Pesona Tuan CEO Dingin

Pesona Tuan CEO Dingin
Bab 23 Masih Di Sini


__ADS_3

Suasana di Vila membuat siapa saja betah berada lama-lama di sini, begitu pula dengan Alisha, ia masih betah berada di tempat nyaman ini, dengan suasana yang sejuk karena vila itu dikelilingi oleh banyaknya pohon jati milik kakeknya Al.


Siang ini pukul 13.00


Alisha sedang berjalan sendirian di halaman belakang, karena Al sedang meeting di teras depan vilanya.


Dzertttt


Suara ponsel Alisha bergetar menandakan ada yang menelepon, dan ternyata Steve yang menelepon lewat video call.


A : hey Steve?! (Melambaikan tangan)


S : hey Alisha? Kau masih di vila? (Tersenyum)


A : iya Steve, mungkin aku pulang besok pagi, di sini


udaranya sangat sejuk sekali membuatku betah


dan ingin berlama-lama di sini (menghirup


nafas)


S : hemm sepertinya kamu sangat bahagia sekali


berada di sana bersama Al, sepertinya sekarang


kalian sudah semakin mesra saja ya, aku turut


bahagia jika kamu merasa bahagia


A : thanks ya Steve, aku bisa ada di titik sekarang juga


berkat kamu , tanpa kamu aku ngga mungkin bisa


seperti ini, aku banyak berutang budi padamu


S : ngga ko, kamu ngga punya hutang budi padaku


A : ayolah Steve, kau selalu saja seperti ini ( sambil


tersenyum)


S : ("seandainya aku yang bersamamu saat ini di sana ,


menemanimu , bukan Al, aku yang mencintaimu lebih


dulu tapi malah Al yang saat ini mendapatkanmu ,


entah kenapa rasanya ini tidak adil saja bagiku"


Ucap Steve dalam hatinya)


A : Steve? Are you okay? ko kamu diem aja sih? hei


Steve heloo (melambaikan tangan pada kamera)


S : iya .. emm.. Im okay Alisha, tenang aja (tersadar


dari lamunannya)


A : apa kau sedang memikirkan sesuatu? Apa yang sedang

__ADS_1


kau pikirkan Steve? Mungkin kau bisa


menceritakannya pada ku, bukankah aku ini sahabat


mu juga?


S : emmm.. Alisha.. (menghela nafas)


A : iya Steve.. ada apa? maybe kau ingin membicarakan


sesuatu kepadaku?


S : emm tidak , nanti aku telepon lagi ya, aku lupa


kalau 10 menit lagi aku harus menghadiri meeting


bersama klien


A : ok..emm baiklah Steve tapi beritahu aku jika terjadi


sesuatu padamu ya..


S : baiklah Alisha ( buru- buru menutup telepon)


Alisha pun menutup sambungan telepon dari Steve.


"Ada apa dengan Steve?! Apa terjadi sesuatu pada Steve yang mungkin aku tidak tau.. " Kata Alisha bicara pada hatinya, ia pun merasa gelisah dan memikirkan Steve di sana meskipun saat ini ia sedang bersama kekasihnya .


***


Di perusahaan Adinata


Perasaan Steve yang kembali cemburu setelah menutup teleponnya bersama Alisha. Steve terus saja menatap wajah Alisha dalam laptopnya seakan ia merindukan sosok yang begitu ia cintai.


Steve masih mengingat waktu dimana saat Alisha dan Steve terjebak dalam lift saat itu.


Drettt Drettt Drettt


Bunyi alarm emergency lift berbunyi, menandakan lift sedang bermasalah.


"Halo.. Halo.. Apa ada orang disana? Halo!! " Ucap Steve sambil memencet beberapa tombol di pinggir pintu lift, berharap ada seseorang yang menjawabnya


"Iya halo, ada apa pak? "Ucap seorang pria petugas di kantor tersebut.


"Saya di lantai 10 , kenapa liftnya tiba-tiba berhenti ? kamu cek sekarang juga! " Kata Steve


"Maaf pak sepertinya ada gangguan dalam mesin liftnya, saya akan memeriksanya, bapa tunggu saja jika ini sulit mungkin agak lama sedikit.. " Ucap sang petugas lagi


"Pakk.. Bagaimana ini?!! Pak Steve kita harus bagaimana pak? " Ucap Alisha panik


"Tolong cepat ya pak, tenang ya Alisha tenang.. " Kata Steve menenangkan Alisha.


"Baik pak, kami usahakan yang terbaik! " Jawab sang petugas lagi yang langsung pergi mengecek mesin dengan beberapa temannya.


