Pilihanku Penyesalanku

Pilihanku Penyesalanku
63 persiapan acara pertunangan


__ADS_3

walau pun tiwi dan aditya sudah bertunangan cukup lama, namun mereka baru bisa mengadakan acara pertunangan yang akan mengundang banyak kerabat dan teman-teman juga,


kali ini ayah ibu aditya akan pulang dan menghadiri acara pertunangan anaknya, walau mereka cuma beberapa hari berada di kota ini namun itu sudah cukup membuat tiwi dan aditya bahagia, karena semua keluarga akan berkumpul,


lagi pula sebelumnya tiwi mengenal orang tua aditya hanya lewat video call saja, karena orang tua aditya yang sibuk membuat tiwi belum mengenal mereka secara langsung,


saat ini pun tiwi dan aditya di bantu oleh yati untuk persiapan acara pertunangan mereka yang akan di adakan di autdoor dengan view laut sesuai dengan kesukaan tiwi,


karena tiwi suka dengan pantai,


aditya membuat semua ini spesial untuk tiwi, sebagai bukti bahwa tiwi adalah wanita yang ia cintai dan yang akan selalu ia jaga,


tiwi dan aditya yang susah berada di kampus, sedang berada di ruang kelas, mengikuti mata kuliah yang sudah di mulai,


tiwi dan aditya pun setelah selesai kuliah mereka akan pergi ke butik untuk menemui yati karena tadi pagi yati, tiwi dan aditya sudah janjian untuk bertemu di butik, mereka harus mencoba baju pertunangan mereka yang sudah yati pesan sebelumnya,


saat ini pun yati pergi ke cafe lebih dulu seperti biasa sebelum yati ke butik,


sedangkan andre tetap fokus dengan pekerjaannya,


dua jam telah berlalu,


kelas pertama pun telah selesai


dosen sudah menghentikan menjelaskan di depan kelas,


baik, anak-anak kelas kita hari ini telah selesai, bapak anak melanjutkan di kelas selanjutnya, sampai jumpa minggu depan.... ucap dosen


dosen pun langsung meninggalkan kelas,


mahasiswa yang berada di kelas pun satu per satu telah keluar dari ruangan,


tiwi dan aditya masih berada di dalam ruangan,


aditya menunggu tiwi yang sedang memasukkan buku dan alat tulis ke dalam tas,


sudah, ayo... ucap tiwi


yuk.... ucap aditya


mereka pun keluar dari ruang kelas, tentunya seperti biasa aditya selalu menggandeng tangan tiwi,


mereka pun menuju ke kantin,


sayang hari ini jadi mau membagikan undangan ke teman-teman di kelas dan dosen.... ucap tiwi


iya sayang jadi, nanti kita bagikan setelah kita makan... ucap aditya


iya sayang.... ucap tiwi


mereka pun melangkah menuju kantin,


kini tiwi dan aditya tidak segan lagi mengumbar kebersamaan mereka di depan umum, membuat iri yang melihatnya,


sampainya di kantin aditya dan tiwi langsung masuk dan duduk,


sayang, kamu tunggu sini ya? aku mau pesan dulu... ucap aditya tersenyum


iya sayang... ucap tiwi tersenyum


aditya pun pergi untuk membeli makanan,


sedang kan tiwi melihat kepergian aditya dengan terus tersenyum,


beberapa menit kemudian, aditya pun telah kembali dengan membawa dua piring makanan,


dari kejauhan aditya tersenyum dan tiwi yang melihat aditya membalas senyumannya,


silahkan sayang makanan sudah datang... ucap aditya meletakkan makanan di hadapan tiwi lalu aditya pun duduk,


makasih sayang... ucap tiwi tersenyum


di makan... ucap aditya


iya... ucap tiwi


mereka pun mulai menyantap makanan yang ada di hadapan mereka dengan tenang dan berlahan,


saat aditya memandang tiwi, aditya melihat ada sedikit makanan yang menempel di bibirnya, aditya pun langsung mengambil tisu dan mengelap bibir tiwi dengan lembut,


tiwi sontak kaget dengan perlakuan aditya, tiwi pun memandnag aditya dengan malu,


belepotan ya? makasih... ucap tiwi


sedikit ko sayang, sama-sama, kaya anak kecil aja sih... ucap aditya tersenyum menggoda


