
Hari Ke empat di rumah sakit..
Pria berseragam polisi yang gagah itu turun dari taksi online yang ia pesan di bandara tadi , wajahnya terlihat sangat sedih campur cemas ketika ia turun di depan rumah sakit, hatinya sudah gelisah ia berjalan dengan cepat mencoba menahan air matanya sedari tadi namun ketika seorang perawat mengatakan kalau adiknya itu ada di ruang ICU,ia langsung berlari mencari ruangan dimana tempat adiknya di rawat usai peristiwa mencekam yang di alami adiknya.
Ia terus berlari di koridor rumah sakit tak mempedulikan semua orang yang melihat ia di sekitarnya. Ketika langkah kakinya tepat berada di belokan terakhir menuju ruang ICU air matanya tampak menetes . Ia menghentikan langkahnya, ruangan itu mengingatkan kesakitan kedua orang tuanya sampai akhirnya mereka harus pergi lebih dulu.
"Tuhan apa aku kuat menghadapi ini untuk yang kedua kalinya? Ruangan itu .. masih terlihat jelas .. Mami.. Daddy.. , kuatkan aku Tuhan! "
El pun kembali berjalan menundukkan kepalanya dengan sesekali menutup matanya, seolah tak kuat untuk menghadapi ini lagi, sampai akhirnya ia tepat berada di depan kaca ruang ICU. Ia melihat dokter keluar dari ruangan itu bersama seorang suster.
"Dok! Bagaimana keadaan Alisha? "
"Maaf anda siapanya pasien? "
"Saya kakaknya dok! Tolong katakan dok! "
"Saat ini pasien mengalami gagal nafas atau koma untuk sementara waktu! Ia juga banyak kehilangan darah untung saja ada seseorang yang mendonorkan darahnya karena pasokan darah yang sama seperti golongan darah pasien sedang kosong di rumah sakit ini!oh iya dan dia juga terkena syok yang berlebihan, entah apa sebabnya itu masih kita cari tau, namun sepertinya ia mendengar berita yang membuat dirinya begitu tertekan."
"Apa mungkin karena kabar pertunanganku yang tidak ku beritahu, apa mungkin dia mendengar nya dari orang lain?! " Batin El dalam hatinya
"Koma? Ba bagaimana bisa? Bagaimana kondisinya saat di dibawa ke sini dok? "
"Saat di bawa ke sini kondisinya sangat mengenaskan dengan tubuh penuh luka cambukan dan keluar darah dari hidung dan mulut ia juga tidak di beri makan dan minum dalam waktu beberapa lama , jika semenit lagi saja ia telat di tangani mungkin entahlah, syukurlah orang itu langsung membawanya kemari! "
"A a apa? " El syok mendengar penjelasan dokter.
"Dok sa saya ingin ketemu adik saya dok! "
"Baiklah tapi tolong jangan lama karena pasien harus istirahat dengan tenang! "
"Baik dok terima kasih banyak! " El buru buru menggunakan baju khusus untuk orang yang memasuki ruang ICU.
Ia tak kuasa lagi menahan air matanya yang terus menetes ketika melihat adik kesayangannya terbaring di samping monitor yang terus menyala ,memonitor kinerja organ tubuhnya sambil di pasangi selang ventilator di hidung, mulut dan tenggorokannya dengan tangan di pasangi infus.
__ADS_1
"Alisha!! Dek.. Kamu kenapa bisa gini dek, maafin kakak dek, kakak lalai menjaga kamu, kakak lalai dek nepatin janji kakak sama orang tua kita! Kakak baru bisa datang hari ini Maafin kakak dek.. Kakak ngga ngabarin kamu, dan kakak tau itu bikin kamu marah ,tapi kakak bener bener minta maaf" Sambil terus menghapus air mata yang terus menetes di pipinya itu.
