
𝙨𝙚𝙙𝙞𝙠𝙞𝙩 𝙞𝙣𝙛𝙤, 𝙙𝙞 𝙗𝙖𝙜𝙞𝙖𝙣 𝙞𝙣𝙞 𝙝𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 18+ 𝙮𝙖𝙖, 𝙢𝙤𝙝𝙤𝙣 𝙥𝙚𝙣𝙜𝙚𝙧𝙩𝙞𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖! 𝙏𝙚𝙧𝙞𝙢𝙖 𝙠𝙖𝙨𝙞𝙝🙏
Malam harinya, Al masih saja belum bisa berfikir dengan jernih, hati dan fikirannya seolah sedang beradu memikirkan masalahnya sendiri.
Al kini berada du sebuah club, memikirkan Alisha membuat kepalanya ingin pecah. Suara dentuman musik yang sangat keras dan menggema di ruangan membuat siapa saja ingin bergoyang.
Al duduk di meja bartender memesan minuman 𝘞𝘪𝘯𝘴𝘵𝘰𝘯 𝘊𝘰𝘤𝘬𝘵𝘢𝘪𝘭 kesukaannya.
"Minuman ? Tuan Tampan? " Tanya bartender.
"𝘞𝘪𝘯𝘴𝘵𝘰𝘯 𝘊𝘰𝘤𝘬𝘵𝘢𝘪𝘭!" Jawab Al
"Siap Tuan tampan dan berotot! "
Seorang wanita berpakaian seksi dan minim datang ke arahnya .
"Malam tuan tampan berotot, boleh kenalan tuan? Im Angel " Sambil menyodorkan tanganhya.
"Gue Albert! Panggil saja Al" Jawab Al sambil minum
"Mau saya temani Tuan? Sepertinya tuan Al sedang banyak pikiran, mungkin saja saya bisa menghibur atau menemani tuanku! " Goda wanita tersebut.
"Di ranjang.. Dengan sangat hot.." Bisiknya dengan suara yang seksi pada telinga Al
"Duduklah ! " Ucap Al sambil tersenyum tipis dan menepuk pahanya.
"Apa kau sedang memikirkan seseorang tuan? Kekasihmu? Atau mungkin istri mu? Upshh!!"
"Haha, wanita yang aku cinta! Yang sangat aku cinta tapi dia menghianatiku! "
"Lalu? "
"Dia juga memutuskanku! "
"Tidak apa tuanku, hari ini kau akan bersenang-senang bersama ku honey! Kau akan melupakan dia, lihat saja apa yang aku lakukan pada tuan tampanku hari ini haha"
"Are you sure? Apa kau siap Angel? "
" Yes honey aku siap ! Kita akan menghabiskan malam ini sampai puas sampai esok!"
Wanita yang bernama Angel itu pun langsung menciumi leher Al dengan buasnya, tangannya meraba dada bidang Al.
Al menikmati setiap sentuhan yang di berikan Angel padanya tanpa menolak sedikit pun.
Al mengelus dada indah yang menonjol dibalik pakaian minim yang Angel kenakan.
"Emmmhhh baby .. " Angel mendesah.
"Ayo kita ke Room VIP honey " Ajak Al yang sudah 90% mabuk, lalu mereka pun bangkit dari tempat duduk itu, Al merangkul pinggang Angel dan membawanya ke sebuah ruangan untuk menghabiskan malam bersama wanita itu.
Sepanjang jalan mereka berdua terus saja saling memagut , tak peduli pada setiap orang yang menatap mereka, toh ini pun tempat penuh kebebasan, semua orang bebas melakukan apapun di tempat ini.
Sesampainya di kamar mereka pun saling melepaskan pakaian.
"Mmmmhhh tuan, ototmu begitu kekar, perut kotak-kotak mu membuatku bersemangat" Goda Angel dengan suara yang seksi.
