Pesona Tuan CEO Dingin

Pesona Tuan CEO Dingin
Bab 8 Hari Yang Membuatku Tumbang


__ADS_3

Hari ke tujuh di Adinata, pagi hari pukul 06.40 Alisha sudah ada di depan ruangan Al dan mengerjakan semua tugas yang Al berikan kemarin.



Pukul 08.00 Al baru sampai di kantor dan melihat mejanya sudah rapi dan bersih, saat melihat cctv di ponselnya ternyata Alisha yang mengerjakan.


"Hey.. Jam segini udah nyalain laptop aja.. Emang dateng jam berapa?" Tanya Steve mengagetkan Alisha.


"Eh bapa.. Dari pukul 06.40 saya udah disini pak.. " Jawab Alisha


"Wow.. Rajin banget yaa.. Harusnya Al bangga sih punya sekertaris kaya kamu.. Udah cantik.. Rajin lagi.. "


"Alisha... " Al memanggil dari ruang depan.


"Permisi pak.. Pak Al memanggil saya.. "


"Oh iya silahkan.. " Ucap Steve


Alisha pun langsung masuk ke ruang Al..


"Apaan sih si Al gatau apa orang lagi pedekate malah di ganggu!! " Gerutu Steve dalam hati yang langsung pergi meninggalkan meja Alisha.


"Ada apa pak Al? " Ucap Alisha


"Pakaikan dasi saya!!" Kata Al sambil menatap ke arah luar jendela.


"Baik pak.. " Sambil memakaikan dasi di leher Al.



"Gue ngga pernah sedeket ini sama cewe.. Gatau kenapa gue ngerasa cewe ini berbeda dari yang lain.. Cewe ini bisa ngebuat hati gue berdebar.. " Ucapnya dalam hati.


"Sudah pak.. Sekarang pak Al lebih rapih dengan dasi ini !! "


Suara Alisha membangunkan lamunan Al dalam hatinya.


"Mmm.. Iya.. Sekarang kembali ke meja kerja kamu.. "


"Pak.. Nanti pukul 10.45 ada meeting di hotel Candra bersama pak Reno"


"Oh iya.. Kamu ikut saya meeting biar kamu tulis apa saja yang klien inginkan.. "


"Baik pak.. "


Ting!!


...Pesan dari kak El membuatku kaget sekaligus senang....


...----------------...


E : El A : Alisha


E: ‌De.. gimana kabarmu..🤗 maaf selama seminggu ini


kakak ngga ngabarin kamu karena sinyal disini


sedang jelek 🙏🥺


A: ‌Aku baik kak,gimana kabar kakak disana? aku sangat


merindukan kakak 😢🤗 sekarang aku lagi magang di


perusahaan Adinata Group sebagai mahasiswa akhir,


aku magang di sini sebulan.. doain aku yaa kak biar


aku bisa magang dengan hasil yang baik agar nilai

__ADS_1


akhir ku juga bagus ☺


E: kakak baik de,kakak juga kangen Alisha 🥰 ‌Wow


bagus dong, itu pengalaman yang bagus untuk kamu


A: ‌iya kak.. Aku juga mendapat gaji disini.. Gajinya


lumayan besar buat aku yaitu Rp 7.500.000 sebulan,


ini karena aku magang jadi aku menerima setengah


gaji saja kak ngga full.. tapi ngga apa apa aku tetep


bersyukur kok..


E: ‌kamu harus bersyukur de, di tempat lain kalau magang


belum tentu di bayar apalagi jika hanya sebulan


A: ‌iya kak.. Kalau begitu aku kerja dulu.. Nanti malam


aku kabari kakak lagi..


E: ‌jaga diri dan jangan lupa makan , kakak gamau liat


kamu sakit


A: ‌siap kakakku yang paling tampan 😄


E: ‌Haha dasar 😆


...----------------...


Itulah isi pesan percakapan antara kakak dan adik ini. Meskipun mereka berada di dua pulau yang berbeda tapi mereka tetap akur dan saling memperhatikan.


"Alisha.. Ayok.. Sekarang sudah pukul 10 tepat kita harus tiba disana tepat waktu.. Kamu ikut satu mobil sama saya.. Jangan lupa bawa berkasnya"


"Baik pak.. Semua sudah siap"


Setibanya di hotel Candra..


"Maaf mba, Pak Reno sudah datang? " Ucap Alisha


"Oh belum bu.. Mohon tunggu di ruangan Tulip, ruangan tersebut sudah dipesan oleh pak Reno tadi pagi.. untuk dipakai meeting bersama pak Albert.. Untuk ruangannya ada di lantai 7 sebelah kanan ,3 ruangan dari pintu lift.." Jawab resepsionis


"Baik.. Terima kasih.. " Kata Alisha


"Sama-sama" Kata resepsionis


Lalu Alisha pun kembali menghampiri Al yang sedang duduk di kursi tamu.


"Mari pak kita tunggu di ruang tulip, ruangannya ada di lantai 7 sebelah kanan, 3 ruangan dari pintu lift.. "


"Ok.. " Jawab Al dengan singkat.


Namun Alisha tidak menghiraukan sikap Al padanya.


