Pesona Tuan CEO Dingin

Pesona Tuan CEO Dingin
Bab 53 Kegelisahan El


__ADS_3

Sudah 6 jam hujan turun sangat deras, Gress masih menatap foto kekasihnya, matanya begitu sembab karena ia terus menangis memikirkan kekasihnya yang sampaiBan saat ini belum memberinya kabar. Bahkan sudah beberapa hari semenjak hari pertunangannya ia tak masuk kerja bahkan keluar kamar saja ia tak mau, keadaannya begitu kacau, kamarnya begitu berantakan , orang tuanya sangat bingung harus berbuat apa lagi karena mereka sudah mencoba menghubungi El namun El hanya menjawab "saya minta maaf karena saya sedang butuh waktu karena harus mengurus adik saya yang sedang sakit " . Sebenarnya orang tua Gress sangat memahami posisi El yang sudah yatim piatu dan harus mengurus adiknya sendirian, namun Gress kekasihnya tak memahami itu.cintanya terlalu besar pada El hingga Gress terbakar api cemburu akan kedekatan El dengan Alisha, meski status Alisha itu calon adik ipar nya sendiri. Ini bukan kali pertama Gress bersikap seperti ini, ia pernah memiliki rasa trauma dalam dirinya karena pernah di selingkuhi oleh mantan pacarnya dulu, itu sebabnya sejak saat itu sikap cemburunya begitu tinggi, meski sebenarnya ia memang tipe orang yang tulus dan takut kehilangan jika sudah jatuh cinta. Apalagi kini hubungan nya dengan El sudah bukan main main, sudah masuk masa serius dalam hubungan.


...


"Alishaaa!! " El terbangun dari mimpi buruknya , ia beranjak dari sofa tempatnya tidur menghampiri Alisha yang belum juga sadarkan diri.


"Syaa kapan kamu sadar, kakak di sini Syaa.. " El membelai rambut Alisha, ia tak kuasa melihat keadaan Alisha yang belum juga bangun dari mimpi panjangnya.


"Syaa kakak mimpi buruk, kakak mimpi kamu pergi ninggalin kakak, syaa pleaseee sadar, kakak ngga mau kamu ninggalin kakak, kakak takut hidup tanpa kamu syaa.. Please bangun syaa hikss " El tak bisa lagi menahan air matanya yang jatuh di atas tangan adiknya yang masih terbaring di ranjang.


Dzerrrtttttt..


ponsel El bergetar seseorang meneleponnya, namun El tak buru2 mengangkatnya, ia memejamkan matanya sekejap untuk menenangkan dirinya.


Dzerrrtttttt..


ponsel El bergetar lagi, kali ini ia mengambil ponselnya ternyata kekasihnya, ia pun mengangkatnya meski sebenarnya ia lelah dengan sikap tunangannya itu.


"Hemm ya? "


"Ha halo El , kamu dimana? Kenapa kamu ga pernah angkat telfon aku?A aku nunggu kabar kamu selama ini El.." Namun terpotong,


"Aku sibuk! Jika tidak ada yang penting.." Namun di potong juga,


"El tunggu El, aku .. Aku merindukan mu.. Please El im sorry.. Aku, aku salah El hiks, aku minta maaf El " Ucapnya dengan nada sendu membuat El merasa iba mendengarnya.


"Gress aku fikir sebaiknya kita akhiri saja semuanya, adikku lebih membutuhkan aku bahkan sampai saat ini ia belum sadarkan diri.. "


"Engga engga El please jangan ngomong gitu El, kita masih, kita masih bisa pertahanin semuanya El.. "


"Tapi Gress, Alisha seperti ini juga karena hubungan kita, sampai aku tak memperdulikan dia.. "


"Engga El kamu salah, itu bukan karena hubungan kita tapi karena, karena Al kekasihnya! " Jawabnya lantang.

