Pilihanku Penyesalanku

Pilihanku Penyesalanku
90 memang aku yang salah


__ADS_3

sesampainya tiwi dan aditya di rumah,


tiwi langsung turun dari mobil dan masuk ke dalam kamar,


aditya hanya memandang kepergian tiwi


kamu bisa istirahat ucap aditya pada supirnya lalu melangkah masuk menyusul istrinya,


baik ucap fery yang memandang majikannya berlalu


hai, ada apa ucap siti yang tiba-tiba mengagetkan fery


kamu mengagetkan saja ucap fery yang terkejut


ada masalah ya? ucap siti


bukan urusan kamu ucap fery berlalu meninggalkan siti


dasar di tanya baik-baik malah kaya gitu gerutu siti melihat kepergian fery


siti pun pergi melanjutkan pekerjannya


di taman belakang fery sudah bersantai,


fery langsung mengeluarkan ponselnya dan mengirimkan pesan pada andre prihal salah yang terjadi di penjara,


andre yang sedang berada di ruang kerjanya, mendengar ada pesan masuk ke ponselnya andre pun langsung membacanya,


setelah membaca pesan yang di kirim fery dan membalasnya andre pun melanjutkan kembali pekerjannya,


satu notifikasi masuk di ponsel fery,


fery langsung membaca isi pesan dari andre, setelah mendapat perintah fery pun langsung meninggalkan taman


aditya dan tiwi yang berada di kamar sedang duduk di sofa,


dengan raut wajah tiwi yang sedih dan diam tanpa kata membuat aditya bingung,


sayang kamu masih memikirkan ucapan kiara ucap aditya


tiwi tetap diam


sayang kamu jangan seperti ini, kematian klara tidak ada hubungannya dengan kamu, semua murni kecelakaan ucap aditya


tiwi yang diam tiba-tiba meneteskan air mata, tiwi merasa apa yang di katakan kiara ada benar nya juga, semua karena dirinya, seandainya saja dirinya tidak mengenal aditya dan memiliki perasaan pada aditya mungkin ini semua tidak akan terjadi,


apa yang di katakan kiara memang benar, memang aku yang salah ucap tiwi


sayang, kamu ngomong apa sih ucap aditya


aku yang sudah menyebabkan klara meninggal dalam kecelakaan itu, itu semua karena aku aditya, klara mencintai kamu ucap tiwi


sayang, yang aku cintai itu kamu bukan klara, lagi pula selama ini aku tidak mengenal klara dan tidak tau jika klara memiliki perasaan pada ku ucap aditya


aku mohon sayang jangan seperti ini ucap aditya sedih


tangisan tiwi pecah, tiwi langsung memeluk aditya dengan erat dan memendamkan wajahnya di dada aditya dan aditya pun memeluk tiwi dengan penuh kasih sayang dan berusaha menenangkan tiwi,


berusaha menjaga emosinya agar penyakitnya tidak kambuh,


sayang, atur emosi kamu sayang, kamu harus tenang ucap aditya panik karena tiwi terus menangis


tiwi yang masih dalam kondisi menangis dalam pelukan aditya, tiba-tiba saja tiwi hilang kesadaran dan tangan tiwi yang memeluk aditya pun terjatuh,


aditya yang menyadari tiwi yang telah pingsan sontak semakin panik,


sayang sayang panggil aditya melihat tiwi yang sudah lemas tak berdaya dalam pelukan aditya,


aditya langsung menggendong tiwi menuju ranjang dan membaringkannya, lalu aditya pun memberikan tiwi obat,


aditya terus memandangi istrinya yang terbaring lemah tak berdaya, dengan menggenggam tangan tiwi, tanpa di sadari air mata pun menetes membasahi pipinya,


aditya begitu sedih, tak sanggup jika melihat istrinya terbaring lemah,


merasa dirinya tak berguna,


sayang, semua ini bukan salah kamu, memang sudah takdir klara jika klara meninggal dalam kecelakaan itu, mengapa kamu harus menyalahkan diri kamu sendiri sayang, mengapa kamu menyiksa diri kamu sendiri seperti ini, aku enggak sanggup kehilangan kamu sayang, kamu jangan siksa aku seperti ini aku enggak sanggup ucap aditya dalam tangisannya yang terus menggenggam tangan tiwi dan mengecupnya,


berharap tak lagi ada kejadian seperti ini


aditya pun membiarkan tiwi untuk istirahat dan terus menunggu tiwi yang belum juga siuman,

__ADS_1


tak lama kemudian, aditya yang sudah berbaring di samping tiwi terbangun, karena ponselnya berbunyi,


aditya pun langsung meraih ponselnya yang berada di atas lemari samping tempat tidurnya,


saya melihat layar ponsel tertulis " ayah andre "


aditya pun langsung bangkit dari tempat tidur melangkah menuju balkon kamarnya lalu mengangkat telepon,


terdengar suara di ujung telepon,


halo!!!! ucap andre


iya ayah ucap aditya


aditya ayah mendapat kabar kalau terjadi sesuatu di penjara ucap andre


iya ayah ucap aditya


bagaimana kondisi tiwi saat ini ucap andre


aditya melihat ke arah tiwi sejenak lalu berkata


maaf ayah tiwi sedikit terpukul, lalu pingsan, kata dokter kondisi tiwi sudah stabil saat ini namun masih dalam pengaruh obat, mangkanya tiwi belum sadarkan diri ucap aditya


