Pesona Tuan CEO Dingin

Pesona Tuan CEO Dingin
Bab 44 Ajakan Rio


__ADS_3

Tok! Tok! Tok!


"Alisha , bagaimana jadi kan ? " Tanya Rio


"Kemana Rio? " Tanya Alisha lagi sambil mengerutkan alisnya.


"Kita ke Club malam, aku, Fris, Mona dan Bela, kalau John tidak ikut karena shif malam hari ini! " Ajak Rio


"Ke Club malam untuk apa Rio? "


"Ayolah Alisha, kita harus merayakan keberhasilanmu masuk di perusahaan itu, bukankah kita sudah membicarakannya tadi saat aku mengenalkanmu pada semua penghuni kost di sini? "


"Emm tapi.. "


"Please, semua sudah ready, hanya tinggal kau saja, ayolah Alisha ! "


"Emm baiklah .. " Jawab Alisha mengiyakan ajakan Rio dan teman teman kost lainnya.


***


Sesampainya di Club Malam..


Di sinilah Alisha, tempat yang belum pernah ia datangi sebelumnya . Meski sebenarnya ia ingin menolak karena ia tak pernah pergi ke tempat seperti ini, namun mau bagaimana lagi ia tak mungkin mengecewakan teman teman yang baru ia kenal , apalagi mereka kost di tempat yang sama.


Mona dan Rio yang sangat bersemangat ternyata sudah sering ke tempat seperti ini. Rio dan Mona pun memesan minuman . Sambil menunggu Rio dan Mona yang memesan minuman , mataku tak henti hentinya memperhatikan orang orang yang ada di sekitarku. Dan sepertinya ini memang Club yang terbilang elit , terlihat dari pakaian yang dipakai oleh orang orang yang datang ke tempat itu. Pakaian yang bermerk , jauh dari pakaian yang Alisha kenakan saat ini.


Alisha meraba pakaian yang ia kenakan "duh gue jadi minder nih liat mereka semua, perasaan baju gue paling jelek di sini deh, mungkin itu kali ya alesannya tuh cowo cowo pada liatin gue, karna baju gue yang jelek kali ya! " Batin Alisha.


"Ini minumanmu Sha! " Ucap Rio sembari meletakkannya di hadapan Alisha.


"Duh, gue ga berani minum yang gini yo, apalagi ini kadar alkoholnya tinggi , bisa-bisa gue mabok ntar! " Ucapnya tersipu malu.


"Hahaha tenang aja .. Selow.. Ini ngga akan bikin lo teler berat, teler bentar mah wajarlah namanya juga di club, kalo ngga mabok ngga asik Shaa!! Ayolah minum Shaa!! " Ucap Rio sambil menyodorkan minuman itu ke depan mulut Alisha.


"Iya Shaa ayo dong, si Bela sama Mona aja udah abis 4 gelas noh!! " Ujar Friss.


"Apalagi gue udah abis 6 gelas, tapi gue masih segar bugarrrr kan!! Hahaha " Rio tertawa lagi.


"Iya Sha, masa lo mau ngecewain kita sih! Ayo dong minum.. Minum.. Minum.."


Akhirnya Alisha pun meminumnya meskipun ia sangat gugup.


"Minum lagi dong!! " Ucap Rio sambil menuangkannya dalam gelas.


Alisha pun meminumnya terus menerus hingga saat gelas ke 5 , ia pun mulai tak sadar. Bicaranya mulai ngelantur, pada gelas ke 8 pandangannya mulai kabur namun ia masih tetap lanjut minum.


Di sini Friss dan Rio, mereka sudah berpencar entah kemana, hanya Bela dan Mona yang terlihat tengah asyik bergoyang berbaur dengan pengunjung yang lainnya menikmati suara musik yang lumayan keras dan memekakkan telinga.


Tiba-tiba Alisha pun turun dari kursinya mencoba menghampiri Mona dan Bela yang terlihat samar samar dalam pandangannya. Alisha pun menabrak seorang pria dan tak sengaja mencium bibirnya lalu terjatuh dalam pelukannya.Tanpa basa basi pria itu langsung berbisik di telinga Alisha "hey Sweety , apa yang kau lakukan di sini? " Mata mereka beradu pandang.


"Ha Halo! A a ak aku.. " Jawab Alisha yang sudah sempoyongan , ia tersenyum lalu pingsan tak sadarkan diri.


Lelaki di depannya terus memperhatikannya, dia tak segan segan melihat dengan tatapan yang cukup aneh . Dia pria yang tampan dan menawan meski berada di tempat yang cahayanya sedikit redup namun ketampanannya tetap terlihat.

__ADS_1


***


Triinngg... (Bunyi dering ponsel Alisha)


Trrriinggg..


Trrriinngggg..


"Aduhhhhh brisikk banget sihh!!! " Alisha yang baru tersadar pun terganggu dan menutup telinganya.


Ia mencari ponselnya dengan tangan kirinya.


