
"El besok kau jadi kan mengantarku ke bandara, aku harus mengurus segalanya.. " Tanya Gress sambil menyiapkan sarapan untuk El
"Baiklah, kau hati hati ya sayang.. Maaf aku hanya bisa mengantarmu sampai bandara, aku tidak bisa menemanimu sampai take off sayang! " Ucap El sedikit menundukkan kepalanya, memberi isyarat bahwa ia sedikit sedih.
"It's okay sayang, aku mengerti,kau tak perlu sedih, setelah selesai semua urusan, aku pasti akan kembali dan kita akan bersama lagi sayang! " Ujar Gress dengan senyum yang menawan lalu mencium bibir El.
......................
8 bulan kemudian...
Hari berlalu begitu cepat, Alisha yang awalnya tak menyukai Cello karena rumor rumor negatif nya kini mereka kian hari kian akrab itu semua karena perlakuan dan perhatian Cello pada Alisha selama beberapa bulan ini , bahkan ia sudah menjauhi Al bahkan sudah tahap untuk melupakannya, meski Al sendiri masih mencoba mengejar cinta Alisha, namun karena rasa benci yang terus di tanam oleh El membuat Alisha semakin sulit untuk menerima kembali Al. Kini bagi Alisha, kebahagiaan El adalah yang utama, ia tidak ingin kejadian masa lalu yang membuat perpecahan di antara mereka terulang kembali , karena menurutnya kini El adalah segalanya, ia memiliki banyak hutang budi pada El, itu yang membuatnya tak ingin mengecewakan kakak nya.
Apalagi sejak perbincangan saat itu di rumahnya El begitu menyetujui hubungan mereka berdua, El juga menyuruh adiknya itu untuk membuka hatinya untuk Cello, 2 bulan setelah El menyuruhnya kemudian Alisha pun menurutinya kini ia sudah mulai membuka hati untuk Cello, pria yang menyatakan cintanya sebulan yang lalu, meski Alisha belum memberikan jawaban apa pun pada Cello namun Cello yakin kalau Alisha akan menerima cintanya.
Hari demi hari di jalani bahagia oleh Alisha, ia menerima banyak cinta dari Cello meski statusnya masih belum jelas karena Alisha belum tentu menerimanya, namun tak jadi masalah untuk mereka, Alisha tetap menikmati setiap momennya saat ini meski terkadang jika ia sedang sendiri kejadian itu, ya kejadian sebulan yang lalu masih mengganggu fikirannya.
Flashback on sebulan lalu..
Seorang wanita cantik dengan dress berwarna biru muda dengan belahan rendah di dada dan punggungnya turun dari mobil elitnya sambil membawa tas kecil bermerek brand ternama di tangannya.
"Di mana Cello? " Tanyanya pada seorang Staf yang ia temui di perusahaan Cello bekerja
"Bos ada dalam non, silahkan masuk saja! " Jawab sang Staf yang mempersilahkan wanita itu masuk ke dalam ruangan bos nya.
"Oke baiklah! " Jawabnya sambil mendorong handle pintu tanpa mengetuknya ia pun langsung masuk.
"Sayang.. " Serunya
Namun ternyata di dalam Cello tengah memandangi wajah Alisha yang tak sengaja ketiduran di meja kerja Cello karena tadi sebelum pergi meeting Cello yang menyuruhnya untuk mengerjakan beberapa file di laptopnya , maklum saja karena sudah seminggu ini ia tidur tak teratur karena kerjaan yang begitu banyak membuatnya harus kerja lembur bersama dengan Cello.
"Kenapa dia ada di sini?" Bentaknya dengan amarah yang menggebu gebu
"Megan? Siapa yang menyuruhmu masuk? " Cello heran namun kaget dengan kedatangan Megan yang datang tiba-tiba karena semuanya sudah selesai beberapa bulan yang lalu
"Stttttt kau jangan berisik! Kau bisa mengganggunya.." Ucap Cello lagi pelan sambil menempelkan satu telunjuknya di depan bibirnya.
Namun hal itu membuat Megan semakin menjadi jadi, ia tak segan untuk membangunkan Alisha dengan cara yang tak di bayangkan Cello.
Brakkk (Megan menggebrak meja dengan kedua tangannya)
"Woii ******!! Bangun kau!! " Titahnya dengan emosi yang tak terbendung lagi.
"Kau fikir ini kantor nenek moyang mu hah?!! "
Sontak Alisha pun langsung terbangun dari tidurnya, ia kaget karena melihat ribut ribut ada di depannya dengan wajah Megan yang begitu marah melotot pada Alisha.
"A ada apa ini? Ma maaf pa bu saya ketiduran tadi.. Ma maafkan saya " Alisha meminta maaf atas kesalahan nya sambil menundukkan kepalanya.
"Dasar ****** murahan kau!! Pergi kau dari sini!!! Biar ku pecat kau!! " Bentak Megan lagi sambil menunjuk ke arah Alisha.
"Kenapa bu Megan bicara kasar begitu pada saya? Saya kan sudah minta maaf " Alisha mencoba memberanikan dirinya meski ia tau taruhannya pekerjaannya sendiri.
