Pesona Tuan CEO Dingin

Pesona Tuan CEO Dingin
Bab 39 Mimpi Buruk


__ADS_3

Tuk Tuk Tuk


Suara sepatu wanita dari kejauhan sedang mendekat ke arah wanita yang badannya tengah di ikat di sebuah kursi dengan mata yang tertutup . Wanita itu tengah berusaha melepaskan ikatannya sembari menangis terisak isak dengan darah keluar dari hidung dan mulut seperti telah di siksa.


"Si-siapa kau? Kenapa kau menyiksaku seperti ini? Apa salahku? " Ucap wanita yang tengah terikat itu.


"Kau tak tau siapa aku? Haha! " Jawab si wanita penyiksa itu.


"Laras! " Ucap si wanita yang masih terikat, seolah mengenali suaranya.


"Yah! Kau pintar Alisha! Aku Laras! "


"Kenapa kau mengikatku seperti ini?! Kenapa kau lakukan ini padaku? Apa salahku padamu? " Alisha memberontak


"Kau masih tanya salahmu?! "


"Salahmu adalahhh mengambil milikku! " Jawab Laras lagi .


"Apa maksudmu, katakan dengan jelas! " Jawab Alisha.


"Kau mengambil Al, cinta pertama ku! Dia milikku!!! " ucap Laras sambil membelai leher Alisha dengan pistolnya, mengetahui itu adalah sebuah pistol membuat tubuh Alisha bergetar ketakutan.


"AA-AL ?" tanya Alisha menyembunyikan ketakutannya itu.


"saat itu aku di rundung oleh teman temanku,tapi Al datang untuk menyelamatkan aku,bukan hanya sekali tapi beberapa kali! sejak itu aku menyukainya dan menganggap Al adalah cinta pertamaku dia pria yang selalu melindungiku , sudah sejak lama aku mencintainya tapi dia tak pernah membalas perasaan ku sedikit pun sampai akhirnya kau datang dalam hidup Al! Al menyebutmu sebagai kekasihnya! padahal seharusnya AKU!!! AKULAH KEKASIH AL BUKAN KAU GADIS MISKIN!!! "


"Aku tau kalau kau itu sudah mengenalnya sejak kalian masih kecil tapi kenapa tak kau tanyakan itu pada Al , tanya padanya kenapa dia memilih ku sebagai kekasihnya bukan dirimu , orang yang sudah lama dikenalnya! " jelas Alisha.


"Alaaahhh kau terlalu banyak bicara Alisha! Kau harus ku singkirkan agar Al menjadi milikku seutuhnya! Haha.. AGAR TAK ADA LAGI YANG MENGGANGGU CINTA KAMI !! " seru Laras tertawa lepas sambil menodongkan pistolnya ke arah kepala Alisha.


Laras menghitung 1 sampai 3 lalu,


"TIDAK! JANGAN.. TIDAK!!!! JANGAN KKAU LAKUKAN ITU!!" Ucap Al yang baru saja sampai di tempat kejadian, berlari ke arah Laras untuk mencoba mengambil senjata itu dari tangan Laras, namun belum sempat ia ambil senjata itu sudah..

__ADS_1


DORRR!!


Laras menembak kepala Alisha hingga membuat lubang di sana, darahnya mengalir deras dari kepala dan Alisha pun terkapar tak sadarkan diri.


"TIDAK !! ALLISSHAAAA!!! " Ucap Al berteriak dan berlari ke arah Alisha memeluknya dengan erat.


...


"TIDAK! JANGAN.. TIDAK!!!! JANGAN KKAU LAKUKAN ITU!!" Al mengigau sampai membangunkan Alisha.


"Al! Honey!!! " Alisha berusaha membangunkan Al .


"TIDAK !! ALLISSHAAAA!!! " Al bangun dengan bersimbah keringat karena mimpi buruknya itu langsung memeluk Alisha .


"Ada apa Al? It's okay.. Honey.. It's okay.. Aku di sampingmu! Aku tidak kemana-mana! " Alisha menepuk-nepuk punggung Al menenangkan keadaan.