ih, kamu nyebelin... ucap tiwi


aditya tersenyum,


mereka pun melanjutkan makan kembali,


tiwi dan aditya telah selesai makan,


sayang ayo kita ke kantor... ucap aditya


iya sayang... ucap tiwi


mereka pun meninggalkan kantin dan menuju kantor untuk menemui dosen-dosen dengan tujuan memberikan undangan, ,


sampainya di ruangan dosen,


mereka pun langsung masuk dan menghampiri dosen-dosen yang berada di sana setelah selesai membagikan di ruangan dosen mereka pun menuju ruangan administrasi , sampainya di sana mereka pun langsung menghampiri staf-staf yang bekerja di ruangan itu dan memberikan mereka undangan,


akhirnya semuanya sudah selesai,


selesai... ucap aditya


iya... ucap tiwi


ayo kembali ke kelas, tinggal membagikan ke teman-teman di ruangan saja... ucap aditya


iya, ayo... ucap tiwi


mereka pun kembali ke kelas


sampainya di ruang kelas,


tiwi dan aditya pun langsung duduk di bangku


di sana belum banyak yang memasuki ruangan,


sayang masih banyak yang belum memasuki ruangan... ucap tiwi


iya, kita tunggu saja, masih ada setengah jam lagi kelas di mulai... ucap aditya


iya... ucap tiwi


sayang aku ke teman-teman aku dulu ya? mau ngasih mereka undnagan... ucap aditya


iya... ucap tiwi,


aditya pun menghampiri teman-teman ngobrolnya dengan membawa undnagan tentunya,


aditya yang sudah meninggalkan tiwi sendiri,


tiwi pun mengeluarkan headphone dan buku novelnya...


Hai, teman-teman... ucap aditya menyapa


Hai bro... ucap teman-teman nya


oh iya ini, aku mau ngasih undangan pertunangan ke kalian... ucap aditya memberikan undangan kepada teman-teman nya,


wah, sama siapa lo tunangan? ucap dika


wah kurang up date nih, udah lama enggak ngampus sih lo.... ucap bagas


ya maklumlah aku kemarin ikut orang tua aku mudik ada acara keluarga... ucap dika


lalu dika pun membuka bungkusan undangan lalu membacanya,


dika melihat nama yang tertulis di undangan dengan kaget,


wah, enggak salah nih, seriusan lo jadi sama dia? ucap dika


begitu lah... ucap aditya


enggak percaya... ucap bagas


buka gitu, kayak mimpi aja lo bisa dapetin dia, setau gue dia cewek yang paling susah di deketin... ucap dika


ini buktinya... ucap aditya menunjukkan cincin tunagan mereka


jadi lo udah tunangan? ucap dika


sudah, tapi belum sempet bikin acara, kebetulan pas weekand jadi kita sempatin deh... ucap aditya


percaya lo... ucap bagas


gila gila gue kaya mimpi... ucap dika


sudah jangan kelamaan kagetnya nanti struk lagi... ucap bagas


dika menangis,


lo kenapa lagi sekarang... ucap bagas


gue patahati bro padahal gue suka sama dia dari pertama masuk kampus tapi susah banget deketin dia, malah sekarang dia sama temen gue sendiri yang baru kenal beberapa bulan... ucap dika sambil menangis


sabar-sabar itu namanya belum jodoh... ucap bagas


sorry ya bro.... ucap aditya


enggak apa-apa sih lagian itu udah lama berlalu... ucap dika


yaelah enggak usah di ungkit kali... ucap bagas


cuma cerita... ucap dika


sabar ya semoga kamu cepat menemukan jodoh kamu... ucap bagas


em... ekpresi muka sedih


bagas dan aditya tersenyum


ya sudah aku balik ke sana dulu, tu liat kalau aku tinggal, pasti kaya gitu.... ucap aditya


hehehe.... memang begitu dia dari dulu... ucap dika


iya, enggak berubah... ucap bagas


aku seh tau, tapi enggak begitu memperhatikan.... ucap aditya


lalu kenapa kamu sekarang begitu peduli dengannya... ucap bagas


aditya pun memandang tiwi lalu berkata,


setelah aku mengenal dia, dia wanita yang berbeda dan selalu membuat aku penasaran.... ucap aditya