__ADS_1
"Malam ini aku akan memuaskanmu, aku akan membuatmu menjerit keenakan sampai kau candu denganku! "
"Auww emppphhhss , benarkah? Aku sungguh beruntung "
"Tapi kau juga harus memuaskanku! "
"Kau akan membayarku berapa? Aku akan memuaskanmu sampai kau tak bisa melupakan goyanganku tuan Albert yang tampan nan gagah! "
"Katakan saja berapa yang kau inginkan? Aku akan membayarnya! " Ucap Al
"100 juta! " Jawab Angel sambil berbisik di telinga Al.
"Asalkan kau bisa puaskan aku malam ini! "
"Itu bukan hal yang sulit tuanku, kau pasti akan puas! "
Si gadis mencium bibir Al lalu **********, hingga ke leher Al, begitu pun dengan Al , Al menciumi leher gadis itu hingga membuat tanda di sana, lalu turun ke dadanya, memainkan permainan yang sudah lihai.
"Auuuwwwhhhh" Si gadis mendesah keenakan.
Namun dalam fikiran dan pandangan Al yang saat ini sudah hampir full mabuk, itu ialah wajah Alisha . Wajah orang yang ia cintai, maka ia sangat bersemangat melakukannya.
"Malam ini kau akan puas sayang! " Kata Al.
𝙋𝙡𝙖𝙖𝙖𝙠𝙠𝙠! Al menampar bokong si gadis dengan begitu kasarnya sampai bokong mulus itu memerah.
Lalu ia pun memasukkannya hingga mata Angel terbelalak melotot ke atas.
"Ini sungguh istimewa , menusuk ke dalam jantungku! Aku begitu sesak tuan, namun sangat nikmat " Kata Angel
"Kau sangat berbeda, aku belum pernah menemukan yang segagah ini tuan! Ahhhh" ******* wanita ini terus keluar .
"Sepertinya kau sudah full mabuk tuanku! " Kata Angel.
"Aku tidak mabuk.. Alisha emmmhh.. " Jawab Al
"Ini adalah hukuman untukmu karena kau telah menghindariku sampai saat ini !! Kau harus mengandung benihku, kau harus mengandung anakku!! Kau tak bisa lepas dari jeratan cinta ku Alisha sayang my honey " Tambah Al lagi sambil terus memompa Angel dengan kasar.
"Asshhh tuanku.. Emmpphh.. Ini enak.. Tapi menyakitkan!! Teruskan saja!!" Kata Angel sambil mengerang karena Al bermain dengan sangat kasar.
"Kasar tapi membuatku kecanduan tuan tampanku "
Tubuh Angel bergetar tidak karuan, tampak tidak berdaya karena perlakuan pria yang kini sedang menyiksanya dengan kenikmatan.
Tidak selesai hanya di room VIP, mereka pun berpindah ke hotel di sebrang lalu memesan kamar di sana.
***
𝙋𝙖𝙜𝙞 𝙝𝙖𝙧𝙞 𝙙𝙞 𝙃𝙤𝙩𝙚𝙡.
𝙋𝙪𝙠𝙪𝙡 09.00
"Dimana aku? " Al terbangun sambil mengucek matanya, tangannya yang masih memeluk Angel si gadis semalam itu.
"Siapa wanita ini? F*ck apa yang aku lakukan tadi malam?! "
__ADS_1
Al pun mencoba mengingat kejadian tadi malam, namun tidak semua ia ingat karena ia masih pusing karena minum terlalu banyak. Al pun menyimpan cek di pinggir meja lalu mengambil pakaiannya dan pergi meninggalkan wanita yang masih tertidur pulas itu.
***
Di Kantor pukul 11.40
"Hey sob, kenapa jam segini baru sampai? Tumben " Tanya Steve.
"Hidup ku sedang kacau Steve! " Jawab Al dengan wajah yang mumet.
"Alisha masih belum menghubungimu? "
"Belum! "
"Mungkin dia perlu sendiri dulu Al, lagi pula dia hanya menghindari mu saja untuk sementara bukan memutuskan untuk mengakhiri hubungan kalian kan, mungkin saja ia sedang menenangkan pikiran dan suasana di sana, karena El yang masih emosi denganmu , bersabarlah dulu Al! " Steve meyakinkan.
