
Kini Al kesadaran Al hanya tinggal 5 persen lagi , bicaranya pun sudah ngelantur tidak jelas , lalu ia pergi dari club itu sambil membawa sebotol wine menuju parkiran untuk mengemudikan mobil mewahnya , dengan kesadaran yang minim, ia terus melajukan mobilnya dengan kecepatan dan arah yang tak beraturan.
Hingga beberapa mobil membunyikan klakson padanya, namun ia tak mempedulikan dan mengabaikan bunyi klakson itu.
Sepanjang perjalanan ia meracau sambil menyebut nama Alisha, ia mengeluarkan segala bebannya di dalam mobil hingga ia tak sadar kalau ia membawa mobil tak beraturan, melaju sesuka hatinya.
"Syaa, kenapa sih lo ngga bisa maafin gue !!! "
"Sebesar itu kah rasa benci lo sama gue "
"Seandainya yang lo bilang itu bener, mungkin gue udah cari wanita yang bisa gantiin lo di hati gue, tapi nyatanya.. Nyatanya ngga bisa shaa, lo terlalu berharga buat gue!! Shaa sekarang mami udah restuin kita shaa, tapi lo yang malah menjauh dari hidup gue, mungkin bagi lo mudah untuk ngehapus semuanya tapi bagi gue ngga shaa, please shaa maafin gue! "
"Gue tau gue harus samperin lo lagi sekarang juga, tunggu gue Alisha! Tunggu gue!! Kita akan mewujudkan mimpi kita lagi Alisha haha.. "
"Alisha ohh Alisha "
"Bidadari gue yang selalu datang di setiap mimpi gue haha " Ucapnya sambil sesekali meminum wine yang tadi ia bawa dari Club.
Beberapa menit kemudian ia sampai di depan perusahaan tempat Alisha bekerja "itu kan bidadari gue, tunggu sayang im cooming! "
Tit titt tittt ( Al membunyikan klakson beberapa kali)
Ia berjalan sempoyongan ke arah Alisha.
"Hai Alisha! " Sapa Al dengan jalan yang sudah tak seimbang membuat Alisha iba melihatnya.
"Al, kenapa kau kemari? Mulutmu juga bau alkohol, apa kau sedang mabuk? " Tanya Alisha sambil menutup hidungnya
"Aku ingin menemuimu! Kenapa kau menghindari aku? Aku sudah menerima dan menghukum diriku selama 8 bulan ini, apa masih belum cukup? "
"Aku tak bisa melupakanmu Alisha! I need you baby! " Tak lama ia pun terjatuh ke depan tubuh Alisha
Brakk!
Hal itu membuat Alisha kewalahan karena menopang tubuh Al yang cukup berat baginya apalagi Al juga memiliki postur tubuh yang lebih tinggi di atas rata rata pria lainnya.
...
POV Alisha
__ADS_1
"Al aku tak tau kalau ternyata keadaanmu sampai seburuk ini! " Ia berbicara dalam benaknya lalu melajukan mobilnya.
"Aku harus membawa Al kemana sekarang? Apa ke rumah ku? Tapi tidak mungkin,ka El pasti akan menghajarnya habis habisan, aku tau kalau kak El sangat membenci Al,tapi aku harus bagaimana, apa aku harus membawa Al ke rumahnya? Tapi bagaimana jika aku bertemu dengan ibunya, ini hanya akan membuat masalah saja,seandainya Steve masih ada di sini,aku pasti akan membawanya padamu Steve,terkadang di saat situasi ini aku merindukanmu Steve, kau yang selalu ada untuk ku namun sekarang kau sudah tak di sampingku , im sorry Steve karena aku terlalu banyak merepotkan dirimu.. " Sesaat Alisha merindukan sahabatnya itu.
Sejenak ia melihat ke samping, di sana terlihat wajah lugu nan manis pria yang pernah ia cintai dengan setulus hatinya, Alisha merasa kasihan melihat pria itu kini.
"Al kemana aku harus membawamu sekarang.. Oh ya aku akan membawanya ke hotel saja, yah hotel mungkin tempat yang aman untukmu sekarang! Tapi aku akan mencari hotel yang bukan milikmu, mungkin sedikit jauh dari sini" Senyumnya sedikit lega karena idenya
Sesampainya di hotel ia pun meminta tolong pada beberapa satpam hotel di tersebut untuk membantunya membawa Al ke dalam,setelah ia selesai check in kamar hotel.
Sesampainya di kamar hotel hujan pun turun begitu lebat terlihat dari jendela samping kamarnya yang belum sepenuhnya tertutup gorden , bersamaan dengan angin yang sangat kencang.
"Hujan lebat sekali, bagaimana aku pulang sekarang.. Kak El pasti akan mencemaskan aku .. "
Sejenak ia melihat ke arah Al yang kini tengah berbaring di ranjang, lalu ia pun menyelimutinya agar Al tak kedinginan.
"Maaf aku hanya bisa memesankanmu hotel yang murah Al, kau tau aku tak memiliki banyak uang untuk memesankanmu hotel berbintang, lagi pula aku tak ingin anak buahmu tau dan melaporkan pada ibumu kalau saat ini kau sedang bersama ku.. , sudah lama rasanya kita tak bertemu, aku fikir kita sudah sama sama melupakan, tapi nyatanya keadaanmu se kacau ini, bukankah kita sudah saling berjanji untuk menjalani kehidupan masing-masing , tapi kenapa Al, kenapa kau datang lagi menemuiku , apalagi dengan kondisi mu saat ini, aku sudah susah payah melupakanmu, di saat sedikit lagi aku berhasil, kau malah hadir lagi Al.. " Alisha berbicara sambil membelai setiap helai rambut yang menutupi wajah tampannya.
