Pesona Tuan CEO Dingin

Pesona Tuan CEO Dingin
Bab 19 Hari Terakhir Di Adinata


__ADS_3

Beberapa hari setelah Al menyatakan perasaannya kepada Alisha, Al terus saja berusaha untuk membuktikan keseriusannya bahwa ia ingin menjalin hubungan dengan Alisha , mulai dari menjemputnya setiap pagi di depan kosan , mengajaknya makan siang bersama , memberikan beberapa hadiah meskipun Alisha tidak berulang tahun , dan banyak lagi namun Alisha selalu berusaha menolak dan masih belum memberikan jawabannya , ia masih saja bungkam dan terus mencoba menjauhi diri dari Al.


Steve dan Rini pun merasa aneh dengan kelakuan Alisha semenjak pulang dari Bali.


Rini pun bertanya tentang apa yang terjadi kepada Alisha, ia pun menceritakannya agar Rini mengerti karena Alisha bingung tidak tahu harus bercerita pada siapa lagi , Rini yang sahabat Alisha pun mencoba memberi saran agar mencoba untuk menerima Al. Rini bilang bahwa Alisha tidak akan tahu apa yang akan terjadi apabila Alisha tidak mencobanya, apalagi Alisha sendiri memiliki perasaan yang sama terhadap Al.


Steve yang heran pun bertanya pada Al hingga akhirnya ia mengetahui dari Al bahwa Al telah menyatakan cintanya pada Alisha merasa hatinya patah, namun Al pun mengatakan bahwa Alisha belum menjawab perasaannya tersebut, Steve pun merasa bisa sedikit bernafas lega, Steve berharap bahwa Alisha akan menolaknya .


Steve yang mengetahui bahwa Alisha belum menjawab perasaan Al, terus saja mendekati Alisha berharap Alisha akan jatuh dalam pelukannya . Steve tau bahwa ini peluang untuknya agar bisa mendapatkan hati Alisha. Setiap hari Steve terus mencobanya, berusaha agar Alisha menjauhi Al meski itu secara perlahan, dan terbukti usaha Steve pun berhasil, hari demi hari Alisha mulai menjauhi Al hingga hari ini di hari terakhir Alisha bekerja di perusahaan Adinata Alisha lebih dekat dengan Steve dibanding dengan Al, namun di hari terakhir Alisha di Adinata semua prediksi dan usaha yang Steve lakukan akan sia-sia.


Pukul 09.00 di kantor Adinata.


"Hari ini adalah hari terakhirmu magang di Adinata.. dan kinerjamu juga bagus maka aku akan memberikan nilai A di surat magang kuliahmu.. dan gajimu akan di transfer oleh bagian keuangan pukul 11 siang nanti.." Kata Al kepada Alisha.


"Sebelumnya terima kasih banyak pak.. Saya bisa menyelesaikan tugas magang ini dengan baik itu semua juga berkat bantuan pak Al.."


"No.. No.. No.. Itu bukan berkat Al.. Tapi itu berkat dirimu sendiri Alisha!! " Ucap Steve yang baru saja datang.


"Pak Steve.. " Kata Alisha


"Alisha.. Kinerja mu sungguh baik di perusahaan ini.. Percayalah kepada ku Alisha.. " Kata Steve sambil tersenyum tipis.


"Steve.. Apa ada yang mengajakmu bicara? Kau baru saja tiba dan langsung mengoceh begitu saja?! " Kata Al sedikit kesal.


"Oh Al.. Ayolah jangan terlalu serius brother, ini masih pagi.. Santai saja.. "


Wajah Al yang terlihat kesal dengan omongan Steve.


"Oh ya Alisha, hari ini kan hari terakhir kamu magang di sini, aku punya sedikit hadiah untuk kamu, tapi bukannya nanti di kossan aja, jangan di sini yaa.. " Kata Steve sambil menyodorkan sebuah kotak di meja Alisha.


