
Sebulan kemudian..
Tok! Tok! Tok!
"Iyaa.. Sebentar.. " Jawab seseorang dari dalam rumah yang tak lama membukakan pintu.
"Alisha kau sudah pulang! "
"Kak El, kok jam segini udah pulang? " Tanya Alisha sambil melirik jam tangannya yang baru menunjukkan pukul 3 sore.
"Iya nih, kaka mau nganter ka Gress ke klinik "
"Emang kak Gress kenapa? Apa dia sakit ?" Tanya Alisha khawatir
"Ngga ko, kamu liat ini deh! " Gress yang baru datang dari dapur langsung memberikan sesuatu pada Alisha.
Ia pun segera membuka sesuatu di balik bungkus berwarna biru itu"Tespek? Garis dua?Kak Gress hamil? " Tanya Alisha lagi
"Heem, are you happy?" Jawab Gress sambil tersenyum bahagia menahan haru.
(Oh iya sedikit info guys, 5 bulan lalu El dan Gress sudah menikah yaa, dan kini Gress bekerja sebagai dokter di salah satu rumah sakit daerah Jakarta, ia sengaja pindah agar bisa menemani El yang sementara tugas di Jakarta)
"Are you serious? ini ngga bercanda kan? " Decak kagum Alisha tak percaya menahan haru nan bahagia
"Omg kak El ini beneran? " Alisha meyakinkan lagi
"Beneran dong shaa " Jawab El begitu bahagia
"Im very very serious!! " Jawab Gress semangat
"Berarti sebentar lagi aku bakal jadi aunty dong ka! horeee " ia loncat loncat saking gembira mendengar berita kebahagiaan kakaknya.
"Iya dong.. "
"Yuhuuuu , im very very happy kak, udah berapa bulan kak? " Tanya Alisha exited
"Belum pasti, Makanya ini kaka mau cek ke klinik! "
"Kenapa ngga ke rumah sakit aja ka? "
"Kaka cuma di kasih izin bentar de, seengganya buat mastiin dulu aja! Yaudah kak El sama ka Gress pergi dulu yaa "
"Iya kak hati hati! Bawa kabar baik yaa!!"
"Doain yaa !! " Gress tersenyum sambil mengedipkan sebelah matanya
"Pasti !! " Alisha mengacungkan jempolnya tanda setuju
"Syaa kunci pintu loh, kalo kamu mau pergi kabarin kaka dulu! "
"Siap bos! " Jawab Alisha dengan gembira sambil menutup pintu.
__ADS_1
El dan Gress pun segera masuk mobil dan melajukannya.
Di dalam rumah Alisha sungguh excited karena ia akan memiliki keponakan, bahkan ia langsung melihat beberapa pernak pernik bayi di sebuah aplikasi di ponselnya.
Tok! Tok! Tok!
Suara seseorang mengetuk pintu di depan rumah.
"Perasaan baru juga pergi, tapi ko kak El udah pulang lagi sih! Apa ada yang ketinggalan ya " Tanpa pikir panjang ia pun segera membuka pintu.
"Kak El ko udah pulang lagi sih bukannya.. Eh Al , ada apa? " Belum sempat ia menyelesaikan kata katanya , pria itu membuat Alisha mematung dengan kehadirannya.
"Tadi aku lewat sekitar sini jadi aku sengaja mampir dulu ke sini, boleh kan? " Tanya pria itu.
"Ma mau apa?! Kamu tau kan kalau kak El benci banget sama kamu, kalau dia tau dia bisa marah besar, apalagi liat kamu datang ke rumahnya.. "
"Oh jadi ini rumahnya El , ko panik banget sih kamu, kamu khawatir kalo aku dan El bakalan berantem ya? Segitu cemasnya sih kamu! " Al pun melangkah masuk meski tanpa di pinta .
"Bu bukan gitu, kamu kan tau kalau kak El marah kayak gimana! "
"Aku tau, aku sangat sangat tau! Aku dengar kamu bakalan tunangan ya sama Cello? "
"Ka kamu ta tau dari mana? " Tanya Alisha sedikit kaget
"Kamu lupa aku siapa? Aku dan Cello itu berada di tingkatan yang sama, hanya saja sifat kami yang berbeda!rumornya begitu buruk, kau pasti sudah mendengarnya "
"Apa maksud kamu? Jangan coba coba untuk merubah keputusan ku ! Aku tau mana yang terbaik untukku dan hidupku!"
