Pesona Tuan CEO Dingin

Pesona Tuan CEO Dingin
Bab 52 Megan


__ADS_3

Cello masih sibuk dengan laptopnya, ia bekerja dengan sangat serius. Tiba-tiba ada seseorang yang masuk ke ruangan Cello. Wanita itu membuka pintu ruang kerja Cello.


Ceklek.. ( suara pintu ruangan terbuka)


Tampak seorang wanita cantik datang menghampiri meja kerja Cello. Namun pria dingin itu tak menghiraukan wanita cantik itu.


"Sayang kenapa kau tak menjemput ku di bandara tadi?sekarang aku sudah kembali ke Indo!"


"Aku sudah menyuruh Ziro untuk menjemputmu! " Ucapnya sambil terus bekerja di depan layar laptopnya.


"Tapi aku ingin kamu yang menjemputku bukan Ziro, asistenmu itu! "


"Hmm " Jawabnya singkat.


"Ihhh sayang apa kau tak merindukan ku? Kita tak bertemu selama 6 bulan, tapi ekspresi wajahmu tak menunjukan kalau kau merindukan ku! " Manjanya.


"Gue banyak kerjaan Megan! " Jawab Cello dengan nada tinggi


Namun jawaban Cello tak membuat Megan puas. Megan berharap kalau Cello memberikan perhatian padanya.


Megan masih setia berdiri di hadapan Cello , ia memandangi wajah tampan Cello dengan seksama.


"Keluar lah aku sedang sibuk! " Ucap Cello lagi yang risih dengan keberadaan Megan, padahal Megan itu tunangannya.


Mereka bertunangan sudah setahun yang lalu, meski rumor Cello di luar sana tidak sedap namun Megan sangat mencintainya, ia tak peduli dengan semua rumor buruk yang mengelilingi kehidupan Cello, baginya Cello tetaplah yang terbaik. Begitu pun dengan Cello ia memang mencintai Megan , itu sebabnya Megan mengadakan pertunangan mereka.


"Apa lagi yang ingin kau sampaikan? Keluarlah Megan! "Titah Cello pada kekasihnya.


Megan menggeleng lemah "Sayang aku ingin menemanimu di sini, im really really miss you! "Megan bersungguh-sungguh.


Megan belum bergeming, ia masih belum beranjak dari tempat ia berdiri saat ini. Hal itu membuat Cello semakin geram karena ia tidak suka jika ada yang mengganggu pekerjaannya " Keluar lah Megan! " Dengan nada dingin dan mencekam.


"Apa kau ada wanita lain ? apa ada wanita lain yang kau cintai? "Tanya Megan, membuat Cello sontak menghentikan pekerjaannya , lalu menatap Megan dengan tajam.


Megan menggigit bawah bibirnya sambil meremas ujung pakaiannya. Megan berjalan memutar mengelilingi meja kerja Cello lalu duduk di atas pria penguasa itu.


Megan pun membuka kancing baju kekasihnya itu satu persatu , setelah itu ia membuka kancing bajunya sendiri hingga memperlihatkan bra berwarna merah menyala lalu ia menggigit bibir bawahnya , ia tau kalau kali ini Cello pasti akan menyakiti tubuhnya lagi.


Cello pun mencium dan ******* bibir seksi Megan, tangannya masuk dalam bra meremas dua buah bukit milik kekasihnya dengan sangat kasar.


"Hnggghh! " Megan memekik menahan rasa nyeri yang begitu menyakitkan.


Cello meremas dengan sekuat tenaga, seperti ingin menghancurkannya bahkan otot otot di telapak tangannya sampai terlihat.

__ADS_1


"Ss sakit Cello, ini sungguh menyakitkan.. Hiks" Ia berusaha menahan tangan Cello.


"Jangan bertanya hal yang tidak mau aku jawab!! "


"Ahh" Mulutnya mendesah, tak kuat menahannya meski memang sakit, namun ada suatu kenikmatan di sana.


"Bukankah kau sudah tau kalau aku memang seperti ini hah?! " sambil menatap mata Megan terlihat sadis.


"Emmhh , Tapi ini sangat sangat menyakitkan Cello! Lebih dari yang biasanya!Ahh apa kau marah dengan pertanyaan ku? ahhh" Ucap Megan pilu, namun Cello masih tetap meremasnya, ia tak mempedulikan rintihan dan ******* Megan.


"Sayang aku begitu merindukan dirimu emmm ahhh " Megan tak sanggup menahan ******* yang keluar dari bibirnya.


Tiba tiba ada seseorang yang mengetuk pintu ruangan Cello ternyata itu Ziro asistennya.