__ADS_1


"Please Gress aku lelah, jangan sebut nama itu lagi di depanku! "


"Ok ok, im sorry El, tapi please kasih aku kesempatan sekali lagi, aku akan perbaiki semuanya, aku.. Aku akan minta maaf pada Alisha, aku akan perbaiki hubungan aku dengan Alisha, tapi please jangan tinggalin aku El, aku ngga bisa tanpa kamu, aku ngga tau gimana jadinya aku tanpa kamu El, please El aku mohon, kasih aku satu kesempatan lagi aku akan coba perbaiki semuanya, apapun yang kamu mau, aku akan lakuin El please aku mohon.. "


El terdiam beberapa detik, mau bagaimana pun hatinya masih milik Gress sampai saat ini, ia teringat masa masa bagaimana mereka awal mengenal, masa masa manis dalam hubungan asmaranya bersama Gress.


"Ha halo El , kamu masih di sana kan? El.. Hiks " Namun El belum menjawab juga


"El aku tau kamu masih dengerin suara aku, Please kasih aku kesempatan sekali lagi, anggap ini kesempatan terakhir aku El please!!aku ngga bisa hidup tanpa kamu El.. "


El pun mengehela nafas sejenak "Ok Gress, aku akan kasih kamu kesempatan sekali lagi! "


"Hah beneran? EL ini beneran kan? Thanks sayang, aku kesana sekarang ya! Aku, aku mau nemenin kamu jaga Alisha, Aku siap siap dulu, kamu share lok aja ya sayang! Aku mohon jangan marah marah lagi yaa, aku ngga bisa kalo sehari aja tanpa kabar dari kamu El,sekali lagi thanks ya, makasih banyak kamu masih mau nerima aku El, aku ngga akan sia sia in kesempatan ini El, i love you so much El" Jawabnya exited.


"Semoga kamu bisa jaga kepercayaan aku,dan aku harap kamu bisa berubah Gress, Ok Nanti aku share lokasinya ya ! Hati hati Gress! See you "


"Iya sayang muach " Ucap Gress sebelum menutup sambungan telepon dari kekasihnya.


"Aku harap ini keputusan yang benar, semoga dia memang mau berubah demi hubungan kita " Lirih El dalam hatinya, lalu ia duduk di kursi samping Alisha.


***


Seminggu kemudian...


"Kau itu bodoh Alisha! Al itu selalu membohongi dirimu!! Kau itu terlalu mempercayainya karena kau memang wanita bodoh!! Kau mau di tipu olehnya!!! Cinta yang kau anggap itu hanya kebohongan! itu palsu! dia tak pernah sungguh sungguh mencintai mu,itu hanya untuk menebus rasa bersalahnya selama ini !!" Bentak Laras dengan lantang.


"A apa? rasa bersalah apa yang kau maksud itu? "


"Tapi tenang saja Alisha, hidupmu tak akan lama lagi! Setelah kau tiada, hidupku akan lebih mudah, aku akan menikah dengan Al, menjadi nyonya Adinata menggantikan ibunya Al , hidup bahagia bersama anak kami yang sekarang tengah aku kandung ini dan kau akan mati menyusul ayah ibumu itu yang sudah lama mati!! hahaha "


"Katakan !!!apa yang kau maksud RASA BERSALAH!!! Aku ingin mendengarnya sebelum aku mati !!!" bentak Alisha.


"Apa kau tau siapa yang menabrak ayah ibumu sampai mati? Dia adalah Al, kekasihmu sendiri!! "

__ADS_1


"Ng ngga ngga ngga mungkin!! Aku tau kau sedang berbohong! Kau selalu berusaha untuk memisahkan kami, aku tau itu!"


Laras pun mendekat dan memperlihatkan video cctv di tempat kejadian dari ponselnya.


"Kau lihat anak yang keluar dari mobil itu, itu adalah Al saat ia berusia 18 tahun , ia yang baru pulang dari London mencoba membawa mobil ayahnya dengan kecepatan tinggi sampai akhirnya ia menabrak orang tuamu hingga mati di tempat!! " dengan senyum nya yang licik.


"Sekarang kau percaya kan?! hahaha" tawanya lagi puas.


