
tiwi tidak menggubris lelucon rita,
mereka kembali fokus membaca di taman kampus....
namun tanpa tiwi pungkiri, tiwi mulai ada rasa terhadap reza walau hanya sedikit,
dengan pertemuan yang terbilang singkat setiap bertemu dengannya,
namun entah mengapa dengan sikap dingin reza terhadap tiwi mulai ada sedikit perhatian membuat tiwi merasa nyaman,
karena di balik sikap cuek reza yang ia tunjukkan, nyatanya reza adalah lelaki yang hangat dan perhatian membuat orang yang dekat dengannya merasa nyaman di buatnya,
tapi tiwi tidak mengungkapkan perasaannya itu, tiwi takut kalau sahabatnya rita akan meledeknya secara terang-terangan padanya...
lagi pula tiwi belum yakin dengan perasaan reza sendiri pada tiwi seperti apa...
maka dari itu tiwi lebih memilih memendam apa yang ia rasa saat ini, tiwi pun masih ragu dengan perasaan yang tiwi rasa, antara kagum atau suka karena perasaan ini, karena selama ini tiwi tidak pernah segampang ini membuka perasaan pada laki-laki yang baru saja dekat dengannya... setelah beberapa tahun tiwi menutup hatinya...
setelah kepergian reza, tiwi tetap melihat punggung tegap yang semakin menjauh darinya,
sedangkan rita kembali fokus membaca namun rita sendiri sesekali menyadari pandangan tiwi pada reza tak biasa, namun rita memilih diam dan tersenyum, lalu kembali membaca buku novel yang sedang rita baca,
namun di sisi lain, saat tiwi memikirkan reza, tanpa tiwi sadari, seulas senyum tipis terukir di bibir tiwi tanpa sepengetahuan sahabatnya itu....
dengan cepat tiwi tersadar dari lamunannya dan tiwi memilih fokus membaca buku takut sahabatnya menyadari akan tingkah lakunya yang mulai menyukai reza.... maka dari itu tiwi bersikap cuek dan membaca kembali buku yang sedang ia baca, namun tiwi tidak bisa fokus dan larut dalam lamunan...
namun sahabatnya itu menyadari tingkah aneh tiwi,
wi... lo kenapa? ucap rita
hah... apa.... ucap tiwi yang tidak fokus
kamu kenapa ngelamun gitu.., lagi mikirin apa? ucap rita
em... enggak apa-apa ko rita... ucap tiwi gugup karena merasa bingung,
kamu yakin... ucap rita meyakinkan,
iya, enggak apa-apa kok.... ucap tiwi
ok... ucap rita tidak memaksa pada tiwi untuk bercerita,
oh ya wi, lo belum mau pulang? tanya rita
belum, males mau pulang ke rumah... enggak ada orang juga di rumah... ucap tiwi pada rita dengan fokus pada buku
ooo...
kalau gitu aku main ke rumah kamu aja.... ucap rita
tiwi hanya diam, karena memikirkan ucapan rita
boleh.... ucap tiwi masih fokus dengan buku
dan menyudahi aktifitasnya lalu berkemas,
bener enggak apa-apa kan wi.... ucap rita
iya, yuk.... ucap tiwi bangkit dari duduknya,
rita yang mendengar ajakan tiwi langsung mengejar tiwi yang sudah melangkah terlebih dahulu
mereka pun berjalan kaki ke rumah tiwi karena dekat dari kampus mereka....
