
walau pun tiwi dan aditya sudah bertunangan cukup lama, namun mereka baru bisa mengadakan acara pertunangan yang akan mengundang banyak kerabat dan teman-teman juga,
kali ini ayah ibu aditya akan pulang dan menghadiri acara pertunangan anaknya, walau mereka cuma beberapa hari berada di kota ini namun itu sudah cukup membuat tiwi dan aditya bahagia, karena semua keluarga akan berkumpul,
lagi pula sebelumnya tiwi mengenal orang tua aditya hanya lewat video call saja, karena orang tua aditya yang sibuk membuat tiwi belum mengenal mereka secara langsung,
saat ini pun tiwi dan aditya di bantu oleh yati untuk persiapan acara pertunangan mereka yang akan di adakan di autdoor dengan view laut sesuai dengan kesukaan tiwi,
karena tiwi suka dengan pantai,
aditya membuat semua ini spesial untuk tiwi, sebagai bukti bahwa tiwi adalah wanita yang ia cintai dan yang akan selalu ia jaga,
tiwi dan aditya yang susah berada di kampus, sedang berada di ruang kelas, mengikuti mata kuliah yang sudah di mulai,
tiwi dan aditya pun setelah selesai kuliah mereka akan pergi ke butik untuk menemui yati karena tadi pagi yati, tiwi dan aditya sudah janjian untuk bertemu di butik, mereka harus mencoba baju pertunangan mereka yang sudah yati pesan sebelumnya,
saat ini pun yati pergi ke cafe lebih dulu seperti biasa sebelum yati ke butik,
sedangkan andre tetap fokus dengan pekerjaannya,
dua jam telah berlalu,
kelas pertama pun telah selesai
dosen sudah menghentikan menjelaskan di depan kelas,
baik, anak-anak kelas kita hari ini telah selesai, bapak anak melanjutkan di kelas selanjutnya, sampai jumpa minggu depan.... ucap dosen
dosen pun langsung meninggalkan kelas,
mahasiswa yang berada di kelas pun satu per satu telah keluar dari ruangan,
tiwi dan aditya masih berada di dalam ruangan,
aditya menunggu tiwi yang sedang memasukkan buku dan alat tulis ke dalam tas,
sudah, ayo... ucap tiwi
yuk.... ucap aditya
mereka pun keluar dari ruang kelas, tentunya seperti biasa aditya selalu menggandeng tangan tiwi,
mereka pun menuju ke kantin,
sayang hari ini jadi mau membagikan undangan ke teman-teman di kelas dan dosen.... ucap tiwi
iya sayang jadi, nanti kita bagikan setelah kita makan... ucap aditya
iya sayang.... ucap tiwi
mereka pun melangkah menuju kantin,
kini tiwi dan aditya tidak segan lagi mengumbar kebersamaan mereka di depan umum, membuat iri yang melihatnya,
sampainya di kantin aditya dan tiwi langsung masuk dan duduk,
sayang, kamu tunggu sini ya? aku mau pesan dulu... ucap aditya tersenyum
iya sayang... ucap tiwi tersenyum
aditya pun pergi untuk membeli makanan,
sedang kan tiwi melihat kepergian aditya dengan terus tersenyum,
beberapa menit kemudian, aditya pun telah kembali dengan membawa dua piring makanan,
dari kejauhan aditya tersenyum dan tiwi yang melihat aditya membalas senyumannya,
silahkan sayang makanan sudah datang... ucap aditya meletakkan makanan di hadapan tiwi lalu aditya pun duduk,
makasih sayang... ucap tiwi tersenyum
di makan... ucap aditya
iya... ucap tiwi
mereka pun mulai menyantap makanan yang ada di hadapan mereka dengan tenang dan berlahan,
saat aditya memandang tiwi, aditya melihat ada sedikit makanan yang menempel di bibirnya, aditya pun langsung mengambil tisu dan mengelap bibir tiwi dengan lembut,
tiwi sontak kaget dengan perlakuan aditya, tiwi pun memandnag aditya dengan malu,
belepotan ya? makasih... ucap tiwi
sedikit ko sayang, sama-sama, kaya anak kecil aja sih... ucap aditya tersenyum menggoda