"Saya harap kamu tidak mengecewakan saya saat nanti saya meeting.. Tulis apapun yang saya perintahkan jangan ada yang ketinggalan satu kata pun.. " Ucap Al


"Baik pak.. Saya akan bekerja sekeras mungkin sesuai kemampuan saya.. " Jawab Alisha


Sesampainya di ruangan semua terlihat masih kosong, 10 menit kemudian datang pak Reno beserta sekertarisnya, lalu mereka pun segera memulai meeting. Meeting kali ini adalah meeting pertama untuk Alisha bersama Al sang CEO.


Tentu saja Alisha harus sangat bekerja keras, hatinya sangat berdebar hebat, dadanya terasa sesak, keringat dingin mulai bercucuran, apalagi semalam ia begadang hingga pukul 4 pagi dan berangkat pukul 05.45 pagi hingga ia tidak sempat sarapan dan minum. 2 setengah jam kemudian berlalu..


Akhirnya meeting pun selesai.Lalu mereka pun segera turun lift dan berjalan menuju parkiran. Al yang merasa aneh melihat tingkah Alisha pun tidak terlalu menghiraukan Alisha.

__ADS_1


"Sebentar pak.. " Ucap Alisha sambil memegang dadanya dan keringat yang terus bercucuran keluar dari kepala dan punggungnya.


"Ayo.. Saya harus kembali ke kantor.. Cepat!! Kamu harus menyetir!! " Al yang tidak peduli pun langsung masuk mobil.


Bruuughh...


Tiba-tiba Alisha pingsan saat akan membuka pintu mobil. Serentak Al pun terkejut melihat Alisha yang pingsan dengan muka yang sudah pucat.


Al pun yang panik langsung menggendong Alisha ke dalam mobil dan membawanya ke rumah sakit.


20 menit kemudian sesampainya di rumah sakit.


Al yang terlihat masih panik pun segera memberitahu petugas rumah sakit, lalu Alisha pun segera dibawa ke UGD dan ditangani oleh dokter dengan sigap.


Al yang menggenggam ponsel Alisha pun mencoba menghubungi keluarga Alisha, namun hanya ada nomor kak El, lalu ia menghubunginya dan ternyata ponsel kak El sedang tidak aktif.


Al pun semakin panik karena ia tidak ingin orang lain menyalahkan dirinya atas kejadian ini.


"Duhhh.. Kenapa di ponsel Alisha ngga ada nomor orang tuanya sih!! Nomor kakaknya juga ngga aktif, terus gue harus ngubungin siapa lagi dong.. Oh iyaa.. Gue telefon Steve.. "


Al pun segera menghubungi Steve sahabatnya itu. Namun Steve baru bisa datang 1 jam kemudian.


"Maaf anda siapanya pasien? " Ucap dokter yang baru saja keluar dari ruangan Alisha.


"Saya bossnya di tempat dia bekerja, bagaimana kondisi dia sekarang dok? "


"Dia dehidrasi tinggi.. Dia juga memiliki riwayat sakit asma turunan.. "


"Lalu sekarang bagaimana dok?"


"Sekarang dia sudah sadar jadi anda boleh menjenguknya tapi dia butuh istirahat beberapa hari di rumah sakit.. "


"Baik dok terima kasih.. "


"Sama-sama" Ucap dokter sambil pergi meninggalkan ruangan Alisha.


Al pun segera masuk ke ruangan tempat Alisha di rawat.


"Mm... Pak.. Saya.. Minta maaf sudah.. Mere.. Merepotkan.. "


"Ngga apa apa.. Lagian ini musibah.. Kamu sendiri kenapa ngga bilang kalau kamu belum makan belum minum? Jadinya kaya gini kan "


"Maaf pak.. "


"Saya hubungin keluarga kamu lewat ponsel kamu , tapi kok ngga ada nomor orang tua kamu.. Hanya ada nomor El kakak kamu itu pun tidak aktif , apa kamu tidak memiliki keluarga? " Tanya El


"Orang tua saya sudah meninggal sejak saya berusia 12 tahun, dan kakak saya sedang tugas di Kalimantan sebagai POLRI dan disini juga saya merantau, jadi saya tidak memiliki keluarga disini.. " Jawab Alisha


"Ternyata semenyedihkan itu kisah dia.. Gue pikir dia keluarga yang bahagia.. Ternyata dia hidup sebatang kara di Jakarta, kayanya gue terlalu kasar sama dia.. " Bisik Al dalam hatinya.


"Pakk.. Pak Al !! " Ucap Alisha menegur Al yang sedang melamun


"Ehhhh.. Mm.. Iya.. Sorry sorry.. Gue mau beli makan dulu ke bawah ya.. "


"Iya pak" Kata Alisha


20 menit kemudian..


"Sha.. Lo ngga apa apa kan? Tadi Al telfon gue.. Dia bilang lu pingsan jadi gue buru-buru dateng kesin karena gue khawatir.. " Ucap Steve yang baru saja datang


"Saya minta maaf kalau sudah membuat pak Steve khawatir.. Saya ngga apa apa kok.. Hanya sedikit pusing saja.. "


"Biar aku pijitin yaa.. "


"Ngga usah pakk!! "


"Ngga apa apa kok.. Ngga ngerepotin.. " Sambil memijit kepala Alisha dengan pelan

__ADS_1


__ADS_2