Pilihanku Penyesalanku

Pilihanku Penyesalanku
77 tiwi mendapatkan teman baru


__ADS_3

pagi ini aditya, tiwi, dika dan bagas sudah berada di kampus,


mereka sudah masuk ke dalam ruang kelas untuk mengikuti mata kuliah pertama yang akan berlangsung sekitar setengah jam lagi, sambil menunggu aditya pun mengobrol bersama dika dan bagas sedangkan tiwi sedang asik membaca buku kuliah, karena sebentar lagi ujian akan berlangsung dan banyak mata kuliah yang tertinggal selama tiwi sakit, maka tiwi harus mengejar ketertinggalan itu,


aditya, dika dan bagas mereka sedang membicarakan masalah yang menimpa tiwi,


karena aditya meminta bantuan dika dan bagas untuk menjaga tiwi dan memantau situasi sekitar,


jadi bagaimana kelanjutannya aditya soal masalah tiwi ucap bagas


untuk sementara semua masih aman, tapi kita harus tetap waspada walau sudah ada bodyguard utusan dari ayah tiwi yang memantau kita ucap aditya


ok siap, kita pasti bantu kamu aditya tenang saja ucap dika


makasih, maaf merepotkan kalian ucap aditya


apa sih lo, kaya sama siapa aja, santai ucap bagas


iya nih, kitakan udah sahabatan lama, pastinya kita bantu lah kalau ada sahabat yang butuh bantuan ucap dika


aditya tersenyum


oh ya kondisi tiwi gimana sekarang udah baik-baik aja kan ucap bagas


kata dokter sih kondisi tiwi saat ini udah stabil, cuma masih tetap harus dalam pengawasan ucap aditya


ooo, semoga enggak ada kejadian lagi yang menimpa tiwi, aku enggak tega liat tiwi kaya kemarin ucap bagas


semua akan baik-baik aja kalau tiwi tetap meminum obatnya atas saran dokter ucap aditya


obat? ucap dika dan bagas bersamaan


iya, obat ucap aditya


dika dan bagas memandang ke arah tiwi,


kelihatannya seperti orang sehat pada umumnya enggak seperti orang yang sakit, tapi kenyataannya dia harus menderita ucap bagas


iya benar sekali ucap dika


aditya pun memandang tiwi yang sedang asik membaca buku dan mendengarkan musik,


tak lama dosen pun masuk ke ruangan, semua mahasiswa yang berada di ruangan langsung duduk dengan rapih dan seketika ruangan menjadi hening,


pagi anak-anak ucap dosen


pagi pak ucap semua mahasiswa


oh ya sebelum bapak mulai menjelaskan, kita ke datangan teman baru ucap dosen


di kelas pun menjadi ricuh penasaran dengan mahasiswa baru yang di maksud oleh dosen,


ayo nak masuk ucap dosen mempersilahkan mahasiswa baru itu masuk ke dalam ruangan,


saat mahasiswa baru pun masuk dalam ruanga dengan tersenyum,


tatapan mata semua mahasiswa telah tertuju pada mahasiswa baru yang sudah berada di depan ruangan dengan pandangan kagum karena kecantikannya, badan yang tinggi semampai tentunya termasuk wanita ideal para lelaki,


tiwi yang baru saja melihat mahasiswa baru itu pun langsung berekspresi tak biasa ternyata mahasiswa baru yang dimaksud adalah orang yang menabraknya kemarin,


silahkan kamu perkenalkan diri ucap dosen pada mahasiswa baru itu,


halo, salam kenal


perkenalkan nama saya kiara


pindahan dari jakarta

__ADS_1


mohon bimbingannya ucap kiara


baik kamu boleh duduk ucap dosen


makasih pak ucap kiara


kiara pun memilih posisi duduk dan kiara melangkah ke meja kosong di sebelah tiwi,


tiwi hanya memandang klara yang mendekat ke arahnya dan duduk di sebelah tiwi,


dosen pun mulai menjelaskan materi kuliah di depan kelas


kiara pun menyapa tiwi,


hai, ketemu lagi ucap kiara


iya, salam kenal aku tiwi ucap tiwi dengan ramah


kiara tersenyum,


setelah berkenalan tiwi dan kiara pun mulai fokus pada dosen yang sudah memulai pelajarannya,


namun tidak dengan aditya, dika dan bagas yang berada di belakang tiwi dan kiara,


mereka sibuk memperhatikan kiara, dengan banyak tanda tanya di kepalanya,


aditya, dika dan bagas terus memandangi kiara dari saat kiara masuk ke dalam ruangan dan menyebut namanya,