ih, kamu nyebelin... ucap tiwi
aditya tersenyum,
mereka pun melanjutkan makan kembali,
tiwi dan aditya telah selesai makan,
sayang ayo kita ke kantor... ucap aditya
iya sayang... ucap tiwi
mereka pun meninggalkan kantin dan menuju kantor untuk menemui dosen-dosen dengan tujuan memberikan undangan, ,
sampainya di ruangan dosen,
mereka pun langsung masuk dan menghampiri dosen-dosen yang berada di sana setelah selesai membagikan di ruangan dosen mereka pun menuju ruangan administrasi , sampainya di sana mereka pun langsung menghampiri staf-staf yang bekerja di ruangan itu dan memberikan mereka undangan,
akhirnya semuanya sudah selesai,
selesai... ucap aditya
iya... ucap tiwi
ayo kembali ke kelas, tinggal membagikan ke teman-teman di ruangan saja... ucap aditya
iya, ayo... ucap tiwi
mereka pun kembali ke kelas
sampainya di ruang kelas,
tiwi dan aditya pun langsung duduk di bangku
di sana belum banyak yang memasuki ruangan,
sayang masih banyak yang belum memasuki ruangan... ucap tiwi
iya, kita tunggu saja, masih ada setengah jam lagi kelas di mulai... ucap aditya
iya... ucap tiwi
sayang aku ke teman-teman aku dulu ya? mau ngasih mereka undnagan... ucap aditya
iya... ucap tiwi,
aditya pun menghampiri teman-teman ngobrolnya dengan membawa undnagan tentunya,
aditya yang sudah meninggalkan tiwi sendiri,
tiwi pun mengeluarkan headphone dan buku novelnya...
Hai, teman-teman... ucap aditya menyapa
Hai bro... ucap teman-teman nya
oh iya ini, aku mau ngasih undangan pertunangan ke kalian... ucap aditya memberikan undangan kepada teman-teman nya,
wah, sama siapa lo tunangan? ucap dika
wah kurang up date nih, udah lama enggak ngampus sih lo.... ucap bagas
ya maklumlah aku kemarin ikut orang tua aku mudik ada acara keluarga... ucap dika
lalu dika pun membuka bungkusan undangan lalu membacanya,
dika melihat nama yang tertulis di undangan dengan kaget,
wah, enggak salah nih, seriusan lo jadi sama dia? ucap dika
begitu lah... ucap aditya
enggak percaya... ucap bagas
buka gitu, kayak mimpi aja lo bisa dapetin dia, setau gue dia cewek yang paling susah di deketin... ucap dika
ini buktinya... ucap aditya menunjukkan cincin tunagan mereka
jadi lo udah tunangan? ucap dika
sudah, tapi belum sempet bikin acara, kebetulan pas weekand jadi kita sempatin deh... ucap aditya
percaya lo... ucap bagas
gila gila gue kaya mimpi... ucap dika
sudah jangan kelamaan kagetnya nanti struk lagi... ucap bagas
dika menangis,
lo kenapa lagi sekarang... ucap bagas
gue patahati bro padahal gue suka sama dia dari pertama masuk kampus tapi susah banget deketin dia, malah sekarang dia sama temen gue sendiri yang baru kenal beberapa bulan... ucap dika sambil menangis
sabar-sabar itu namanya belum jodoh... ucap bagas
sorry ya bro.... ucap aditya
enggak apa-apa sih lagian itu udah lama berlalu... ucap dika
yaelah enggak usah di ungkit kali... ucap bagas
cuma cerita... ucap dika
sabar ya semoga kamu cepat menemukan jodoh kamu... ucap bagas
em... ekpresi muka sedih
bagas dan aditya tersenyum
ya sudah aku balik ke sana dulu, tu liat kalau aku tinggal, pasti kaya gitu.... ucap aditya
hehehe.... memang begitu dia dari dulu... ucap dika
iya, enggak berubah... ucap bagas
aku seh tau, tapi enggak begitu memperhatikan.... ucap aditya
lalu kenapa kamu sekarang begitu peduli dengannya... ucap bagas
aditya pun memandang tiwi lalu berkata,
setelah aku mengenal dia, dia wanita yang berbeda dan selalu membuat aku penasaran.... ucap aditya