"Kenapa dek, kenapa orang itu bisa setega ini sama kamu, apa salah kamu sama dia sampai dia sejahat ini sama kamu.. "
"Syaa .. Kakak.. Mohon tolong maafin kakak , kakak emang bego, kakak emang t*lol, kakak emang bukan kakak yang becus jagain adiknya, saat kamu butuh bantuan kakak, kakak malah ngga ada di samping kamu!kakak juga ngga ngabarin soal pertunangan kakak sama Gress, maafin kakakk Syaa ,ini semua karena Gress yang ngga mau kamu datang,dia takut kalau kamu akan bikin keributan di depan orang tuanya,dan kakak yang bodoh ini mau maunya nurutin apa yang dia katakan ,kakak minta maaf Syaa pleaseee bangun , kakak udah di sini kakak udah di samping kamu sayang! Kakak janji kakak ngga akan tinggalin kamu lagi Syaa, kakak janji! Kamu akan tinggal bareng kakak! Tapi pleaseee syaa, pleaseee bangun syaa pleaseee!! " Ia menumpahkan segala rasa bersalahnya samping memegang erat tangan adiknya dengan kedua tangannya.
Tak lama air mata menetes di samping kanan wajah Alisha.
"Syaa kamu bisa denger kakak kan sya?!! " Tanya El bahagia karena adiknya bisa merespon perkataannya meski hanya lewat air mata.
Sekali lagi air mata itu menetes di samping wajah Alisha, meskipun kini matanya masih menutup dan tubuhnya masih terbaring kaku.
"Dek cepet sadar ya sayang, kakak akan terus temani kamu di sini, kakak janji ngga akan ninggalin kamu lagi! " Ucap sang kakak
"Oh iya dek, sekarang kakak udah naik pangkat loh, sekarang pangkat kakak brigadir, setelah sekian lama akhirnya kakak ada di titik ini semua berkat kamu, berkat doa kamu dan dukungan kamu juga selama ini, dan minggu depan kakak akan di pindah tugaskan di Jakarta, biar kita bisa ketemu terus ya, kakak udah bilang sama komandan karena kakak ngga bisa ninggalin kamu jauh jauh lagi Syaa, dan untungnya pengajuan kakak di ACC, kakak bersyukur banget dek.. " Ia pun berdiri lalu memeluk adiknya seakan tak ingin kehilangan lagi.
El yang tidak tahu kalau di depan pintu sejak tadi ada Al yang mendengar semuanya. Al yang tak sengaja melihat itu semua dan saat El memeluk adiknya, Al pun keluar dari ruangan itu, Al sangat merasa bersalah atas apa yang terjadi dengan kakak beradik itu.
Ia teringat tentang kejadian 20 tahun lalu yang ia lakukan pada kedua orang tua mereka.
Suara Steve membuyarkan lamunan Al, "di dalam ada El! "
"Oh jadi dia sudah datang, tapi kenapa lama sekali? Setelah adiknya di rawat empat hari, ia baru bisa datang! Haha ini lucu, dia tak tau apa saja yang sudah di alami adiknya itu, masih untung adiknya itu selamat! Dan sampai sekarang dia tak bertanya siapa yang menyelamatkan Alisha, dasar kakak yang egois!! Hanya mementingkan dirinya saja!! " Kesal Steve.
Tak lama El pun keluar dari ruangan ICU, saat ia melihat Al ada di luar ia langsung menyeretnya ke tempat yang sepi di pojokan ruang ICU.
"Apa yang kau lakukan?! " tanya Steve, namun El tak mempedulikan.
Bugh!! Bugh!!
Tanpa banyak bertanya, El langsung menghajar Al, ia yakin kalau ini semua ada hubungannya dengan Al, karena ia adalah kekasih dari adiknya.
"Aku tau ini semua pasti gara gara kau!! Kau penyebab adikku jadi seperti ini!! Ia masuk ruang ICU, badannya penuh luka, wajahnya penuh lebam, sekarang kau sudah puas hah? Sudah puas melihat dia menderita?!!! "
__ADS_1
Al hanya terdiam membisu tak menjawab perkataan El.