"Dan apa kau tau, kenapa dia memacarimu hanya dalam waktu sebulan kau magang di Adinata? Apa kau fikir dia mencintaimu? Hahaha apa kau fikir pria seperti Al yang kaya raya, mapan, tampan, dan sukses akan langsung jatuh cinta dalam waktu sebulan saja pada gadis miskin seperti dirimu itu? Kau itu bodoh dan terlalu polos Alisha, kau tak tahu siapa Al sebenarnya!! Ia itu hanya ingin menebus rasa bersalah nya itu karena dia tau kalau kau adalah anak dari orang tua yang ia tabrak saat itu, ia mencari tau info tentangmu dan kakakmu! Hahaha aku tau semuanya Alisha!! " Laras berbicara begitu puas.


Alisha tak bisa berkata apa pun, ia syok dan tak percaya atas apa yang ia saksikan saat ini. Ia tak menyangka kalau kekasihnya begitu tega mengambil nyawa orang yang sangat berharga dalam hidupnya dan memacarinya hanya untuk menebus rasa bersalah dalam dirinya saja.


Air matanya terus mengalir membasahi pipi, mengingat ayah ibunya, saat saat dimana ia terpuruk kehilangan orang tuanya dan video dalam ponsel itu begitu terekam sangat jelas dalam ingatannya.Ia juga mengingat betapa baiknya perlakuan Al padanya.


"Jadi semua itu bohong, Al? kau menghianati aku? kenapa tak sekalian saja kau bunuh aku Al ?!" batin Alisha begitu sakit mendengarnya.


"Sekarang kau sudah tau segalanya maka biarkan aku mempermudah jalanmu untuk menyusul orang tuamu!! Karena sekarang kakak tercintamu yang hari ini sedang bertunangan dengan kekasihnya pun tak peduli denganmu! " detik detik Alisha akan menjemput mautnya.


"Kak El bertunangan.. tanpa memberitahu.. aku " Batin Alisha lagi, ia kini begitu sangat lemas mendengar setiap kata kata yang keluar dari mulut Laras bagai panah yang terus menancap tepat di dadanya.Kini ia bukan lagi sakit fisiknya namun juga hatinya begitu hancur berkeping-keping mengingat betapa malang nasibnya saat ini.


"Dia tak sedikitpun berniat untuk mencarimu jadi apa gunanya lagi kau hidup Alisha.. (jarinya sudah siap untuk menembak kepala Alisha dengan pistol, namun Alisha tak mempedulikan apa yang kini ada di hadapannya itu, ia pun menghitung mundur sampai akhirnya..


DORRR!! DOOORRR!! (suara tembakan menggema dalam ruangan itu)


"Kak Elllll!!!! " Alisha tersadar dari komanya selama beberapa hari ini.


"Dek .. Alisha, akhirnya kamu sadar dek!! Terima kasih Tuhan kau telah mendengar doaku selama ini , Kakak mau panggil dokter dulu buat cek kamu ya! Kamu jangan banyak gerak dulu, Tunggu sebentar dek!! " El pun keluar sebentar dengan perasaan senang dan bersyukur.


Dokter pun masuk ke dalam ruangan lalu memeriksa keadaan Alisha, sementara El dan Gress menunggu di luar ruangan.


Di luar El nampak senang namun gelisah, ia mengingat kejadian beberapa detik sebelum Alisha sadar, ia sempat mengigau beberapa kata yang membuat El menyimpulkan kalau kini Alisha sudah tau kebenaran tentang orang tuanya yang meninggal beberapa tahun lalu.


"Apa benar dugaanku ini, kalau Alisha sudah mengetahui semuanya, tapi siapa yang memberitahu kan semua ini pada Alisha, sebaiknya aku harus menanyakan semua ini saat kondisi nya nanti sudah stabil.. Yang penting saat ini kondisi Alisha, aku tak peduli soal lainnya dulu.." Gumam El dalam hatinya .

__ADS_1


"Apa yang terjadi dengan El, kenapa tiba-tiba mendadak dia diam.. " lirik Gress dalam hatinya sembari sesekali memperhatikan tingkah El yang sedikit gelisah seperti memikirkan sesuatu .


__ADS_2