apa yang berbeda? kalau penasaran seh iya... ucap dika
sebenarnya wanita yang rapuh namun di depan orang lain dia berusaha kuat... ucap aditya
jadi itu yang bikin kamu begitu menjaganya? ucap bagas
iya, setelah aku kenal dia dan orang tuanya aku jadi begitu mencintainya dan menyayanginya, apa lagi setelah kejadian waktu itu aku jadi takut untuk kehilangannya dan ada yang mencelakainya... ucap aditya
maksud kamu masalah klara... ucap bagas
oh ya ngomong-ngomong klara di mana? setelah kejadian itu aku enggak pernah melihatnya... ucap dika
iya, aku juga enggak tau apa yang di lakukan orang tua tiwi padanya namun aku tetap takut kalau klara tiba-tiba muncul dan mencelakai dia... ucap aditya
semoga saja semuanya baik-baik saja dan aku do'akan hubungan kalian lancar.... ucap dika
__ADS_1
iya, adit semangat... ucap bagas
pasti, ya sudah aku ke sana dulu... ucap aditya
ok bro, semangat... ucap dika
makasih.... ucap aditya
lalu aditya pun meninggalkan teman-temannya,
dika dan bagas melihat ke tempat aditya dan tiwi sambil berkata,
ada apa sebenarnya dengan tiwi... ucap dika
aku juga enggak tau... ucap bagas
semoga baik-baik saja.... ucap dika
iya kita do'akan saja... ucap bagas
aditya yang sudah kembali menghampiri tiwi yang sedang asik membaca,
hayo, baca lagi kan.... ucap aditya yang duduk di samping tiwi secara tiba-tiba hingga tiwi terkejut, dan melepas headphone nya,
kamu bikin kaget saja... ucap tiwi
sorry, habis baru aku tinggal bentar udah baca buku aja... ucap aditya
memang mau ngapain... ucap tiwi
ngobrol lah sama yang lain... ucap aditya
enggak nyaman... ucap tiwi
kalau sama aku, nyaman ya... ucap aditya menggoda
ih, pede siapa bilang... ucap tiwi ikut menggoda
ah, masa sih... ucap aditya memandang tiwi sambil menopang dagu
iya... ucap tiwi menahan senyum
yakin.... ucap aditya mendekat kan wajahnya dengan gaya masih menopang dagu
ih, kamu apaan sih, malu tau... ucap tiwi menjauhkan wajah aditya yang begitu dekat dengannya, karena malu
namun aditya tetap memandang wajah tiwi dengan menggoda,
siang anak-anak.... ucap dosen yang sudah masuk ke dpaam ruangan,
aditya pun langsung memandang ke depan,
tiwi tersenyum melihat tingkah aditya
mahasiswa lain pun telah kembali ke tempat duduknya dan suasana kelas langsung tenang,
siang pak.... ucap semua mahasiswa
mangkanya jangan genit... ucap tiwi berbisik
aditya tersenyum
baik anak-anak bapak akan langsung mulai saja memberi penjelasan tentang materi yang akan bapak bahas di kelas ini untuk mempersingkat waktu... ucap dosen
dosen pun langsung menjelaskan materi di depan kelas,
semua mahasiswa yang berada di kelas pun mulai fokus dengan apa yang di terangkan,
begitu pun dengan tiwi dan aditya,
yati yang berada di restoran, menyudahi pekerjaannya karena yati akan ke butik untuk melihat baju yang yati pesan untuk acara pertunangan anaknya sambil menunggu tiwi dan aditya yang juga akan menyusul yati ke butik setelah selesai kuliah,
yati pun membereskan meja kerjanya dan bersiap untuk meninggalkan cafe,
setelah semuanya rapih yati pun langsung meninggalkan ruangan dan bertemu manajer resto,
pak saya mau pergi dulu, tolong hendel semuanya... ucap yati yang sudah berada di meja kasir
baik bu... ucap manajer cafe
lalu yati pun meninggalkan meja kasir, dengan di susul dari belakang oleh manajer,
yati yang sudah keluar dari cafe pun berkata,
oh ya jangan lupa ya datang ke acara tunangan anak saya... ucap yati
baik bu... ucap manajer
