
Di Meja Makan
Alisha melangkah keluar dari kamarnya berjalan ke meja makan berkumpul bersama El dan Gress.
Suasana hening dan sangat serius, Alisha masih ingat tentang percakapan yang ia dengar antara El dan Gress di kamar El sebelum ia pingsan tadi.
Flashback 4 jam lalu..
"Aku masih bingung , kemana Alisha pergi , ini sudah siang tadi ia belum juga pulang!" Ucap El yang baru saja datang dengan wajah cemas bercampur marah dengan kelakuan adiknya yang semakin hari semakin semena-mena saja.
"Alisha memang sudah keterlaluan, ponselnya tidak aktif, tak memberi kabar sama sekali, apa dia tidak tau kalau kami di rumah sangat mengkhawatirkan dirinya!! " Ucap Gress membuat El semakin kesal.
El pun membuka kunci pintu rumah, lalu masuk ke dalam rumah bersamaan dengan Gress.
"Sayang aku akan mengambilkan segelas minuman dingin untukmu! " Gress memegang tangan El membuat langkah El terhenti sejenak.
"Baiklah, aku akan ganti pakaian dulu di kamar, kau bawakan saja ke kamarku.. Aku sungguh benar benar letih sekali! " Ujar El sembari melengos ke kamarnya.
Sebelum membuat minuman, Gress pun ganti baju ke kamar, 5 menit kemudian ia keluar dengan dress ketat nan seksi berwarna merah lalu ke dapur membuat minuman untuk El.
Di kamar El
El sudah mengganti pakaiannya dengan kaos dan celana pendek , ia duduk di atas ranjangnya sambil melamun memikirkan adiknya yang belum kunjung pulang ke rumah.
Tok Tok Tok!
"El ini minuman untukmu! " Namun El tak mendengarnya.
Gress menyimpan minuman itu di meja samping ranjang mencoba untuk mengagetkan El sambil memeluknya dari belakang, menyadarkan El dari lamunannya.
"Alisha!! " Ucap El spontan.
"Ini Gress El!! Kenapa kau selalu saja memikirkan Alisha?! Alisha.. Alisha.. Dan Alisha!! Wake up El, im Gress ! " Gress melepas pelukannya dan cemberut, merajuk pada El.
El memalikan badannya , menarik kedua sisi pipi Gress hingga mereka pun saling bertatapan.
"Alisha itu adikku satu-satunya Gress! " Jelas El dengan nada lembut.
__ADS_1
Gress spontan melepaskan kedua tangan El dengan wajah kesal dan berdiri di depannya "I know El! I know!!! can you see me and this love just a little?!! "
El diam sejenak "lalu apa maumu? " Tanya El
"Berhentilah memikirkan adikmu itu El, dia sudah dewasa, dia tau mana yang terbaik untuknya!! Lihatlah aku yang selalu ada untukmu, suatu saat kau harus menikah mempunyai anak dan keluarga kecilmu begitu pun dengan adikmu itu, ia akan menikah, ia akan tinggal bersama suaminya dan anaknya nanti, kalian akan memiliki keluarga masing-masing! Jadi bersikaplah sewajarnya saja, tak perlu terlalu berlebihan.. Please El,mengertilah perasaanku apalagi orang tuaku sudah menanyakan tentang kejelasan hubungan kita,kapan kau akan melamar dan menikah denganku El?!! " Jelas Gress meluapkan isi hatinya.
Tanpa disadari oleh El dan Gress, Alisha yang baru saja datang pun masuk ke rumah karena pintu masih terbuka lebar, ia berfikir untuk memberikan surprise pada El akan kedatangannya dan berjalan ke kamar El , namun belum sempat ia membuka pintu tiba-tiba ia mendengar kata-kata El pada Gress dari balik pintu yang sedikit terbuka.
"Kau memang benar,sebelumnya aku takut untuk memikirkan semua itu tapi kau selalu mencoba untuk menyadarkan aku bahwa suatu hari nanti kami akan memiliki kehidupan masing-masing, baiklah aku akan mencoba untuk tidak memikirkan Alisha lagi dan fokus padamu! Aku akan mencobanya meski itu mungkin sulit untukku.. "
BUGHH!!
Alisha jatuh pingsan di lantai depan kamar El , membuat El menghentikan perkataannya dan sontak berlari ke arah sesuatu yang terjatuh itu.
Betapa kagetnya ia melihat Alisha tergeletak di depan kamarnya. El pun membawa Alisha dalam pangkuannya ke kamar Alisha, di susul Gress dengan wajah yang sedikit kesal.
Flashback off
10 menit di meja makan suasana masih hening hanya ada suara sendok garpu yang bertautan
"Eum Alisha.. Kau dari mana kemarin?! " Tanya Gress mencoba mencairkan suasana, namun Alisha hanya diam tak menjawab.
"Bukan urusanmu! " Jawab Alisha dengan wajah datar.
"Kami mencemaskanmu! " Ujar Gress lagi dengan nada lembut.
"Apa pedulimu padaku?! " Jawab Alisha dengan wajah datar sambil terus melahap makanannya.
"Aku peduli denganmu, kenapa kau bertanya seperti itu? Aku tau kau memang tak menyukaiku tapi percayalah aku sangat khawatir saat kau tak memberi kabar , kami mencarimu kemana-mana! " jelas Gress
"Alahhh jangan sok peduli padaku! Aku tau kau yang menyuruh kakakku untuk tidak peduli lagi denganku kan?!! Kau menyuruhnya untuk fokus padamu saja kan?!! Aku tau apa yang ada di dalam otakmu itu,kau ingin memiliki kakakku seutuhnya,kau ingin menjauhkan aku dari kakakku demi mencapai tujuan busuk mu itu kan? Kau fikir aku bodoh hah?!!!" Ucap Alisha dengan nada marah yang meledak ledak sambil menunjuk ke arah Gress.
