Pilihanku Penyesalanku

Pilihanku Penyesalanku
86 sidang


__ADS_3

aditya yang telah menceritakan pada dika dan bagas apa yang sudah membuatnya kesal tadi setelah menerima telepon,


dika dan bagas pun mengerti sekarang


ooo, jadi begitu ucap dika


apa sebaiknya kamu tanyakan dulu apa yang sebenarnya terjadi sebelum kamu membuat kesimpulan ucap bagas


iya betul kata bagas lebih baik kamu telepon tiwi ucap dika


aditya memikirkan saran dika dan bagas,


baik, aku akan menanyakan dengan pasti apa yang sudah terjadi, kenapa dia bisa bersama laki-laki bukannya dia pergi dengan ibu aku dan ibunya ucap aditya


sudah tenang dulu, jangan karena emosi kamu gagal menikah dengannya ucap bagas


iya betul ucap dika


aditya hanya diam merenungkan semuanya,


enggak mungkin dirinya harus kehilangan tiwi hanya karena keegoisannya,


baik aku akan menanyakan dengan jelas pada tiwi apa yang sudah terjadi,


kamu bicara pada tiwi jangan pakai emosi ucap bagas


iya aditya ucap dika


baik baik ucap aditya


siap-siap saja sidang akan di mulai, berani-beraninya dia ingin berebut denganku gumam aditya dengan kesal dalam hatinya


dika dan bagas pun hanya diam tanpa kata dan mereka pun melanjutkan bermain


saat ini tiwi, yati dan novi sudah berada di salon sedang melakukan perawatan,


namun saat tiwi bertemu ari, tiwi sedari tadi hanya diam tak bicara,


tiwi kembali memikirkan ari namun di sisi lain tiwi pun memikirkan pernikahannya, enggak mungkin tiwi mengecewakan ayah dan ibunya dan juga ayah yuda dan ibu novi yang sudah baik dengannya,


selama ini aditya lah yang selalu ada bersamanya, merasa tak adik jika tiwi memikirkan egonya hanya karena tiwi masih memiliki perasaan pada ari,


lagi pula soal pertemuannya tadi dengan ari pasti sudah sampai ke telinga aditya,


maka tiwi harus siap dengan sidang yang akan di buat oleh aditya perihal masalah dirinya bertemu ari,


yang memang aditya tidak mengenal ari,


dalam kediaman tiwi ternyata di sadari oleh novi,


novi pun memberi tau yati perihal tiwi yang sadari tadi hanya diam saja, seperti ada yang di pikirkan,


novi pun memberi isyarat pada yati,


yati yang paham langsung menegur tiwi


sayang ucap yati memanggil


hah, iya bu ucap tiwi yang buyar dari lamunannya


kamu kenapa? dari kita makan tadi kamu enggak banyak bicara ada yang lagi kamu pikirin ucap yati


iya sayang kamu kenapa? ucap novi


tiwi yang mendapat pertanyaan seperti itu merasa bingung harus menjawab apa, maka tiwi terpaksa berbohong pada yati dan novi,


hah enggak ada apa-apa kok bu, tiwi hanya lelah saja ucap tiwi


ooo, begitu kita pikir kamu lagi ada masalah ucap novi


enggak ko bu, tenang aja ucap tiwi tersenyum


baiklah kalau begitu ibu lega mendengarnya ucap yati


mereka pun kembali menikmati perawatan di salon


sedangkan di rumah aditya sudah menunggu dengan gelisah karena memikirkan tiwi yang bersama laki-laki lain saat di mall membuat aditya tak bersemangat,


dika dan bagas yang melihatnya merasa bingung, harus dengan cara apa lagi mereka membuat aditya bersemangat


gimana ini bagas ucap dika


ya mau bagaimana lagi ucap bagas


apa kita telepon tiwi saja untuk nanya kejelasannya ucap dika


enggak baik ikut campur masalah mereka biarkan saja mereka yang menyelesaikannya ucap bagas


tapi liat itu, dari tadi hanya melamun seperti itu, aku jadi enggak tega liatnya ucap dika

__ADS_1


sudah sudah kita lanjutkan saja bermain ucap bagas


dika pun mendengarkan perkataan bagas dan melanjutkan bermain tanpa aditya


beberapa jam kemudian,


mobil novi sudah memasuki halaman rumah, novi yang turun dari mobil dengan membawa beberapa kantong belanjaan yang tadi ia beli bersama tiwi dan yati kini sudah melangkah masuk ke dalam rumah,


ibu pulang ucap novi yang muncul di ruang tv menaruh belanjaannya di samping meja lalu duduk,


aditya, dika dan bagas menoleh ke arah sumber suara,


capek sekali ucap novi


ibu habis dari mana tanya aditya seolah tak tau apa-apa


ini ibu habis belanja dari mall sama tiwi dan ibu yati ucap novi


ooo jadi ibu ikut jalan dengan tiwi dan ibu yati ucap aditya tenang


dika dan bagas saling berpandangan, lalu kembali memandang novi


iya, kita belanja, jalan-jalan, makan, ke spa dan salon mangkanya ibu lelah sekali, kalau gitu ibu ke kamar dulu ya mau mandi dan istirahat ucap novi