"Megann!! Tutup mulutmu itu!! " Cello membentak Megan dengan lantangnya.
"Sayang kenapa kau membela ****** itu?!! "
"Jangan panggil aku sayang lagi,dan jangan kau panggil dia seperti itu, dia memiliki nama, namanya Alisha! Dan kita juga sudah putus!!"
"Ahhh aku tidak peduli! Putus? Kapan? Aku tidak pernah mengiyakannya! "
__ADS_1
"6 bulan yang lalu!!! Sejak saat itu kita sudah putus hubungan, aku sudah bilang padamu jangan lagi mengganggu hidup ku, tapi kenapa sekarang kau malah mengacau di kantorku ! Siapa yang menyuruh mu masuk,biar ku pecat dia!! " Kesalnya
"Tapi aku tak pernah mengiyakannya! Aku masih tunangan mu Cello, jangan bilang kau berubah hanya demi wanita miskin si ****** ini !! "
"Tolong ibu jangan sebut saya dengan kata itu lagi, sudah cukup dari tadi saya diam dengan hinaan ibu!! " Ucap Alisha membela dirinya.
"Aku tak perlu jawaban darimu! Jika aku sudah memutuskan maka kau tak bisa mengubah keputusan ku, bukankah kau tau seperti apa diri ku?!! " Bentaknya Cello yang sudah tak bisa menahan amarahnya lagi.
"Diam kau ****** murahan!! " Seru Megan dengan lantang.
"Permisi pa, sepertinya ini bukan urusan saya, saya keluar dulu! Saya tidak mau ikut campur dengan masalah kalian.." Saat Alisha baru melangkahkan kakinya, Megan dengan cepat menghampirinya lalu menamparnya sampai Alisha tersungkur ke lantai.
Plak!!! (Bunyi tamparan yang begitu keras mendarat di pipi mulus Alisha)
"Ini semua gara gara kau ****** murahan!! " Ucapnya dengan puas
Cello yang tak terima dengan perlakuan mantan kekasihnya itu langsung memanggil security lewat panggilan teleponnya .
"Megan cukup!!!! Pergi kau dari sini!!" Cello menampar Megan hingga pipinya terlihat merah , membuat Megan berhenti dan meneteskan air matanya, tak lama security pun datang untuk membawa Megan keluar.
"Cello sampai kapan pun aku tak akan menerimanya!!! Camkan itu!! " Ujarnya sebelum ia di seret keluar oleh kedua security , namun Cello mengabaikan perkataan Megan, karena menurutnya Megan tak ada apa-apanya di banding penjagaanya yang begitu ketat.
Ia langsung menolong Alisha yang masih tersungkur di lantai lalu mengobati lukanya sambil meminta maaf padanya.
"Saya minta maaf atas semua kejadian ini, seharusnya kamu tidak menyaksikan semua ini Alisha! " Ujar Cello sambil mengobati luka di pipi Alisha
"Aww Saya yang seharusnya minta maaf pa " Lirih Alisha
"Tidak.. Kau tidak salah apapun di sini! Sudahlah sebaiknya kita lupakan kejadian ini! " Titah Cello
"Jika saya boleh bertanya, bagaimana hubungan pa Cello dengan bu Megan? "
"Sudah saya bilang kan, jika kita sedang berdua, panggil saja nama tidak perlu formal! "
"Sebenarnya semuanya sudah selesai 6 bulan yang lalu namun entah mengapa sekarang Megan datang lagi.. "
"Apa itu karena aku? " Tanya Alisha pelan
"Bukan, sudahlah kau tak perlu memikirkan hal yang tidak penting, intinya hubungan ku dengan Megan atau wanita mana pun itu sudah selesai di 6 bulan yang lalu, dan kau bisa percaya padaku, pegang omongan ku! " Ucap Cello dengan tatapan serius membuat Alisha luluh dan mengiyakan perkataan Cello, Alisha melihat ketulusan dan kejujuran di mata Cello, ia berharap semoga semuanya benar.
Flashback off
...****************...
Di sebuah Club di hotel bintang lima
Di sana terlihat sekelompok pria tampan tengah asyik menikmati beberapa botol wine termahal di dunia, salah satunya ialah CEO tunggal dari Adinata Group, tiada lain ialah Albert Michael Adinata, wajahnya nampak kusut namun masih terlihat tampan dan keren, terlihat sekali ia sedang memikirkan beban yang begitu berat.
"Sudahlah bro..jangan lo minum terus, ini sudah botol ke delapan yang kau minum!! Lo udah mulai ngga sadar!" Ucap salah seorang pria yang menemaninya minum juga ia juga seorang CEO dari salah satu perusahaan lain.
"Haha.. Gue masih cukup untuk sadar brooo.. " Jawabnya dengan kesadaran yang hanya 20 persen.
"Okelah, have fun ya! "
"Okey siap.. Haha" Jawab Al lagi
20 menit kemudian
Kini Al kesadaran Al hanya tinggal 5 persen lagi , bicaranya pun sudah ngelantur tidak jelas , lalu ia pergi dari club itu sambil membawa sebotol wine menuju parkiran untuk mengemudikan mobilnya, dengan kesadaran yang minim.
