Pilihanku Penyesalanku

Pilihanku Penyesalanku
7 meminta tiwi untuk move on


__ADS_3

tiwi memikirkan ucapan rita, emang benar yang di katakan rita kalau tiwi belum bisa welcome ke mereka..


tapi tiwi punya alasan kenapa tiwi enggak bisa welcome dengan cowok,


apa harus tiwi cerita tentang masalah tiwi selama ini?


tiwi..... panggil rita


tiwi, kenapa kamu ngelamun? rita memanggil lagi tiwi dari lamunannya....


eeng.... enggak kenapa-kenapa ko rita,, sambil menggelengkan kepala tiwi....


ada yang mau kamu ceritain? tanya rita...


em...... tiwi ragu....


cerita aja wi, aku dengerin ko....


tiwi merasa kalau rita tau soal masalahnya mungkin rita bisa sedikit mengurangi soal menjodohkan tiwi dengan cowok....


gini rita, mungkin emang sekarang saatnya kamu harus tau kenapa aku jomblo sampai saat ini? kenapa sikap aku dingin ke orang-orang selama ini? itu karena aku punya masa lalu yang bikin aku kecewa, sakit hati dan trauma... takut rasa sakit itu aku rasain lagi rita... mungkin orang-orang mandang aku aneh, karena enggak mau deket sama laki-laki, tapi mau gimana lagi aku belum siap untuk kecewa lagi.


kalau emang ada yang bisa meyakinkan aku kalau laki-laki itu bisa setia dan serius sama aku mungkin dia enggak akan pergi gitu aja dengan sikap aku yang jutek sama dia.


dia bakal memperjuangkan aku, kalau perlu deketin keluarga aku dulu baru deketin aku....


rita, merasa enggak enak hati dengan kata-kata tiwi, yang ternyata tiwi punya trauma yang begitu besar terhadap laki-laki sampai saat ini....


maaf ya wi? aku enggak bermaksud bikin kamu tertekan karena aku maksa kamu. buat deket sama cowok..... rita pun merangkul tiwi dan mengelus punggung badannya...


obrolan mereka pun berakhir karena sudah waktunya masuk ke kelas untuk mendengarkan dosen menjelaskan materi kuliah hari ini...


rita dan tiwi pun beranjak dari tempat duduk menuju kelas..... rita yang berjalan tepat di samping tiwi sambil memegang lengan tiwi...


sambil menggoda tiwi agar tidak larut oleh obrolan mereka... tiwi pun tersenyum geli karena melihat tingkah sahabatnya itu seperti layaknya seorang laki-laki yang sedang membujuk pacarnya...


di kelas rita menanyakan soal SMS yang tiwi Terima, apa kah tiwi akan mengirim SMS ke no misterius itu untuk menanyakan siapa orang itu....


tiwi....


panggil rita


em.....


hanya dengan erangan saja


kamu enggak mau sms lagi, ke nomor misterius itu? tanya rita


buat apa? enggak kenal juga dia siapa? emang pentingnya? aku males lah nanya-nanya kaya gitu, nanti dia pikir aku ganjen lagi, apa lagi dia bilang salah sambung....


rita hanya menggeleng dengan sikap dingin sahabatnya itu dan berkata...


kamu ya, jadi orang jangan kaya es deh.... dingin tanpa ekspresi, emang kamu yakin kalau itu salah sambung?


coba kamu pikir deh wi, apa iya ada orang ngirim salah sambung? apa lagi dia enggak ngomong nama dan sebagainya.....


tiwi, mencoba mencerna perkataan rita...


namun tiwi tetap pada pendiriannya enggak mau peduli.... malah ngomel ke rita..


ih......... udah deh rita males mikirin nya, enggak penting.


namun dalam hati tiwi berkata


" kalau emang dia laki-laki dan mau kenal aku dengan serius pasti dia bakal SMS aku dengan berani dan ketemu aku, kalau dia di sekitar aku pasti dia berani nyamperin aku, bukan SMS kaya gitu, kaya orang pengecut. cuma aku harus waspada juga.... "


rita menepuk pundak tiwi, yang sedang senyum-senyum enggak jelas dan berkata...


" tiwi..... kamu kenapa senyum-senyum sendiri?


lagi mikirin apa, hayo.... goda rita

__ADS_1


"eh, iya rita... kenapa? enggak mikirin apa-apa ko rita..... ( bohong tiwi)


dasar kamu aneh.... ucap rita


hanya di bales dengan senyuman oleh tiwi...


Jangan-jangan lagi mikirin pesan masuk itu lagi, berharap bukan pesan masuk yang nyasar tuh, tapi pangeran yang bisa mencairkan gunung es yang ada di samping aku ini... Mudah-mudahan emang cowok itu bisa bikin gunung esnya beneran mencair deh... biar aku bisa liat musin semi yang berbunga indah.... gerutu rita...


tiwi yang mendengar omongan rita langsung menyenggol tangan rita.....


dasar kamu ya sahabat macam apa kamu ini rita, nyebelin banget.... rajuk tiwi....


enggak ko sayang, jangan ngambek gitu dong... aku cuma pengen liat kamu bahagia dan meninggalkan sifat es kamu.... coba belajar buat move on sayang...... bujuk rita memberi pengertian, tiwi memeluk rita merasa sahabatnya paling care...


aku coba ya rita buat belajar buka hati aku, kalau memang ada yang cocok dan bisa buat aku nyaman.... ok sayang..... dengan mencubit pipi rita karena tiwi gemes dengan tingkah rita...