buat mereka wajah kiara tak asing apa lagi saat kiara menyebut namanya,


lalu secara bersamaan dika, bagas dan aditya saling berpandangan bahwa bukan hanya diri mereka masing-masing yang merasa kan itu,


kamu kenal aditya ucap bagas


itu yang kemarin menabrak tiwi ucap aditya


sama, apa ini kebetulan ucap dika


seperti nya tidak ucap bagas


apa kalian berpikir yang sama dengan aku ucap aditya pada bagas dan dika


sepertinya bau-bau ada yang tidak beres ucap bagas


aditya dan dika mengangguk paham,


aku juga merasa begitu, aneh sekali kenapa dia memilih tempat duduk sebelah tiwi ucap bagas


kita harus waspada dan tetap memantau tiwi seperti nya dia punya maksud lain ucap aditya


bagas dan dika pun paham,


mereka pun kembali fokus pada dosen yang sedang menjelaskan,


dua jam pun berlalu


mata kuliah pertama pun telah usai dosen pun sudah meninggalkan ruangan,


mahasiswa lain pun sudah meninggalkan ruangan,


aditya, dika dan bagas menghampiri tiwi,


sayang ayo kita ke kantin ucap aditya


iya, ayo tiwi aku udah lapar nih ucap dika tak sabar


iya ucap tiwi

__ADS_1


kamu ikut ya ucap tiwi pada kiara


aku boleh gabung ucap kiara seakan sungkan


ya boleh lah, ayo ucap tiwi tersenyum lalu menarik kiara ke luar ruangan,


aditya, bagas dan dika dengan tatapan yang tak biasa hanya diam mengikuti tiwi yang sudah lebih dulu keluar bersama kiara,


mereka pun melangkah menuju kantin,


semenjak hari ini tiwi dan klara begitu dekat,


tiwi pun mendapatkan teman baru, namun aditya, bagas dan dika tetap waspada pada kehadiran kiara yang menurut mereka ini seperti telah di rencanakan, dengan sifat tiwi yang saat ini sudah lebih welcome pada orang, dengan kepolosan dan kebaikan tiwi membuat kiara gampang mendekati tiwi


memang seperti ada yang aneh ucap bagas


kita ikutin saja permainan dia ucap aditya


apa aman buat tiwi, melihat tiwi sepertinya senang mendapatkan teman baru ucap dika


tenang di sekitar kita sudah ada beberapa pengawal yang mengawasi kiara karena aku sudah memberi perintah ucap aditya


hah, jadi sekarang ini di mana-mana ada kamera pengawas berjalan ucap dika melihat ke sekeliling


kamu enggak akan tau karena mereka sama seperti kita ucap aditya


wah hebat sekali, kita seperti main di film detektif jadi mata-mata ucap dika


bagas dan aditya tetap pada pandangan lurus memandang tiwi dan kiara yang sedang asik bersenda gurau tanpa menghiraukan dika


tiwi, kiara, aditya, dika, dan bagas telah sampai di kantin mereka pun sudah duduk di salah satu meja kosong di kantin,


sayang kamu mau pesan apa? ucap aditya


apa ya? ucap tiwi dengan pandangan yang sudah memilih


kamu mau pesan apa kiara? ucap tiwi yang pandangan nya kasih terus memilih


aku bingung mau makan apa ucap kiara


kamu lihat-lihat aja dulu mau makan apa ucap tiwi


kiara pun melihat ke sekeliling, untuk memilih makanan apa yang mau dia makan,


bagas dan dika yang heran melihat tiwi yang begitu baik dengan kiara hanya bisa diam,


aditya aku mi ayam ya ucap dika


ok, kamu bagas ucap aditya


batagor deh ucap bagas


kamu kiara udah tau mau makan apa? ucap tiwi


mi ayam deh ucap kiara


sayang kiara mau mi ayam ucap tiwi


ok sayang, oh ya mau makan apa? apa aku pilihkan aja ya ucap aditya pada tiwi


iya deh sayang, aku bingung ucap tiwi


ok kalau gitu aku pesan dulu ucap aditya yang langsung pergi memesan


kiara terus memandang aditya yang berlalu pergi,


dengan di sadari dika, dika pun langsung memberi tau bagas dengan memberi kode pada bagas,

__ADS_1


kini mereka mendapatkan fakta pertama menyadari memang ada tujuan terselubung yang telah di rencanakan oleh kiara


__ADS_2