__ADS_1
Sepanjang perjalanan ia meracau sambil menyebut nama Alisha, ia membawa mobil tak beraturan, melaju sesuka hatinya.
......................
POV Alisha
Alisha sedang membereskan laptopnya karena ia akan segera pulang.
"Sudah jam 9 malam, sebaiknya aku harus segera pulang, kak El pasti menungguku di rumah , aku harus ke ruangan Cello dulu untuk memberitahunya bahwa aku akan pulang.. " Setelah selesai mengemasi barang barangnya ia pun beranjak dari kursinya lalu berjalan ke ruangan Cello .
Tok tok tok!
"Masuk " Ujar Cello dari dalam ruangan.
Alisha pun mendorong handle pintu lalu masuk.
Belum Alisha mengatakan sapatah kata pun,Cello langsung berbicara "Oh kau Alisha, sudah mau pulang ya? Maaf aku tidak bisa mengantarmu, pekerjaan ini sangat penting dan aku harus mengurusnya, tapi aku akan menyuruh driverku untuk mengantarmu hingga depan rumah! "
"Ti tidak perlu, aku akan pulang sendiri! Sebelumnya terima kasih Cello !" Bantah Alisha dengan halus
"Ini sudah malam Alisha, bagaimana jika terjadi sesuatu padamu, seperti waktu itu! "
"Tidak, lagi pula aku sudah memesan taksi online, 5 menit lagi dia sampai! "
"Apa kau yakin? "
"Yes, aku yakin, jangan pulang larut malam okey! " Ucap Alisha dengan senyumnya yang manis
"Ohoho baik tuan putri.. Hati hati di jalan, jika sudah sampai rumah kabari aku! "
"Okey " Jawabnya sambil menyatukan telunjuk dan jari jempolnya membentuk huruf O.
Alisha pun keluar dari ruangan Cello lalu berjalan ke lift untuk turun ke lantai 1 , suasana memang sudah sepi hanya beberapa orang yang lembur saja yang masih terlihat di ruang kerja mereka tengah sibuk dengan laptopnya. Sesampainya di lantai satu ia pun menyapa satpam yg setia menunggu di depan pintu keluar, kurang lebih dua menit lagi taksi online tersebut sampai , ia pun berjalan maju menunggu di pinggir jalan.
Tit tit tittt!!
Suara klakson dari jauh dengan cahaya mobil menyorot ke arah Alisha berdiri saat ini, mobil mewah itu pun memberhentikan mobilnya tepat di hadapan Alisha.
" Bukankah ini salah satu mobil Al? " Gumamnya dalam hati.
Seorang pria turun dari mobilnya dengan kemeja berwarna hitam dengan 3 kancing terbuka dari atas menunjukkan dada bidangnya yang begitu mulus menambah kesan kagum pada dirinya.
Ia berjalan sempoyongan ke arah Alisha.
"Hai Alisha! "
"Al, kenapa kau kemari? Mulutmu juga bau alkohol, apa kau sedang mabuk? " Tanya Alisha sambil menutup hidungnya
"Aku ingin menemuimu! Kenapa kau menghindari aku? Aku sudah menerima dan menghukum diriku selama 8 bulan ini, apa masih belum cukup? "
"Al, sebaiknya kau pulang, ini sudah malam Al! "
"Aku tak bisa melupakanmu Alisha! I need you baby! " Tak lama ia pun terjatuh ke depan tubuh Alisha, membuat Alisha kewalahan karena menopang tubuh Al yang lebih tinggi darinya itu.
Alisha pun memapah Al yang masih bisa sedikit berjalan meski tertatih untuk masuk ke mobilnya, ia mendudukan Al di kursi depan sebelah kiri, sementara dirinya di sebelah kanan.
Setelah di mobil tak lama Al pun tertidur, hal itu membuat Alisha khawatir dengan kondisi Al saat ini.
"Al aku tak tau kalau ternyata keadaanmu sampai seburuk ini! " Ia berbicara dalam benaknya lalu melajukan mobilnya.
__ADS_1
"Aku harus membawa Al kemana sekarang? Apa ke rumah ku? Tapi tidak mungkin,ka El pasti akan menghajarnya habis habisan, aku tau kalau kak El sangat membenci Al,tapi aku harus bagaimana, apa aku harus membawa Al ke rumahnya? Tapi bagaimana jika aku bertemu dengan ibunya, ini hanya akan membuat masalah saja,seandainya Steve masih ada di sini,aku pasti akan membawanya padamu Steve,terkadang di saat situasi ini aku merindukanmu Steve, kau yang selalu ada untuk ku namun sekarang kau sudah tak di sampingku , im sorry Steve karena aku terlalu banyak merepotkan dirimu.. " Ucap Alisha
Lalu kemana Alisha akan membawa Al dengan kondisi yang sudah full tak sadarkan diri? Tunggu kelanjutannya di episode selanjutnya, jangan lupa komen dan like yaa 😊 , biar author makin semangat nulisnya , buat kalian jangan lupa jaga kesehatan ya semangat 💪