
aditya yang telah menceritakan pada dika dan bagas apa yang sudah membuatnya kesal tadi setelah menerima telepon,
dika dan bagas pun mengerti sekarang
ooo, jadi begitu ucap dika
apa sebaiknya kamu tanyakan dulu apa yang sebenarnya terjadi sebelum kamu membuat kesimpulan ucap bagas
iya betul kata bagas lebih baik kamu telepon tiwi ucap dika
aditya memikirkan saran dika dan bagas,
baik, aku akan menanyakan dengan pasti apa yang sudah terjadi, kenapa dia bisa bersama laki-laki bukannya dia pergi dengan ibu aku dan ibunya ucap aditya
sudah tenang dulu, jangan karena emosi kamu gagal menikah dengannya ucap bagas
iya betul ucap dika
aditya hanya diam merenungkan semuanya,
enggak mungkin dirinya harus kehilangan tiwi hanya karena keegoisannya,
baik aku akan menanyakan dengan jelas pada tiwi apa yang sudah terjadi,
kamu bicara pada tiwi jangan pakai emosi ucap bagas
iya aditya ucap dika
baik baik ucap aditya
siap-siap saja sidang akan di mulai, berani-beraninya dia ingin berebut denganku gumam aditya dengan kesal dalam hatinya
dika dan bagas pun hanya diam tanpa kata dan mereka pun melanjutkan bermain
saat ini tiwi, yati dan novi sudah berada di salon sedang melakukan perawatan,
namun saat tiwi bertemu ari, tiwi sedari tadi hanya diam tak bicara,
tiwi kembali memikirkan ari namun di sisi lain tiwi pun memikirkan pernikahannya, enggak mungkin tiwi mengecewakan ayah dan ibunya dan juga ayah yuda dan ibu novi yang sudah baik dengannya,
selama ini aditya lah yang selalu ada bersamanya, merasa tak adik jika tiwi memikirkan egonya hanya karena tiwi masih memiliki perasaan pada ari,
lagi pula soal pertemuannya tadi dengan ari pasti sudah sampai ke telinga aditya,
maka tiwi harus siap dengan sidang yang akan di buat oleh aditya perihal masalah dirinya bertemu ari,
yang memang aditya tidak mengenal ari,
dalam kediaman tiwi ternyata di sadari oleh novi,
novi pun memberi tau yati perihal tiwi yang sadari tadi hanya diam saja, seperti ada yang di pikirkan,
novi pun memberi isyarat pada yati,
yati yang paham langsung menegur tiwi
sayang ucap yati memanggil
hah, iya bu ucap tiwi yang buyar dari lamunannya
kamu kenapa? dari kita makan tadi kamu enggak banyak bicara ada yang lagi kamu pikirin ucap yati
iya sayang kamu kenapa? ucap novi
tiwi yang mendapat pertanyaan seperti itu merasa bingung harus menjawab apa, maka tiwi terpaksa berbohong pada yati dan novi,
hah enggak ada apa-apa kok bu, tiwi hanya lelah saja ucap tiwi
ooo, begitu kita pikir kamu lagi ada masalah ucap novi
enggak ko bu, tenang aja ucap tiwi tersenyum
baiklah kalau begitu ibu lega mendengarnya ucap yati
mereka pun kembali menikmati perawatan di salon
sedangkan di rumah aditya sudah menunggu dengan gelisah karena memikirkan tiwi yang bersama laki-laki lain saat di mall membuat aditya tak bersemangat,
dika dan bagas yang melihatnya merasa bingung, harus dengan cara apa lagi mereka membuat aditya bersemangat
gimana ini bagas ucap dika
ya mau bagaimana lagi ucap bagas
apa kita telepon tiwi saja untuk nanya kejelasannya ucap dika
enggak baik ikut campur masalah mereka biarkan saja mereka yang menyelesaikannya ucap bagas
tapi liat itu, dari tadi hanya melamun seperti itu, aku jadi enggak tega liatnya ucap dika
__ADS_1
sudah sudah kita lanjutkan saja bermain ucap bagas
dika pun mendengarkan perkataan bagas dan melanjutkan bermain tanpa aditya
beberapa jam kemudian,
mobil novi sudah memasuki halaman rumah, novi yang turun dari mobil dengan membawa beberapa kantong belanjaan yang tadi ia beli bersama tiwi dan yati kini sudah melangkah masuk ke dalam rumah,
ibu pulang ucap novi yang muncul di ruang tv menaruh belanjaannya di samping meja lalu duduk,
aditya, dika dan bagas menoleh ke arah sumber suara,
capek sekali ucap novi
ibu habis dari mana tanya aditya seolah tak tau apa-apa
ini ibu habis belanja dari mall sama tiwi dan ibu yati ucap novi
ooo jadi ibu ikut jalan dengan tiwi dan ibu yati ucap aditya tenang
dika dan bagas saling berpandangan, lalu kembali memandang novi
iya, kita belanja, jalan-jalan, makan, ke spa dan salon mangkanya ibu lelah sekali, kalau gitu ibu ke kamar dulu ya mau mandi dan istirahat ucap novi
iya bu ucap aditya