"Wajah lugu ini yang membuatku berat untuk melupakanmu lagi.. " Namun tak lama badan Al terasa menggigil, dahinya terasa panas, bibirnya pun mulai pucat.
"Al.. Kau menggigil, kau demam " Sambil meraba tubuh dan dahi Al
"Aku akan meminta selimut lagi dan meminta air hangat untuk mengompres dahimu.. "
Dzerrrttt (ponsel Alisha bergetar)
Ia pun mengambil ponselnya dari tasnya ternyata El .
"Halo kak El "
"Halo Alisha.. Alisha kamu dimana? Ini sudah hampir tengah malam! Kenapa belum sampai rumah juga?" Tanya El khawatir.
"Huaammm, eh kak El, aku izin menginap di apartemen Rini ya ka.. Maaf tadi ponselku lowbat jadi aku ngga sempet hubungin kakak! Lagian di sini hujannya deras banget ka " Jawabnya meyakinkan El di sana.
"Semoga aja kak El percaya pleaseee.. " Ucapnya dalam hati
"Hemm baiklah, ya sudah sebaiknya kau tidur lagi, sekarang sudah malam, maaf kak El mengganggu, kakak hanya cemas! "
"Iya kak sorry ya udah bikin kak El cemas "
__ADS_1
"Hemm ok lah good night.. Tut tut tut " El pun menutup sambungan telepon mereka.
"Huftt akhirnya kak El percaya juga, im sorry kak El, ini gawat darurat, Alisha terpaksa bohongin kak El, tapi lain kali ngga akan ko.. "
Ia pun menyimpan ponselnya lalu kembali mengompres Al yang sedang demam hingga tak terasa ia pun tertidur di samping ranjang Al dengan posisi duduk di bawah samping ranjang Al.
Pukul 08.00 pagi
"Aww kepala ku sakit sekali, apa ini.. " Ia meraba sesuatu yang ada di keningnya lalu melirik ke sampingnya ternyata ada Alisha yang tengah tertidur di sana, nampaknya Alisha begadang hingga dini hari untuk menjaga Al.
"Alisha, sejak kapan kau di sini, dan di mana aku sekarang? " Ia pun mengingat kejadian semalam lalu beranjak dari tempat tidurnya lalu memangku Alisha pindah ke atas kasur dan menyelimutinya.
"Astaga maaf aku pasti sangat merepotkan dirimu tadi malam.. "
Kini ia pun berbaring di samping Alisha lalu membalikan badannya ke arah Alisha yang masih tertidur
"Terima kasih karena telah merawat dan menjagaku semalaman Alisha, seandainya kami masih bisa bersama, seandainya kau masih menjadi milik ku seperti dulu , meski pun aku telah berjanji pada mu untuk melupakanmu dan menjalani hidup kita masing masing tapi tetap saja, aku tak bisa melupakanmu meski aku sudah mencobanya berulang kali Alisha, entah apa yang terjadi dengan diriku, tapi aku sungguh tak bisa melupakanmu, perasaan ini masih sama, tak ada yang berubah Alisha.. Aku merindukan mu..." Ia pun melingkarkan satu tangannya dari samping di atas tubuh Alisha yang masih tertidur itu.
Merasa ada sesuatu yang menindihnya, Alisha pun tak lama terbangun.
"Al , kau sudah sadar.. " Tanya Alisha
"Sudah.. "
Menyadari tangan Al tengah memeluknya dan ia ada di atas kasur, ia pun segera menepis tangan Al, lalu beranjak dari kasur untuk segera pergi.
"Alisha kau mau kemana? "
"Aku harus kerja, ini sudah jam delapan! "
"Bukankah sekarang hari sabtu dan semua kantor pasti libur! "
Alisha pun terdiam lalu mengecek ponselnya ternyata benar, kalau hari ini adalah hari libur.
"Aku harus pulang, kak El mencemaskan aku! " Jawab Alisha lagi.
"Alisha aku minta maaf, aku sudah mengingkari janji kita, tapi aku sungguh tak bisa melupakanmu Alisha! Aku sudah mencobanya berulang kali hingga aku seperti ini, tapi tetap saja tak bisa, segala cara sudah aku lakukan untuk melupakan mu seperti apa yang kau inginkan tapi tetap saja tak bisa, hidupku sudah hancur tanpa kau di sampingku Alisha! Tolong kembalilah bersamaku.. " Pinta Al sunguh sungguh sambil menggenggam tangan Alisha.
Alisha terdiam karena perkataan Al, ia bingung harus menjawab apa, satu sisi ia sudah janji pada El untuk tak berhubungan lagi dengan Al namun satu sisi lain juga ia tak bisa bohong kalau hatinya masih sangat mencintai Al.
__ADS_1
So, apa ya keputusan Alisha? tunggu terus episode selanjutnya yaa 😊
Jangan lupa like and komen yaa biar author makin semangat nulisnya thanks , jangan lupa jaga kesehatan ya 😄👍