"Tolong tenang dulu El , ini bukan kesalahan Al, ini kesalahan orang lain!! " Steve mencoba melerai pertengkaran mereka
"Sejak bertemu kau hidup adikku tak tenang, berbagai macam marabahaya terus menguntitnya, aku tau siapa kau ALBERT MICHAEL ADINATA!! Kau yang menabrak orang tuaku saat kau berusia 20 !! Kau memacari adikku hanya untuk membuatnya tambah menderita!! Sejak kita bertemu pertama kalinya saat Alisha mengenalkanmu padaku, sejak saat itu juga aku mencari tau tentang dirimu semuanya!! Dan itu juga sebabnya aku menyuruh Alisha untuk menjauhimu!! Aku tau apa yang ada dalam otakmu, begitu banyak wanita dalam hidupmu yang kau permainankan, kau fikir aku tak tau siapa dirimu?!Jika saja Alisha tak mencintaimu, mungkin aku sudah memasukanmu dalam jeruji besi!!" Jelas El pada Al yang membuat Steve tercengang, Steve tak tau tentang semua itu.
"Ya ya ya, aku minta maaf, aku memang bersalah El, aku yang menabrak orang tuamu tapi aku tidak sengaja El,saat itu usiaku masih 20 tahun!" Jawab Al
"Tak sengaja kau bilang? Lalu kenapa kau kabur dan tak bertanggung jawab?!! Seandainya saat itu kau langsung membawa orang tuaku ke rumah sakit, mungkin saja saat ini mereka masih ada!!! Mereka sangat berharga untuk kami berdua, dan kau tak tau itu!!" Bentak El
"Jika kau tau kebenarannya, kenapa kau tak memberitahu Alisha? "
"Apa kau fikir aku sudah gila? kau orang yang ia cintai, tak mungkin bagiku untuk mengatakan semua kebenarannya!! "
"El aku minta maaf tapi aku juga memang mencintai Alisha.. "
"Kau bukan mencintainya, Kau hanya mengasihaninya! Aku tak melihat ada cinta di matamu!! Kau hanya mencoba menebus rasa bersalah mu di depannya!!! "
"Hajar aku lagi jika itu bisa membuatmu tenang El! Bahkan sampai aku tiada,aku tidak akan menuntutmu El.." Pinta Al
"Tak ada gunanya lagi!! Itu hanya membuang buang tenaga ! " El pergi meninggalkan Al yang sudah babak belur dengan darah di ujung bibirnya.
"Aku tak percaya semua ini Al! " Steve menatap Al dengan kecewa.
"Aku minta maaf Steve karena tak jujur padamu! " sesal Al
"Aku sudah mengalah dan memberikan Alisha untukmu , aku sudah membantumu mendapatkan apa yang kau mau, tapi kau tak jujur padaku, tega sekali kau !! "
"Aku akan menebus kesalahan ku Steve, aku akan membayar ganti rugi, biaya rumah sakit, semuanya.. "
"Ini bukan soal uang!! Ini soal kejujuran dan tanggung jawabmu Al!! Sebelumnya aku pernah kecewa padamu karena sudah mengambil kesucian Alisha tapi aku masih tetap membantumu karena aku fikir kau memang sungguh-sungguh pada Alisha tapi ternyata aku salah, kau menipuku! Itu bukan rasa cinta namun rasa bersalah yang kau buat jadi rasa kasihan!! " jelas Steve
"Steve aku minta maaf aku memang salah! "
__ADS_1
"Sudahlah Al,aku sudah lelah dengan semuanya .Hari ini juga aku akan resign! Akan ku simpan surat pengunduran diriku di meja kerjamu! " Steve pergi meninggalkan Al dengan penuh rasa kecewa, ternyata semuanya penuh dengan kebohongan.