kita jalan wi.... ucap rita
iya... enggak jauh ko, tiap hari juga aku jalan.... ucap tiwi
__ADS_1
tiwi... tiwi... kamu itu anak orang berada tapi kenapa milih jalan kaki.... ucap rita heran dengan sahabatnya
males aja, ribet... apa lagi kalau anak-anak kampus tau... ucap tiwi
maksud kamu, kamu sengaja seperti ini... ucap rita
iya.... ucap tiwi
aneh lo jadi orang... ucap rita
namun tiwi hanya diam terus melangkah tanpa melihat rita dan mereka pun menikmati perjalanan menuju rumah tiwi,
beberapa menit kemudian,
sampailah di rumah tiwi,
tiwi langsung mengajak rita masuk ke rumahnya,
ayo, rita masuk.... ucap tiwi yang sudah membuka pintu,
rita pun masuk ke dalam rumah bersama tiwi,
tiwi pun melangkah menuju kamarnya, yang diikuti oleh rita
tiwi, rumah kamu sepi banget.... ucap rita
ya seperti ini lah... ucap tiwi
pantesan kamu kalau pulang kuliah enggak langsung pulang... ucap rita
seperti itu lah... ucap tiwi
kamu enggak takut wi di rumah sebesar ini sendiri.... ucap rita
sudah biasa... ucap tiwi
sampainya di depan kamar tiwi,
yuk masuk... ajak tiwi masuk ke dalam kamarnya,
rita pun masuk ke dalam kamar tiwi dan duduk di sofa,
lalu tiwi pun langsung meletakkan tas dan berpamitan pada rita karena tiwi mau mandi untuk menyegarkan badan,
rita, aku mandi dulu ya.... ucap tiwi
iya tiwi.... jawab rita yang sedang membuka-buka majalah milik tiwi
tiwi pun meninggalkan rita dan masuk ke kamar mandi setelah mendapat jawaban dari rita
beberapa menit kemudian,
tiwi pun selesai mandi,
tiwi yang sudah selesai memakai baju langsung menghampiri rita yang sedang menunggu,
maaf ya rita nunggu lama.... ucap tiwi
enggak ko wi.... ucap rita
sebentar ya rita, aku ke dapur dulu sebentar mau ngambil makanan dan minuman... kamu mau minum apa rita... ucap tiwi
apa aja boleh... ucap rita
ok.... ucap tiwi
tiwi pun keluar dari kamar menuju dapur,
__ADS_1
sedangkan rita menunggu di kamar sedang duduk di kursi malas milik tiwi
beberapa menit kemudian,
tiwi sudah masuk ke dalam kamar dan membawa makanan....
wi, jadi kamu tiap hari sendiri di rumah kaya gini.... tanya rita
ya begitu lah.... ucap tiwi datar
enggak bosen apa wi... kalau aku seh pasti bosen banget.... ucap rita
biasa aja... kan ada buku sama musik yang nemenin aku tiap hari.... jawab tiwi
pantes, kamu kaya gunung es.... ucap rita yang masih membuka-buka majalah
sial lo.... ucap tiwi yang melempar bantal, karena kesal
tiwi hanya tertawa....
Oh ya...
menurut aku kak reza, suka deh sama kamu.... ucap rita memancing
urusannya sama aku apa... jawab tiwi dingin
ya elah emang kamu enggak ada perasaan suka gitu? tanya rita menyelidik
apa sih kamu.... ucap tiwi takut,
karena rita terus memandang tiwi dengan menggoda
ah..... masa seh enggak ada rasa suka, padahal kurang cakep apa coba.... tanya rita
ih.... udah deh ngapain bahas dia.... ucap tiwi berusaha mengelak
jujur hayo kamu suka kan.... tanya rita curiga
tiwi merasa malu kalau harus mengakui perasaannya, tiwi masih takut kalau perasaannya bertepuk sebelah tangan
enggak.....ucap tiwi cuek namun sambil menunduk takut ketauan berbohong.
aku enggak percaya kalau kamu enggak suka sama dia.... ucap rita yakin
udah deh enggak usah di bahas, enggak penting...
lagian enggak mungkin dia suka sama aku... secara dia itu senior sebentar lagi juga mau lulus dan pastinya dia punya calon lah.... ucap tiwi merasa sedih bicara seperti itu
tapi kamu suka kan wi.... ucap rita yang sudah ada di sebelah tiwi
ada seh, tapi enggak tau itu perasaan apa.... ucap tiwi ragu
rita yang mendengar tersenyum karena kejujuran tiwi
udah lah enggak usah di bahas lagi.... ucap tiwi menghindar
ok... ok... aku enggak tanya lagi deh
mereka pun bercanda, bercerita, makan bersama, bersantai hingga tak terasa hari mulai sore rita pun memutuskan untuk pulang
wi, aku pulang ya, soalnya sudah sore.... ucap rita
iya sayang... makasih ya udah mau main ke rumah temenin aku.... ucap tiwi
iya... kapan-kapan aku main lagi..... bay wi.... ucap rita beranjak pulang dan tiwi mengantar rita ke depan gerbang rumahnya
hati-hati ya rita.... ucap tiwi melambaikan tangan melihat kepergian rita
__ADS_1
dan rita membalas melambaikan tangan yang sudah semankin jauh meninggalkan rumah tiwi
setelah rita sudah tidak terlihat oleh tiwi, maka tiwi masuk ke dalam rumah dan langsung masuk ke dalam kamar, di sana tiwi langsung menjatuhkan badannya di atas tempat tidur dan memandang langit-langit kamarnya dan memikirkan perkataan rita dan perasaannya...