Pesona Tuan CEO Dingin

Pesona Tuan CEO Dingin
Bab 49 Alisha Di Temukan!


__ADS_3

"Sekarang kau sudah tau segalanya maka biarkan aku mempermudah jalanmu untuk menyusul orang tuamu!! Karena sekarang kakak tercintamu yang hari ini sedang bertunangan dengan kekasihnya pun tak peduli denganmu! " detik detik Alisha akan menjemput mautnya.


"Kak El bertunangan.. tanpa memberitahu.. aku " Batin Alisha lagi, ia kini begitu sangat lemas mendengar setiap kata kata yang keluar dari mulut Laras bagai panah yang terus menancap tepat di dadanya.Kini ia bukan lagi sakit fisiknya namun juga hatinya begitu hancur berkeping-keping mengingat betapa malang nasibnya saat ini.


"Dia tak sedikitpun berniat untuk mencarimu jadi apa gunanya lagi kau hidup Alisha.. (jarinya sudah siap untuk menembak kepala Alisha dengan pistol, namun Alisha tak mempedulikan apa yang kini ada di hadapannya itu, ia pun menghitung mundur sampai akhirnya..


DORRR!! DOOORRR!!


Belum sempat Laras menembak Alisha, seseorang menembak Laras dari belakang tepat mengenai kepala dan dadanya, ia pun terjatuh hingga mengeluarkan banyak darah lalu akhirnya ia tewas di tempat.


Ya, dia adalah Cello, sebenarnya Cello sudah datang sejak beberapa menit lalu, namun saat ia ingin menembak Laras, ia mendengar apa yang akan di katakan Laras hingga akhirnya ia mendengarkan semuanya lalu di saat yang tepat ia pun menembaknya dan tepat sasaran.


Cello berlari ke arah Alisha dan membuka ikatannya.


"Alisha bertahanlah, aku di sini!! " Cello kasihan melihat kondisi Alisha saat ini.


"Boss , terima - kasih - banyak , aku berhutang budi pada mu , terima kasih juga karena" Ucapnya sambil tersenyum menguatkan diri


"Sudah mau datang - untuk ku! Aku bisa pergi - dengan - tenang sekarang " Ia pasrah akan hidupnya saat ini


"Alisha kau jangan banyak bicara, nanti kau kehabisan darah!! Aku akan membawamu ke rumah sakit,kau akan baik baik saja, percayalah!" Ucap Cello begitu iba melihat Alisha yang sudah terkulai lemas.


Tiba-tiba Al datang bersama anak buahnya dan Steve, mereka kaget karena Cello tau lebih dulu keberadaan Alisha di banding dirinya.


"Laras?! " Ia kaget ketika melihat Laras yang sudah tak bernyawa di lantai bersimbah darah, namun ia lebih sedih ketika melihat kondisi Alisha yang juga mengenaskan lemah tak berdaya, matanya pun hampir menutup. Kini tenaganya sudah terkuras habis dan tak tersisa membuatnya semakin lemah dan lemah.


Al pun menggendong Alisha, sesaat setelah Cello membuka ikatannya, namun saat di bawa dalam pangkuan Al, saat itu juga Alisha tak sadarkan diri karena ia belum makan beberapa hari dan seluruh tubuhnya yang luka akibat cambukan dari Laras.


"Sayang bertahanlah! Aku akan membawamu ke rumah sakit! Kau akan baik baik saja! Percayalah aku tak akan meninggalkanmu lagi sayang!! "


Cello tak bisa berbuat banyak meski ia yang lebih dulu menyelamatkan Alisha , ia hanya bisa melihat Al menggendong Alisha dalam pangkuannya dari kejauhan meski hatinya sedikit iri melihat Al menggendong Alisha ke dalam mobilnya. Setidaknya sekarang ia tau banyak tentang Alisha dan hubungannya bersama Al yang mungkin saja tidak akan lama lagi.


DI RUMAH SAKIT


"Bagaimana ini semua bisa terjadi Steve?! Sudah ku duga Laras biang dari semua masalah ini! Jika sampai terjadi sesuatu pada Alisha, akan aku hancurnya kerajaan bisnis milik ayahnya itu!! "


"Sekarang dia sudah tiada bos, Cello menembaknya hingga nyawanya terenggut"


"Baguslah, memang itu yang harusnya ia dapatkan, karena dia berani beraninya menyiksa kekasihku bahkan nyaris membunuhnya! "


"Setidaknya , kau harus berterima kasih juga pada musuh bebuyutan mu bos! "


"Maksudmu? "


"Arcello Vyom Atmadja! Jika dia terlambat semenit saja mungkin nyawa Alisha yang melayang bukan nyawa Laras! "


"Kau benar , nanti akan ku temui dia! Steve beri tahu El kakaknya soal kondisi Alisha, mungkin saat nanti ia sadar ia akan menanyakannya! " Titah Al.