Alisha langsung memotongnya "Aku fikir aku tidak perlu tahu, itu masalah kalian berdua, dan aku fikir juga itu hanya masa lalu kalian tidak ada hubungannya dengan ku! Dan sebaiknya jangan campuri urusanku, apa kau lupa dengan perkataanku sebulan lalu di hotel? Bukankah waktumu hanya 2 minggu saat itu, ini sudah sebulan maka kau harus menepati janjimu!" Tegas Alisha
"Kau belum tau siapa dia yang sebenarnya! Biar ku beri tau, Cello itu tipe orang yang jarang bercinta dengan satu wanita berturut-turut , dia sering menyetubuhi banyak wanita , fantasinya juga sangat liar , aku juga yakin ada sesuatu di balik ke akraban El dan Cello , pasti ada rahasia yang belum terpecahkan! Mungkin saja mereka berdua memiliki rencana yang tidak kau ketahui.."
"Stopp! Pergilah dari sini, sudah cukup Al! Cello itu sudah berubah, dia tak seperti apa yang kau fikirkan, setidaknya berkaca lah pada dirimu sendiri! Dan jangan berasumsi hal yang tidak tidak pada kakak ku, kau tidak tau tentang kakak ku!" Bentak Alisha
"Baiklah aku tidak akan menemuimu lagi, aku harap kau bahagia dengan pilihan mu!! Jangan salahkan dirimu sendiri jika perkataanku itu benar! "
Flashback on
Al mabuk wine dengan kadar alkohol yang tinggi hingga membuatnya berhalusinasi lalu pergi menemui Alisha, setelah ia bertemu Alisha ia pun mengatakan segala isi hatinya hingga ia jatuh pingsan ke hadapan tubuh Alisha, Alisha pun membawanya ke suatu hotel agar tak ada siapa pun yang tau tentang kejadian ini terutama El.
Keesokan harinya Alisha merasa ada sesuatu yang menindihnya seperti sebuah tangan yang sedang memeluk tubuhnya, lalu ia pun terbangun, ia melihat seorang pria tampan sedang menatapnya begitu dalam seolah sangat merindukan dirinya.
"Dan akhirnya saat saat ini terulang lagi, saat saat yang dulu pernah kita lalui bersama, kau masih sama, kau masih Al yang sama dengan wajah tampan dan senyum yang menawan, mata itu masih sama seperti terakhir kita bertemu, mata yang memancarkan cahaya yang membuatku jatuh cinta padamu , entah saat ini aku sedang bermimpi atau memang ini nyata.. " Gumam Alisha dalam hati.
"Al, kau sudah sadar? "
"Sudah! " Jawab Al singkat
"Suara itu, nada yang dingin yang pernah aku dengar dulu, sikap dinginnya masih belum hilang sepenuhnya, atau mungkin saat ini malah bertambah? " Gemingnya dalam hati.
Menyadari tangan Al tengah memeluknya dan ia ada di atas kasur, ia pun segera menepis tangan Al, lalu beranjak dari kasur untuk segera pergi.
__ADS_1
"Dia memelukku? Memelukku lagi dengan hangat? Sudah sejak lama rasa hangat itu telah hilang bersama kebohongan yang kau sembunyikan, hingga akhirnya kini kau datang lagi padaku membuat rasa itu, rasa yang pernah aku kubur dalam dalam namun kini saat bertemu lagi denganmu rasa cinta ini kini tumbuh lagi bersamaan dengan rasa kecewa ku lagi! Sebaiknya aku segera pergi sebelum semuanya semakin kacau " Gumam Alisha lagi berbicara dalam benaknya.
"Alisha kau mau kemana? " Tanya Al mencoba menyusul Alisha beranjak dari tempat tidurnya
Alisha pun spontan melihat arah jam dinding untuk mencari alasan agar terhindar dari situasi ini sambil mengambil tas , ponsel,serta jaketnya "Aku harus kerja, ini sudah jam delapan! "
"Bukankah sekarang hari sabtu dan semua kantor pasti libur! "
Alisha pun terdiam lalu mengecek ponselnya ternyata benar, kalau hari ini adalah hari libur.
"Oh iya hari ini kan libur, kenapa aku lupa huft " Gumam Alisha dalam hatinya
"Kak El mencemaskan aku, aku harus segera pulang! " Jawab Alisha sambil bergegas pergi.
Namun di sini Al langsung gegas menarik tangan Alisha seolah tak ingin wanita yang ia cintai itu pergi meninggalkannya lagi.