novi pun melangkah meninggalkan ruang tv
aditya sepertinya tiwi dan ibunya sudah pulang juga ucap dika
nanti akan aku hubungi biar saja dia istirahat dulu ucap aditya
ingat aditya kamu jangan pakai emosi saat berbicara dengannya ucap bagas
baik bapak bagas saya mengerti ucap aditya
bagus lah ucap bagas
aditya yang sadari tadi menahan emosi, tiba-tiba merasa lapar seperti habis maraton energi dan pikirannya terkuras, aditya pun langsung berkata
ayo kita makan, aku jadi lapar ucap aditya melangkah meninggalkan ruang tv
ih itu anak main pergi saja ucap bagas
eh aditya tunggu ucap dika
mereka pun langsung menyusul aditya yang sudah lebih dulu menuju meja makan,
hah lelah sekali ucap tiwi
iya lelah sekali ucap yati
kalau gitu ibu ke kamar dulu ya mau bersih-bersih gerak badan ibu udah lengket ucap yati
iya bu ucap tiwi
kamu juga bersih-bersih dan istirahat ucap yati
iya bu nanti, tiwi masih mau di sini dulu ucap tiwi
ya sudah ibu ke kamar ucap yati langsung meninggalkan ruang tengah
tiwi yang seorang diri membaringkan badannya di sofa yang terasa pegal,
mengistirahatkan badannya
em, nyamannya ucap tiwi sambil memejamkan matanya
aditya bersama dika dan bagas telah selesai menikmati makanan yang di hidangkan siang ini,
aditya, dika dan bagas telah duduk kembali di ruang tv,
kini saatnya sidang di mulai,
aditya meraih ponselnya yang berada di saku celana,
aditya pun langsung menghubungi tiwi,
dika dan bagas sebagai saksi yang akan mendengarkan percakapan mereka tentunya tanpa sepengetahuan tiwi,
karena aditya sudah membahasnya dengan dika dan bagas pada saat mereka makan tadi,
ponsel tiwi berdering,
tiwi yang berbaring di sofa dengan kaget langsung meraih ponselnya,
di layar ponsel tertulis
" calon suami "
__ADS_1
tiwi langsung membulatkan matanya dan bergegas masuk ke dalam kamarnya,
di dalam kamar tiwi yang gugup langsung mengatur nafasnya lebih dulu lalu baru lah tiwi mengangkat telepon dari aditya
halo sayang!!! ucap tiwi dengan nada lembut
kamu sudah pulang ucap aditya dengan datar
iya sudah ucap tiwi
kamu lagi apa ucap aditya
ini lagi di kamar, sayang lagi apa? ucap tiwi
di rumah sama dika dan bagas mereka nginep sini ucap aditya
ooo, sekarang ada mereka ucap tiwi
mereka sekarang lagi istirahat karena lelah bermain ucap aditya berbohong
pada nyatanya dika dan bagas sedang mendengarkan pembicaraan mereka
ooo, begitu ucap tiwi
aditya terdiam,
dika dan bagas pun menyuruh aditya bertanya pada tiwi masalah laki-laki yang bersama tiwi
ayo ngomong ucap dika
aditya pun mulai membuka pembicaraan,
sayang ucap aditya
iya ucap tiwi mulai tegang
kamu pasti tau aku mau bilang apa ucap aditya
ya aku tau, kamu mau nanya aku tadi ketemu siapa kan? ucap tiwi
iya, dia siapa sayang ucap aditya
baik, aku akan cerita sama kamu, tapi sebelumnya kamu pernah dengarkan soal masa lalu aku ucap tiwi
iya aku tau ucap aditya
itu dia masa lalu aku ucap tiwi
aditya, dika dan bagas saling berpandangan,
masa lalu ucap dika dan bagas
mereka pun mendengarkan kembali tiwi
jadi dia orangnya ucap aditya
iya, dia orangnya yang dulu udah bikin aku takut buat buka hati dan kita enggak sengaja ketemu waktu aku habis dari toilet ya kita ngobrol bentar ucap tiwi
jadi nostalgia lah ya ceritanya ucap aditya
aku sih enggak, ya enggak tau dia ucap tiwi
kalau dia nostalgia terus minta belikan gimana ucap aditya
gila kamu ya, ya enggak mungkin lah aku itu udah mau nikah sama kamu, tinggal ngitung hari loh sayang kamu jangan ngomong aneh-aneh deh ucap tiwi protes
kamu yakin ucap aditya menelisik lebih dalam
yakin, dia itu masa lalu aku dan kamu masa depan aku ucap tiwi yakin
tiwi merasa aneh otak aditya berisi apa? kok bisa-bisanya berpikir seperti itu
baiklah aku percaya dengan kamu ucap aditya
makasih sayang ucap tiwi
sudah kamu istirahat sana pasti kamu capek ucap aditya
iya sayang ucap tiwi
mereka pun mengakhiri pembicaraan mereka,
setelah selesai menelpon tiwi langsung mandi,
tuh kan enggak ada apa-apa antara mereka ucap bagas
sekarang kamu sudah bisa tenang kan ucap dika
aku belum tenang, aku rasa laki-laki itu ingin kembali pada tiwi ucap aditya dengan tatapan kesal
__ADS_1
hah kembali ucap dika dan bagas
masalah baru ucap dika dan bagas