
"Si siapa kalian? Aku tidak kenal kalian!!! Lepaskan aku!! "
"Ehh ini handphone nya bagus nih, tapi harus kita buang untuk menghilangkan jejak!! Hahaha " Ucap salah satu pemuda sambil mengikat kedua tangan Alisha dengan sebuah tambang.
"Kenapa aku di ikat woy? Lepasin gue cepet, atau gue teriak nih! Tolong!!! Tolong!!!! "
"Teriak aja, karena hidup kamu tidak akan lama lagi!!! Hahaha! "
"Siapa yang merintah kalian semua?! Cepet jawab!! "
"Lo ga perlu tau!! Itu urusan kita kita! "
"Kita happy happy yuuu! Tubuh kamu sepertinya enak untuk dinikmati!!" goda salah satu pemuda itu dengan genitnya membuat Naura semakin ketakutan.
"jangan kurang ajar ya kalian!! lepasin gue!!! Tolong! Al tolongin gue!!! " Alisha terus berteriak sampai akhirnya mereka memukul leher Alisha dan Alisha pun tak sadarkan diri.
"akhirnya diem juga nih cewe, telinga gue rasanya mau copot dengan ocehan nih cewe! "
"cantik sih tapi cerewet banget!!! "ucap salah satunya
Salah satu pemuda itu merogoh ponsel dari sakunya sambil menelepon seseorang disana "haloo bos, wanita ini sudah kita bawa! Ternyata kau benar dia sangatlah cantik! Aku tak sabar untuk menikmatinya!! Haha, itu bagus bukan?! Baiklah kau tunggu di sana! Kita akan segera sampai! " Ucap pemuda di samping Alisha.
Namun ternyata Cello melihatnya, ia pun memerintahkan supirnya untuk mengikuti mobil yang menculik Alisha itu.
"Siapa mereka? Kenapa mereka menculik Alisha? " Batin Cello heran namun cemas.
Ia menepi sejenak dan mengambil ponsel milik Alisha yang di buang tadi oleh penculik itu lalu melajukan lagi mobilnya.
Namun si penculik pun sadar kalau mobilnya tengah diikuti oleh mobil Cello mereka pun langsung tancap gas sampai akhirnya bertemu lampu merah dan agar Cello tak bisa mengejar para penculik itu. ia pun kesal dan memarahi supirnya karena tidak bisa mengejar para penculik tadi padahal tinggal sedikit lagi namun di perempatan lampu sedang merah, terpaksa mereka harus menunggu dan akhirnya Cello pun pulang ke rumah dengan hati yang cemas bercampur kesal.
...
Pov Al
New York, Amerika Serikat
Dengan paniknya ia langsung menghubungi beberapa bodyguardnya di Indonesia dan tentu saja Steve.
"Halo Steve! "
"Iya bos ada apa, malam malam begini telfon? " Tanya Steve yang sepertinya sedang ngantuk berat.
"Pesankan tiket pesawat sekarang karena aku akan pulang sekarang! " Tegas Al .
"A apa? Sekarang? Bukannya lusa? Ko mendadak bos , ada apa? "
"Setelah itu lacak ponsel Alisha dimana, Cepat !!! Nanti gue ceritain kalau gue udah sampe di Indonesia!"
__ADS_1
"Alisha ?! (Nada heran) I iya bos, siap laksanakan! Saya pesankan sekarang! Tut tut tut.. " Telepon pun terputus.
"Bella!!! Cepat Masuk ke kamarku sekarang!" Perintah Al dalam sambungan teleponnya.
3 menit kemudian seorang pegawai yang mengurus segala keperluan Al selama di New York pun datang "Iya tuan! Apa ada yang tuan butuhkan? "
"Kemasi semua barangku sekarang! Aku akan pulang saat ini juga! "
"Sekarang? Tapi jadwal meeting besok bagaimana? "
"Cansel saja , ada yang lebih penting dari itu!! " Titah Al sambil memasukan beberapa berkas dalam kopernya.
"Cansel ? Tapi ini kan client penting tuan! "
"Kamu punya telinga tidak? Kerjakan saja apa yang saya perintahkan!! Tak perlu banyak tanya!! " Bentak Al membuat Bella menundukkan kepalanya.
"Ba baik tuan.. " Jawab Bella, ia tau kalau bos nya tengah panik, jadi ia tak mau banyak bertanya lagi, namun ia heran apa yang terjadi dengan bosnya, padahal sejam lalu saat ia mengantarkan makanan, bosnya masih santai sembari menikmati segelas wine.
"Apa yang terjadi pada tuan ya?! " Batin Bella dengan alisnya yang mengernyit.
Tanpa membuang waktu Al pun langsung turun duluan menuju lift di susul drivernya yang membawa kopernya.
"Aku harus tiba lebih cepat, aku tak tau apa yang terjadi dengan Alisha! Anak buah ku sampai saat ini belum mengabari apa pun! " Batin Al cemas memikirkan kekasihnya itu.
***
Gelas kopi yang sedang El pegang tiba-tiba saja terjatuh hingga kopinya tumpah dan gelasnya pecah. El merasa aneh, jantungnya tiba-tiba berdegup kencang tak karuan, tiba-tiba ia teringat wajah adiknya itu.
"Ada apa El? Kenapa kau seperti orang bingung begitu? " Tanya salah satu temannya.
