kalian kemari" Tanya pak Dodo
"Iya pak hehe,Kami berdua baik pak " Jawab El lagi
"aduh sekarang sudah jadi polisi yang ganteng dan gagah ya, selamat ya den! "
"Ah bapa ini bisa saja, terima kasih pak atas pujiannya"
"Saya bicara yang sebenarnya kok, non Alisha juga sekarang makin cantik dan tinggi ya, sampe pangling saya! " Ucap pak Dodo sambil tersenyum ramah
"Iya pak, terima kasih! " Jawab Alisha
"Oh iya, silakan den non, makam bapa sama ibunya sudah saya bersihkan, seminggu dua kali rutin "
"Terima kasih banyak pak, bapa juga sudah yang sudah menanam semua bunga itu ya, sekarang makamnya jadi cantik, terima kasih karena sudah selalu merawat makam kedua orang tua saya, saya akan berdoa dulu untuk mereka! "
"Iya den sama-sama, mangga silahkan! Saya permisi dulu mau ke sebelah sana, jika ada apa-apa yang kurang maka panggil saja saya ya! "
"Baik pak " Ucap El.
El dan Alisha pun berdoa di samping nisan orang tua mereka, selesai berdoa dan menabur bunga, mereka pun mengungkapkan isi hati mereka.
"Dad.. Daddy apa kabar di sana? Kabar Alisha sama kak El baik, maaf aku dan kak El baru hari ini bisa kesini lagi, Alisha baru aja lulus wisuda dengan prestasi yang baik dan kak El sekarang ia sudah jadi polisi yang tampan dan gagah seperti yang daddy inginkan saat itu, mami sama daddy pasti liat kan perjuangan kami selama ini, semua orang menjauhi kami, menghina, mengucilkan kami saat itu hanya karena kami miskin, tidak punya orang tua, anak yatim piatu , sampai aku merasa ingin menyerah, aku selalu menangis, bingung dan merasa depresi, tapi kak El dia terus menerus menghibur ku, menguatkan aku, mengajari hal-hal yang belum pernah aku tau, karena saat kalian meninggalkan aku , aku masih merasa saat itu aku masih menjadi anak kecilnya mami daddy.. " Ungkap Alisha sambil menangis.
"Alisha.. Kuat ya de.. Mami sama daddy pasti bahagia kok liat kita saat ini , kita sudah berjuang sampai di titik sekarang " Ucap El menguatkan sambil mengelus pundak Alisha
"Aku selalu berusaha untuk kuat dalam menjalani hidup ini tanpa adanya sosok orang tua yang menemani dan mensupport kami berdua, dan terkadang aku lelah atas cemoohan orang lain yang menganggap rendah kami , terkadang saat aku lelah dan sedang sendiri aku selalu meminta bahu untuk bersandar, telinga untuk mendengar setiap keluh kesah hidupku, maaf mam dad.. Jika terkadang aku membenci mereka yang menghinaku, tapi aku selalu ingat kata-kata yang daddy ucapkan padaku saat itu "jadilah orang yang pemaaf , agar Tuhan selalu bersamamu dan membantumu! " Kata-kata yang selalu aku ingat meski terkadang itu sulit untuk dilakukan! "
"Mam.. Terkadang aku merasa jadi dewasa itu tidak enak, aku masih ingin jadi anak kecilnya kalian lagi , malaikat kecil yang selalu kalian sayangi dan lindungi, maaf jika terkadang aku merasa lelah dan tidak bersyukur , maaf mam.. Dad.. Aku berusaha semoga aku bisa jadi abdi negara yang bisa jujur, amanah , memegang teguh prinsip, membela negara, dan berguna bagi banyak orang. Dad thanks karena sudah menjadi inspirasiku selama ini, jika saat itu daddy tidak mengatakannya, mungkin aku tidak menjadi polisi saat ini, sekarang daddy and mami pasti sedang tersenyum melihat kami, aku berharap semoga kalian tenang di Surga yang indah dan suatu saat nanti kita bisa bertemu lagi di tempat yang sangat indah.. " Kata El sambil mencium nisan kedua orang tua nya"
"Itu sudah tugas seorang kakak pada adiknya, yang penting kita harus saling menguatkan dan jangan ada yang ditutup-tutupi, karena cuman kamu yang kakak punya saat ini dek.. Meskipun kakak jauh tapi percayalah kakak selalu ada di hati Alisha " Kata El sambil memeluk adiknya dengan penuh kasih sayang dan mencium kening adiknya yang sedang menangis haru seakan Alisha tidak bisa mengatakan apapun saat El memeluknya.
