Pesona Tuan CEO Dingin

Pesona Tuan CEO Dingin
Bab 54 Kabar Untuk Al


__ADS_3

El masuk ke ruangan tempat Alisha di rawat bersama Gress sambil bergandengan tangan setelah dokter mengecek dan memberitahu keadaannya .


"Syaa.. " El mendekati Alisha yang masih terbaring di ranjangnya , namun Alisha menutup matanya sambil menghela nafas memperlihatkan wajah kecewa pada kakaknya yang sejak kemarin mengkhawatirkan dirinya.


"Kakak bersyukur kamu udah sadar.. " El menggenggam tangan Alisha namun Alisha malah menepisnya.


"Syaa , aku seneng banget sekarang kamu udah sadar, aku sama El nungguin kamu di sini berhari hari, cuma untuk kamu Alisha " Ungkap Gress mencoba mendekati Alisha namun Alisha memalingkan wajahnya pada arah lain, berlawanan dari hadapan Gress.


"Syaa, kakak tau kamu kecewa sama kakak! "


"kakak ngga tau apa aja yang udah aku lewati selama ini tanpa kakak.. kakak hanya mempedulikan wanita ini dari pada keselamatan aku! " ujar Alisha dalam hatinya.


"Kak aku pengen sendiri dulu! " Ucap Alisha sambil posisi masih memalingkan wajahnya.


"Syaa kakak minta maaf.. Tapi bukan kaya gini caranya, kamu jangan menghindar dari kakak! "


"Please kak! " Titah Alisha lagi dengan tangan kiri meremas sprei di ranjangnya. Gress yang melihatnya pun segera membujuk El untuk keluar ruangan.


"Sayang ayo kita keluar dulu, Alisha butuh waktu untuk sendiri ! " Gress membujuk El sambil memegang lengan El, membuat Alisha muak melihatnya meski hanya dengan ujung matanya.


"Tapi aku pengen di sini, aku pengen nemenin Alisha! dia kan baru aja sadar, aku ngga mau ninggalin dia lagi!" El bersikeras namun akhirnya ia keluar bersama dengan Gress.


"nanti kita temui dia lagi setelah dia tenang sayang "


Di luar


"Kenapa kamu bawa aku keluar? " Bentak El pada kekasihnya.


Gress menariknya untuk duduk di depan kursi tunggu "Alisha butuh waktu sendiri sayang, dia masih syok dengan kejadian yang sudah menimpanya kemarin, seharusnya kamu yang lebih tau kondisi hati Alisha dibanding aku! " Jelas Gress sambil menatap El lalu mengajaknya duduk.


"Aku.. Aku .. Hufft!! " El menghela nafasnya seolah ia menahan beban yang begitu berat.


"Aku bukan kakak yang baik buat dia, aku udah banyak ngecewain dia, aku juga sempat ngga peduliin dia dengan semua kesibukan aku sampai akhirnya dia kaya gini, berat buat dia maafin aku Gress.. " El menundukkan kepalanya, matanya begitu berkaca kaca mengingat momen ketika ia begitu sering mengecewakan Alisha akhir akhir ini.


"El it's okay, Alisha pasti akan mengerti ,aku yakin itu, ini hanya perlu waktu, semua pasti akan membaik .. " Gress menenangkan El dalam pelukannya.

__ADS_1


"kakak sungguh minta maaf dek, kakak bakalan perbaiki semuanya, hanya kamu keluarga satu satunya yang kakak miliki, kakak ngga mau kalau hubungan kita seperti ini, ini memang salahku, semua salahku!! " gumamnya dalam hati, tanpa sadar ia mengepalkan tangannya.


...----------------...


Hamparan luas perkebunan teh di sore hari yang memanjakan mata menambah kesan romantis dengan pemandangan yang sangat indah menjadikan mereka merasa dunia ini milik berdua.Karena udaranya yang dingin Alisha merasa kedinginan .


‘’sayang dingin..’’


‘’sini sayang aku peluk ..’’ Al pun memeluk Alisha dari belakang dan mereka pun duduk diatas mobil menikmati pemandangan yang memanjakan mata.


Alisha duduk di pangkuan Al ,tangan Al melingkar di pinggang Alisha ,begitu pun Alisha memegangnya dengan mesra.


‘’romantis banget ya suasananya honey ..’’ ucapnya sembari tersenyum.


‘’iya sayang ,rasanya aku pengen memberhentikan waktu saat ini ..aku ngga mau momen kita saat ini berlalu gitu aja ..’’


‘’honey , kita bisa lakuin ini kapan aja kan ,kamu ga perlu cemas gitu !’’ ucapnya sambal mengelus tangan Al dengan mesra , namun Al seperti cemas akan sesuatu.