"Em tidak, tidak apa! Saya mau ke barak dulu sebentar! Tolong panggil pak Tono untuk membersihkannya! " Jawab El mencoba menenangkan dirinya
"Oh ok gampang! " Jawab temannya lagi
Di barak..
"Apa yang terjadi dengan Alisha ya, apa dia baik baik saja? Aku akan mencoba menghubunginya! "El pun mengambil ponsel lalu menghubungi Alisha beberapa kali namun tak aktif.
" Alisha kenapa kau tak angkat syaaa.. Kak El cemas! "
"Kenapa ia tak mengangkat telfon ku apa dia masih marah padaku karena 3 hari lalu aku membela Gress, tapi tetap saja dia tak perlu sampai seperti ini! "
"Syaa.. Kamu dimana sekarang, perasaan kakak jadi gelisah gini! Aku harus bagaimana Tuhan?! " Ucap El sambil memejamkan matanya.
"Aku harap tidak terjadi sesuatu apapun pada Alisha adikku! Tolong jaga dia Tuhan! " Ucap El lagi.
El menatap foto kebersamaan dirinya bersama adiknya, dalam foto itu senyum Alisha begitu lebar menandakan ia sangat bahagia saat itu dengan posisi ia memeluk kakaknya dari samping .
__ADS_1
"Apa kakak terlalu keras sama kamu ini? Setelah kakak mengenalkanmu pada Gress sejak saat itu hubungan kita mulai renggang syaa, sampai saat ini kamu jadi berbeda , atau mungkin malah sebaliknya. Sekarang kamu bukan lagi Alisha, adik kecilnya kak El, sekarang kamu sudah besar syaa, kamu sudah bisa menentukan mana yang terbaik untuk kamu, kakak sungguh merindukan kamu, kakak rindu ketika kamu selalu menanyakan kabar kakak, menelepon kakak, membicarakan hal yang penting sampai tak penting sekalipun.. " El tersenyum tumpul mengingat masa masa itu sambil memejamkan matanya dan menempelkan ponselnya tepat di dadanya, tak di sadari air matanya sedikit menetes di pipi kanannya, ia sungguh merindukan adik tersayangnya itu.
***
Sesampainya di sebuah tempat yang mirip seperti gudang yang sudah tak terpakai, Alisha pun di bawa keluar dari mobil dalam keadaan masih pingsan lalu dibawa masuk oleh ketiga pria itu.
"Awas jangan sampai lecet, dia aset kita! " Ucap salah satu pria sambil memandangi tubuh Alisha dan tersenyum tumpul.
"Haha siap bos! "
"Setelah itu kita ikat dia di kursi itu, jangan sampai dia kabur, lalu kita tunggu bos datang besok! "
"Okey bos, gampang itumah!! Serahin aja sama kita!!" Ucap beberapa pria itu.
Keesokan harinya..
Pukul 07.30
Byurrr
Seorang pria menyirami puncak kepala Alisha dengan seember air es membuat Alisha langsung kaget dan sadar sampai sekujur tubuhnya basah oleh air es membuatnya kedinginan , bahkan bibirnya serasa setengah membeku.
"Woyy!! Bangun lu!! Molor mulu! Udah pagi nih! Cepetaann bangun!!" Bentak salah satu pria bertubuh besar.
"Si si siapa kalian? Kenapa kalian menyiram ku de dengan air es?!! Ke kenapa aku di di ikat?a aku di dimana ini? " Tanyanya sembari menggigil.
"A apa yang kalian ma mau da dariku? "
"Hahaha dia kedinginan bos!! " Ledek salah satu pria di sana.
"Sepertinya dia butuh kehangatan bos hahaha " Ledek salah satunya lagi.
"Ja jangan kurang a ajar kalian!!! siapa yang nyuruh ka kalian? " Bentak Alisha terbata bata .
"Hahaha memangnya kamu bisa apa hah? Badan, tangan sama kaki lu kan di iket! Haha, malah so soan nge bentak kita segala!! Hahaha " Ledek yang lainnya.
"Biarkan saja!! Hidup dia tak akan lama lagi, setelah bos sampai, maut akan menjemputnya!! Ayo kita jaga di depan saja!! Dan pastikan wanita ini tidak boleh kabur! " Celoteh si pria.
"ja jangan, jangan tinggalin gue di sini sendiri woy!!! le lepasin gue!! "
Namun semua pria bertubuh tegap dan besar itu pun tak mempedulikan kata kata Alisha, mereka pun melanjutkan langkah kakinyaa sambil tertawa keluar dari ruangan meninggalkan Alisha yang tengah terikat dan menggigil kedinginan. Mereka sama sekali tak memiliki rasa iba terhadap Alisha .
"Tolong!!! To Tolong!! Al tolong aku hiks.. kak El tolongin aku kak!! Si siapa yang tega melakukan se semua ini pada ku" Alisha menangis sambil menahan dingin dalam tubuhnya.
"Al kamu di mana? aku sangat membutuhkan mu, aku takut di sini Al, tolong aku pleaseee!! a aku takut..
Akankah Al menemukan Alisha? atau mungkin ada orang lain yang dapat menyelamatkan Alisha ? tunggu cerita selanjutnya ya
__ADS_1
stay terus ya 😄