Pilihanku Penyesalanku

Pilihanku Penyesalanku
44 ancaman yang di terima tiwi


__ADS_3

tak lama kemudian dosen pun masuk ke dalam ruangan untuk memulai mata kuliah hari ini,


pagi anak-anak.... ucap dosen


pagi juga bu.... ucap semua mahasiswa


kali ini dosennya perempuan, yang terbilang masih muda dan modis, membuat semua mahasiswa begitu bersemangat untuk belajar hari ini...


baik, kita mulai saja ya materi kuliah hari ini.... ucap dosen


iya bu... ucap semua mahasiswa


semua mahasiswa dengan tenang mendengarkan penjelasan materi yang dosen berikan,


termasuk tiwi dan aditya yang fokus mendengarkan penjelasan dosen di depan...


dua jam telah berlalu, mata kuliah pun telah berakhir...


dosen mengakhiri penjelasan materi pada hari ini,


baik anak-anak mata kuliah kita hari ini telah berakhir, sampai jumpa minggu depan.... ucap dosen


yah.... suara seruan mahasiswa yang kecewa karena pelajaran harus berakhir,


kan kita akan bertemu lagi minggu depan... ucap dosen


lama.... ucap semua mahasiswa


baik anak-anak ibu permisi ya....sampai jumpa minggu depan... ucap dosen


iya bu.... ucap semua mahasiswa


selamat siang anak-anak... ucap dosen lalu keluar dari ruangan


siang bu... ucap semua mahasiswa


lalu satu persatu mahasiswa pun keluar dari ruangan menuju kantin,


begitu pun dengan tiwi dan aditya yang menuju kantin kampus untuk makan siang


yati yang berada di cafe miliknya sedang di ruangan masih mengecek laporan dan yang lainnya,


saat sedang fokus dengan pekerjaannya, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu,


tok


tok


tok


permisi.... ucap pelayan


masuk... ucap yati yang masih fokus pada dokumen yang sedang ia lihat


maaf bu saya mau mengantarkan makan siang yang tadi ibu pesan.... ucap pelayan


simpan di meja saja.... ucap yati yang sudah menutup dokumen dan melihat ke arah pelayan


baik bu... ucap pelayan yang langsung meletakkan semua makanan di atas meja


setelah meletakkan semua makanan di atas meja pelayan pun permisi keluar ruangan,


iya bu, saya permisi keluar... ucap pelayan


makasih... ucap yati


sama-sama bu... saya permisi... ucap pelayan lalu keluar ruangan yati


waktu sudah menunjukkan waktu makan siang, maka yati pun menyudahi pekerjaannya dan merapihkan berkas-berkas yang berantakan di atas meja,


lalu yati pun menuju meja yang ada di pojok ruangan untuk menikmati makanan yang baru saja diantarkan oleh pegawainya,..


tiwi dan aditya yang sudah duduk di kantin, sedang menunggu pesanannya datang,


wi, sebentar lagi ujian tengah semester gimana persiapan kamu... ucap aditya


biasa aja, ya paling belajar dari catatan dan sebagainya... lagian kan ada kamu... iya kan.... ucap tiwi dengan muka menggoda


dih... emang aku memori berjalan kamu... ucap aditya balik menggoda


hehehehe.... begitu lah.... ucap tiwi sambil nyengir kuda


dasar kamu... enak aja.... ucap aditya tersenyum


pelit... rajuk tiwi


aditya yang melihat tiwi sedang merajuk


em... yang ngambek... goda aditya


hem... tiwi membuang muka dan menyilang kan tangannya di dada


udah dong jangan ngambek... ucap aditya merayu


enggak mau... ucap tiwi


iya deh iya.... udah jangan marah... ucap aditya


habis kamu nyebelin sih... ucap tiwi


iya, deh aku minta maaf, udah ya jangan marah... ucap aditya membujuk


em... ucap tiwi yang masih kesal


masa gitu seh... ucap aditya


iya... ucap tiwi jutek


senyumnya mana... ucap aditya


tiwi pun senyum dengan terpaksa,


aditya tersenyum melihat cara tersenyum tiwi yang terpaksa,


tak lama pesanan tiwi dan aditya akhirnya datang juga,


permisi... ucap ibu pengantar makanan


iya... ucap aditya


ibu itu pun menyimpan makanan pesanan mereka di meja


makasih... ucap aditya


sama-sama... ucap ibu tersebut lalu langsung meninggalkan mereka


ayo makan... ucap aditya


iya... ucap tiwi


yang banyak ya... ucap aditya


nanti gemuk... ucap tiwi


biarin yang penting sehat.... ucap aditya


tiwi pun langsung menikmati makanan yang mereka pesan, aditya yang melihat tiwi pun tersenyum dan ikut menikmati makanan yang mereka pesan tadi....


