
Di Rumah Sakit
"Al , kenapa lo tega sama gue? Jadi selama ini itu cuman pura pura, itu cuma rasa iba aja yang lo ubah jadi rasa cinta di depan gue hanya untuk menutupi semua rasa bersalah lo aja? Gue ngga nyangka gue bisa cinta sama cowo brengsek kaya lo!!! Hiks " Lukanya kini bukan hanya di fisiknya namun hatinya juga hancur seketika ia melihat semua kebenaran yang selama ini di tutupi oleh kekasihnya sendiri.
"Sekarang udah ngga ada yang sayang sama gue lagi, mom, dad, maafin Alisha karena selama ini Alisha malah mencintai orang yang salah, seorang pembunuh mamy and daddy, Alisha minta maaf Dad, kalian pergi dengan cepat itu karena si pria brengsek itu, hiks, Alisha minta maaf mih.. "
Tanpa di sadari Alisha, El masuk karena mau mengambil ponselnya yang tertinggal di sofa ruangan Alisha, namun ketika Alisha baru saja di pintu ia mendengar Alisha yang sedang mencurahkan isi hatinya dengan posisi masih berbaring dan wajah menghadap ke jendela, jadi ia tidak tau kalau El ada di depan pintu.
"Andai Alisha tau kebenaran ini lebih cepat dad, daddy tau kan kalau Alisha ngga salah, Alisha ngga tau kalau dia itu pembunuh mamy and daddy, Alisha fikir kak El ngga tau tapi ternyata kak El lebih tau semuanya di banding aku, dan dia sengaja ngga kasih tau aku, aku kecewa sama kak El!! "
"Kka El juga udah ngga sayang sama Alisha, dia udah ngga peduli sama Alisha, saat Alisha butuh bantuan pun dia malah tunangan sama pacarnya itu tanpa kasih tau kabar atau apapun sama Alisha, dia udah ngga hiks sayang lagi dad hiks, dulu dia bilang, dia akan hiks selalu ada untuk Alisha meski jarak kami jauh tapi hati kami hiks tetap dekat, tapi sekarang semua ter patah kan hanya karena wanita yang ba baru dia kenal, wanita itu dalam se sekejap saja mengganti posisi Alisha di hati kak El, sekarang kak El udah ngga peduli lagi sa sama Alisha, sekarang Alisha udah ngga punya siapa siapaa lagi dad hiks.. " Ungkapnya sambil menangis mengingat momen bersama El saat hubungan mereka begitu dekat.
"Alisha, maafin kakak.. " El tak kuat menahan rasa bersalahnya pada Alisha, matanya berkaca kaca lalu berjalan menghampiri Alisha dan memeluknya dengan erat.
"Kak El, sejak kapan kakak di situ.. " Belum selesai ia bicara, El langsung memeluknya
"Kakak salah, kakak emang salah, kakak minta maaf karena ngga nepatin janji kakak untuk selalu ada untuk kamu, bukannya kakak ngga mau ngabarin kamu kalau kakak lagi tunangan tapi kakak ngga mau kamu berantem sama Gress, kakak tau kamu ngga suka sama Gress, itu sebabnya kakak ngga kasih tau kamu karena orang tua Gress tau kalau kamu ngga nge restui hubungan kami jadi mereka ngga mau kalau kamu bikin kekacauan di sana , kakak bener bener minta maaf, waktu itu kakak bingung Syaa, kakak ikutin aja saran Gress padahal saat itu juga hati kakak gelisah ternyata ada sesuatu yang terjadi sama kamu dek, kakak sungguh minta maaf dek , kakak juga kecewa sama diri kakak sendiri dek! "
"Kenapa kakak bohongin aku juga soal Al? Kenapa kakak ngga bilang tentang Al semuanya sejak awal aku ngenalin Al ke kakak? "