Plakk!
Tanpa berfikir panjang El berdiri sontak menampar pipi Alisha dengan kencang membuat pipi mulus nan indah itu memerah berbekas tapak tangan milik kakaknya sendiri.
"Kkkak Ell? Kakak menamparku?! AKU TAK PERCAYA INI!! KAK EL JAHAT!!!"Alisha tercengang sekaligus syok melihat perlakuan El padanya, sontak Alisha pergi ke kamarnya sambil memegang pipinya meninggalkan El dan Gress sambil menangis.
__ADS_1
"Alli.. Syaa" Ucap El yang baru menyadari kalo ia telah menampar adik kesayangannya itu, ia menatap tangannya yang kini tengah bergetar lalu duduk perlahan-lahan.
"Aa-apa yyang aku lakukan pa da.. " El tak melanjutkan kata-kata, rasanya mulutnya sudah tak dapat berbicara lagi.
"It's okay it's okay El, tidak apa! Dia akan baik baik saja El.." Gress berdiri di samping El memeluk kepala El dari samping hingga kepalanya tepat berada di hadapan perut Gress.
Pukul 01.00
El yang tak bisa tidur pun keluar dari kamarnya, ia berjalan ke arah kamar Alisha , membuka pintunya.
Melangkahkan kakinya dengan pelan masuk ke kamar adiknya dengan wajah menyesal , sedih, dan gelisah yang bercampur aduk. Ia pun duduk di samping wajah adiknya yang tengah tertidur lelap, menatap wajah gadis itu dengan rasa bersalah, mengusap rambutnya dengan lembut .
"Kakak minta maaf Syaa.. Kakak tidak sengaja menamparmu ! Sebelumnya kakak tidak pernah melakukan itu padamu, kakak sungguh menyesal padahal besok kakak harus pergi bertugas lagi ke Kalimantan, kakak minta maaf Syaa.. " El meneteskan air matanya, hatinya merasa sakit mengingat kejadian di meja makan tadi.
***
Pukul 07.28
Alisha terbangun dari tidur, ia merasa perutnya lapar. Ia merasa moodnya membaik berkat telepon dari Al semalam,bahkan saat bangun tidur pun senyumnya mengembang ia pun bangkit menuju dapur untuk mengambil makanan , namun ia tak mendengar suara ataupun melihat bayangan kak El dan Gress.
Ia berfikir mungkin kakaknya itu tengah pergi dengan kekasihnya hanya untuk sekedar sarapan atau joging karena hari ini adalah hari minggu.
Sambil mengolesi roti dengan selai coklat ia pun bersenandung , kali ini ia sangat bahagia karena malam ini Al akan menjemputnya untuk bertemu dengan ibu dan kakeknya kekasihnya itu.
Selesai sarapan ia pun mandi , lalu berencana untuk joging juga di sekitar taman terdekat, namun saat ia akan menghias diri di depan cermin, ia melihat sepucuk surat lalu ia buka dan membacanya. Yang ternyata surat dari El. El menulis surat itu saat semalam ia berada di kamar Alisha.
......................
Dear Alisha,
Sya, kakak harus pergi bersama Gress pagi ini pukul 04.00 pagi untuk tugas ke Kalimantan lagi, kakak sengaja tak membangunkanmu, karena sepertinya kau sangat kelelahan dengan mata sembabmu itu membuat kakak tak tega untuk membangunkanmu, sebenarnya saat di meja makan kakak akan membicarakan itu , namun situasi berbeda dengan apa yang terjadi, kakak minta maaf karena telah melakukan itu padamu,semoga kau bisa mengerti kalau kakak sungguh tak sengaja, kak El hanya terbawa emosi saja. Percayalah selamanya kakakmu tetap menyayangimu, jangan pernah kau anggap kakakmu sudah tak peduli, sekarang dan selamanya Alisha tetap menjadi bagian dalam hidup kak El , im promise. Take care of yourself (emoticon cium) and im sorry Alisha (emoticon senyum)
......................
Alisha menangis membaca surat dari El, ia tau kalau El tidak mungkin sengaja melakukan itu, itu adalah kali pertama El menampar Alisha, sebelumnya El selalu memanjakan dan memaafkan kesalahan Alisha, itu yang membuat Alisha syok ketika El bersikap kasar padanya, menurutnya El telah berubah semenjak Gress datang ke rumahnya .
"kenapa kak El tak memberitahuku?! kenapa dia hanya menulis surat saja, kenapa ia tak membangunkan aku, semarah itukah kak El padaku?! padahal kita tidak akan bertemu dalam waktu yang cukup lama, tapi kenapa ia tega padaku, aku ingin memeluk kakak sebelum kakak pergi, memeluk kak El lebih lama dari saat saat kemarin! kenapa kak El tak mengerti itu.. kak El memang sudah berubah! kak El yang dulu aku kenal memang sudah berubah , sebelumnya kak El selalu bilang jika ia akan pergi kemana pun tapi kali ini berbeda.. " Alisha tak kuasa membendung setiap tetes air matanya yang jatuh di pipi mulus miliknya itu.
__ADS_1
"Mari kita lihat apa kakak akan mengabariku saat di bandara dan saat tiba di Kalimantan atau tidak, jika kakak tak mengabari aku artinya kak El memang sudah berubah! Bukan lagi kak El yang ku kenal dulu!! " ucap Alisha sambil menatap foto El bersamanya yang ada di meja riasnya.