Setelah selesai mereka pun pulang karena cuaca juga sudah mendung, seperti nya akan turun hujan sebentar lagi.
"Ayo Alisha kita pulang, hari sudah sore, sebentar lagi sepertinya akan turun hujan besar! " Ajak El
"Iya kak ayo ! " Jawab Alisha
Setelah itu mereka pun pamit pada pak Dodo ,lalu El memeluk pak Dodo dan memberikan amplop yang berisi uang, seperti tanda terima kasih karena sudah merawat makam kedua orang tua mereka yang sangat mereka cintai, pak Dodo pun berkaca-kaca saat El memeluknya, mengingat anaknya yang sudah tiada, jika saja masih ada mungkin umurnya sama seperti El.
***
21.00
Alisha sedang duduk di depan teras sambil meminum secangkir teh hangat yang baru saja ia buat.
Kak El yang baru saja datang membeli nasi goreng pun menyuruh Alisha untuk segera makan.
"Dek, nih kakak beliin nasi goreng kesukaan kamu dulu, waktu kamu masih kecil, ternyata sekarang bapanya udah tua banget, ga nyangka ya ternyata selama itu kita pergi ninggalin kota ini.. " Kata El
"Oh pak Beni itu ya kak? "
"Iya dek, kamu masih ingat ya? "
"Tapi lupa wajahnya sih hehe"
"Ya udah makan dulu nih, ntar malah keburu dingin ngga enak loh! Kak El udah makan belom?"
__ADS_1
"Belum ,makanya kakak beli 2 bungkus!Iya deh aku ambil piring dulu kak ke dalem! "
"Okey! "
Alisha pun mengambil 2 piring dan 2 sendok ke dapur, lalu ke teras lagi dan makan bersama dengan adiknya.
...----------------...
Alisha sedang berada di dapur, memasak di pagi hari untuk sarapan ia dan El. Tiba-tiba 𝙏𝙤𝙠 𝙏𝙤𝙠 𝙏𝙤𝙠!
Suara seseorang mengetok pintu rumahnya,
"𝘐𝘯𝘪 𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘱𝘢𝘨𝘪 𝘣𝘢𝘳𝘶 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘫𝘢𝘮 7 𝘱𝘢𝘨𝘪 , 𝘬𝘢𝘬 𝘌𝘭 𝘢𝘫𝘢 𝘣𝘦𝘭𝘶𝘮 𝘣𝘢𝘯𝘨𝘶𝘯, 𝘬𝘰𝘬 𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘢𝘥𝘢 𝘵𝘢𝘮𝘶 𝘢𝘫𝘢 𝘴𝘪𝘩?! 𝘚𝘪𝘢𝘱𝘢 𝘴𝘪𝘩?! 𝘈𝘱𝘢 𝘣𝘪 𝘓𝘪𝘯𝘢 𝘺𝘢?! 𝘈𝘥𝘢 𝘱𝘦𝘳𝘭𝘶 𝘢𝘱𝘢 𝘥𝘪𝘢 𝘱𝘢𝘨𝘪-𝘱𝘢𝘨𝘪 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘬𝘦𝘴𝘪𝘯𝘪, 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘱𝘦𝘯𝘢𝘴𝘢𝘳𝘢𝘯 𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘣𝘢𝘪𝘬 𝘢𝘬𝘶 𝘣𝘶𝘬𝘢 𝘥𝘦𝘩 𝘱𝘪𝘯𝘵𝘶𝘯𝘺𝘢! " Alisha pun bergegas untuk membukakan pintu.
"Pagi Laras! " Ucap seseorang yang sedang berdiri dengan gaun mewah dan seksi dan tas mewah yang ia pegang di tangan kirinya sambil membelakangi Alisha.
"Siapa ya? " Tanya Alisha heran
"Gue Laras! " Jawab wanita itu dengan sombongnya.
"Laras?!! Lo tau alamat rumah gue dari mana, seingat gue, gue belum pernah ngasih tau lo! " Jawab Alisha
"Itu tidak penting Alisha, jadi ini rumah lo? Ternyata jelek ya seperti kandang ayam saja! Ukurannya saja sama seperti kandang anj*ng di rumah gue yang super mewah , atau mungkin lebih besar kandang anj*ng di rumah gue dari pada rumah jelekmu ini! Iwyuuhhh!! " Hina Laras.