oh ya bilang juga ke semua karyawan mereka juga boleh datang... ucap yati
baik bu... ucap manajer
kalau gitu saya pergi dulu... ucap yati
baik bu, hati-hati.... ucap manajer
lalu yati pun masuk ke dalam mobil dan meninggalkan cafe,
setelah kepergian yati,
manajer pun kembali masuk kedalam cafe dan berhenti di kasir,
anak-anak kumpul... ucap manajer
sebagian karyawan berkumpul
iya pak ada apa... ucap karyawan
ini pesan dari ibu yati buat kita semua, kalau kita semua di undang ke acara tunangan anaknya yang di adakan pada hari sabtu besok... ucap manajer
wah, serius pak kita boleh datang.... ucap karyawan
iya benar tadi ibu yati yang menyampaikannya langsung... ucap manajer
di mana pak acaranya... ucap karyawan
enggak sabar pengen liat anak ibu yati dan pasangannya... ucap karyawan
anak ibu yati itu cantik, baik, ramah lagi, cuma sudah lama juga dia enggak pernah kesini... ucap manajer
kalau pasangannya... ucap karyawan
saya enggak tau... eh, ko malah ngobrol, udah ana bantu yang lain jangan lupa sampaikan smaa yang lain ya... ucap manajer,
baik pak, permisi... ucap karyawan
karyawan yang berkumpul pun telah bubar dan kembali bekerja, manajer pun kembali memantau kerjaan yang lainnya dengan berada di kasir,
yati telah sampai di butik, yati pun turun dari mobilnya dan langsung masuk ke dalam butik,
sampainya di dalam butik,
yati langsung di sambut oleh pemilik butik yang sebelumnya sudah membuat janji,
hai jeng apa kabar, sudah lama kita enggak ketemu... ucap lili pemilik butik dengan senang
seperti yang kamu lihat li, aku baik, iya udah lama kita enggak ketemu... ucap yati tersenyum
ayo ayo masuk, aku udah siapin bajunya, oh ya mana anak kamu yati... ucap lili mengajak yati untuk duduk,
mereka pun melangkah menuju sofa,
ayo duduk yati.... ucap lili mempersilahkan yati duduk
tiwi nanti nyusul dari kampus sama calonnya... ucap yati
enggak kerasa ya, tiwi sudah besar, tau-tau udah tunangan aja, dulu terakhir ketemu masih kecil.... ucap lili tersenyum
iya, enggak kerasa, aku sudah tambah tua... ucap yati tertawa
belum lah masih muda gini kok, kemana-mana aja masih sendiri... ucap lili
bisa aja kamu... ucap yati
permisi, maaf bu, bajunya sudah siap... ucap karyawan butik pada lili
makasih... ucap lili
ayo yati kita lihat baju yang sudah aku siapkan buat acara anak kamu... ucap lili
iya... ucap yati
mereka pun melangkah masuk menuju ruangan ganti untuk melihat baju yang akan di pakai tiwi,
sampai nya di ruangan ganti,
ini yati baju yang sudah aku siapkan... ucap lili yang melangkah mendekat ke arah baju tersebut berada
wah, li cantik sekali... ucap yati
kamu suka yati... ucap lili
aku sih suka li, sederhana namun mewah... ucap yati
syukurlah kalau begitu, sengaja aku siapkan ini, desain khusus buat tiwi... ucap lili
pasti tiwi senang banget... ucap yati
kalau gitu tinggal kita tunggu tiwi datang aja sambil minum teh... ucap lili
putri tolong buatkan teh... ucap lili pada pegawainya
baik bu... ucap putri
duh, malah ngerepotin... ucap yati
ya enggak lah kaya sama siapa aja... ucap lili
ayo kita duduk... ucap lili
yati pun melangkah kembali menuju sofa bersama lili
sampainya di sofa, yati dan lili langsung duduk dan mereka pun mengobrol banyak,
karena semenjak lili sekolah desain, mereka sudah tidak pernah ketemu dan sekarang barulah mereka bisa bertemu lagi,
mereka bercerita dengan gembira,
tak lama putri datang dengan membawa dua cangkir teh, putri pun langsung meletakkan di atas meja,
silahkan diminum... ucap putri
makasih... ucap yati