"Duh.. Pak Steve.. Kayanya ini ngga perlu deh.. Aku fikir ini terlalu berlebihan, dan ngga enak juga di lihat karyawan yang lainnya.. "Kata Alisha berusaha menolak.


"Alisha pleaseee.. Ayolah.. Masa aku perlu berlutut biar kamu mau terima kado dari aku.. " Kata Steve.


"Yaudah iya deh.. Makasih ya pak Steve.. Jadi ngerepotin nih.. "


"Ngga ko Alisha kan kamu sahabat aku.. " Kata Steve sambil tersenyum menatap mata Alisha.


"Ehemmmm... Ada gue kali disini.. " Kata Al memecah suasana.


"Yeeee... Gitu amat sih.. Haha " Ujar Steve sambil tertawa


"Lagian tumben amat sih lo segitunya sama karyawan, apalagi karyawan magang!! " Ungkap Al


"Apa salahnya sih Al? karyawan magang juga kan manusia.. Sama seperti kita,makanan mereka juga sama seperti kita makan nasi, kayanya lo sinis banget sama gue Al.. " Kata Steve menegaskan dan menyindir pada Al.


"Ya mungkin karena saya gadis rendah jadi ngga pantas untuk mendapatkan sesuatu apalagi yang spesial dari atasannya pak Steve.. " Kata Alisha.


"Ya bukannya begitu Alisha, karena setau saya Steve ini bukan tipe orang yang seperti itu.. Dia tipe pria yang cuek pada wanita.. " Kata Al menjelaskan.


"Kau tidak tahu saja Al.. Terkadang kita bisa bersikap berbeda jika sedang jatuh cinta.. " Kata Steve.


"Ya sudahlah apa katamu saja, oh iya Alisha nanti pukul 14.00 kita meeting, kamu temui saya di ruangan saya.. " Ujar Al seakan mengabaikan perkataan Steve.


"Baik pak!! " Kata Alisha


***


Siang ini panas begitu teriknya, suasana kota Jakarta yang memang setiap hari memang panas, siang ini entah mengapa seperti 3 kali lipat lebih panas dari biasanya.


Alisha yang sedang makan siang di sebuah warteg sebrang kantornya melihat dari kejauhan ada seorang ibu membawa anaknya sedang memulung botol dan gelas plastik di sisi jalan lalu duduk di pinggir trotoar jalan, sepertinya mereka ingin istirahat sejenak . Alisha pun merasa iba hingga ia pun memesan 2 nasi bungkus dan 4 minuman lagi dan beberapa roti untuk ibu dan anak yang sedang duduk itu.


Selesai memesan, Alisha pun segera mendatangi pemulung tersebut dan berbicara pada mereka dengan sopan.


"Permisi.. Maaf saya mengganggu ibu dan adeknya, tadi saya lihat dari sana ibu dan adenya sedang mengambil gelas dan botol plastik.. Adeknya usia berapa tahun de? "


"Iya neng benar.. Sudah 6 tahun neng, ada apa ya?"


"Ini tadi saya abis mampir ke warung makan , dan ini saya belikan untuk ibu dan adeknya nasi , minum, dan beberapa roti.. Semoga bermanfaat untuk ibu dan adeknya.. " Kata Alisha dengan nada yang sopan.

__ADS_1


"Aduh neng Ya Allah terima kasih banyak ya neng.. Semoga neng mendapatkan rejeki yang berlimpah, kesehatan, dan panjang umur amin 🙏 .. " Ucap ibu tersebut mendoakan.


"Sama-sama bu.. Saya pamit dulu ya bu.. Hati-hati dijalan ya bu.. " Kata Alisha lagi ramah.


"Iya neng terima kasih.. " Ucap si ibu sekali lagi.


Alisha pun menyebrang dan segera masuk ke dalam kantor. Namun tak di sangka dari sebrang Al melihatnya dan sekali lagi Al belajar dari Alisha tentang kehidupan, namun Alisha tidak mengetahuinya.


