Pesona Tuan CEO Dingin

Pesona Tuan CEO Dingin
Bab 40 Kamu Kemana Saja?


__ADS_3

Di Rumah Alisha


Pukul 06.00 pagi


"KAU SIAPA?!! DIA ADIKKU !!!" Racau El dengan mata yang masih menutup.


"KEMBALIKAN ADIKKU ATAU KU TEMBAK KAU!! " Racau El lagi


"TIDAK!! JANGAN COBA COBA MENCELAKAINYA!!" El semakin emosi sampai badannya bergetar dan berkeringat dingin.


EL masih mengigau "TIDAKK! "


Gress yang tengah lewat pun langsung membuka pintu El karena mendengar teriakan El, ia pun berusaha membangunkan El "El! bangun sayang! Ada apa El!! El!! ".


El berteriak semakin histeris "TIDAK!! TIIIIDDDAKAKKK!!! "


Gress mengguncang guncang tubuh El untuk membangunkannya "El ! Bangun! "


"ALISSSHHHAA!!! " El terbangun sambil berteriak nama adiknya.


Gress pun mengambil minum ke dapur untuk El, lalu memberikannya pada El yang baru saja bangun dari mimpi buruknya dengan wajah dan tubuh yang berkeringat seperti habis mandi saja "Ini El minum dulu! Ada apa El ? Aku mendengar teriakanmu dari tadi, aku takut kau kenapa kenapa El! "


El pun minum dan duduk di ranjangnya, berusaha menjawab pertanyaan Gress dengan terbata bata "A-aku bermimpi tentang Alisha! "


"Ada apa dengan Alisha? " Tanya Gress panik


"Aku bermimpi kalau seseorang akan mencelakainya, dia seorang wanita, aku tidak tau dia siapa, tapi kali ini aku sungguh takut Gress, jantungku berdegup sangat kencang! " Jelas El dengan panik.


"El tenanglah ini hanya mimpi, nanti siang juga Alisha pasti pulang! Kau hanya terlalu berlebihan memikirkan dia, itu sebabnya kau bermimpi buruk El! Tenanglah! " Gress menenangkan El sambil mengelus dada El.


"Aku harap juga begitu Gress, aku harap ini hanya sebuah mimpi bukan sebuah pertanda yang akan jadi nyata! " Jawab El sambil mengatur nafasnya lagi.


"Sebaiknya kau mandi dulu setelah itu kita sarapan, aku sudah membelinya tadi! " Ucap Gress mencoba menyudahi pembicaraan mereka.


Namun El melamun masih memikirkan mimpi itu, "El tenanglah! Percayalah padaku itu bukan seperti yang kau fikirkan saat ini, Alisha akan baik baik saja! "


"Iya Gress aku harap begitu! Semoga perkataanmu itu benar! Aku sangat mencemaskannya! "


El mengecek ponselnya "Ponselnya pun masih belum aktif! " Ucap El.


Gress menarik kedua sisi pipi El lalu menatao matanya dalam dalam,"Mungkin saja baterai nya habis! Ayolah El berfikir positif saja! Aku tak ingin karena kau terlalu memikirkan semua ini, itu akan mengganggu kesehatanmu El, aku tak ingin itu El! Aku mohon El! "


"Sha.. Kamu dimana? Kakak harap ini semua bukan pertanda buruk yang Tuhan kirim untuk kakak, kakak harap kamu baik baik saja dimana pun kamu berada, gara-gara mimpi ini, kakak jadi sangat mengkhawatirkanmu Alisha! Alisha kau dimana? Pulanglah dek!! Pulanglah dengan selamat! " Batin El berbisik dalam hatinya.


El pun menganggukan kepalanya seakan meng iyakan permohonan Gress. Ia pun beranjak dari ranjangnya lalu pergi ke kamar mandi.


***


Sore hari pukul 15.00


Al dan Alisha berpisah di depan perusahaan Adinata.