"Awalnya kakak ngga tau, tapi kakak merasa aneh , dia itu seorang CEO terkenal, banyak orang yang mengenal dia, tapi kenapa cuman gara gara kamu magang sebulan aja di perusahaan dia, dia langsung jatuh cinta sama kamu yang statusnya kan beda jauh sama dia, itu yang membuat kakak mencari tau tentang dia dek, kakak kira dia tulus mencintai kamu tapi ternyata ada sesuatu yang dia tutupi, sebuah rahasia yang ia jaga dengan rapat selama ini, namun kakak berhasil mengoreknya lebih dalam dan akhirnya kakak tau semuanya ketika kamu sangat mencintai pria brengsek itu, kamu sudah masuk dalam jebakannya, di saat kakak mau ngasih tau, kamu bahkan ngga mau denger penjelasan kakak sedikit pun, kamu lebih memilih pergi bersama dia ke sebuah pulau, dan itu pulau pribadinya, dan kakak ngga bisa berbuat apa apa, kamu tau dia memiliki semuanya, itu yang membuat kakak sulit untuk memisahkan kamu darinya, kamu terlalu keras kepala ketika sudah jatuh cinta.. "
"Alisha juga minta maaf kak El, ternyata posisi kak El begitu sulit saat itu, Alisha juga egois, Maafin Alisha ya kak " Kini Alisha pun mau membalas pelukan El dengan hangat.
"Kakak pasti maafin Alisha kok sesalah apapun Alisha, di mata kakak Alisha tetaplah adik yang baik kebanggaan kakak, kakak sayang Alisha.. "
"Alisha mau maafin kakak ga? " Mata El menatap Alisha dengan seksama membuat siapa pun luluh di tatap seperti itu oleh matanya yang indah.
"Heem, Alisha maafin kakak , tapi jangan ada sesuatu yang di sembunyikan lagi di belakang Alisha ya kak " Ucapnya sambil menganggukan kepalanya lalu menggenggam erat kedua tangan kakaknya.
"Alisha restuin kakak buat nikah sama kak Gress ga? "
"Hemm restuin ngga ya? "
__ADS_1
"Iih restuin dong, please.. "
"Tapi kakak harus janji dulu sama Alisha, kakak harus tetep peduli dan sayang sama Alisha yaa.. "
"Iya dong, pasti itumah, kakak janji akan selalu peduli dan sayang sama Alisha ,kan Alisha adik tersayangnya kak El" Ucapnya sambil mencium pipi adiknya dengan lembut.
"Iya deh Alisha restuin kakak nikah sama kak Gress, hehe.. " Alisha pun tertawa kecil
"Janji? " El membuat janji kelingking
"Janji kakakku yang paling tampan !! " Jawab Alisha sambil melingkarkan kelingkingnya pada jari kelingking El, mereka pun tertawa bersama sambil bercerita tentang kisah lucu mereka dulu.
Kakak beradik ini kini sudah kembali akur seperti dulu lagi, Gress hanya bisa tersenyum menahan haru di balik pintu ruangan yang setengah terbuka, meski sebenarnya ia pun ingin ikut berkumpul bersama kedua kakak beradik itu, namun menurutnya ini bukan waktu yang tepat.
***
3 minggu kemudian..
Di sebuah ruang restoran VVIP bintang 5 , tampak Cello bersama beberapa pria tampan sedang duduk sambal menegak beberapa botol Wine termahal di dunia.
‘’aku yakin memang ada Cello di sini ,buktinya mobilnya saja ada di sini !!’’
Ia memakai gaun berwarna merah menyala dengan belahan dada rendah ,penampilannya begitu seksi seperti biasanya.
Ia berjalan dengan tergesa gesa setelah ada seseorang yang melapor padanya tentang keberadaan tunangannya yang sudah dua bulan terakhir menghindarinya ,sikap Cello kini berubah seperti ada sesuatu yang ia sembunyikan dari tunangannya itu.
Sesampainya di depan ruangan ia pun menendang pintu ruangan itu dengan keras .
Brakkk
Membuat semua orang dalam ruangan itu kaget dan sontak menatap ke arahnya.