syukurlah jika tidak ada yang serius, ibu disini saat mendapat kabar tiwi pingsan begitu khawatir ucap andre


maaf jika sudah membuat ayah dan ibu cemas ucap aditya


bukan salah kamu aditya, ayah paham apa yang tiwi rasa kan, dia hanya merasa bersalah dan semua perlu waktu, kamu harus sabar menghadapi tiwi ucap andre


baik yah aditya mengerti ucap aditya


baik kalau begitu, ayah tutup dulu teleponnya, kamu jaga tiwi dengan baik ucap andre


baik yah, salam untuk ibu ucap aditya


nanti ayah sampai kan ucap andre menutup teleponnya,


dari balkon aditya memandang tiwi yang masih terbaring belum sadarkan diri


bagaimana yah kondisi tiwi ucap yati panik


tiwi sudah stabil, saat ini masih dalam pengaruh obat dokter ucap andre


sudah jangan di pikirkan lagi, tiwi baik-baik saja sekarang ayo kita istirahat ucap andre mengajak yati ke kamar,


hari pun beranjak senja,


siti sudah sibuk di dapur untuk memasak makan malam, yang akan di hidangkan sebagai menu malam ini,


apa nyonya dan tuan masih belum keluar dari kamar ucap fery yang tiba-tiba muncul membuat siti terkejut


kamu, bikin kaget saja ucap siti


belum mereka masih di dalam, tuan muda terus menunggu nyonya muda tanpa beranjak ucap siti


apa nyonya muda belum sadarkan diri ucap fery


belum, kasian sekali tuan muda terlihat begitu panik ucap siti


semoga saja segera siuman, karena tadi kata dokter kondisi nyonya muda sudah stabil ucap fery


semoga aja ya ucap siti


siti pun melanjutkan kembali memasak,


dalam hati fery merasa kasihan dengan tiwi pantas saja tuan andre meminta dirinya untuk mengawasi setiap apa yang terjadi di rumah ini, ternyata ada yang ingin mencelakai tiwi,


fery pun meninggalkan dapur,


sedangkan aditya yang masih berada di kamarnya baru saja siap mandi, aditya melangkah menuju lemari pakaian dan mengenakan baju santai,


setelah rapih aditya pun kembali menuju ranjang untuk melihat kondisi tiwi dan aditya pun duduk di samping tiwi untuk menunggu tiwi hingga siuman sambil membaca buku,


siti yang sedari tadi sibuk di dapur telah selesai memasak,


beberapa menu makan malam pun telah di hidangkan di atas meja dan menyiapkan semua kelengkapan makan,


setelah semuanya telah siap baru lah siti memanggil majikannya yang berada di kamar untuk memberi tau bahwa makan malam telah siap,


tok

__ADS_1


tok


tok


permisi tuan ucap siti di depan pintu kamar


aditya pun langsung beranjak melangkah menuju pintu,


iya ada apa ucap aditya yang sudah membuka pintu


maaf tuan makan malah sudah siap ucap siti


iya,terima kasih ucap aditya


kalau gitu saya permisi ucap siti kembali ke dapur


aditya menutup pintu kamarnya dan kembali ke tempat tidur lalu berkata,


sayang, aku tinggal sebentar ya, kamu baik-baik di sini ucap aditya lalu keluar dari kamar melangkah menuju meja makan,


aditya yang telah sampai di ruang makan, menyantap makan malam seorang diri dengan di layani siti


setelah selesai siti pun meninggalkan ruang makan


permisi tuan saya ke belakang dulu ucap siti berlalu


aditya yang berada di ruang makan seorang diri menyantap makanan dengan perasaan sedih


siti yang berada di dapur pun sedang melamun, merasa kasihan pada majikannya,


hai, kamu kenapa ucap fery yang tiba-tiba mengagetkan siti


ya ampun, kamu ngagetin aja sih ucap siti terkejut


lagian kamu ngapain ngelamun gitu ucap fery


kasian tuan seperti nya sedih sekali ucap siti


ooo, jadi dari tadi kamu mikirin itu ucap fery


aku baru kali ini liat tuan muda sesedih itu selama aku bekerja di sini ucap siti


kamu tenang saja nyonya muda pasti baik-baik saja dan dia akan segera sadar ucap fery


iya semoga saja ucap siti


sudah jangan sedih terus ucap fery yang langsung meninggalkan dapur,


aditya yang berada di ruang makan, sudah selesai makan,


aditya melangkah menuju ruang kerja untuk mengecek dokumen perusahaan yang akan segera di resmikan,


siti baru saja selesai merapihkan meja makan dan mencuci piring,


setelah selesai semua pekerjaannya siti pun menuju ruang kerja aditya untuk mengantarkan minuman,


tok


tok


tok


masuk ucap aditya


permisi tuan ini minumannya ucap siti meletakkan di atas meja


makasih ucap aditya


sama-sama tuan saya permisi ucap siti melangkah


tunggu ucap aditya


iya tuan ada yang bisa saya bantu ucap siti yang sudah membalikkan badannya


tolong kamu cek kondisi nyonya ucap aditya


baik tuan ucap siti lalu meninggalkan ruang kerja aditya, langsung melangkah menuju kamar majikannya berada


aditya kembali membaca dokumen


namun tetap saja dalam pikirannya sedang menghawatirkan tiwi

__ADS_1


ternyata dari balik pintu fery terus memperhatikan aditya lalu pergi


__ADS_2