tanpa terasa beberapa menit telah berlalu, tiwi dan aditya sudah selesai menyantap makanan mereka...


sudah kentang wi... tanya aditya


sudah adit... ucap tiwi


mau langsung ke kelas... ucap aditya


sebentar lagi deh... baru juga siap makan... ucap tiwi


ok... ucap aditya


mereka pun duduk sejenak di kantin, namun seperti biasa tiwi pasti akan membeli cemilan setelah makan,


tiwi pun beranjak menuju kantin penjual cemilan,


saat tiwi berdiri, aditya bertanya.


mau ke mana wi... ucap aditya


itu mau beli cemilan... ucap tiwi menunjuk penjual cemilan


jangan banyak-banyak... ucap aditya


iya... ucap tiwi


tiwi pun langsung menuju warung yang menjual cemilan


aditya hanya memandang tiwi yang berlalu menuju warung cemilan lalu kembali membetulkan posisi duduknya

__ADS_1


tiwi yang berada di warung jajanan, langsung memilih-milih jajanan, setelah selesai tiwi kembali ke meja di mana aditya sedang menunggunya...


tiwi datang dengan sekantong cemilan...


aditya yang melihat langsung melebarkan matanya,


kamu... ucap aditya


tiwi malah nyengir kuda muka tanpa dosa


tiwi, tadi aku bilang apa? ucap aditya


habis enak semua, aku bingung jadi aku beli semua... ucap tiwi datar


kamu ini... ucap aditya


ok.. ok... aku enggak makan semuanya... ucap tiwi


aditya hanya diam sambil menyilang kan tangannya ke dada


namun tiwi cuek hanya memakan jajanan nya, termasuk lollipop yang pasti selalu tiwi beli.


setelah menunggu tiwi yang sedang memakan cemilan, tiwi pun mengajak aditya masuk ke dalam ruangan...


aditya, ayo kita ke kelas... ucap tiwi


kamu sudah selesai... ucap aditya


aku sudah selesai, ini untuk di makan nanti... ucap tiwi sambil merapihkan sisa cemilan dan tiwi masukkan dalam tasnya...


setelah selesai,


ayo... ucap tiwi mengajak aditya


aditya hanya mengikuti langkah tiwi hingga sampailah mereka di kelas


aditya udah dong jangan marah... ucap tiwi sambil melangkah menuju kelas


enggak ko... ucap aditya


terus kenapa diam... ucap tiwi


enggak kenapa-kenapa.... ucap aditya


jangan bohong... ucap tiwi


benar... ucap aditya


tiwi merasa kalau aditya marah karena tiwi membeli banyak jajanan tadi,


kamu bohong, maaf soal tadi aku jajan banyak, janji enggak gitu lagi... ucap tiwi


aditya hanya diam,


ayo lah sayang jangan marah... ucap tiwi rengek


sampainya mereka di kelas, aditya tetap tanpa suara hanya duduk diam...


sayang... maaf? ucap tiwi memohon


bener enggak gitu lagi... ucap aditya buka suara


aditya yang akhirnya buka suara seketika tiwi langsung tersenyum dan mengangguk


janji... ucap tiwi


aku marah karena perduli sama kamu, kamu tau itu kan?


iya... ucap tiwi sambil mengangguk


aditya tersenyum,


jangan gitu lagi ya... ucap aditya


iya, aku janji... ucap tiwi


aditya mengelus kepala tiwi karena gemas dengan ekspresi mukanya kalau sedang manja...