__ADS_1


"Honey im sorry, aku nggak bisa mengantarmu pulang karena aku harus meeting karena tadi pagi aku membatalkannya,tapi tenang saja biar pak Dodo yang akan mengantarkanmu pulang dengan selamat! "


"Ayolah honey, kau tak perlu cemas, aku akan baik baik saja, kau tak perlu khawatir! "


"Sesampainya di rumah , kau harus mengabari aku sayang! Keselamatan mu kini sedang terancam, aku tak ingin sesuatu terjadi padamu! " Al memegang tangan Alisha bersungguh sungguh.


Mereka pun saling berpelukan sebelum mereka berpisah karena Alisha ingin buru buru pulang, ia tau kalau kak El pasti sedang mencemaskan dirinya. Meskipun El tak memberitahu dirinya tapi Alisha merasakannya, ikatan batin mereka sangatlah kuat.


Driver Al datang untuk menjemput Alisha "Non Alisha, mobilnya sudah siap! "


"Aku harus pergi dulu Al, jaga dirimu baik baik! "


"Iya honey, kau juga! Pak ingat pesanku tadi!! "


"Baik Tuan! Saya akan mengingatnya! " Ucap sang driver sambil membukakan pintu mobil untuk Alisha.


Sang driver pun masuk mobil dan melajukan mobilnya.


3 jam kemudian Alisha sampai di rumahnya.


Tok tok tok!


Alisha mengetuk pintu namun tak ada yang menjawabnya.


"Apa di rumah tidak ada orang?! " Alisha bertanya pada dirinya sendiri.


Alisha pun mencari kunci rumah di bawah keset dan pot tapi tidak ada. Ia pun melihat ponselnya namun mati .


Tiba-tiba tetangga samping rumah Alisha pun lewat, namanya bu Mina ia seorang janda anak satu.


"Bu! Bu Mina! " Panggil Alisha melambaikan tangannya ke arah wanita itu.


"Eh Alisha, ada apa nak? " Wanita itu spontan menoleh


"Eum apa bu Mina tau kemana kak El pergi ? mungkin bu Mina lihat gitu! "


"Oh El, tadi dia pergi bersama wanita entah siapa dia! " Jelas bu Mina


"Sejak kapan kak El pergi? Em jam berapa perginya? " Tanya gadis ini beruntun.


Wanita itu melihat jam di tangannya "Mungkin sudah 4 jam yang lalu, mungkin sebentar lagi juga pulang! Kamu boleh tunggu di rumah ibu jika kamu mau! "


"Eum tidak usah, Alisha tunggu di sini saja bu! Terimakasih infonya bu!"


"Baiklah kalau begitu , ibu duluan ya Alisha! " Ucap bu Mina melangkah lagi.


"Silahkan bu! " Ucap Alisha sembari tersenyum ramah.


***


"Shaaa! Alishaa!! " ucap seorang pria menampar kecil pipi gadis cantik itu seraya membangunkannya.

__ADS_1


Gadis itu membuka matanya perlahan , menatap pria bertubuh sixpack nan tampan itu yang kini ada di hadapannya. Belum sempat gadis itu menjawab, si pria langsung memeluk tubuh wanita itu dengan erat sembari meneteskan air matanya, seakan si pria takut kehilangan gadis itu.


"Alisha, kakak sangat mengkhawatirkanmu! kamu dari mana saja? kakkakk sangat merindukanmu, kakak takut sesuatu buruk menimpamu! kenapa kau tak peduli tentang kekhawatiran kakak?!! " ucap pria itu sambil memeluk erat


"kak El, maaf.. " ucap gadis polos yang terharu dengan kata-kata pria itu, ia mengingat setiap perbuatan yang ia sembunyikan di belakang pria yang ternyata kakaknya sendiri.


