
Di Rumah Baru El
Tak terasa mereka pun sampai di rumah baru El.
"Taraaa, akhirnya kita sudah sampai di rumah baru.. " Ucap Gress mencoba mencairkan suasana namun Alisha masih mematung.
"Alisha " Ucap Gress lagi kali ini lebih kencang
"Hah? Iya ka Gress? "
"Udah yo, ayo kita turun " Ujar El sambil membuka pintu mobil di sampingnya.
El pun membuka pintu mobil Alisha dan kembali memampah Alisha ke kursi rodanya.
"Kak, ini rumah kak El? "
"Iya Syaa, kenapa? Kecil ya? " Tanya nya
"Ngga ka , ini tuh besar dong ka, ada lantai tiga nya juga lagi , kalo mami sama daddy masih ada pasti mereka bangga sama kak El! Mereka pasti bangga sama perjuangan kak El selama ini! Congrats ya kak,aku bangga banget sama kakak!" Ucap Alisha terharu sambil memandangi rumah barunya.
El pun terharu dengan kata kata yang keluar dari mulut Alisha, membuatnya tersentuh mengingat momen dulu saat orang tuanya masih ada.
"Pasti harganya mahal ya kak? Kakak habisin semua tabungan kakak? Apalagi kakak kan habis bayar biaya rumah sakit aku selama sebulan full ,tabungan ku aja cuman sanggup bayar 2 minggu selama aku di rumah sakit kan.."
"Hem? Ngga ko, ngga semua masih ada sisa sedikit, udah ngga usah di fikirin, kita masuk yuu "
lalu mereka bertiga pun masuk ke dalam rumah tersebut.
"Oh iya ini syaa baksonya, tadinya mau makan di sana cuma liat kamu murung jadi ngga jadi deh, jadi kita makannya di rumah aja! "
"Maaf ya kak! "
"It's okay ngga apa apa, jadi kamu itu ngga mudah kok! Aku ngerti syaa! " Gress pun memeluk Alisha.
"Thanks kak Gress.. "
"Kak, aku mau ke kamar dulu, tolong anter aku ke kamarku! " El pun menganggukan kepalanya menandakan setuju, ia tau kalau Alisha sedang ingin menenangkan dirinya sendiri dan tak ingin di ganggu.
Setelah El mengantar Alisha ke kamarnya ia pun kembali ke meja makan menemui Gress.
"Gimana Alisha? " Tanya Gress yang kini dalam posisi duduk.
El pun menjelaskannya sembari duduk "Dia sedang menenangkan diri, aku tau ini memang tidak mudah, tapi mau bagaimana pun Al itu tidak baik untuknya, semoga ini memang jalan terbaik untuk Alisha, meski saat ini masa paling sulit yang harus ia lalui! "
"Sebenarnya aku tidak tega melihatnya seperti tadi, aku bisa merasakan kalau ia masih sangat mencintai Al hanya saja ia menghargaimu dan rasa benci yang kini ada dalam dirinya! Apa sampai seperti itu kau membenci Al? "
"Coba saja kau bayangkan, pria itu membunuh orang tuaku hingga kami berdua jadi yatim piatu, aku dan Alisha bisa sampai di titik ini melawati proses yang sangat panjang, aku pernah ada di titik ingin mengakhiri hidupku, ketika semua orang tak mengerti perasaan kami, situasi kami, keadaan kami, mereka hanya menjudge kami, saat kami memiliki satu satunya keluarga yaitu bibiku, adik dari mamahku, suaminya selalu menghina kami ketika kami datang ke rumah nya hanya untuk meminjam sekilo beras, ia juga pernah hampir memperk*sa Alisha saat Alisha aku titipkan di rumahnya namun untungnya aku memergokinya, Kami berdua pernah tidak makan sampai 4 hari sampai akhirnya aku harus ngamen untuk kami makan, hidup kamu itu sulit tak seindah yang kamu bayangkan Gress.. " Air matanya menetes di pipi mulusnya, mengingat momen saat itu, namun ia segera menghapusnya meski air mata itu tetap menetes
"Jadi itu sebabnya kau dengan Alisha begitu dekat.. " Ucap Gress lagi
"Kami memang dekat sejak kecil bahkan jarang berkelahi, dulu Alisha anak yang ceria, pintar, dan selalu berprestasi, namun setelah kematian orang tua kami, ia jadi sering mengurung diri di kamar, terkadang aku bingung harus bagaimana, ia terbiasa melakukan segala hal di bantu oleh daddy, maklum daddy sangat menginginkan anak perempuan, itu sebabnya Alisha begitu dekat dengan daddy, namun sejak daddy tidak ada, semua beban di pikul oleh ku, kau tidak tau bagaimana rasanya jadi aku.. "
__ADS_1
"Im sorry El, aku mengorek luka lamamu lagi, but it's okay sekarang kamu punya aku, kamu bisa membagi setiap masalahmu bersamaku, aku pasti akan selalu bersama denganmu "
"Thanks Gress "
Lalu Gress memeluk El sambil mengusap air matanya .
"Aku ini polisi, seharusnya aku tidak boleh menangis! " Goda El sambil tersenyum
"Iiihh polisi juga kan manusia, kan punya hati juga! " Jawab Gress sambil membalas senyuman Gress, lalu mereka pun saling bertatapan hingga akhirnya mereka saling berciuman, lalu Gress menuangkan bakso dalam mangkok lalu mereka pun memakannya.