tak lama dosen pun masuk ke dalam ruangan


siang anak-anak.... ucap dosen yang sudah masuk


siang pak.... ucap semua mahasiswa


baik.. kita mulai saja ya materi kita hari ini, bapak akan memberi penjelasan tentang materi kita sekarang... ucap dosen


namun tiba-tiba tiwi kebelet ingin buang air kecil,


tiwi pun menyenggol aditya,


kenapa? tanya aditya karena di senggol oleh tiwi


aku kebelet, mau ke toilet dulu ya... bisik tiwi


mau aku temenin.... ucap aditya


enggak, aku sendiri aja.... ucap tiwi


ya udah hati-hati ya... ucap aditya


iya... ucap tiwi


tiwi pun berdiri dari duduknya dan permisi kepada dosen yang sedang menjelaskan di depan.


dosen yang melihat salah satu mahasiswa nya mendekat ke arahnya maka dosen pun menghentikan sejenak pembicaraannya,


maaf pak saya mau permisi ke toilet... ucap tiwi


iya, silahkan... ucap dosen mempersilahkan keluar


setelah tiwi keluar ruangan dosen pun melanjutkan pembicaraannya yang terputus tadi,


iiba-tiba aditya merasa tidak tenang dengan kepergian tiwi ke toilet


ko perasaan aku enggak enak ya.... ucap batin aditya yang mulai tidak fokus dengan dosen yang sedang menjelaskan di depan


tiwi yang sudah berada di toilet baru saja selesai, tiwi pun keluar dari toilet dan mencuci tangan dan sedikit melihat ke arah kaca apa ada yang salah dengan wajahnya dan jilbabnya,


setelah semuanya beres tiwi pun keluar dari toilet dan kembali ke kelas,


saat tiwi baru saja keluar dari pintu toilet di sana tiwi sudah di hadang dengan tiga orang wanita yang terbilang gayanya cukup modis dan cantik, dengan memiliki badan tinggi langsing dan putih dengan rambut panjang yang terurai


berhenti.... ucap wanita itu


maaf ada apa? tanya tiwi


denger ya baik-baik, tolong kamu jauhi aditya... kalau enggak aditya bakal celaka... ucap wanita itu


kamu siapanya aditya memangnya, saya enggak pernah tau dia dekat sama wanita lain.... ucap tiwi


kamu enggak perlu tau, yang sekarang aku minta kamu jauhi dia... kalau enggak liat aja akibatnya... ancam wanita itu lalu pergi meninggalkan tiwi sendiri di toilet,


seketika tiwi seperti tersambar petir, tiwi mematung tanpa bergerak untuk beberapa saat, air matanya mengalir tanpa ia sadari,


begitu sesak dan sakit di dada, setelah mendengar perkataan wanita tadi,


tiwi berusaha mengatur nafas, berusaha untuk tenang...


tiwi pun masuk kembali ke dalam toilet,


ia berdiri di depan cermin besar, memandang dirinya yang begitu kacau dengan berlinang air mata,


tenang wi... kamu jangan seperti ini... ucap batin tiwi


tiwi pun mencuci mukanya dengan air agar tidak ketauan aditya kalau ia habis menangis,


setelah tiwi merasa tenang, tiwi pun memutuskan kembali ke dalam kelas...


wanita yang tadi mengancamnya tertawa lepas, karena melihat ekspresi tiwi,


jadi apa rencana kamu? tanya teman-temannya klara


aku mau liat dia menderita, karena aku enggak suka wanita seperti dirinya bisa seberuntung itu memiliki aditya yang sudah lama aku suka.... apa kelebihannya sampai-sampai aditya bisa suka dengan wanita itu yang enggak ada apa-apa ketimbang aku... ucap klara dengan muka sinis


tiwi melangkah menuju kelas dengan pikiran yang campur aduk, tiwi hanya diam merenungi apa yang wanita itu katakan, seakan tidak siap untuk meninggalkan aditya, karena selama ini ia memiliki perasaan pada aditya,


tiwi hanya berpikir, mengapa hal ini harus terjadi, rasa sakit kehilangan seseorang harus saja tiwi rasakan setelah ia merasa nyaman dengan orang itu,


saat tiwi sudah dekat dengan kelasnya, tiwi memandang ke arah kelas, seakan ragu untuk melangkah masuk apa lagi harus berhadapan dengan aditya, namun tiwi menguatkan hati,


tiwi harus bersikap biasa saja agar aditya tidak curiga,


tiwi pun melangkah masuk ke dalam kelas


permisi.... ucap tiwi


dosen pun memberi isyarat mempersilahkan masuk,

__ADS_1


tiwi pun masuk ke dalam kelas dan duduk di sebelah aditya, lalu tersenyum pada aditya.


