Pesona Tuan CEO Dingin

Pesona Tuan CEO Dingin
Bab 30 Hasil Tes DNA


__ADS_3

Malam harinya setelah kejadian tadi pagi, Al terus memikirkan Alisha, wajah itu tidak bisa hilang dari pandangannya. Alisha memang belum mengakhiri hubungan mereka dan pergi untuk meninggalkan Al namun saat Al terus menghubunginya ponsel Alisha tidak aktif seakan ia sedang menghindari Al.


***


𝘿𝙞 𝙧𝙪𝙢𝙖𝙝 𝘼𝙡𝙞𝙨𝙝𝙖


"Entahlah apa keputusan ku kali ini benar atau tidak? Rasanya aku tidak bisa berfikir! Aku harus mendengarkan kak El atau hati kecil ku" Ucap Alisha sambil duduk di teras dan menatap bintang bintang di langit.


"Dek! " Sahut El yang merasa kasihan pada adiknya yang sejak pagi hanya melamun saja, namun Alisha hanya menoleh ke arah El sebentar lalu menunduk.


"Kakak tau apa yang sedang kamu rasakan sekarang! Kakak tau apa yang kamu fikirkan juga, kakak tidak bermaksud untuk ikut campur masalah mu, tapi kamu tau kakak sangat peduli terhadap hidupmu, kakak tidak ingin orang lain menyakitimu meskipun itu hanya seujung jarum! Kau tau kakak selalu menjagamu sekuat dan semampu yang kakak bisa , kakak hanya ingin minta maaf Alisha! " Jelas El sambil duduk di sebelah Alisha.


"Kak! Ini bukan salah kak El!" Jawab Alisha sambil memandang lagi bintang.


"Andai orang tua kita masih ada ya kak, hidup kita tidak akan seperti ini! " Tambah Alisha sambil tersenyum tipis.


"Dek.. " Ucap El


"Ini bukan salah kak El mungkin memang nasib percintaan ku saja yang tidak seberuntung kak El! Kak tak perlu minta maaf padaku!"


"Apa maksudmu dek ? Kakak hanya tidak ingin orang lain bersikap kasar apa salah kakak bilang seperti itu? Kakak hanya ingin menjaga Alisha! Katakan apa salah kak El?" Tanya El


"Tidak, kakak benar! Memang benar! Mungkin memang ia tidak pantas untukku saja! Lagian dia terlalu mewah untuk gadis miskin seperti ku! Tapi bagaimana jika ia meminta kesempatan kedua? Aku tau kak bagaimana sifat Al, mungkin tadi ia hanya sedang emosi saja,ini hanya salah paham saja kak!"


"Hemmpphh" El menghela nafas.


"Kakak tidak setuju kah? Seburuk itukah Al di mata kakak? "Tanya Alisha polos


"Bukan seperti itu , tapi kau harus memikirkannya dengan matang , boleh saja jika kalian mungkin memang saling mencintai, dan mungkin ini memang kesalahan pahaman saja, tapi jika nanti ia meminta kesempatan kedua dan kau menerimanya, maka berjanjilah pada kak El, jika sekali lagi dia menyakitimu, berjanjilah kau akan memutuskan hubungan kalian! "


"Iya kak aku berjanji terima kasih kak El ! kak El tidak berubah, kak El masih kak El ku yang dulu, aku sayang kak El! Jangan berubah ya kak sampai kapan pun, hanya kak El yang aku punya dan bisa aku percaya " Kata Alisha sambil tersenyum bahagia dan memeluk kakaknya itu, El pun membalas pelukan hangat adiknya itu.


"Begitu cintanya kau pada pria brengsek itu Alisha!Rasanya sakit saja ketika melihat kau bersedih seperti ini, kakak sudah berjanji pada mami dan daddy tidak akan membuatmu sedih, akan selalu menjagamu sampai kapan pun, itu sebabnya kakak mengiyakan jika pria brengsek itu kembali menjalin asmara denganmu, jika pria brengsek itu berani menyakiti mu lagi, lihat saja apa yang akan kakak lakukan padanya! Akan Ku pecahkan kepalanya itu! " Bisik El dalam hatinya.


"Sekarang masuk ya, hari sudah malam, di luar dingin sekali, kakak tidak ingin kau sakit karena angin malam! " Kata El sambil mengelus rambut Alisha


"Iya kak baiklah " Beranjak dari tempat duduknya.


