Pilihanku Penyesalanku

Pilihanku Penyesalanku
89 penjara


__ADS_3

di rumah andre sudah duduk di meja makan bersama yati untuk sarapan bersama,


sayang kamu sudah dengar kalau anak kamu hari ini akan datang ke penjara untuk mengunjungi kiara ucap yati sambil menikmati sarapannya


sudah ucap andre santai yang juga sedang menikmati sarapannya


apa kamu tetap mengawasi mereka ucap yati


aku hanya mengirimkan supir untuk mereka agar mudah untuk mengawasi ucap andre santai


atur saja jika menurut kamu itu yang terbaik untuk mereka ucap yati


mereka pun melanjutkan sarapannya


memang tidak heran jika andre mengetahui dengan semua yang di lakukan anak dan menantunya karena andre meminta orang suruhannya yang tak lain orang itu adalah supir aditya dan tiwi yang sudah andre tugas kan dengan kesepakatan yuda dan novi demi keamanan mereka,


karena mereka takut sewaktu-waktu bahaya akan mengancam tiwi dan aditya walau kiara telah berada di dalam penjara, namun pasti ada orang suruhan kiara yang berkeliaran di luar sana,


di rumah baru aditya sudah dengan pakaian rapih,


sedangkan tiwi masih terlelap di atas tempat tidur dengan cantik,


sengaja aditya tidak membangunkan istri cantiknya membiarkan tiwi tidur lebih lama, karena aditya tau tiwi pasti lelah,??


sedangkan di dapur mbak siti sudah sibuk, mbak siti sedang menyiapkan sarapan untuk majikannya dan menyajikan semuanya di atas meja,


saat mbak siti sedang menyajikan sarapan pagi, aditya pun muncul, mbak siti yang sadar akan kedatangan majikannya pun langsung menyapa,


pagi tuan muda, sarapan sudah siap ucap siti


pagi ucap aditya yang langsung duduk


mbak siti pun langsung melayani aditya,


permisi ucap mbak siti langsung meninggalkan meja makan dan kembali ke dapur lalu mengerjakan pekerjaan lainnya,


aditya pun mulai sarapan seorang diri sambil menunggu istri menggemaskannya itu,


di dalam kamar, tiwi baru saja terbangun namun masih memejamkan matanya dia pun langsung meraba- raba mencari keberadaan aditya namun tidak ada,


maka tiwi pun langsung membuka matanya dan melihat bahwa aditya sudah tidak ada di dalam kamar,


tiwi pun langsung bergegas bangun dan langsung mencari keberadaan suaminya,


sampainya di ruang makan, tiwi melihat aditya yang sedang sarapan seorang diri dan aditya pun menyadari istrinya yang muncul di ruang makan


sudah bangun sayang ucap aditya memandang istrinya


kenapa kamu tidak membangunkan aku ucap tiwi mendekat dan duduk


aku lihat kamu seperti nya lelah mangkanya aku membiarkan kamu tidur lebih lama, sudah ayo sarapan ucap aditya


tiwi pun mulai mengambil makanan yang terhidang di atas meja dan sarapan bersama suami,


saat sedang menikmati sarapan tiwi baru menyadari suaminya yang sudah berpakaian rapih, tiwi pun bertanya


sayang kamu sudah mulai bekerja ucap tiwi


tidak ucap aditya


terus kenapa kamu sudah rapih ucap tiwi


aku mau ke kantor ayah membahas rencana peresmian perusahaan yang akan aku pegang ucap aditya


aku ikut ya ucap tiwi tak ingin sendiri


baik ucap aditya


mereka pun melanjutkan sarapannya,


beberapa menit kemudian, aditya dan tiwi pun berangkat dengan tujuan ke kantor andre dan ke penjara untuk melihat kondisi kiara,


pagi tuan dan nyonya sapa supir sudah menunggu


pagi ucap aditya


sayang ini siapa ucap tiwi bingung


ini adalah supir yang akan mengantar kita kemanapun ucap aditya


benar nyonya saya di perintahkan oleh tua andre untuk mengantar kalian ucap supir tersebut