apa yang berbeda? kalau penasaran seh iya... ucap dika


sebenarnya wanita yang rapuh namun di depan orang lain dia berusaha kuat... ucap aditya


jadi itu yang bikin kamu begitu menjaganya? ucap bagas


iya, setelah aku kenal dia dan orang tuanya aku jadi begitu mencintainya dan menyayanginya, apa lagi setelah kejadian waktu itu aku jadi takut untuk kehilangannya dan ada yang mencelakainya... ucap aditya


maksud kamu masalah klara... ucap bagas


oh ya ngomong-ngomong klara di mana? setelah kejadian itu aku enggak pernah melihatnya... ucap dika


iya, aku juga enggak tau apa yang di lakukan orang tua tiwi padanya namun aku tetap takut kalau klara tiba-tiba muncul dan mencelakai dia... ucap aditya


semoga saja semuanya baik-baik saja dan aku do'akan hubungan kalian lancar.... ucap dika

__ADS_1


iya, adit semangat... ucap bagas


pasti, ya sudah aku ke sana dulu... ucap aditya


ok bro, semangat... ucap dika


makasih.... ucap aditya


lalu aditya pun meninggalkan teman-temannya,


dika dan bagas melihat ke tempat aditya dan tiwi sambil berkata,


ada apa sebenarnya dengan tiwi... ucap dika


aku juga enggak tau... ucap bagas


semoga baik-baik saja.... ucap dika


iya kita do'akan saja... ucap bagas


aditya yang sudah kembali menghampiri tiwi yang sedang asik membaca,


hayo, baca lagi kan.... ucap aditya yang duduk di samping tiwi secara tiba-tiba hingga tiwi terkejut, dan melepas headphone nya,


kamu bikin kaget saja... ucap tiwi


sorry, habis baru aku tinggal bentar udah baca buku aja... ucap aditya


memang mau ngapain... ucap tiwi


ngobrol lah sama yang lain... ucap aditya


enggak nyaman... ucap tiwi


kalau sama aku, nyaman ya... ucap aditya menggoda


ih, pede siapa bilang... ucap tiwi ikut menggoda


ah, masa sih... ucap aditya memandang tiwi sambil menopang dagu


iya... ucap tiwi menahan senyum


yakin.... ucap aditya mendekat kan wajahnya dengan gaya masih menopang dagu


ih, kamu apaan sih, malu tau... ucap tiwi menjauhkan wajah aditya yang begitu dekat dengannya, karena malu


namun aditya tetap memandang wajah tiwi dengan menggoda,


siang anak-anak.... ucap dosen yang sudah masuk ke dpaam ruangan,


aditya pun langsung memandang ke depan,


tiwi tersenyum melihat tingkah aditya


mahasiswa lain pun telah kembali ke tempat duduknya dan suasana kelas langsung tenang,


siang pak.... ucap semua mahasiswa


mangkanya jangan genit... ucap tiwi berbisik


aditya tersenyum


baik anak-anak bapak akan langsung mulai saja memberi penjelasan tentang materi yang akan bapak bahas di kelas ini untuk mempersingkat waktu... ucap dosen


dosen pun langsung menjelaskan materi di depan kelas,


semua mahasiswa yang berada di kelas pun mulai fokus dengan apa yang di terangkan,


begitu pun dengan tiwi dan aditya,


yati yang berada di restoran, menyudahi pekerjaannya karena yati akan ke butik untuk melihat baju yang yati pesan untuk acara pertunangan anaknya sambil menunggu tiwi dan aditya yang juga akan menyusul yati ke butik setelah selesai kuliah,


yati pun membereskan meja kerjanya dan bersiap untuk meninggalkan cafe,


setelah semuanya rapih yati pun langsung meninggalkan ruangan dan bertemu manajer resto,


pak saya mau pergi dulu, tolong hendel semuanya... ucap yati yang sudah berada di meja kasir


baik bu... ucap manajer cafe


lalu yati pun meninggalkan meja kasir, dengan di susul dari belakang oleh manajer,