putri pun kembali melakukan pekerjaannya
di minum yati... ucap lili
iya... ucap yati
yati pun meminum teh yang telah di bikin untuk nya,
jadi kamu masih sibuk dengan usaha kamu yati... ucap lili
ya begitu lah... ucap yati
kamu sendiri, sudah sukses seperti ini, sudah punya butik... ucap yati
alhamdulillah yati walau baru toko kecil begini tapi semuanya lancar... ucap lili
jadi kamu sudah lama di kota ini lili... ucap yati
satu tahun lah... ucap lili
padahal aku tetap di sini, tapi kamu enggak mau mampir... ucap lili
__ADS_1
aku pikir kamu sudah tidak di kota ini, aku pun enggak mencari tau keberadaan kamu dan teman yang lainnya... ucap lili
sama aku juga berpikir kamu masih berada di luar kota atau bahkan luar negri, waktu itu aku hanya mengingat kamu mangkanya aku menelpon kamu memesan baju untuk tiwi, tak di sangka kamu ada di kota ini... ucap yati
berati kapan-kapan kita bisa sering bertemu... ucap lili
tentu boleh li, kamu datang ke cafe aku juga boleh, karena aku sering berada di cafe... ucap yati
baiklah... ucap lili
tak lama tiwi dan aditya telah sampai di butik,
sayang itu mobil ibu... ucap aditya
iya, ternyata ibu sudah sampai lebih dulu... ucap tiwi
ayo kita masuk... ucap aditya
iya... ucap tiwi
mereka pun turun dari mobil dan masuk ke dalam butik,
aditya membuka pintu butik dan masuk dengan diikuti tiwi dari belakang,
lili dan yati melihat ke arah pintu,
sayang... ucap yati berdiri
aditya dan tiwi pun melangkah mendekat ke arah sofa,
tiwi... ucap lili
iya... ucap tiwi
sudah besar ya... ucap lili
tiwi merasa bingung
ini sayang tante lili teman ibu dulu, mungkin kamu enggak ingat karena masih kecil sekali waktu dulu kamu suka di gendong sama tante lili dan di ajak pergi sama tante lili... ucap yati menjelaskan,
ooo... tiwi tersenyum,
ini jeng mantunya... ucap lili
iya... perkenalkan ini aditya... ucap yati
serasi, cantik dan ganteng... ucap lili
aditya tersenyum,
ya sudah ayo kita coba bajunya? sudah tante siapkan... ucap lili pada aditya dan tiwi
ibu tunggu sini ya... ucap yati
tiwi dan aditya punya masuk ke ruang ganti mengikuti lili,
yati pun duduk di sofa,
beberapa menit kemudian,
aditya telah selesai mengganti baju,
mamakai setelah jas pada umumnya,
begitu ganteng, berkarisma,
aditya pun keluar dari ruang ganti dan menghampiri yati yang berada di luar,
ibu... ucap aditya
yati langsung tersenyum dan menghampiri aditya
wah, ganteng sekali anak ibu sini ibu liat... ucap yati memutar aditya melihat sekeliling tubuh aditya yang begitu sempurna,
saat yari di kagumkan dengan aditya, tiba-tiba datanglah tiwi
pasangan wanita sudah siap... ucap lili tersenyum
aditya dan yati pun melihat ke arah tiwi,
begitu tercengang aditya melihatnya karena tiwi yang begitu cantik mengenakan gaun,
tiwi pun mendekat di mana yati dan aditya berada,
yati tersenyum, sedangkan aditya masih terdiam melihat kecantikan tiwi,
ibu bagus tidak? ucap tiwi
bagus sayang, cantik... ucap yati tersenyum
aditya masih memandang tiwi dengan terpesona,
sayang bagai mana bagus tidak.... uacp tiwi bertanya pada aditya
hah... bagus sayang, bagus, kamu cantik memakai itu... ucap aditya
yati dan lili tersenyum begitu pun dengan tiwi,
baiklah kalau begitu sudah tidak ada masalah dengan bajunya... ucap yati
enggak bu... tiwi suka... ucap tiwi
ok, kalau gitu langsung kita bungkus ya... ucap lili
iya tente... ucap tiwi
ya udah sana kalian ganti baju.. ucap yati
iya bu... ucap tiwi dan aditya
mereka pun kembali ke ruang ganti,