"andai kak El tau kalau sebenarnya aku belum mengakhiri hubunganku dengan Al, aku minta maaf kak, dan Al aku juga minta maaf untuk sementara waktu aku harus menghindarimu sampai keadaan kembali membaik" bisik Alisha, bicara dalam hatinya.


...----------------...


Keesokan harinya pukul 07.00 di rumah Al.


Al yang sudah rapi seperti biasanya lalu keluar dari kamarnya dan berjalan turun menuruni anak tangga di rumah mewahnya dengan terburu-buru hingga ia tak menyadari bahwa ibunya sedang memperhatikannya.


"Ada apa Al? Sepertinya kau sangat terburu-buru apa ada masalah atau ada hal yang penting yang harus kau kerjakan? " Tanya ibunya Al

__ADS_1


"Emm tidak mam, aku hanya ada urusan penting saja jadi aku harus berangkat pagi-pagi, sebelum semuanya terlambat! "


"Urusan apa Al? Seberapa penting kah sampai kau melupakan sarapanmu? "


"Please mam, Al sedang buru-buru, nanti Al sarapan di jalan saja! See you mam! Muachhhh! " Ucap Al sambil mencium kening sang ibunda.


"Gue harus buru-buru ke rumah sakit untuk mengambil hasil tes dna itu, sebelum si Laras cewe gila itu sampai duluan! "


...----------------...


Di klinik


Al turun di lobby klinik dan buru-buru ke ruang laboratorium untuk mengambil hasil tes dna nya. Namun ternyata Laras sudah sampai duluan di sana.


"Morning honey, aku baru saja tiba, mari kita sama-sama ambil hasil tesnya! aku sudah tidak sabar ingin membuktikan bahwa anak yang aku kandung ini memang anakmu sayang" Ajak Laras dengan percaya dirinya.


"Sial wanita itu sudah di sini mendahului ku! Semoga saja ia tak mengambil hasilnya lebih dulu! " Ucap Al berbicara dalam hatinya.


"Sus saya mau ngambil hasil tes dna ! " Sahut Laras


"Atas nama siapa? " Tanya suster


"Albert Michael Adinata ! " Ucap Laras.


"Mohon di tunggu sebentar ya! "


"Atas nama pak Albert Michael Adinata dan ibu Larasati! " Memberikan amplop.


"Oh iyaa, terima kasih sus! " Kata Laras


"Iya sama-sama mba! " Jawab suster dengan ramahnya.


"Sini biar gue yang lihat! " Kata Al sambil menarik amplop yang berisi kertas itu lalu membacanya.


"Apaaa? " Al terkejut seolah ia tak percaya dengan isi tulisan dalam kertas tersebut.


"Ngga!! Nggaa!! Ini ngga mungkin!!! Itu bukan anak gue!! ini pasti salah! "


"Mana coba gue liat Al! " Laras pun menarik kertas tersebut dari tangan Al.


"Tuh kan sayang, apa kata aku, ini memang darah daging kamu, ini anak kamu, ini buah hati tercinta kita honey! Ayolah!!" Bujuk Laras


"Ngga , itu ngga mungkin!! Suster ini ngga mungkin!! " Al datang ke ruang laboratorium lalu mengacak-acak ruang laboratorium di klinik tersebut dengan amarahnya yang meledak-ledak , ia tidak terima bahwa anak yang Laras kandung saat ini ialah anaknya.


"Tolong !!! Security tolong !!! Ada seorang pria mengamuk di sini!! Di ruang laboratorium!! " Teriak seorang suster.


"Pak tolong jangan membuat keributan di sini! Ini klinik, banyak pasien yang sedang sakit di sini!! " Ucap dua orang security sambil memegang kedua tangan Al.

__ADS_1


"Minggir!!!! " Ucap Al sambil melepaskan kedua tangannya dari cengkraman kedua security tadi dan 𝘽𝙧𝙖𝙠𝙠𝙠 kedua security itu langsung jatuh terpental ke belakang.


"Auwwhh Pp-pak ini gimana pak? Bapa harus ganti rugi semua kerusakan ini! " Ucap seorang security yang sedang kesakitan karena jatuh terpental tadi.


"Datang ke perusahaan adinata! " Kata Al sambil meleos berjalan terus meninggalkan Laras dan semua orang di klinik tersebut.


"Bbaik pak! "


"Akhirnya apa yang gue inginkan terwujud juga!! Ga sia-sia gue ngorbanin harga diri gue sama si brengsek Chris!! " Kata Laras dalam hatinya sambil tersenyum bahagia kini Al akan seutuhnya menjadi miliknya.