Tiba-tiba lampu mati, seketika Alisha pun merasa pusing, badannya mengeluarkan keringat dingin, ia pun terus memegang kepalanya dengan wajah yang panik. Steve pun merasa ada yang aneh dengan Alisha karena wajahnya sudah pucat.


"Alisha?!! Ada apa denganmu? Wajahmu pucat sekali, kamu juga keringetan.. " Kata Steve sedikit panik namun masih terlihat cool.


"Pak.. Saya.. Pho... Phobiaa" Ucap Alisha tertahan dan diam sejenak


"Kenapa Alisha, bicara yang benar agar saya mengerti" Kata Steve lagi

__ADS_1


"Saya.. Phobia ruangan sempit dan .. Gelap pak.. " Kata Alisha yang langsung terjatuh pingsan, namun ditangkap oleh Steve dalam pelukannya.


Seketika Alisha pun jatuh pingsan dalam pelukan Steve, Steve yang kini panik karena Alisha pun mencoba menelepon Al , namun ternyata tidak ada sinyal di dalam ruangan itu.


Mereka berdua pun akhirnya duduk, Alisha duduk dalam pangkuan Steve, Steve terus saja menatap wajah Alisha, menyingkapkan rambutnya helai demi helai, seakan ia mulai jatuh cinta pada gadis lugu itu.


Dan ternyata saat itulah Steve mulai menyadari bahwa ia memang mulai jatuh cinta pada gadis polos belasteran Indo Itali itu , meski saat itu pikirannya belum menyadarinya namun hatinya sudah merasa nyaman.


***


Tok! Tok! Tok!


Rini masuk membawa beberapa berkas untuk di tanda tangani oleh Steve, dan Steve pun tersadar dari lamunannya bersama Alisha saat itu.


"Masuk!! "


"Selamat siang pak, ini ada beberapa berkas yang harus pak Steve tanda tangani.. " Kata Rini


"Ok simpan di meja, nanti akan saya baca dulu baru bisa saya tanda tangani" Jawab Steve


"Baik pak.. "


"Emm Rini .. Boleh saya tanya sesuatu, saya dengar kalau kamu itu sahabat Alisha? "


"Iya pak, memangnya ada apa? "


"Apa kamu tau pacar Alisha saat ini? "


"Setau saya ya pak Albert Michael, sahabat pak Steve, pak Steve juga pasti tau dong karena yang saya tau Alisha juga dekat dengan pak Steve.. "


"Memang benar, saya hanya ingin tau dari mulut kamu saja, apa Alisha pernah membicarakan tentang saya ? " Tanya Steve penasaran


"Pernah,waktu itu.. belum lama ini sih,mungkin beberapa minggu yang lalu"


"Apa yang dia katakan tentang saya? "


"tapi ini rahasia pak,rahasia antara wanita "


"jika menyangkut tentang saya, ya saya ingin tau!! "


"hehe iya pak maaf, yang saya ingat saat itu Alisha bilang, kalian makan bersama di sebuah restoran mewah, dan Alisha sangat senang karena itu pertama kalinya dia makan di resto sebagus itu apalagi saat Alisha kedinginan, pak Steve sengaja melepas jaket untuk Alisha agar Alisha tidak merasa kedinginan lagi, sebenarnya saya iri sih mendengar cerita Alisha , tapi mau bagaimana lagi , dia kan sahabat saya jadi saya tidak perlu iri padanya.. " Kata Rini


"Ternyata dia ingat setiap hal yang kami lakukan, saat yang indah.. Sederhana namun berkesan " Bisik Steve dalam hatinya yang membuat ia tersenyum memikirkan yang Rini katakan tadi, seolah hatinya merasa senang.


"Pak!! Pak!! Pak Steve!! " Kata Rini mengagetkan


"Iya?!! "


"Ko pak Steve diem aja sih? Kan saya lagi ngomong, bukannya pak Steve sendiri yang bertanya ke saya tadi?!" Jelas Rini.


"Emm.. Ya sudah hanya itu saja yang ingin saya tanyakan, silakan kembali bekerja! "


"ishhh.. gitu doang sih, baik pak Steve! Kalau begitu saya kembali ke ruangan saya dulu,permisi pak! " Kata Rini sembari melangkah keluar dari ruangan Steve.


"iya! " kata Steve dengan singkat.


Setelah Rini keluar pun, Steve terus memikirkan dan membayangkan Alisha saat bercerita itu pada Rini, Steve terus saja tersenyum senyum membayangkan nya sambil menatap wajah Alisha di laptopnya.



π™Žπ™©π™šπ™«π™š

__ADS_1



π˜Όπ™‘π™žπ™¨π™π™–


__ADS_2