ayo yati kita duduk dulu sambil menunggu... ucap lili mengajak yati untuk duduk
mereka pun menuju sofa dan duduk
beberapa menit kemudian, tiwi dan aditya telah selesai mengganti baju mereka pun keluar dari ruang ganti dan kembali menuju sofa,
menunggu baju mereka di masukkan ke dalam kotak,
sini sayang duduk... ucap yati yang melihat kedatangan tiwi dan aditya
mereka pun bergabung bersama yati dan lili,
tiwi tante masih kaya mimpi loh ngeliat kamu mau tunangan dan sebentar lagi nikah... ucap lili
masih lama tante nikahnya, nunggu selesai kuliah... ucap tiwi
enggak nunggu selesai juga enggak apa ko wi, malah enak kuliah bareng suami... ucap tiwi
kamu ini li, biarkan mereka menikmati kuliah lagi pula aditya belum bekerja... ucap yati
kenapa pusing, kan bisa kuliah sambil kerja malah banyak, kerja sama andre juga bisa di restoran kamu juga bisa, atau kerja sama orang tuanya aditya... ucap lili
iya memang, cuma biarkan mereka jalani semua ini bertahap... ucap yati
iya juga, dua tahun enggak kerasa sih... ucap lili
tak lama putri mengantarkan jas dn gaun milik tiwi dan aditya,
permisi, ini gaun dan jasnya sudah di bungkus... ucap putri sambil memberikan dua kotak berisi baju,
makasih... ucap aditya menerima kotak tersebut
kalau gitu kita pamit ya lili... ucap yati
iya, kapan-kapan mampir ya... ucap lili
pasti... kamu juga mampir ke cafe aku dan datang ke rumah... ucap yati
iya nanti aku mampir deh, rumah kamu masih yang lama kan... ucap lili
ya masih dong, oh ya dateng ya ke acara tiwi sabtu besok... ucap yati
pasti... ucap lili
aku pulang ya li... ucap yati
iya, hati-hati ya yati... ucap lili
iya... ucap yati
yati, tiwi dan aditya pun meninggalkan butik,
saat berada di luar butik, yati berkata,
kita makan dulu ya... ucap yati
iya bu... ucap tiwi
yati pun masuk ke dalam mobilnya begitu pun tiwi dan aditya yang juga masuk ke dalam mobil,
yati lebih dulu menjalankan mobilnya dengan diikuti aditya dan tiwi dari belakang,
mereka pun menuju restoran,
sampainya di restoran,
tiwi, aditya dan yati turun dari mobil dan mereka pun langsung masuk ke dalam restoran,
mereka pun duduk di salah satu meja kosong
pelayan pun datang menghampiri mereka dengan membawa buku menu,
yati, aditya dan tiwi melihat menu yang di berikan dan mereka pun memesan beberapa menu yang ada di sana,
lalu pelayan pun mencatat pesanan mereka,
setelah selesai pelayan pun meninggalkan meja mereka,
sayang, persiapan acara pertunangan kalian besok semuanya sudah beres, jadi sudah tidak ada masalah... ucap yati tersenyum
maaf ya bu kita jadi merepotkan ibu... ucap aditya
tidak apa kok, malah ibu senang melakukannya untuk anak ibu, pokoknya acara besok harus sukses... ucap yati
makasih bu... ucap yati dan tiwi
sama-sama sayang, semoga kalian bisa selalu bersama dan saling melengkapi... ucap yati tersenyum
iya bu... ucap aditya tersenyum
ibu senang melihat kamu seperti sekarang tiwi... ucap yati
tiwi pun tersenyum,
ibu enggak usah khawatir ya... ucap tiwi
iya sayang... ucap yati tersenyum
tak lama kemudian pesanan mereka pun telah datang,
pelayan langsung meletakkan di atas meja dan setelah selesai langsung meninggalkan meja,
ayo makan, habis itu kita pulang... ucap yati
iya bu... ucap tiwi dan aditya
mereka pun menikmati makanan mereka,
beberapa menit kemudian, tiwi, aditya dan yati telah selesai makan,
ayo kita pulang... ucap yati
iya bu... ucap aditya
__ADS_1
ayo sayang... ucap aditya
mereka pun meninggalkan restoran lalu pulang,