𝙎𝙚𝙟𝙖𝙢 𝙨𝙚𝙗𝙚𝙡𝙪𝙢𝙣𝙮𝙖 ...


Laras datang ke klinik tersebut dengan membawa sebuah amplop yang berisi surat keterangan palsu hasil tes dna .


Laras datang menemui sang perawat di ruang lab tersebut, sambil memberikan sebuah cek bank.


"Saya mau ambil hasil tes dna atas nama Albert Michael Adinata dan Larasati! "


"Sebentar , Ini bu! " Laras pun tersenyum tipis.


"Ini buat kamu! Di dalam cek ini ada uang 85 jt jt ,kamu bisa menukarkannya di bank, asalkan saat nanti ada seorang pria yang bersama saya akan mengambil hasil tes, kamu harus memberikan yang ini, yang palsu! Karena yang asli sudah saya ambil " Kata Laras pada sang perawat sambil memberikan cek bank tersebut


"Tapi itu akan melanggar aturan, Emm.. Baiklah bu! " Jawab sang perawat sambil tersenyum karena bahagia mendapatkan cek dari Laras.


"Mimpi apa saya tadi malam , hari ini aku mendapatkan durian runtuh haha dari wanita kaya raya itu haha! " Bisik perawat dalam hatinya sambil tertawa senang campur bahagia.


...----------------...


3 jam kemudian.


"Cari tahu dimana Alisha sekarang! " Kata Laras pada seseorang di sambungan teleponnya.


"Alisha harus tau semua ini, aku harus menghancurkannya, selama ini ia selalu beruntung dan rencanaku selalu saja gagal , tapi rencanaku kali ini tidak akan gagal, akan ku pastikan dia akan memutuskan hubungannya dengan Al, karena Al memang milik ku selamanya akan tetap jadi milik ku, siapa pun yang mengambilnya akan berurusan dengan ku! " Laras tersenyum dengan bangganya.


...----------------...


Sementara di dalam mobil Al terus saja marah-marah kesal dan tidak percaya dengan hasil tes dna di klinik tadi.


"F*ck!!! Shitttss!! "


"Sial!!!


" F*ck!! F*ck!! F*ck!! Bagaimana ini bisa terjadi? Gue masih ingat kejadian malam itu meski samar-samar dan gue yakin kalau gue ngga ngelakuin itu sama Laras si cewe setres itu !! Bagaimana ini bisa terjadi Tuhan!!! Bagaimana jika... " menarik nafas sambil menelan ludah.


"Oh My Gods! Bagaimana jika Alisha, mami dan opa tau ini! , aku tidak ingin kehilangan Alisha, mungkin mami akan bahagia mendengar kabar ini, opa pun mungkin turut senang karena ini akan mengembangkan bisnis kami dengan sangat pesat, tapi bagaimana dengan perasaanku?! Cintaku pada Alisha bagaimana? Aku tidak bisa melupakan dia secepat ini? Aku masih mencintaimu Alisha!! " Ucap Al yang langsung membanting setirnya ke kiri lalu berhenti di pinggir jalan dalam kondisi mobil masih menyala, ia menundukan kepalanya di atas kedua tangannya yang menyilang di atas setir mobilnya sambil merenung dan memikirkan semua yang telah terjadi.


"Alisha tidak boleh tau soal ini, aku harus mendapatkan kembali Alisha, Alisha harus jadi milikku lagi bagaimana pun caranya! Bagaimana caraku hidup tanpanya, apalagi jika aku harus hidup dengan Laras itu! Ahhhhh sialll! Aku sungguh tidak bisa berfikir dengan jernih!!! 𝘽𝙪𝙜𝙜𝙝𝙝𝙝! " Ucap Al sambil memukul setir mobilnya.

__ADS_1


"Apa yang aku lakukan ini sungguh stupid!! Aku menghianati Alisha , aku menusuk Alisha dari belakang! Im sorry Alisha! Aku tidak bermaksud untuk melakukan ini! Aku tidak sadar, tapi aku harus tanggung jawab, atau mungkin.., tidak perlu!! Aku harus bagaimana ini?!!! 𝘼𝙖𝙖𝙖𝙖𝙖𝙖 𝙁*𝙘𝙠𝙠𝙠𝙠!!" Kata Al sambil berteriak dan memukul lagi setir mobilnya dengan keras, meski tangannya sudah lecet dan memerah namun rasa sakit nya tidak sebanding dengan perasaannya saat ini.


__ADS_2