"Alisha aku minta maaf, aku sudah mengingkari janji kita, tapi aku sungguh tak bisa melupakanmu Alisha! Aku sudah mencobanya berulang kali hingga aku seperti ini, tapi tetap saja tak bisa, segala cara sudah aku lakukan untuk melupakan mu seperti apa yang kau inginkan tapi tetap saja tak bisa, hidupku sudah hancur tanpa kau di sampingku Alisha! Tolong kembalilah bersamaku.. " Pinta Al sunguh sungguh sambil menggenggam tangan Alisha.
"Ini yang aku takutkan jika aku bertemu lagi denganmu Al, sulit untukku menahan diri, aku juga tak bisa melupakanmu Al, meskipun aku katakan itu pada semua orang, namun yang sebenarnya aku juga masih mencintamu, maaf aku masih harus menahan diri ku, ini yang terbaik untuk kita! " Lagi lagi Alisha bicara dalam hatinya.
Alisha terdiam karena perkataan Al, ia bingung harus menjawab apa, satu sisi ia sudah janji pada El untuk tak berhubungan lagi dengan Al namun satu sisi lain juga ia tak bisa bohong kalau hatinya masih sangat mencintai Al.
"Alisha kenapa kau hanya diam? Apa rasa sayang dan cintamu yang pernah kau beri padaku sudah hilang? Jawab Alisha! "
"Al sudahlah kita sudah selesai, kita harus kembali menjalani kehidupan masing-masing , mungkin ini yang Tuhan takdirkan untuk kita! "
"Jika memang benar seperti itu, lalu mengapa Tuhan mempertemukan kita dan menciptakan rasa ini di antara kita berdua jika akhirnya kita harus berpisah ? " Al kini berdiri di hadapan Alisha, menaruh tangan Alisha tepat di dadanya.
"Aku tau aku pernah menyakitimu, mengecewakan dirimu, aku juga pernah berbohong padamu bahkan mengambil kedua orang tuamu, tapi percayalah itu semua tak seperti yang kau bayangkan, mobilku saat remnya blong dan saat ini aku sedang menyelidikinya, ya memang benar awalnya aku hanya mempermainkan dirimu, tapi itu tidak lama sampai akhirnya saat itu di vila aku mencari carimu saat bangun tidur dan ternyata kau sedang membuat cake di kitchen, itulah pertama kali aku sadar kalau aku jatuh cinta padamu! Aku tidak ingin kehilanganmu lagi! "
"Sudahlah Al, itu sudah lalu , tak perlu kau ingat lagi, semuanya sudah terlambat, apa kau lupa kalau kau sudah menghianatiku?! " Alisha memalingkan wajahnya dari hadapan Al.
"Menghianati apa maksudmu? " tanya Al sambil mengerutkan kedua alisnya
"Laras! Kau masih ingat dia bersama calon anakmu? "
"Itu bukan anakku! Aku memiliki buktinya di ponselku! " Al pun menunjukkan bukti hasil penyelidikan anak buahnya yang menunjukkan kalau itu bukanlah anak kandung dari Al.
Alisha pun membacanya dengan teliti.
"Ternyata memang benar , dia bukan anak kandung Al, setelah sekian lama, aku baru bisa sedikit bernafas lega, ternyata Al tidak berbohong soal ini " Geming Alisha
"Sekarang kau percaya kan? Wanita itu memang selalu mencari cara untuk memisahkan kita dan bodohnya lagi, kau tertipu oleh kata kata manis dari mulutnya yang berbisa bagaikan ular itu! Sekarang beri aku sedikit waktu setidaknya 2 minggu untuk menyelidiki kasus tentang orang tuamu yang tidak sengaja aku tabrak, aku yakin aku tidak bersalah!"
"Baiklah , jika kau tidak berhasil, aku akan memilih Cello dan kau seharusnya sudah tau soal kedekatan kami sekarang, dan kau tak perlu lagi datang menemuiku! Anggap saja semuanya sudah selesai! " Tegas Alisha lalu pergi meninggalkan Al yang masih terdiam di kamar hotel.
Flashback off
"Aku masih ingat semuanya hanya saja bahkan saat ini aku belum menemukan bukti yang cukup untuk ku berikan padamu ! "
"Waktumu sudah habis, 3 hari lagi aku akan bertunangan dengan Cello, sebaiknya kau menjauhiku! "
__ADS_1