Al semakin merasa kalau Alisha adalah wanita yang cocok untuk dirinya. Wanita yang Tuhan takdirkan untuknya. Al yang merasa kalau gaji Alisha sangat kecil saja bisa berbagi kepada orang lain, itu seperti hal yang sangat istimewa baginya.


"Sepertinya aku tidak salah jatuh cinta pada gadis blasteran itu, selain rupanya yang cantik begitu pula dengan hatinya sangatlah cantik.. Ternyata opa benar kita harus mencari tahu lebih banyak tentang seseorang yang kita cintai agar kita tidak salah melangkah.. Dan ternyata pilihanku tidak salah, hatiku tidak salah jatuh cinta padanya.. " Kata Al lagi sambil tersenyum .


"Al!! " Steve menyapa yang datang dari kejauhan.


"Sedang apa kau disini? Mari kita makan siang! " Kata Steve sambil memegang pundak Al.


"Emm.. Tapi.. " Kata Al


"Ayolah Al.. Akhir akhir ini aku melihatmu sangat sibuk sekali! "


"Baiklah Steve.. Sekarang pukul 12.30 ,sejam lagi aku akan meeting bersama Alisha.."


"Ayolah Al,ini tidak akan lama, Aku akan menyuruh security untuk mengambil mobilku di parkiran.. "


"Baiklah Steve!! " Kata Al lagi.


***


Di Restoran


"Mas!! " Kata Steve melambaikan tangannya memanggil sang pelayan restoran.


"Saya pesan seperti biasa, lo pesen apa Al? "


"Mango Jus aja! " Jawab Al singkat


"Are you seriously, ngga ada yang lain Al? " Tanya Steve.


"Ouww okay.. Cukup mas!! "


Dan setelah mencatat semua pesanan, sang pelayan pun pergi untuk membuat pesanannya.


"Steve.. " Kata Al


"Yappp.. "


"Gue fikir lo mungkin bakal ngomongin satu hal yang serius? "


"Yah.. Gue cuman mau nanya aja sih.. "


"Soal apa? "


"Alisha!! "


"Emmm.. "


"Apa lo bener bener mencintai Alisha setulus dan sepenuh hati lo? "


"Iya Steve, gue sangat sangat sangat mencintai dia sepenuh hati gue.. "


"Apa dia udah ngasih jawabannya ke lo? "


"Belum.. Gue masih nunggu jawabannya Steve!! "


"Lo tau perasaan gue ke Alisha? " Tanya Steve pada Al


"Gue tau.. Lo suka juga sama Alisha kan? "


"Dari mana lo tau Al? " Tanya Steve heran

__ADS_1


"Gue tau dari cara lo natap mata Alisha, dari cara lo memperlakukan Alisha, gue udah tau itu sejak lama Steve.. " Jawab Al


"Kalau memang Alisha juga mencintai lo, gue bakal mundur dan coba ngiklasin lo sama Alisha, tapi kalau misalkan Alisha nolak lo, lo harus relain Alisha deket sama gue atau mungkin jadian sama gue, karena gue bakal berusaha ambil hatinya juga dan lo ngerti maksud gue kan!! " Kata Steve menjelaskan .


"Emm... Iya Steve gue mengerti!! "


"Kita akan bersikap seperti pria sejati!! " Kata Steve


***


Pukul 14.00


Tok! Tok! Tok!


Alisha mengetuk pintu ruangan Al, menyadarkan Al yang sedang melamun di ruangannya.


"Iya!! Masuk.. " Kata Al dari dalam ruangannya.


"Ada apa Alisha? " Kata Al lagi bertanya pada Alisha.


"Bukankah kita harus pergi meeting di hotel Aston pak? Sekarang sudah pukul dua siang.." Kata Alisha.