aditya yang terus memandang tiwi seakan ada yang aneh dari wajahnya,


namun aditya tidak bertanya,


aditya hanya memperhatikan tiwi, yang menurut aditya ada yang lain dari tiwi,


sedari kembalinya tiwi dari toilet, tiwi tidak sedikit pun memandang aditya, berbicara, hanya menunduk dengan mencoret-coret buku tak menentu,


ada apa dengan anak ini... batin aditya terus memandang tiwi,


dua jam pun berlalu, jam kuliah pun telah selesai, dosen pun telah mengakhiri kuliah hari ini


baik anak-anak penjelasan hari ini cukup sampai di sini, kita sambung minggu depan, kepada para mahasiswa saya harap kalian mempersiapkan untuk ujian yang akan di adakan sebentar lagi


baik pak... ucap semua mahasiswa


baik, kalau begitu semoga kalian dapat nilai baik di semester ini, sampai jumpa minggu depan... ucap dosen


iya pak... ucap semua mahasiswa


satu persatu mahasiswa pun meninggalkan ruangan,


aditya dan tiwi masih berada di kelas,


aditya masih memperhatikan tiwi yang menjadi pendiam,


bro duluan ya... sapa temannya


ok... lanjut... ucap aditya yang kaget dengan sapaan temannya


wi, kita duluan ya... ucap temannya aditya


iya... ucap tiwi tersenyum.


teman-temannya aditya pun pergi meninggalkan kelas


kamu mau langsung pulang... tanya aditya


boleh enggak kita duduk di taman dulu... ucap tiwi tanpa memandang aditya,


kamu lagi kenapa? tanya aditya


enggak, aku lagi males pulang cepat.. ucap tiwi berbohong


yasudah aku temenin ya... ucap aditya


emang enggak apa-apa kamu selalu nemenin aku... ucap tiwi merasa takut dengan wanita yang tadi bertemu dengannya


ko ngomongnya gitu, kamu kenapa sih? tanya aditya mengelus kepala tiwi


enggak ko aku takut aja, ada yang marah atau mengganggu waktu kamu... ucap tiwi


siapa yang marah emangnya? sudah, jangan ngomong gitu, waktu aku cuma buat kamu... ucap aditya tersenyum


tiwi pun mengangguk


ayo... ucap aditya sambil menggandeng tangan tiwi keluar kelas


mereka pun menuju taman di belakang kampus,


kamu kalau ada masalah cerita, jangan malah bersikap aneh kaya gini... ucap aditya


iya... ucap tiwi menundukkan kepala


aditya memandang tiwi sedari tadi, merasa ada yang aneh dari tiwi, tapi aditya tidak mau memaksa untuk cerita... aditya hanya diam, karena aditya yakin tiwi akan cerita dengan sendirinya tanpa harus di tanya,


karena sebenarnya tiwi anaknya selalu bercerita jika ada hal yang tidak pas dengan hatinya, namun karena masa lalunya yang membuat tiwi tertutup


sampailah mereka di taman yang tiwi maksud,


di sana juga banyak mahasiswa lain yang sedang duduk-duduk, berkumpul dan sebagainya, namun tiwi memilih tempat yang tidak terlalu banyak orang,


aditya pun sudah tau itu...


kamu kenapa sih wi... tanya aditya


namun tiwi hanya diam


tiwi... ucap aditya


enggak aku cuma lagi kangen aja tempat ini, kan udah lama juga enggak ke sini... ucap tiwi


aditya masih mengikuti tiwi melangkah, hingga berhentilah di satu tempat, di sana tiwi duduk di bangku yang tepat di bawah pohon besar...


ini ada apa sih kenapa tiwi aneh banget... batin aditya


aditya pun duduk di sebelah tiwi, dengan terus memandang tiwi namun tiwi tidak mau memandangnya malah memalingkan muka.....