"Aa-aku bermimpi buruk Alisha , kau di culik ddan di ikat di sebuah kursi oleh Laras setelah itu dia, dia menembakmu!! Alisha pleasee aku sangat khawatir, aku tak ingin kehilangan dirimu! " Al memeluk Alisha semakin erat.


"Honey, come on aku tidak kemana-mana , I stay here for you baby! Itu hanya mimpi honey, aku tidak akan kenapa kenapa ,percayalah kau tak perlu khawatir, aku milikmu,aku akan selalu bersamamu!" Alisha menatap mata Al sangat dalam.


"Sekarang pukul 04.00 pagi, sebaiknya kita tidur lagi, karena pagi ini kau ada meeting kan! " Ujar Alisha sambil memegang tangan Al.


"baiklah, mari kita tidur sayang.. "Al pun kembali tidur.


Alisha belum tidur lagi, ia menatap wajah tampan pria bertubuh atletis itu dengan seksama.


"Honey ! Andai kau tau, kalau aku sangat beruntung memiliki dirimu, meski aku harus membohongi kakakku yang begitu sangat menyayangi ku tapi aku bahagia bisa menghabiskan malam bersama dirimu sayang, kau yang begitu sangat mencintai diriku, sedalam itu rasa cintamu padaku sampai kau tak ingin kehilangan aku, aku tau kau tak akan pernah menghianati diriku, kau benar sayang.. Laras hanya ingin memisahkan kita saja, dia berbohong soal pesan itu, mulai sekarang aku akan selalu mempercayai dirimu Al " batin Alisha berbicara sambil mengelus puncak rambut pria di sampingnya itu lalu mengecup dahinya dengan lembut.


----------------


Alisha terbangun karena matanya disinari matahari pagi. Ia terduduk lalu menyingkapkan selimut yang menutupinya itu.


Lalu ia berjalan ke kamar mandi, melewati sebuah cermin dan berhenti tepat di hadapan cermin itu, ia melihat tubuhnya kemerahan tanda cinta Al tadi malam.

__ADS_1


Alisha melihat dadanya yang paling banyak tanda di sana , termasuk pinggang perut serta lehernya .


"Astaga! bagaimana caraku menutupi semua tanda kemerahan ini, kak El pasti akan bertanya jika ia melihatnya, lalu apa yang akan ku jawab jika ia bertanya itu padaku nanti! " Gumam Alisha panik.


Alisha menelan ludah berharap tanda itu akan segera hilang.


Alisha pun melamun di sisi bathtub sembari menunggu air hangat itu terisi penuh.


"Morning honey! " Al mencium dan ******* bibir seksi milik kekasih hatinya itu.


Alisha pun tersadar dari lamunannya dan membalas ciuman dan ******* hangat dari kekasihnya itu.


Awalnya hanya ******* ringan tapi lama kelamaan berulang menjadi intens ketika keduanya saling berpagutan satu sama lain.


Jari jemari Al membelai sesuatu di bawah sana membuat Alisha mendesah .


"Aashhh honey! "


"Mmmphh honey pleaseee stop! " bisik Alisha di telinga Al dengan lembut.


"Nikmati saja honey! " jawab Al dengan lembut di telinga Alisha, membuat tubuh Alisha sedikit bergetar oleh sentuhan lembut tangan Al.


"Kau tau tubuhmu sangatlah menggodaku honey, apalagi sesuatu di dadamu itu sungguh luar biasa honey! dan bagian sini..." ucap Al yang menyentuh sesuatu di bawah sana.


"Asshhhh! "


"Sshhhhh!!! "


"Aku sangat menyukainya honey! Kau sangat cantik Baby Girl!" Bisik Al lagi sambil menciumi telinga Alisha.


"Ahhhh! " Alisha tak mempedulikan perkataan Al , kini ia hanya mendesah penuh gairah kenikmatan. Pria itu telah berhasil meruntuhkan benteng milik Alisha hingga Alisha merasa terbang melayang dalam kenikmatan ini.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2