Tok tok tok


"Tuan, apa saya boleh masuk? "


Sontak Cello menghentikan aksinya seraya melepaskan tangannya dari bukit indah milik Megan,Megan pun langsung merapikan pakaiannya "Masuk saja! "


"Maaf Tuan saya mengganggu! Saya hanya ingin memberikan map ini pada tuan, sesuai keinginan tuan! "


"Baiklah! Simpan saja di meja!"


"Bagaimana dengan tugas yang saya pinta? Apa sudah selesai ?! " Tanya Cello begitu serius.


"Apa semuanya sudah lengkap? " tanya Cello lagi


"Semuanya lengkap dan detail tuan! " jawab Ziro


***


Dzerrtttt (ponsel Al bergetar)


Ia memeriksa layar ponselnya "El, ada apa lagi ia menelfon ku? " Benak El bertanya-tanya.


"Halo? Untuk apa lagi? Semuanya sudah jelas dan kau sudah tau semuanya kan! Baiklah, waktuku tidak banyak! Satu jam dari sekarang! Tut tut tut.. " El pun menutup sambungan teleponnya.


Al bergegas pergi dari ruangannya , ia terlihat melangkah dengan terburu buru karena akan bertemu dengan El, calon kakak iparnya.


"Apa yang akan ia bicarakan padaku? Bukankah semuanya sudah jelas !" Batin Al bertanya tanya.


Cafe Soya...

__ADS_1


Di sana terlihat pria memakai jaket berwarna hitam dengan topinya juga berwarna senada sedang duduk santai menunggu seseorang sambil meminum coffe latte yang ada di sampingnya. Wajahnya terlihat semakin tampan saja meski rambutnya tertutup oleh topi hitamnya.


"Sudah lama? "Tanya Al yang baru saja datang


Namun pria itu tak menjawabnya, melihatnya pun seolah tak sudi.


" Lo mau makan? Biar gue panggilkan pelayan! " Al mencoba mencairkan suasana pada calon kakak iparnya itu.


"Tak perlu basa basi padaku! Gue tau apa yang ada dalam fikiran bejat lo itu! "


"Gue udah mengakui semuanya El! Gue mesti gimana lagi? Gue tau lo memang sulit untuk menerima ini, tapi gue memang benar benar mencintai adik lo itu, meski memang benar awalnya hanya rasa iba dan rasa bersalah namun semakin lama gue menjalaninya gue semakin nyaman bersamanya.. Gue semakin menyadari kalau gue tak bisa hidup tanpanya! "


"Bulshit! Gue sudah sering mendengar kata kata seperti itu dari mulut bajingan macam lo itu , jangan harap gue akan melunak apalagi merestui hubungan kalian!! Gue ke sini cuman mau balikin ini duit lo yang lo pake buat bayar rumah sakit ade gue , dan jangan pernah datang menemui Alisha lagi! Sudah cukup hubungan kalian sampai di sini! " Sambil memberikan sebuah amplop berisi uang gepokan pada Al, lalu El pergi melengos meninggalkan Al sendirian.


Brak!!


Al melampiaskan emosinya , menendang kursi dan meja yang ada di depannya, membuat orang orang sekitarnya melihatnya.


"SIAL!!! Kenapa semuanya jadi rumit gini sih?!! "


....


Hari sudah malam saat ini hanya ada Cello sendirian yang masih ada di ruangan kerjanya. Ia tampak memijat pelipis nya pelan sambil menghela nafasnya.


Dia menatap map yang tadi diberikan asistennya itu, di sana terdapat identitas, dan semua hal tentang Alisha, yang belum diketahui oleh Cello.


Sebelum membacanya, ia melirik arloji mahal yang ada di tangannya, ternyata waktu sudah menunjukkan pukul setengah dua belas malam. Rasanya ia khawatir pada keadaan Alisha yang masih belum juga sadar.


"Bagaimana keadaan dia sekarang ya? Besok pagi aku akan menjenguknya ! " Ucap Cello yang setelah itu mulai membaca isi map tadi.


***


"Syaa kapan kamu sadar, kakak di sini Syaa.. " El tak kuasa melihat keadaan Alisha yang belum juga bangun dari mimpi panjangnya.


Dzerrrtttttt..


ponsel El bergetar seseorang meneleponnya.


Siapakah yang menelepon El? apakah Al atau...


Stay terus ya bersama Al dan Alisha.


Untuk kalian para pembaca yang sudah baca cerita author, tolong langsung komen yaa, semangat 💪

__ADS_1


__ADS_2