yati yang sudah keluar dari cafe pun berkata,


oh ya jangan lupa ya datang ke acara tunangan anak saya... ucap yati


baik bu... ucap manajer


oh ya bilang juga ke semua karyawan mereka juga boleh datang... ucap yati


baik bu... ucap manajer


kalau gitu saya pergi dulu... ucap yati


baik bu, hati-hati.... ucap manajer


lalu yati pun masuk ke dalam mobil dan meninggalkan cafe,


setelah kepergian yati,


manajer pun kembali masuk kedalam cafe dan berhenti di kasir,


anak-anak kumpul... ucap manajer


sebagian karyawan berkumpul


iya pak ada apa... ucap karyawan


ini pesan dari ibu yati buat kita semua, kalau kita semua di undang ke acara tunangan anaknya yang di adakan pada hari sabtu besok... ucap manajer


wah, serius pak kita boleh datang.... ucap karyawan


iya benar tadi ibu yati yang menyampaikannya langsung... ucap manajer


di mana pak acaranya... ucap karyawan


enggak sabar pengen liat anak ibu yati dan pasangannya... ucap karyawan


anak ibu yati itu cantik, baik, ramah lagi, cuma sudah lama juga dia enggak pernah kesini... ucap manajer


kalau pasangannya... ucap karyawan


saya enggak tau... eh, ko malah ngobrol, udah ana bantu yang lain jangan lupa sampaikan smaa yang lain ya... ucap manajer,


baik pak, permisi... ucap karyawan


karyawan yang berkumpul pun telah bubar dan kembali bekerja, manajer pun kembali memantau kerjaan yang lainnya dengan berada di kasir,


yati telah sampai di butik, yati pun turun dari mobilnya dan langsung masuk ke dalam butik,


sampainya di dalam butik,


yati langsung di sambut oleh pemilik butik yang sebelumnya sudah membuat janji,


hai jeng apa kabar, sudah lama kita enggak ketemu... ucap lili pemilik butik dengan senang


seperti yang kamu lihat li, aku baik, iya udah lama kita enggak ketemu... ucap yati tersenyum


ayo ayo masuk, aku udah siapin bajunya, oh ya mana anak kamu yati... ucap lili mengajak yati untuk duduk,


mereka pun melangkah menuju sofa,


ayo duduk yati.... ucap lili mempersilahkan yati duduk


tiwi nanti nyusul dari kampus sama calonnya... ucap yati


enggak kerasa ya, tiwi sudah besar, tau-tau udah tunangan aja, dulu terakhir ketemu masih kecil.... ucap lili tersenyum


iya, enggak kerasa, aku sudah tambah tua... ucap yati tertawa


belum lah masih muda gini kok, kemana-mana aja masih sendiri... ucap lili


bisa aja kamu... ucap yati


permisi, maaf bu, bajunya sudah siap... ucap karyawan butik pada lili


makasih... ucap lili


ayo yati kita lihat baju yang sudah aku siapkan buat acara anak kamu... ucap lili


iya... ucap yati


mereka pun melangkah masuk menuju ruangan ganti untuk melihat baju yang akan di pakai tiwi,


sampai nya di ruangan ganti,


ini yati baju yang sudah aku siapkan... ucap lili yang melangkah mendekat ke arah baju tersebut berada


wah, li cantik sekali... ucap yati


kamu suka yati... ucap lili


aku sih suka li, sederhana namun mewah... ucap yati


syukurlah kalau begitu, sengaja aku siapkan ini, desain khusus buat tiwi... ucap lili


pasti tiwi senang banget... ucap yati


kalau gitu tinggal kita tunggu tiwi datang aja sambil minum teh... ucap lili


putri tolong buatkan teh... ucap lili pada pegawainya


baik bu... ucap putri


duh, malah ngerepotin... ucap yati


ya enggak lah kaya sama siapa aja... ucap lili


ayo kita duduk... ucap lili


yati pun melangkah kembali menuju sofa bersama lili


sampainya di sofa, yati dan lili langsung duduk dan mereka pun mengobrol banyak,


karena semenjak lili sekolah desain, mereka sudah tidak pernah ketemu dan sekarang barulah mereka bisa bertemu lagi,


mereka bercerita dengan gembira,


tak lama putri datang dengan membawa dua cangkir teh, putri pun langsung meletakkan di atas meja,