Al menyingkirkan rambut Alisha yang menghalangi lehernya lalu Al mengecup leher Alisha dengan mesra dan tangannya bermain di bukit kembar milik kekasihnya itu.


Shhhh


Emhhhh


******* lolos keluar dari mulut Alisha dengan merdunya membuat Al semakin ingin menikmatinya.


‘’sayang pindah yuu ,jangan di sini ..’’


‘’iya sayang ,aku takut ada orang yang melihat kita bermesraan di sini !’’ Al pun membawa Alisha ke sebuah hotel yang letaknya tak jauh dari sana.


Di sepanjang perjalanan Al terus membuat rangsangan pada Alisha ,ia mengelus paha indah Alisha lalu menyusup ke dalam sana ,mengelus sesuatu yang masih tertutup kain berenda berwarna merah muda.


‘’emmmhhh’’


‘’ashhhh’’

__ADS_1


‘’eghhh ,sayang udah dong ntar aja ashhhh kalau emmhh udah sampe hotel , aku jadi ng nga ngga tahan gini ‘’ namun Al mengabaikannya karena ia memang senang ketika melihat Alisha seperti ini ,ia sengaja meneruskan permainannya di bawah sana membuat Alisha kewalahan menahan gejolak hasratnya yang terus menggebu gebu ,rasanya ia ingin segera sampai di hotel.


‘’Ashhh, yang aku udah ga kuat !!’’ ucapnya sambil meremas bajunya yang masih ia kenakan.


‘’sabar sayang ini udah sampe kok ,aku parkirin mobil dulu ‘’


Mereka pun masuk lalu check in setelah itu masuk ke dalam lift ,di dalam lift taka da orang selain mereka berdua,mereka pun berciuman di dalam lift ,hingga pintu lift terbuka .


Lalu mereka pun melepaskan ciumannya setibanya di depan pintu kamar hotel ,lalu Al mebuka kuncinya dan menutup pintu kamar hotel itu lagi ,sepertinya hasrat mereka berdua sudah di ujung tanduk hingga saat di dalam mereka berdua langsung melepas seluruhnya dan membuangnya ke sembarang arah tanpa ada yang menempel satu pun dan kembali berciuman.


Alisha merebahkan badannya di atas ranjang dan menarik Al hingga mereka memulai aksi pergumulan yang begitu sengit .


Dzerrrttt dzerrrtt dzerttttt


Tiba tiba ponsel Al bergetar dalam saku celananya membuatnya terbangun dari momen tadi yang ternyata hanya mimpi indahnya , ternyata itu panggilan dari anak buahnya yang ia tugaskan untuk berjaga di rumah sakit memantau perkembangan Alisha


"Dimana aku? bukankah tadi aku di hotel bersama Alisha?! ahh sial ternyata hanya mimpi!! " ucap Al sambil menggisik matanya.


‘’ishhh ada apa dia menelepon ku ,ganggu saja padahal mimpiku sedang indah !!’’ gerutu Al sambal mengambil ponsel itu dari sakunya yang sudah bergetar dari tadi.


‘’ halo bos ?’’


‘’ada apa ?kau ini ganggu saja !!”ucapnya dengan ketus


“maaf bos saya hanya mau melapor bos !!! Alisha sudah sadar bos !’’ jawabnya


“A apa ?! Ba Bagaimana keadaannya ?apa dia sudah sadar ?emm maksud saya lukanya bagimana ?” ekpresinya begitu exited ,terlihat sekali kalau ia begitu senang mendengar kabar kondisi Alisha .


“Lukanya masih cukup parah , sepertinya ia juga masih syok tentang kejadian pada saat itu , dokter bilang fikirannya masih terguncang atas penyekapan paksa waktu itu bahkan ia sampai menyuruh kakaknya untuk keluar dari ruangannya !’’


“Kasihan sekali dia, ok pantau terus dan dan jika ada apa apa kabari aku !’’ perintahnya


“ baik bos siap laksanakan !’’ ucapnya sambal menutup sambungan teleponnya.


‘’aku minta maaf sayang karena sampai saat ini aku harus masih harus menghindarimu demi kebaikanmu juga !! Tapi aku belum tau apakah kau sudah mengetahui kebenaran itu atau belum, jika kau sudah tau rahasia yang selama ini aku tutupi maka kau pasti tidak ingin bertemu dengan ku lagi, maka dari itu aku akan memantaumu terus dari jauh sampai waktunya tiba!’’ gumam Al dalam hatinya, wajahnya begitu lemas .

__ADS_1


__ADS_2