"Oh iya sayang, aku udah ajuin surat resign, soalnya aku mau pindah ke sini , ga lama lagi juga kita kan bakalan nikah "
"Memangnya kamu udah nemu rumah sakit yang cocok di sini ? "
"Udah dong sayang " Jawab Gress dengan pipi yang merah merona.
"Emm iya kah? Ko kamu baru bilang sekarang sih? " Goda El, namun belum sempat Gress menjawab , suara bel rumah tiba-tiba berbunyi, menandakan ada seseorang di luar.
Ting Tong! Ting Tong!
"Siapa ya? Emm biar aku cek dulu.. " Ujar Gress lalu beranjak dari tempat duduknya untuk membukakan pintu rumah.
Tak lama kemudian..
"Permisi, pak El.. "
"Ehh pa Cello, ada apa nih tiba-tiba mampir kemari.. Mari mari duduk dulu pa.." Jawab El seakan sudah akrab.
"Oh iya terima kasih, begini saya dapat kabar dari anak buah saya kalau kini Alisha sudah di rumah, jadi sebagai bos saya ingin menjenguknya! "
"Dari mana Pa Cello tau tentang alamat rumah ini dan Kenapa El begitu akrab dengan pa Cello ya? Bukankah saat ia mengetahui rumor buruk tentang pa Cello ia juga tak menyukainya namun kini situasi malah berubah, sepertinya ada sesuatu di antara mereka yang tidak aku ketahui, aku harus menyelidikinya sendiri.. " Gumam Gress dalam hatinya heran dengan tingkah laku El.
......................
POV Alisha
Di kamar Alisha..
Dzerttttt ponselnya bergetar ternyata Rini sahabatnya menelepon.
"Halo? Rini?! "
"Halo Alisha bagaimana kabarmu? Gue denger lo udah pulang ke rumah?"
"Iya Rin, gue udah pulang! Kenapa lo ga jemput gue tadi? Gue ngambek! " Ketus Alisha pada sahabatnya
"Im sorry baby, gue sibuk banget, gue aja tau lu pulang karna ga sengaja denger pembicaraan Al sama anak buahnya! lagian lo ko ngga ngabarin gue dari semalem sih, ko gue malah taunya dari orang, oh iya Gue denger doi datang jemput lo? Lo balikan lagi sama dia? Lo udah maafin dia? Kenapa sih lo ngga cerita ke gue ? "
"Hey.. Sabar dong, pertanyaan lo banyak banget, gue bingung mau jawab yang mana dulu nih! "
"Hehe im excited baby! im sorry.." Jawabnya so cute
__ADS_1
"Dia emang datang nyamperin and minta maaf sama gue but gue ngga langsung gitu aja maafin dia dong, gila aja mana depan kak El pula! lo tau kan setelah gue tau kebenarannya, gue sulit untuk maafin dia"
"Terus? "
"Ya gue tinggalin dia di Koridor rumah sakit aja!! gila aja lo!!" serunya
"Lo masih belum bisa nerima semua ini ya Shaa? Kan gue udah pernah bilang, bisa aja dia ngga sengaja, mungkin aja ini takdir! Kenapa lo ngga coba denger penjelasan dia dulu bentar aja "
"Lo belain dia karena mentang mentang dia bos lo gitu? lo ngga bela gue? lo ngomong gitu karena lo ngga tau rasanya ada di posisi gue Rin!" jawabnya sedikit kesal
"Ngga shaa, ko lo jadi salah paham gitu sih! "
"Lo yang malah belain dia bukan gue! "
"iya deh gue yang salah, im sorry, please jangan ngambek dong, padahal gue pengen ngasih kabar gembira ke lo! "
"hemm kabar apa? "
"gue.. "
"gue apa? "
"semalem gue jadian sama Steve "
"aaaa seriuss lo? wow keren banget , gue seneng banget dengernya!!! "
"im very serius Shaaa, gue juga seneng seneng seneng banget!! cuman kan lo tau sekarang kita LDR, dia lagi buka usaha di New York "
"iya sih, gue juga kangen sama dia, terakhir dia liat gue waktu gue belum sadar!! "
"woyy dia punya gue sekarang! "
"idiiiihh selow kali, dia juga kan sahabat gue! "
"iyasih hehe, tapi kan dia pernah ada rasa sama lo "
"iya iya hehe sorry "
"tapi kemarin dia kirim salam buat lo, malah hari ini dia minta kontak whatsapp lo yg baru, karena nomor lu yang dulu kan ilang bareng handphone lo waktu lo di sekap itu! "
"kasih aja, tenang gue ngga akan ambil dia dari lo ko, gue cuma anggap dia sahabat gue ga lebih "
"iya iya gue tau, lagian udah gue kasih ko, mungkin ntar dia bakalan hubungi lo langsung kalo dia udah ngga sibuk! oh y, ntar sore pulang kerja gue mampir ke rumah baru lo deh! "
"bukan rumah gue ihh, ini rumah kak El! "
"yaelah sama aja kan lu adenya! "
"hemmm yadeh gimana lo aja, jangan lupa bawa makanan ya! "
"haha siap!! banyak hal yang pengen gue ceritain sama lo waktu lo belom sadar waktu itu! "
__ADS_1
"okey siap gue tunggu! "
"yaudah gue tutup yaa, see you tut.. tut.. tut.. " sambungan telepon pun terputus, akhirnya mereka mengakhiri percakapan mereka.