silahkan diminum... ucap putri


makasih... ucap yati


putri pun kembali melakukan pekerjaannya


di minum yati... ucap lili


iya... ucap yati


yati pun meminum teh yang telah di bikin untuk nya,


jadi kamu masih sibuk dengan usaha kamu yati... ucap lili


ya begitu lah... ucap yati


kamu sendiri, sudah sukses seperti ini, sudah punya butik... ucap yati


alhamdulillah yati walau baru toko kecil begini tapi semuanya lancar... ucap lili


jadi kamu sudah lama di kota ini lili... ucap yati


satu tahun lah... ucap lili


padahal aku tetap di sini, tapi kamu enggak mau mampir... ucap lili

__ADS_1


aku pikir kamu sudah tidak di kota ini, aku pun enggak mencari tau keberadaan kamu dan teman yang lainnya... ucap lili


sama aku juga berpikir kamu masih berada di luar kota atau bahkan luar negri, waktu itu aku hanya mengingat kamu mangkanya aku menelpon kamu memesan baju untuk tiwi, tak di sangka kamu ada di kota ini... ucap yati


berati kapan-kapan kita bisa sering bertemu... ucap lili


tentu boleh li, kamu datang ke cafe aku juga boleh, karena aku sering berada di cafe... ucap yati


baiklah... ucap lili


tak lama tiwi dan aditya telah sampai di butik,


sayang itu mobil ibu... ucap aditya


iya, ternyata ibu sudah sampai lebih dulu... ucap tiwi


ayo kita masuk... ucap aditya


iya... ucap tiwi


mereka pun turun dari mobil dan masuk ke dalam butik,


aditya membuka pintu butik dan masuk dengan diikuti tiwi dari belakang,


lili dan yati melihat ke arah pintu,


sayang... ucap yati berdiri


aditya dan tiwi pun melangkah mendekat ke arah sofa,


tiwi... ucap lili


iya... ucap tiwi


sudah besar ya... ucap lili


tiwi merasa bingung


ini sayang tante lili teman ibu dulu, mungkin kamu enggak ingat karena masih kecil sekali waktu dulu kamu suka di gendong sama tante lili dan di ajak pergi sama tante lili... ucap yati menjelaskan,


ooo... tiwi tersenyum,


ini jeng mantunya... ucap lili


iya... perkenalkan ini aditya... ucap yati


serasi, cantik dan ganteng... ucap lili


aditya tersenyum,


ya sudah ayo kita coba bajunya? sudah tante siapkan... ucap lili pada aditya dan tiwi


ibu tunggu sini ya... ucap yati


tiwi dan aditya punya masuk ke ruang ganti mengikuti lili,


yati pun duduk di sofa,


beberapa menit kemudian,


aditya telah selesai mengganti baju,


mamakai setelah jas pada umumnya,


begitu ganteng, berkarisma,


aditya pun keluar dari ruang ganti dan menghampiri yati yang berada di luar,


ibu... ucap aditya


yati langsung tersenyum dan menghampiri aditya


wah, ganteng sekali anak ibu sini ibu liat... ucap yati memutar aditya melihat sekeliling tubuh aditya yang begitu sempurna,


saat yari di kagumkan dengan aditya, tiba-tiba datanglah tiwi


pasangan wanita sudah siap... ucap lili tersenyum


aditya dan yati pun melihat ke arah tiwi,


begitu tercengang aditya melihatnya karena tiwi yang begitu cantik mengenakan gaun,


tiwi pun mendekat di mana yati dan aditya berada,


yati tersenyum, sedangkan aditya masih terdiam melihat kecantikan tiwi,


ibu bagus tidak? ucap tiwi


bagus sayang, cantik... ucap yati tersenyum


aditya masih memandang tiwi dengan terpesona,


sayang bagai mana bagus tidak.... uacp tiwi bertanya pada aditya


hah... bagus sayang, bagus, kamu cantik memakai itu... ucap aditya


yati dan lili tersenyum begitu pun dengan tiwi,


baiklah kalau begitu sudah tidak ada masalah dengan bajunya... ucap yati


enggak bu... tiwi suka... ucap tiwi


ok, kalau gitu langsung kita bungkus ya... ucap lili


iya tente... ucap tiwi


ya udah sana kalian ganti baju.. ucap yati


iya bu... ucap tiwi dan aditya


mereka pun kembali ke ruang ganti,


ayo yati kita duduk dulu sambil menunggu... ucap lili mengajak yati untuk duduk


mereka pun menuju sofa dan duduk


beberapa menit kemudian, tiwi dan aditya telah selesai mengganti baju mereka pun keluar dari ruang ganti dan kembali menuju sofa,