"Iya kau benar Steve, aku terlalu posesif padanya, aku harus memberi ia sedikit ruang untuk bernafas! " Kata Al sambil menghela nafasnya .
"Tapi Steve, ada satu lagi masalah ku! " Tambah Al
"Apa lagi Al? Laras? "
"Iya Steve! "
"Bukankah hasilnya sudah keluar, kan kau sendiri yang yakin kalau itu bukan anakmu, lalu bagaimana hasilnya kemarin? ".
"Itulah masalahnya Steve, hasilnya buruk, dalam kertas itu menyatakan kalau anak yang Laras kandung memang anakku, tapi bagaimana bisa? Aku ingat kejadiannya, kau tau kan ingatanku sangat kuat jadi bagaimana bisa aku lupa kalau aku melakukan itu! "
"Aku tau Al, ingatanmu sangatlah kuat, aku akui itu, tapi bagaimana ini terjadi, aku juga bingung karena kau sendiri yang melakukan tes dan kau juga yang mengambil hasil tes itu! "Jelas Steve
"Dan bagaimana dengan Alisha , mungkin sekarang dia tidak tahu, tapi cepat atau lambat Laras akan memberitahunya! " Ucap Steve lagi
"Aku sudah mengancamnya! " Jawab Al tegas.
"Kau tau sendiri kan bagaimana Laras , wanita itu licik, sangat licik, dia akan nekat melakukan apapun demi mendapatkanmu dan memisahkan mu dari Alisha, kau juga tau kalau selama ini ia selalu mencoba mencelakai Alisha kan! "
"Ia Steve kau benar, dia sangat membenci Alisha! Mungkin sekarang juga dia sedang mencari tau keberadaan Alisha! Aku harus memikirkan rencana agar Alisha tidak bisa lepas dari ku! " Gumam Al.
"Aku tidak mau kehilangannya, meski ibuku sendiri sangat menentangnya! " Ucap Al lagi.
"Bagaimana dengan Tante Mawar? Apa dia sudah tau soal ini? " Tanya Steve penasaran.
"Belum, tapi dia pasti tau, kau tau kan kalau keluarga Laras pasti akan membantu Laras untuk ini, karena itu sangat menguntungkan bagi mereka! "Jawab Al.
"Dan sekarang kau sudah tau kan hasilnya kalau itu adalah anakmu, dan kau tau kau harus tanggung jawab, jika tidak mungkin saja opa mu akan marah atau mungkin sampai serangan jantung seperti saat beberapa tahun lalu! "
"Aku akan tanggung jawab, tapi tidak untuk saat ini, mungkin nanti! Aku belum bisa berfikir dengan jernih! " .
"Kau harus secepatnya memikirkan ini! " Kata Steve dengan wajah yang serius.
"Aku akan menyuruh anak buahku untuk mengawasi gerak gerik wanita licik itu! "
"Itu ide yang bagus, sebelum ia melangkah lebih jauh, kau harus tau apa yang ia rencanakan sebelum akhirnya nasib buruk menimpamu lagi, aku pasti akan membantumu! Tenang saja! " Steve menenangkan.
"Sekarang cobalah untuk terus menghubungi Alisha! Atau mungkin kau bisa menyusulnya ke Bandung! Sebelum Laras yang lebih dulu menemui Alisha! " Ujar Steve.
__ADS_1
"Baiklah, urusan meeting untuk beberapa hari ini kau tangani semua, mungkin saja aku pergi lebih lama! Aku percayakan padamu! " Perintah Al pada Steve sahabatnya yang kini sekaligus asisten pribadinya itu .
"Siap! Good luck bos!! " Ucap Steve memberi hormat pada bosnya itu sambil tersenyum, dibalas senyum oleh Al yang segera beranjak dari tempat duduknya lalu pergi meninggalkan Steve yang masih berada dalam ruangan.