Pesona Tuan CEO Dingin

Pesona Tuan CEO Dingin
Bab 37 Rumah Untuk Alisha


__ADS_3

Dalam perjalanan Alisha dan Al terus berbincang, namun Al masih belum mau jujur tentang Laras yang tengah hamil meski kini ia sudah tau tentang pesan itu dari Steve , ia merasa hatinya masih berat untuk mengungkapkan itu semua pada Alisha, meski sebelumnya ia telah berjanji pada Steve untuk berterus terang kepada Alisha. Ia takut Alisha akan meninggalkannya.


"Aku memiliki surprise untukmu honey.. " ucap Al mengalihkan pembicaraannya.


"Benarkah? Apa itu? " Tanya Alisha penasaran.


"Nanti saja.. Jika aku beritahu sekarang itu bukan surprise namanya! " Ucap Al sambil mencolek hidung Alisha, membuat Alisha menjadi malu.


Sejam kemudian..


Sampailah Al dan Alisha pada sebuah rumah mewah berlantai 4 bergaya Eropa.


"Ini rumah siapa honey? " tanya Alisha berdecak kagum


"Taraaa.. Ini rumah untukmu honey, ini hadiah pernikahan kita nanti karena kita akan segera menikah! " Ucap Al sambil menggandeng tangan Alisha , berjalan memasuki rumah itu.


"Ayolah sayang, aku tak ingin hartamu, sudah ku katakan berapa kali, aku hanya ingin dirimu! " Ucap Alisha menghentikan langkahnya lalu memegang pipi Al.


"Aku tau, itu sebabnya aku memilihmu sebagai calon ibu dari anak-anakku nanti, aku tak ingin wanita yang lain sayang! " Ucap Al sambil mengecup kening Alisha dan merangkul pinggangnya.


Mereka pun menaiki lift ke lantai 3 , sesampainya di lantai 3 berjalan ke arah balkon dan duduk di sebuah sofa sembari menatap langit-langit, melihat bulan dan bintang sambil bercerita tentang masa depan mereka kelak, merencanakan segala mimpi yang akan mereka wujudkan suatu hari nanti.


Ting! Ting! Ting!


Sang ibu (Mawar) menelepon Al, Al pun mengangkatnya.


A : halo mam


M : Kamu dimana Al, kenapa kau belum sampai di rumah nak, ini sudah malam?!


A : sorry mam aku ada urusan jadi belum bisa pulang ke rumah.


M : tapi mama sama Laras udah nyiapin surprise untuk kamu!


A : im sorry mom, nanti aku telepon lagi, disini signalnya jelek!


Tut tut tut


Al menutup sambungan teleponnya.


"Siapa honey? "

__ADS_1


"My mom! "


"Ada apa? Apa ada hal yang penting? "


"Tidak, lupakan saja, tidak ada yang penting selain kau di dunia ini honey, kita habiskan malam ini honey! Aku tak ingin ada orang lain yang mengganggu malam kita.. "


"Memangnya kapan kau akan menikahi aku? "


"Secepatnya! Aku akan mengatur semuanya, aku akan bicarakan ini pada opa dulu, setelah opa setuju, lalu aku akan membujuk ibuku! Setelah itu aku akan mengajak ibuku dan kakekku bertemu dengan kakakmu di Bandung! Kapan kak El pergi ke Kalimantan lagi? " Tanya Al


"2-3 hari lagi, itu sebabnya aku bertanya padamu! Aku tak ingin mengecewakan kak El! " ucap Alisha


"Aku juga tak mau mengecewakanmu sayang! Percayalah aku tak akan menghianati mu! " El menatap dalam mata Alisha.


"Lalu bagaimana dengan Laras? " tanya Alisha meyakinkan.


"Kau masih bertanya tentang dia, bukankah sudah ku jawab, dia itu berbohong, dia hanya ingin memisahkan hubungan kita saja! Sudahlah kau tak perlu memikirkan dia lagi! " Al berusaha meyakinkan


"Baiklah Al, tapi berjanjilah kau tak akan pernah menghianati aku sekarang esok dan selamanya! "


"Kemarin aku hampir saja kehilanganmu dan kali ini aku tak akan mau lagi kehilanganmu untuk yang kedua kalinya, Tuhan telah memberiku kesempatan dan aku tak akan menyia nyiakannya! " Al mencium kening Alisha lalu memeluknya dengan sangat erat.


Al pun menciumi bibir dan leher Alisha lalu tangannya meremas dua buah gundukan kenyal milik Alisha.


Ashhh!


Alisha mendesah karena permainan Al, Al pun mengendong Alisha dan membawanya ke kamar yang mewah dengar konsep Eropa. Al pun membuka satu persatu pakaian yang dikenakan Alisha, hingga Alisha telanjang, menyadari dirinya telanjang, Alisha pun menutupinya dengan selimut.


"Kamu begitu menggodaku honey, kau begitu seksi sekali seperti biasanya, tubuhmu selalu ada dalam fikiranku sayang! " Ucap Al sambil melepas kemejanya, membuka ikat pinggang dan melepaskan celananya.


"Aku sangat merindukan semua ini sayang, aku ingin cepat cepat menikahimu agar kau menjadi seutuhnya milikku sayang! " Al berbisik sambil menciumi telinga Alisha, membuat Alisha geli namun nikmat.