menunggu baju mereka di masukkan ke dalam kotak,


sini sayang duduk... ucap yati yang melihat kedatangan tiwi dan aditya


mereka pun bergabung bersama yati dan lili,


tiwi tante masih kaya mimpi loh ngeliat kamu mau tunangan dan sebentar lagi nikah... ucap lili


masih lama tante nikahnya, nunggu selesai kuliah... ucap tiwi


enggak nunggu selesai juga enggak apa ko wi, malah enak kuliah bareng suami... ucap tiwi


kamu ini li, biarkan mereka menikmati kuliah lagi pula aditya belum bekerja... ucap yati


kenapa pusing, kan bisa kuliah sambil kerja malah banyak, kerja sama andre juga bisa di restoran kamu juga bisa, atau kerja sama orang tuanya aditya... ucap lili


iya memang, cuma biarkan mereka jalani semua ini bertahap... ucap yati


iya juga, dua tahun enggak kerasa sih... ucap lili


tak lama putri mengantarkan jas dn gaun milik tiwi dan aditya,


permisi, ini gaun dan jasnya sudah di bungkus... ucap putri sambil memberikan dua kotak berisi baju,


makasih... ucap aditya menerima kotak tersebut


kalau gitu kita pamit ya lili... ucap yati


iya, kapan-kapan mampir ya... ucap lili


pasti... kamu juga mampir ke cafe aku dan datang ke rumah... ucap yati


iya nanti aku mampir deh, rumah kamu masih yang lama kan... ucap lili


ya masih dong, oh ya dateng ya ke acara tiwi sabtu besok... ucap yati


pasti... ucap lili


aku pulang ya li... ucap yati


iya, hati-hati ya yati... ucap lili


iya... ucap yati


yati, tiwi dan aditya pun meninggalkan butik,


saat berada di luar butik, yati berkata,


kita makan dulu ya... ucap yati


iya bu... ucap tiwi


yati pun masuk ke dalam mobilnya begitu pun tiwi dan aditya yang juga masuk ke dalam mobil,


yati lebih dulu menjalankan mobilnya dengan diikuti aditya dan tiwi dari belakang,


mereka pun menuju restoran,


sampainya di restoran,


tiwi, aditya dan yati turun dari mobil dan mereka pun langsung masuk ke dalam restoran,


mereka pun duduk di salah satu meja kosong


pelayan pun datang menghampiri mereka dengan membawa buku menu,


yati, aditya dan tiwi melihat menu yang di berikan dan mereka pun memesan beberapa menu yang ada di sana,


lalu pelayan pun mencatat pesanan mereka,


setelah selesai pelayan pun meninggalkan meja mereka,


sayang, persiapan acara pertunangan kalian besok semuanya sudah beres, jadi sudah tidak ada masalah... ucap yati tersenyum


maaf ya bu kita jadi merepotkan ibu... ucap aditya


tidak apa kok, malah ibu senang melakukannya untuk anak ibu, pokoknya acara besok harus sukses... ucap yati


makasih bu... ucap yati dan tiwi


sama-sama sayang, semoga kalian bisa selalu bersama dan saling melengkapi... ucap yati tersenyum


iya bu... ucap aditya tersenyum


ibu senang melihat kamu seperti sekarang tiwi... ucap yati


tiwi pun tersenyum,


ibu enggak usah khawatir ya... ucap tiwi


iya sayang... ucap yati tersenyum


tak lama kemudian pesanan mereka pun telah datang,


pelayan langsung meletakkan di atas meja dan setelah selesai langsung meninggalkan meja,


ayo makan, habis itu kita pulang... ucap yati


iya bu... ucap tiwi dan aditya


mereka pun menikmati makanan mereka,


beberapa menit kemudian, tiwi, aditya dan yati telah selesai makan,


ayo kita pulang... ucap yati


iya bu... ucap aditya

__ADS_1


ayo sayang... ucap aditya


mereka pun meninggalkan restoran lalu pulang,


__ADS_2