"Kau tak tau kan betapa cemasnya kakakmu ini! kenapa kau seakan tak peduli itu?! " El masih memeluk adiknya seakan itu pelukan terakhir .


"Kak El maafkan Alisha, Alisha tidak akan mengulanginya lagi kak, kakak jangan marah! "


"taukah kamu, kakak sangat takut kehilanganmu, kamu satu-satunya harapan kakak de! kakak ga bisa maafin diri kakak kalau ada sesuatu yang buruk menimpamu Alisha!!"


El terdiam, mendengar kata-kata itu membuatnya teringat peristiwa saat Alisha masih Smp.


Flashback on


Di sebuah pemakaman keluarga, seorang gadis tengah menangis merintih kesakitan, ya.. hatinya sungguh terasa sakit karena kepergian orang tersayang yang dibilang begitu cepat sampai ia merasa syok dan belum ikhlas . Ia baru tau kalau ternyata tanpa orang tuanya hidupnya terasa hampa, terasa gelap, tak ada lagi senyum canda tawa dalam dirinya.


Ia pun beranjak dari tempat peristirahatan kedua orang tuanya sambil mengambil setangkai bunga mawar yang tumbuh di atas makam itu berfikir kalau mawar itu pemberian ayahnya untuknya , berjalan tak tau arah seakan separuh jiwanya hilang bersama dengan kepergian kedua orang tuanya.


Hujan pun turun dengan derasnya, tapi gadis kecil ini masih berjalan dengan tatapan mata yang kosong, menabrak apa saja yang ia lalui, tangannya berdarah karena ia menggenggam tangkai mawar yang berduri dengan sangat erat, lututnya berdarah karena ia terjatuh di jalan berbatu pemakaman tadi.


Namun ia tidak menyadari semua luka itu, hatinya kali ini sangatlah rapuh, bahkan hancur patah berkeping-keping, baju seragamnya sudah kotor dan basah, matahari pun sudah tenggelam, waktu sudah menunjukan pukul 18.48 hujan pun sudah berhenti namun pakaiannya masih basah, ia masih berjalan bahkan kini ia sudah berada di jalan raya, lampu yang menyorot dari mobil pun tak menyadarkan dirinya.


Tet! Tettttt!!


suara klakson mobil dengan kecepatan tinggi menuju ke arah gadis kecil itu.


seorang pria berseragam putih abu dengan sigap menarik gadis kecil itu sambil berteriak "ALISHAAAA!!! " dan mereka pun jatuh bersamaan di pinggir jalan.


Namun gadis kecil dengan tatapan kosong itu masih belum menyadari akan peristiwa yang hampir menghilangkan nyawanya itu.


"Alisha!! ini kak El!! kamu kemana saja? kakak sangat cemas, kakak mencarimu kemana-mana! "


El pun melihat seragam yang kini jadi lusuh dan basah dengan tangan dan lutut yang berdarah.


"Alisha sadarlah, ini kak El! kenapa kamu jadi seperti ini Alisha! hiks hiks " El pun menangis tak kuasa melihat adiknya jadi seperti itu.


"taukah kamu, kakak sangat takut kehilanganmu, kamu satu-satunya harapan kakak de!kakak ga bisa maafin diri kakak kalau ada sesuatu yang buruk menimpamu Alisha!!" "


Flashback off


"kak El.. kak El!!! kakak kenapa? kenapa kakak diam saja?! " tanya Alisha membangunkan El dari kenangan itu.


"Ti Tidak! " El gugup


"kak mau maafin Alisha kan?! " tanya Alisha lagi


"Berjanjilah untuk tidak membuat kakakmu ini cemas lagi ya! " ucap El sambil mengacak-acak rambut adiknya itu dengan gemas.


"Kakak tunggu kamu di meja makan! kita akan makan malam bersama-sama! " El beranjak dari tempat tidur Alisha lalu pergi.

__ADS_1


"iya kak Alisha menyusul! " ujar Alisha.


__ADS_2