...


Pov El


"Akhirnya kita resmi bertunangan ya sayang! Kamu bahagia kan, dan bulan depan kita akan menikah! " Gress memamerkan cincinnya.

__ADS_1


"El jawab aku! Kamu mau punya anak berapa? Anak pertama cewe atau cowo dulu ya? "


"Deran Alvians Elmanico! "Dengan nada yang sedikit tinggi


"Perasaanku rasanya aneh, apa karena Alisha tak ikut dalam acara bahagiaku ini ya? Kakak minta maaf karena tidak mengabarimu tentang semua ini Syaa, kakak takut kamu tak akan menyetujuinya, kakak tau kalau rasa benci kamu begitu besar pada Gress! Tapi kakak terlanjur mencintainya Syaa, kakak minta maaf! " Batin El dengan perasaan yang gelisah.


"Elllllll!!!!!! " Sekali lagi Gress berteriak


"I iya, ada apa Gress? "


"Kenapa kau begitu gelisah? Aku sedang berbicara dengan mu dari tadi! "


"Aku memikirkan Alisha"


"Alisha, Alisha, Alisha dan Alisha! Yang akan hidup bersama mu itu aku bukan Alisha, Alisha juga akan mengerti kenapa kita tidak memberitahunya, dia sudah dewasa El! Dia pasti akan baik baik saja di sana! Kau tak pernah terlalu memikirkan dirinya! "


"Tapi ponselnya belum aktif sampai saat ini! "


"Biarkan saja, dia memiliki banyak kesibukan! "


"Gress mengertilah, Alisha adikku satu satunya! "


"Aku tau El, tapi tak selamanya kau mengabdikan hidupmu untuk Alisha! Kau juga harus memikirkan tentang masa depanmu! "


"Bukan mengabdikan, dia itu adik ku satu satunya Gress, sampai kapan kau terus bersikap seperti ini pada adikku hah? Apa kau cemburu?!"


"YA YA YA,aku memang cemburu bahkan iri melihat kemesraan kalian, Kau lebih menyayangi dia di banding aku yang jelas jelas akan mendampingi hidupmu selamanya! "


Dzerrrttt


Dan itu membuat pertikaiannya bersama Gress terhenti, ada nomor tak di kenal menelponnya. Awalnya ia tak ingin menjawabnya namun nomor itu terus menelepon.


"Halo! Iya saya El, ada apa? Hah? Alisha di rumah sakit?! Baik saya segera kesana! Mungkin saya akan sedikit lama karena harus memesan pesawat , saya titip adik saya tolong jaga dia sebelum saya tiba, terima kasih banyak! "Seketika wajahnya menjadi panik,El pun menutup sambungan teleponnya lalu meninggalkan Gress masuk ke dalam rumah untuk pamit pada orang tua Gress .


"Ada apa El? Jawab aku El! Elmanico !!" Namun El mengabaikan pertanyaan Gress.


Setelah pamit ia pun pergi dengan mobilnya untuk izin pulang pada komandannya. Gress yang kesal karena lagi lagi El lebih mempedulikan Alisha di banding dirinya, padahal seharusnya hari ini hari bahagia untuk El dan dirinya. Gress yang kesal pun langsung masuk ke kamarnya sembari membanting pintu kamar dengan sangat keras, membuat ayah ibunya kaget terheran heran. Untung saja semua tamu nan kerabat sudah pulang.


***


Pov Cello


Ia duduk termenung di atas kursinya yang nyaman sambil melihat ke arah jendela. Ia menyuruh anak buahnya berjaga di depan pintu ruangan agar tak ada yang masuk ke dalam ruangannya. Nampaknya saat ini ia masih mengingat kejadian tadi di gedung kosong itu, tempat Alisha di sekap dan di siksa oleh Laras.


"Aku ingin tau bagaimana kabar Alisha sekarang, apa dia sudah sadar atau belum?"


"Aku masih ingat saat wanita itu mengatakan semuanya pada Alisha, dari matanya begitu terlihat banyak kesedihan atas penghianatan yang si brengsek itu lakukan padanya, aku juga baru tau kalau ternyata Alisha itu kekasih si brengsek itu, dan wanita tadi yang aku tembak itu tunangannya! F*ck kau Al, benar benar bejat kau!!! " Cello meracau sendiri.