"Sabar Alisha ! Jika kau membalas perkataan dia, kau bisa sama gilanya dengan wanita gila ini! " Kata Alisha dalam hatinya.
"Setidaknya ini adalah peninggalan orang tuaku yang berharga, jika kau tidak memiliki kepentingan di sini sebaiknya lo pergi sekarang atau gue akan manggil warga untuk ngusir lo dari sini, mereka bisa saja membakar mobil mewahmu saat ini juga! " Tegas Alisha
"Wait.. Wait.. Gue ke sini cuma ingin memberitahukan hasil tes DNA ini, karena menurut gue, lo adalah orang pertama yang harus menerima kabar baik yang sangat menggembirakan ini! " Sambil memberikan sebuah amplop yang berisi sebuah kertas dari rumah sakit dan Alisha pun membuka kertas tersebut lalu membacanya.
"Apa?! Lo lagi mengandung anak Al? Apa ini Laras? Jelasin sama gue!! "
"Iya itu benar, saat ini gue sedang mengandung buah hati kami, buah hati gue dan Albert Michael Adinata alias Al kekasih lo tercinta , pewaris tunggal Adinata Group, dan 2 hari lagi kami akan menikah, so ini juga undangan untukmu! " Ucap Laras sambil memberikan sebuah kartu undangan pernikahan yang mewah.
"Engga, ini ngga mungkin ! Gue tau Al ngga mungkin lakuin ini sama gue, gue tau Al seperti apa! " Tegas Alisha tak percaya.
"Lo masih ngga percaya? Biar Al langsung yang ngomong sama lo! Biar lo percaya! Baby.. Al.. My darling!! Keluar baby!! Ada yang pengen ketemu kamu nih! " Kata Laras memanggil seseorang dalam mobil mewahnya, keluarlah seorang pria yang ternyata itu adalah Al yang keluar dari mobil Alisha yang terparkir di depan rumah Alisha. Al pun berjalan menemui Alisha yang berada di depan pintu masuk rumahnya.
"Al?! Kamu di sini dan satu mobil sama dia? "Tanya Alisha dengan ekspresi syok bin kaget.
"Iya Alisha aku ke sini sama Laras! " Kata Al.
"Jelasin ! Jelasin Al!! Apa yang terjadi sebenarnya? " Tanya Alisha membentak Al.
"Itu semua benar, yang Laras katakan semuanya benar! Dan itu kenyataanny Alisha, aku mencintai Laras, jadi aku melakukan itu karena memang kamu saling mencintai dan atas dasar suka sama suka, aku tidak ingin kehilangan Laras untuk kedua kalinya lagi, jadi aku akan menikahinya 2 hari lagi! "
"Kamu tega Al! Kenapa kamu tega lakuin itu semua ke aku Al? Kenapa ? Apa salah aku Al? Bagaimana dengan kata-kata mu dan hubungan yang kita jalin selama ini? "
"Im sorry Alisha, aku hanya berpura-pura mencintaimu, aku hanya kasian saja padamu, bukan karena aku mencintaimu! " Ucap Al
"Al.. Jadi ini kenyataannya? Ini bukan mimpi? Aku berharap ini mimpi Al, mimpi buruk Al!! Plis bangunin gue Al!!" Ucap Alisha sambil memegang tangan Al
𝙋𝙡𝙖𝙠𝙠𝙠!! Laras menampar pipi Alisha dengan kerasnya.
"Dia ini calon suami gue, jadi lo ngga perlu pegang pegang tangan dia, lo pengen Al bangunin lo dari mimpi lo kan dan sekarang udah gue tampar dan lo masih di sini kan, berarti ini emang nyata bukan mimipi!! " Kata Laras menegaskan
Lutut Alisha pun terasa lemas, hingga lutut terjatuh ke bawah seakan dunianya hancur untuk yang kedua kalinya, hatinya hancur berkeping-keping.
"𝘼𝙖𝙖𝙖𝙖𝙖𝙖𝙖-𝘼𝙡!!!!!! "Alisha berteriak dengan penuh keringat dan tersadar dari mimpi buruknya itu
Dan ternyata ini hanyalah mimpinya Alisha, ia pun melihat jam dinding di kamarnya ternyata pukul 02.00 dini hari.
__ADS_1
"Untung ini hanya mimpi, aku fikir ini nyata, Ya Tuhan pertanda apa ini? Semoga saja bukan pertanda buruk, semoga ini hanya mimpiku saja, aku mencintainya Tuhan, tolong jaga ia untukku! " Ucap Alisha.
"