"Oh iya.. Saya lupa Alisha, kalau begitu mari kita berangkat sekarang! Semua yang dibutuhkan sudah kamu siapkan kan? "


"Sudah pak Al.. File nya ada di laptop ini.. " Kata Alisha sambil menunjukkan laptopnya.


Lalu mereka pun pergi meninggalkan ruangan Al menuju parkiran. Disini hati Al merasa gelisah, ia memikirkan apa yang Steve katakan tadi, ia khawatir jika Alisha akan menolaknya. Alisha pun menyadari kegelisahan Al sedari tadi, Alisha pun berfikir mungkin Al gelisah karena hari ini hari terakhirnya ia bekerja di perusahaan Adinata Group dan belum juga menjawab pertanyaan Al saat Al menyatakan cinta padanya hingga saat ini. Alisha pun berfikir lagi mungkin ini waktu yang tepat untuk Alisha menjawab pertanyaan Al tersebut.


***


Di mobil ..


"Emm.. Pak Al.. Boleh saya saja yang menyetir? Sepertinya pak Al sedang gelisah memikirkan sesuatu.. " Kata Alisha memulai pembicaraan.


"Emmm.. Baiklah.. Saya memang sedang ada sesuatu yang sedang difikirkan.. "


Mereka pun bergantian duduk, dan Alisha pun akhirnya menyetir.


"Emm.. Pak Al.. Apa saya boleh bertanya? "


"Yah Alisha, kenapa tidak? "


"Apa yang sedang pak Al fikirkan sampai pak Al merasa gelisah seperti itu? Emm.. Tapi.. Jika pak Al tidak ingin menjawabnya tidak apa.. "


"Sebenarnya.. Emm.. Tidak.. Tidak ada Alisha.. "


"Emmhhh.. Baiklah.. Oh ya ada satu pertanyaan lagi.. Apa pertanyaan pak Al saat di wahana itu masih berlaku? "


"Tentu Alisha, aku sangat menunggunya hingga detik ini.. Kapan kau akan menjawabnya Alisha? "


"Hari ini.. Saat ini.. Detik ini.. "


"Oh ya? Apa jawabannya Alisha? "


"Aku sudah memikirkannya dengan matang dan aku menjawab YA!!! "


"Hah? Ini beneran Alisha? Thanks yaa.. Alisha.. Aku janji ngga akan pernah menyakiti kamu sedikit pun.. Im promise Alisha.. Thanks yaa kamu memberikan jawaban yang sangat aku ingin selama ini.. Ngga sia-sia aku menunggu lama.. "Sambil mencium pipi Alisha dan memeluknya dengan tersenyum bahagia.


"Duh.. Pak Al.. Happy sih happy but plis aku lagi nyetir pak.. "


"Oh iya... Maaf ya sayang.. Sekarang ke pinggir dulu biar aku aja yang nyetirnya.. "


Lalu Alisha pun menepikan mobilnya lalu bergantian menyetir dengan Al.


"Sayang.. Sekarang kita ngga perlu meeting, aku akan menyuruh Steve untuk menggantikannya, dan kita akan menghabiskan waktu kita hari ini.. " Kata Al yang kegirangan sambil memegang tangan Alisha.


"Tapi pak.. "


"Ishhh...Jangan pak dong.. Kan kita udah jadian sayang.. "

__ADS_1


"Emm iyadeh.. Sayang.. " Kata Alisha tersenyum.


Al pun membalas senyuman Alisha dengan wajah yang sangat bahagia. Begitu bahagianya Al saat Alisha mengatakan itu, mereka pun jalan-jalan, makan, bermain permainan di mall, nonton di bioskop yang di sewa Al hanya untuk mereka berdua dan banyak lagi hal seru lainnya yang mereka lakukan bersama-sama. Hari ini adalah hari bahagia yang Al tunggu selama ini, hari yang tidak akan pernah terlupakan oleh Al dan Alisha.


__ADS_2