Kringgg ! (Suara telepon masuk di meja kerja Cello)


"Halo! Polisi? Ok suruh masuk ke ruanganku sekarang! " jawabnya santai.


"Sudah ku duga untung saja semuanya sudah aman terkendali! " Batin Cello dengan senyumnya yang tumpul.

__ADS_1


Tak lama datanglah 3 orang polisi ke ruangan Cello, mereka datang atas laporan orang tua Laras yang tak terima kalau anaknya di bunuh oleh Cello. Meski tak ada bukti kuat yang mengatasnamakan Cello, maka Cello pun tak takut, karena semua barang bukti di tkp sudah di singkirkan oleh anak buah Cello, maka di sini yang bersalah tetaplah Laras. Begitu cerdiknya Cello sudah mengatur semuanya dengan matang.


***


Sejak tadi Al belum beranjak dari depan ruangan ICU tempat Alisha di rawat kini, ia terus menunggu dengan sabar berharap Alisha masih dapat di selamatkan.


"Sampai kapan aku harus menunggu Alisha, kapan kau akan sadar?aku sangat mencemaskan mu! " Tanya Al pada dirinya sendiri.


"Alisha im sorry" Al terus menyalahkan dirinya atas apa yang menimpa Alisha kini.


"Bos, El sudah dikabari tadi, sebaiknya bos makan dulu saja! "


"Bagaimana aku bisa makan ketika wanita yang aku cintai berada di ujung tanduk nasibnya, aku tak tau sampai kapan ia terbaring tak sadarkan diri seperti ini?!! Bagaimana Steve?!! " El menarik kerah kemeja Steve


"Tenang bos tenang, dokter sedang berusaha yang terbaik untuk Alisha, setidaknya ia sudah mencoba bertahan, lukanya sangat parah bahkan lambungnya pun kosong karena tidak ada asupan makanan yang masuk , sabar saja dulu, ia pasti akan baik baik saja! " Steve lagi lagi mencoba menenangkan bosnya itu.


Tak lama Rini yang baru pulang dari kantor pun menyempatkan datang untuk menemui sahabatnya itu setelah mendapat kabar dari Steve.


Namun saat ia melihat Al menarik kerah Steve, ia pun perlahan mundur, tapi Steve dan Al sudah terlanjur melihat kedatangannya.


Steve pun menggenggam tangan Rini tanpa di sadari "mari ikut aku ke kantin! "


Rini tak menjawab, ia hanya mengikuti Steve sambil melihat tangannya yang terus di genggam Steve meski tanpa di sadarinya namun itu membuat jantung Rini berdegup sangat kencang.


"Rasanya mau meledak jantung gue ini!! Mimpi apa gue semalem, hari ini dia pegang tangan gue dan kita sedeket ini lagi,Ya Tuhan ini sungguh JACKPOT buat gue hahaha" Racaunya dalam hati sambil tersenyum malu.


Sesampainya pintu kantin Steve baru menyadari kalau ia memegang tangan Rini sejak tadi "ehh sorry gue ga sadar, em kita duduk di sana aja! " Sambil menunjuk salah satu meja yang kosong dan mereka pun memesan makanan dan minuman.


"Ma maaf pak Steve, sebenarnya apa yang terjadi, kenapa Alisha bisa ada di ruang ICU? "


"Panggil saja aku Steve lagi pula ini sudah bukan jam kantor lagi kan! " jawab Steve mencoba mencairkan suasana.


"hehe o oke Steve.. " Rini tersenyum malu


"Emm E A Alisha di culik , di sekap dan di siksa " jawab Steve namun Rini langsung memotongnya


"What ? Di culik? Dia kan udah gede, kok di culik sih? Apa karena dia cantik kali ya? Terus siapa yang berani beraninya siksa dia, ya ampun Syaa ada ada aja sih, kenapa sih ga pernah ada yang seneng liat lu bahagia! Terus siapa yang nyekap dia pak?biar saya santet orangnya!!"


"Laras "


"What si nenek lampir itu? Kok bisa sih?emang bener bener ya tuh nenek lampir ga ada abis abisnya, terus aja berbuat jahat sama sahabat gue!"


Steve pun menceritakan semuanya pada Rini, mau bagaimana pun Rini adalah sahabatnya Alisha sama seperti dirinya kini.


"Gila sih ntu orang emang parah jahat banget! sebel banget gue sama dia!! kalau dia ada di hadapan gue , gue hajar,gue botakin tuh kepalanya!untung aja sekarang dia udah mampus! " geramnya ia setelah mendengar cerita Steve.


.


.


.


See you next episode

__ADS_1


__ADS_2