Pergulatan dua manusia itu semakin panas dan membuat suasana tidak terkontrol lagi . Tubuh Alisha dibawah kendali Al sepenuhnya.


Berkali-kali pria itu menyalurkan hasratnya pada Alisha, ******* yang keluar dari mulut Alisha terdengar begitu nikmat di telinga Al hingga mampu membangkitkan gairah pria itu secara terus-menerus.


"Ahh " Alisha mendesah


"Say my name, baby girl.. " Pinta Al sambil terus memompa pinggulnya.


"Ahh Al-bert Michael ahhh.. " Desah Alisha lagi.

__ADS_1


Sudah hampir 3 jam mereka melakukan adegan bercinta layaknya pasangan suami istri yang sedang menyalurkan hasrat dengan penuh cinta tanpa paksaan .


Pria ber karismatik itu sudah kepalang nafsu menikmati indahnya tubuh Alisha yang belum terjamah pria manapun sebelumnya kecuali dirinya.


Melihat ******* dan rintihan dari bibir Alisha membuat Al ingin membungkam bibir indah milik Alisha dengan bibirnya .


Al memberikan ******* lembut pada bibir Alisha untuk meredam rasa sakit dan perih yang masih terasa di bawah sana.


"Kau masih saja sempit baby girl! " Ucap Al


"Membuatku kecanduan dengan tubuhmu sayang.. "


Al sama sekali tak membiarkan Alisha bernafas dengan tenang. Alisha mengejang ketika sudah mencapai *******, tak bisa di pungkiri kalau permainan Al memang sungguh sangat erotis. Al pun menyemburkan beberapa kali cairan putih ke dalam rahim Alisha .


"Milikmu benar-benar sangat nikmat honey.. " Ucap Al yang terbaring lemas di samping Alisha.


Permainan pun terhenti setelah hampir 5 jam, dan akhirnya mereka pun tidur karena kelelahan.


***


Sementara di rumah Al , Laras merasa kesal karena Al tak kunjung pulang ke rumah meski 6 jam sebelumnya Laras telah mengancamnya, berharap Al akan menuruti keinginannya itu.


𝙁𝙡𝙖𝙨𝙝𝙗𝙖𝙘𝙠 𝙤𝙣 6 𝙟𝙖𝙢 𝙨𝙚𝙗𝙚𝙡𝙪𝙢𝙣𝙮𝙖..


𝙙𝙯𝙚𝙧𝙩𝙩𝙩


Ponsel Al bergetar, Laras menelepon beberapa kali namun Al tak mempedulikannya. Al memang tak memiliki rasa sayang apalagi cinta pada Laras sedikit pun. Meski mereka telah saling mengenal dari kecil namun hati tak bisa di paksa Al tak memiliki perasaan sedikit pun kecuali hanya sebagai teman, tak lebih.


Laras yang kesal pun mengancam Al lewat pesan yang dikirim padanya beberapa kali.


"𝘣𝘢𝘣𝘺, 𝘬𝘢𝘶 𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘱𝘶𝘭𝘢𝘯𝘨 𝘩𝘢𝘳𝘪 𝘪𝘯𝘪 𝘬𝘢𝘯? "


"𝘈𝘭, 𝘬𝘢𝘭𝘪 𝘪𝘯𝘪 𝘬𝘢𝘶 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘳𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘱𝘢 𝘬𝘢𝘵𝘢𝘬𝘶! 𝘒𝘢𝘶 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘱𝘶𝘭𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘦 𝘳𝘶𝘮𝘢𝘩 𝘵𝘦𝘱𝘢𝘵 𝘸𝘢𝘬𝘵𝘶 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘥𝘢𝘯 𝘛𝘢𝘯𝘵𝘦 𝘔𝘢𝘸𝘢𝘳 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘪𝘢𝘱𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘶𝘳𝘱𝘳𝘪𝘴𝘦 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬𝘮𝘶! "


"𝘫𝘪𝘬𝘢 𝘬𝘢𝘶 𝘵𝘢𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘶𝘳𝘶𝘵𝘪 𝘬𝘦𝘪𝘯𝘨𝘪𝘯𝘢𝘯𝘬𝘶, 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘶 𝘤𝘦𝘭𝘢𝘬𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘵𝘦𝘳𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢𝘮𝘶 𝘪𝘵𝘶! "


"𝘢𝘬𝘶 𝘴𝘦𝘳𝘪𝘶𝘴 𝘈𝘭, 𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘴𝘢𝘫𝘢 𝘢𝘱𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘶 𝘱𝘦𝘳𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘬𝘦𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘮𝘶 𝘪𝘵𝘶! "


Al hanya tersenyum tumpul membaca pesannya namun tak membalasnya,


𝙁𝙡𝙖𝙨𝙝𝙗𝙖𝙘𝙠 𝙊𝙛𝙛

__ADS_1


Namun ternyata Al bergerak lebih cepat dua langkah dibandingkan Laras, Al tau jika Laras akan mencelakakan kekasihnya itu, jadi Al langsung membawa Alisha menjauh dari jangkauan Laras dan anak buahnya.


𝘽𝙀𝙍𝙎𝘼𝙈𝘽𝙐𝙉𝙂..


__ADS_2