‘’hey bukankah dia itu jalangmu ?!!’’tanya salah satu pria tampan sambal menunjuk kea rah Cello dengan mata sayup .
__ADS_1
Mereka semua memang sudah dalam keadaan mabuk karena sudah menegak habis 10 botol Wine dengan kadar yang tinggi.
‘’haha ada kau kemari ****** murahan ,bukankah aku sudah menyiksamu habis habisan ? apa kau belum kapok juga ? haha ’’ ucapnya sambil tertawa karena kesadarannya kini hanya tinggal 10 persen.
Megan menghampiri Cello lalu duduk di sampingnya ‘’Cello kenapa kau memanggilku seperti itu ? aku mencarimu kesana kemari ternyata kau ada di sini sayang ,aku mencemaskan dirimu sayang ,kenapa kau jadi seperti ini ?!’’
Megan mencoba tegar menghadapi Cello meski hatinya begitu sakit mendengar hinaan Cello di depan teman temannya.
‘’jika saja aku tak mencintaimu ,mungkin saat ini aku sudah meninggalkanmu sejak lama ,rasanya hati ini sudah hancur berkeping keping karena mu " Gumamnya dalam hati.
"Ayo Cello kita pulang!! "
"Pulang? Haha ini rumahku!! Haha" Ucapnya sambil tertawa lalu berdiri dan pingsan begitu saja.
Megan pun menyuruh anak buahnya untuk membawa Cello yang sudah tak sadarkan diri ke apartemennya.
Sepanjang perjalanan menuju apartemen Megan tak henti hentinya menatap wajah Cello begitu dalam. Rasa cintanya tak pudar sedikit pun meski kini sikap Cello sudah berubah padanya.
"Apa masih pantas aku di dalam hatimu, karena tak segampang itu mencari sosok yang seperti dirimu sayang, terlalu besar ku taruh harapan pada dirimu, aku ingin selamanya bersama dirimu, meskipun kini papi ku menentang hubungan kita sekarang, tapi aku tak ingin berpisah denganmu .. " Megan berbicara dalam hatinya sambil sesekali mengusap air matanya yang menetes jatuh di pipinya.
Sesampainya di unit apartemen milik Megan, ia langsung membuka pintu dengan kunci aksesnya dan menyuruh anak buahnya untuk membaringkan Cello di ranjang miliknya, lalu ia menyuruh anak buahnya pergi.
Kini hanya Megan dan Cello dalam ruangan itu. Megan mengganti pakaiannya dengan piyama satin seksi berenda, ia berbaring di samping Cello lalu membalikan badannya ke arah Cello sambil membelai rambut yang menutupi sisi dahi Cello.
"Cello kenapa kini kau berubah di saat aku sangat sangat mencintaimu, tapi aku tak ingin kehilanganmu lagi sayang, meski sebenarnya aku sudah hancur karena mu, tapi aku belum menyerah untuk mendapatkan hatimu lagi.. "
Tak terasa Megan pun kini terlelap di samping Cello hingga matahari pun bersinar menyinari wajah Cello.
Pagi hari pukul 09.00
"Aww silau sekali, kepala gue pusing banget, dimana gue.. Aww tangan gue terasa pegal banget " Ia pun menoleh ke arah kiri ternyata di sana ada Megan yang tengah tidur di atas lengan Cello.
"Megan?! " Wajahnya begitu panik karena ada Megan di sisinya, namun ini bukan kali pertama ia tidur bersama Megan, lalu kenapa wajahnya begitu panik , ini sungguh aneh sepertinya ada sesuatu yang di sembunyikan Cello.
__ADS_1
lalu ia pun mengangkat kepala Megan perlahan untuk mengidahkan lengannya yang terasa pegal , setelah itu ia segera bangkit dari ranjang dan mencari kunci yang ternyata di simpan di bawah bantal Megan.
"Im sorry Megan tapi gue harus pergi! " Lalu ia pun pergi meninggalkan Megan yang masih tertidur pulas.