"Halo!! "


"Ini sudah jam berapa? Kenapa kamu belum sampai di kantor?! "


"Ke kantor?! " Alisha langsung tersadar dan melihat jam yang ada di dinding tepat di hadapannya.


"Hah? Jam 9?!!! Iya pak saya ke sana sekarang!! " Alisha langsung menutup teleponnya dan menyingkapkan selimutnya dan ternyata ia sudah dalam keadaan hanya memakai dalaman saja.


"Apa yang terjadi denganku semalam? Kepalaku juga sangat pusing sekali!" Ucap Alisha sambil memegang kepalanya mencoba mengingat apa yang telah terjadi pada dirinya semalam.


***


Seminggu kemudian..


POV Steve


"Bagaimana kabar Alisha sekarang yaa, rasanya sudah lama ia tak menghubungi ku, kapan aku bisa melepaskan perasaan ini ya! " Ucap Steve sambil mengemudikan mobilnya.


"Apa yang kau lakukan di sini? "


"Eh pak Steve! Saya harus mengantarkan semua ini ke pak Rudolf, dia akan meeting 30 menit lagi di hotel Melati, tapi ban mobil saya kempes jadi saya sedang menunggu taksi! "


"Kalau begitu bareng saja , kita searah kok! "


"Beneran pak? "


"Cepetan! Keburu saya berubah fikiran nih! "


"Iya iya, hehe!! " Rini tersenyum sumringah, hatinya sangat senang karena bisa semobil bersama orang yang ia cintai selama ini.


Di dalam mobil Rini masih tak percaya, ia pun melihat dan memperhatikan isi dalam mobil tersebut.


"Oh begini ya rasanya naik mobil orang kaya , baunya aja wangi bener!! Mana kursinya aja cuman 2 ! Irit amat haha!! Tapi bener bener keren nih mobil, mimpi apa gue bisa naik mobil mevah apalagi di temenin sama ayang beb Steve yang kece badai, duh berasa mimpi gueh!! Sumpah gamau bangun gue dari mimpi ini!! " Ucap Rini dalam hatinya.


"Woy!!! Kenapa kamu senyum senyum sendiri?!! " Tanya Steve heran melihat Rini.


"Eh em engga pak hehe!! Mobil pak Steve bagus banget, keren hehe!!! " Rini mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Gimana kalo gue jadi istri dia ya, waduh berasa jadi tuan putri dah gua!! " Batin Rini lagi berandai andai.


"Rin.. "

__ADS_1


"Rini!! "


"Eh.. Apa pak?!! "


"Saya boleh nanya? "


"Boleh dong, apa sih yang ngga buat pak Steve, apa pun Rini kasih deh! " Ucap Rini dengan suara pelan


"Apa? Maaf saya ngga denger! " Ucap Steve menatap Rini.


"Aduh mana di liatin sama si tampan pula, ya ampun cakep bener sih lu Steve, pengen gue bungkus ke rumah dah!! " Batin Rini tersipu dengan ketampanan Steve.


"Emm boleh pak Steve, mau tanya apa? Saya pasti akan jawab dengan senang hati! "


"Kamu masih suka kontekan sama Alisha? "


"Iya suka, emang kenapa pak? "


"Gimana kabar dia? "


"Alhamdulillah sehat wal afiat ngga ada yang kurang satu pun! "


"Kapan kamu terakhir ketemu dia? "


"Kemaren! "


"Kemarin? Dimana? "


"Loh bapa belum tau? Dia kan udah pindah lagi ke Jakarta! "


"Loh bukannya dia masih di bandung? "


"Dih.. Bapa ketinggalan berita nih, dia udah semingguan di Jakarta, sekarang dia kerja gitu, tapi saya lupa dia kerja di pt apaan gitu dah! " Jelas Rini.


"Tapi kenapa Al belum tau tentang ini ya?! " Batin Steve.


"Emangnya kenapa pak? "


"Oh ngga, ngga apa apa! "


"Pak.. Kapan kapan boleh ga saya numpang mobil bapa lagi? "


"Hah?! Emm bo boleh.. "


"Hehe makasih ya pak! Pak Steve baik banget deh, saya pikir pak Steve baiknya cuman sama Alisha doang! "


"Hah?! Haha.. " Steve tertawa mendengar perkataan Rini


"Kenapa? Ada yang lucu kah? Ko pak Steve ketawa sih? " Tanya Rini heran, karena ia fikir tak ada yang salah dengan kata katanya.


"Pak Steve masih nyimpen perasaan sama Alisha ngga sih? " Celetuk Rini membuat Steve tersedak.


"Ekk kk ko kamu bisa tau? "

__ADS_1


"Ya elah saya kan sahabatnya Alisha, kan pak Steve juga tau, saya satu satunya temen cewe Alisha, jadi dia curhat apapun ke saya lah!! " Jelas Rini, membuat Steve terdiam mendengar perkataan Rini.


Akankah Rini dan Steve akan jadian? Tunggu kisah mereka berdua dalam cerita selanjutnya ya..


__ADS_2