aditya pun tak menunggu lama langsung membalikkan badan tiwi agar menghadap aditya, namun tiwi tidak mau memandang dirinya.


tiwi sebenarnya kamu kenapa, kenapa kamu enggak mau melihat aku dari tadi? tanya aditya


tiwi terdiam mendapat pertanyaan seperti itu,


jawab wi, kenapa kamu jadi aneh gini.... ucap aditya


tiwi menunduk dan memejamkan matanya lalu menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya agar merasa lebih baik,


setelah tenang, tiwi pun memberanikan diri menatap aditya


aku enggak kenapa-kenapa aditya.... ucap tiwi sambil memandang mata aditya agar aditya yakin kalau tiwi saat ini baik-baik saja


kamu enggak usah berbohong sama aku tiwi, kamu enggak akan diam kalau kamu tidak merasa tertekan dan ada masalah... ucap aditya


siapa bilang aku ada masalah atau tertekan, aku baik-baik aja ko, cuma aku lagi kangen tempat ini ya jadi sedih aja gitu.... ucap tiwi berbohong


mau sampai kapan kamu mau seperti ini, aku tau kamu wi, tiap hari aku selalu sama-sama kamu, perubahan sikap kamu aku tau... ucap aditya


sebenarnya pas kamu ke toilet ada kejadian apa? ada yang nyakitin kamu? ngancem kamu? atau apa wi? kamu berubah setelah kamu dari toilet tadi, memangnya aku enggak merhatiin kamu apa? ucap aditya panjang lebar dengan sedikit emosi


tiwi tertunduk dan tanpa tiwi sadari air mata yang sedari ia tahan, akhirnya keluar juga...


aditya yang melihat tiwi menangis langsung,


memandang tiwi,


ada apa wi, kamu kenapa sebenarnya? tanya aditya panik,


namun tiba-tiba tiwi pergi meninggalkan aditya,


tiwi berlari sekencang mungkin dengan hati yang sakit,


aditya berusaha mengejar tiwi namun kalah cepat,


tiwi tunggu,..ucap aditya sambil berlari mengejar tiwi,


tiwi... ucap aditya memanggil lagi


namun tiwi sudah jauh darinya dan langsung menaiki taksi yang kebetulan sedang berhenti,


tiwi tunggu.... panggil aditya yang masih berlari


jalan pak... ucap tiwi yang masih menangis


saat aditya sudah dekat dengan taksi yang dinaiki tiwi, namun aditya terlambat taksinya keburu pergi...


tiwi.... panggil aditya yang melihat taksinya terus berjalan menjauh


aditya tanpa menunggu langsung berlari menuju mobil dan menjalankan mobilnya menuju rumah tiwi, dengan pikiran yang kacau,


kamu sebenarnya kenapa wi.... ucap aditya di dalam mobil


di dalam taksi tiwi masih menangis sesenggukan, tak tau apa yang harus dia lakukan,


jika harus menuruti perkataan wanita itu tiwi merasa berat harus melepaskan aditya, namun jika tiwi memaksa bersama aditya,tiwi takut terjadi sesuatu tanda ia duga...


jalan satu-satunya tiwi menghindar dan menenangkan hatinya terlebih dahulu...


sampainya di rumah, tiwi langsung masuk dan mengunci semua pintu,


ia bergegas masuk ke dalam kamar dengan air mata yang masih terus mengalir


tak lama mobil aditya berhenti di depan rumah tiwi, aditya menunggu kedatangan tiwi yang menggunakan taksi, namun tanpa aditya sadari tiwi sudah berada di rumah dan mengurung diri.


satu jam aditya menunggu di dalam mobil,


ternyata tiwi menyadari keberadaan aditya namun tiwi memilih membiarkan aditya yang berada di luar,


hari sudah gelap, namun tidak ada tanda-tanda kedatangan tiwi,


lampu kamar tiwi pun tidak menyala,


tiwi terus melihat ke luar, ternyata aditya masih menunggunya di depan rumah ada rasa kasihan melihat aditya terus menunggu dirinya namun tiwi takut wanita itu akan melakukan hal tidak terduga,


karena hari sudah malam, aditya akhirnya memutuskan untuk pulang ke rumah dengan perasaan kecewa dan penuh dengan pertanyaan

__ADS_1


__ADS_2