iya bu ucap aditya


novi pun melangkah meninggalkan ruang tv


aditya sepertinya tiwi dan ibunya sudah pulang juga ucap dika


nanti akan aku hubungi biar saja dia istirahat dulu ucap aditya


ingat aditya kamu jangan pakai emosi saat berbicara dengannya ucap bagas


baik bapak bagas saya mengerti ucap aditya


bagus lah ucap bagas


aditya yang sadari tadi menahan emosi, tiba-tiba merasa lapar seperti habis maraton energi dan pikirannya terkuras, aditya pun langsung berkata


ayo kita makan, aku jadi lapar ucap aditya melangkah meninggalkan ruang tv


ih itu anak main pergi saja ucap bagas


eh aditya tunggu ucap dika


mereka pun langsung menyusul aditya yang sudah lebih dulu menuju meja makan,


hah lelah sekali ucap tiwi


iya lelah sekali ucap yati


kalau gitu ibu ke kamar dulu ya mau bersih-bersih gerak badan ibu udah lengket ucap yati


iya bu ucap tiwi


kamu juga bersih-bersih dan istirahat ucap yati


iya bu nanti, tiwi masih mau di sini dulu ucap tiwi


ya sudah ibu ke kamar ucap yati langsung meninggalkan ruang tengah


tiwi yang seorang diri membaringkan badannya di sofa yang terasa pegal,


mengistirahatkan badannya


em, nyamannya ucap tiwi sambil memejamkan matanya


aditya bersama dika dan bagas telah selesai menikmati makanan yang di hidangkan siang ini,


aditya, dika dan bagas telah duduk kembali di ruang tv,


kini saatnya sidang di mulai,


aditya meraih ponselnya yang berada di saku celana,


aditya pun langsung menghubungi tiwi,


dika dan bagas sebagai saksi yang akan mendengarkan percakapan mereka tentunya tanpa sepengetahuan tiwi,


karena aditya sudah membahasnya dengan dika dan bagas pada saat mereka makan tadi,


ponsel tiwi berdering,


tiwi yang berbaring di sofa dengan kaget langsung meraih ponselnya,


di layar ponsel tertulis


" calon suami "

__ADS_1


tiwi langsung membulatkan matanya dan bergegas masuk ke dalam kamarnya,


di dalam kamar tiwi yang gugup langsung mengatur nafasnya lebih dulu lalu baru lah tiwi mengangkat telepon dari aditya


halo sayang!!! ucap tiwi dengan nada lembut


kamu sudah pulang ucap aditya dengan datar


iya sudah ucap tiwi


kamu lagi apa ucap aditya


ini lagi di kamar, sayang lagi apa? ucap tiwi


di rumah sama dika dan bagas mereka nginep sini ucap aditya


ooo, sekarang ada mereka ucap tiwi


mereka sekarang lagi istirahat karena lelah bermain ucap aditya berbohong


pada nyatanya dika dan bagas sedang mendengarkan pembicaraan mereka


ooo, begitu ucap tiwi


aditya terdiam,


dika dan bagas pun menyuruh aditya bertanya pada tiwi masalah laki-laki yang bersama tiwi


ayo ngomong ucap dika


aditya pun mulai membuka pembicaraan,


sayang ucap aditya


iya ucap tiwi mulai tegang


kamu pasti tau aku mau bilang apa ucap aditya


ya aku tau, kamu mau nanya aku tadi ketemu siapa kan? ucap tiwi


iya, dia siapa sayang ucap aditya


baik, aku akan cerita sama kamu, tapi sebelumnya kamu pernah dengarkan soal masa lalu aku ucap tiwi


iya aku tau ucap aditya


itu dia masa lalu aku ucap tiwi


aditya, dika dan bagas saling berpandangan,


masa lalu ucap dika dan bagas


mereka pun mendengarkan kembali tiwi


jadi dia orangnya ucap aditya


iya, dia orangnya yang dulu udah bikin aku takut buat buka hati dan kita enggak sengaja ketemu waktu aku habis dari toilet ya kita ngobrol bentar ucap tiwi


jadi nostalgia lah ya ceritanya ucap aditya


aku sih enggak, ya enggak tau dia ucap tiwi


kalau dia nostalgia terus minta belikan gimana ucap aditya


gila kamu ya, ya enggak mungkin lah aku itu udah mau nikah sama kamu, tinggal ngitung hari loh sayang kamu jangan ngomong aneh-aneh deh ucap tiwi protes


kamu yakin ucap aditya menelisik lebih dalam


yakin, dia itu masa lalu aku dan kamu masa depan aku ucap tiwi yakin


tiwi merasa aneh otak aditya berisi apa? kok bisa-bisanya berpikir seperti itu


baiklah aku percaya dengan kamu ucap aditya


makasih sayang ucap tiwi


sudah kamu istirahat sana pasti kamu capek ucap aditya


iya sayang ucap tiwi


mereka pun mengakhiri pembicaraan mereka,


setelah selesai menelpon tiwi langsung mandi,


tuh kan enggak ada apa-apa antara mereka ucap bagas


sekarang kamu sudah bisa tenang kan ucap dika


aku belum tenang, aku rasa laki-laki itu ingin kembali pada tiwi ucap aditya dengan tatapan kesal

__ADS_1


hah kembali ucap dika dan bagas


masalah baru ucap dika dan bagas


__ADS_2