" ok.... rita mengangkat tangannya dan membentuk jarinya seperti huruf O


tapi janji ya.... mau move on...


tiwi membalas dengan anggukan dan tersenyum ke arah rita....


dosen pun datang, memberi salam dan memberi pembahasan materi pada hari ini....


para mahasiswa/i ada yang memperhatikan dengan serius ada juga yang asik mengobrol ada juga yang asik sendiri....


rita dan tiwi memperhatikan dosen menjelaskan materi, namun rita kadang mengganggu tiwi yang asik fokus mendengarkan dosen.


say... panggil rita


eh.... kenapa? menjawab panggilan tiwi


ngantuk say..... keluh rita


dasar kamu ya? geram dengan tingkah rita


rita memanyunkan bibirnya seperti bebek....


rita..... yang betul dong, masa kaya gini seh.....


nanti dosen liat loh.... gerutu tiwi


ih.... bentar aja pinjem bahu kamu wi, aku ngantuk.... rengek rita


tiwi pun menarik napas dan membuatnya, pasrah dengan tingkah rita, layaknya seperti pacar yang lagi manja padanya....


mata kuliah hari ini akhirnya selesai juga dosen pun meninggalkan ruangan di ikuti dengan para mahasiswa yang lainnya.....


namun tiwi dan rita masih di dalam kelas, sibuk dengan kegiatan masing-masing.....


wi, hari ini kita jalan-jalan yuk? ajak rita


males..... jawab singkat tiwi


idih.... jutek amat sih cewek es satu ini.... goda rita karena suka melihat sahabatnya kalau bersikap jutek....


kamu ya...... menghadap ke arah rita dan melotot...


hihihi..... ih, atut.... ada gunung es mau longsor nih.... eh salah.... meleleh kali ya....


rita tertawa terbahak-bahak karena mendengar perkataannya sendiri...


karena melihat reaksi tiwi yang sudah mengeraskan rahang, rita kabur berlari keluar ruangan dan tiwi mengejarnya....


sambil berkata dengan kesal...


kamu..... dasar sahabat nyebelin.... awas ya... tunggu rita...


rita masih tertawa menggoda tiwi....


tiwi berhasil mengejar rita dan merangkul sahabatnya itu......

__ADS_1


rita masih terus tertawa karena mengingat, perkataannya......


hahaha....... gunung es longsor meleleh, bentar lagi gunungnya bisa tumbuh rumput dan pohon kalau gitu, kan esnya longsor meleleh.....


tiwi mencubit pinggang rita....


kamu ya... tiwi menggelitik rita...


iya..... ampun wi.... ampun wi... ampun wi....


rita pun menyudahi aktifitas menggelitik sahabatnya.....


awas ya kalau ngeledek aku lagi? ancam tiwi


iya... iya.... sayang...


mangkanya move on dong.....


namun tiwi terus berjalan memandang ke depan tanpa menoleh rita dan meninggalkannya....


wi..... tunggu kenapa? pelan-pelan jalannya..... pinta rita


rita mengejar tiwi dan merangkul lengan tiwi....


ngambek......


siapa yang ngambek...


tuh... tuh.... tuh.... sambil menunjuk pipi tiwi


enggak sayang, ni senyum.... membalikkan wajah tiwi ke hadapan rita sambil senyum terpaksa...


jeleknya.... goda rita...


kamu.....


ih.... iya.... iya.... ampun


rita, menyudahi menggoda tiwi.....


mereka pun menuju kantin dengan posisi rita masih menggandeng tiwi


mereka pun duduk berhadapan....


wi, kamu mau makan? tanya rita...


enggak, masih pengen di sini dulu... jawab tiwi


oh...... ok,


tiwi membuka bukunya....


kamu ya... baru juga selesai kuliah, udah buku lagi yang di buka.... enggak butek apa otak? gerutu rita... kamu kalau mau makan, makan aja. dari pada ngomel, kaya nenek-nenek..... dengan posisi masih serius depan buku....


kamu..... nyebelin....


rita pun berdiri dari kursinya dan membeli cemilan karena stres melihat tingkah sahabatnya itu....


dan kembali membawa 1kantong kecil cemilan plus minum....


rita asik ngemil sambil menunggu sahabatnya membaca buku...


Tiba-tiba langan tiwi mengambil coklat yang rita beli dengan matanya tetap menghadap buku...


rita reflek memukul tangan tiwi....


kamu..... itu punya aku.... Pura-pura marah


ih.... sayang, galak amat, goda tiwi sambil mencolek dagu rita...


ih.... merasa geli dengan tingkah tiwi.....

__ADS_1


hihihi...... balas tiwi


__ADS_2