kenapa ayah mengirim supir ke sini ucap tiwi


sudah ayo kita berangkat ucap aditya


supir pun membukakan pintu aditya dan tiwi pun masuk ke dalam mobil dan mereka pun berangkat meninggalkan rumah,


sampainya tiwi dan aditya di kantor ayah andre,


mereka pun langsung ke ruangan andre,


saat memasuki kantor sepasang mata semua tertuju pada tiwi dan aditya antara tatapan kagum dengan mereka berdua,


pagi nona tiwi ucap salah satu karyawan saat berpapasan


tiwi dengan ramah


pagi ucap tiwi tersenyum dengan ramah ke setiap orang yang menyapanya,

__ADS_1


sedangkan aditya tetap dengan gaya cool dengan senyum tipisnya,


nona tiwi sapa sekertaris andre


ayah ada ucap tiwi


ada nona di dalam ucap sekertaris


terima kasih kalau gitu kita masuk dulu ucap tiwi tersenyum


aditya dan tiwi pun melangkah masuk


sekertaris andre pun kembali dengan kesibukannya,


ayah ucap tiwi dengan riang saat masuk ke ruangan andre dan memeluk andre


ayah sapa aditya lalu duduk di sofa


sayang, kamu juga datang ucap andre senang


aku rindu pada ayah ucap tiwi


kamu ini sudah memiliki suami masih saja seperti ini ucap andre langsung bangkit dan berpindah duduk di sofa bersama aditya,


ih ayah ini, aku kan kangen ucap tiwi mengikuti andre,


tiwi terus merangkul andre,


aditya yang melihat istrinya yang bersikap manja hanya tersenyum,


kamu tidak malu dengan suamimu bersikap seperti ini ucap andre


tidak ucap tegas tiwi sambil terus merangkul lengan andre dan menyandarkan kepalanya di pundak andre, untuk melepas rindu pada ayahnya,


andre pun membiarkan tiwi yang sedang manja manja padanya,


sebelum kita bahas, sebaiknya kita tunggu ayah kamu ucap andre pada aditya


baik yah ucap aditya


permisi ucap sekertaris membawa minuman untuk tiwi, aditya dan andre


terima kasih ucap tiwi


sama-sama nona, silahkan di minum ucap sekertaris mempersilahkan minum


baik ucap tiwi


saya permisi ucap sekertaris meninggalkan ruangan andre


sekertaris andre pun kembali mengerjakan pekerjannya setelah membuatkan minum,


tok


tok


tok


sekertaris membuka pintu


permisi bos, pak yuda sudah tiba ucap sekertaris


suruh masuk ucap andre


silahkan pak ucap sekertaris mempersilahkan masuk,


makasih ucap yuda


permisi ucap sekertaris keluar ruangan,


maaf lama menunggu ucap yuda


tidak, ayo duduk duduk ucap andre


tiwi yang melihat langsung menyalami yuda


tiwi datang juga ucap tiwi


iya yah ucap tiwi


lalu yuda, andre dan aditya pun langsung berbincang prihal perusahaan milik aditya yang akan segera di resmikan,


sedangkan tiwi pindah duduk ke kursi kerja andre sambil memainkan ponsel agar tidak mengganggu orang tua dan suaminya mengobrol,


beberapa jam kemudian,


baik kalau begitu, semua sudah di atur dan peresmian akan di lakukan lusa, karena semuanya sudah siap ucap andre


aditya mulai sekarang kamu harus fokus dengan apa yang sudah kami serahkan ke kamu ucap yuda


kita percaya kamu bisa ucap andre


baik yah saya akan berusaha menjalankan perusahaan ini dengan baik ucap aditya


bagus ucap andre


ayah sudah tidak ada yang di bahas kan ucap aditya bertanya


iya sudah beres ucap yuda

__ADS_1


kalau gitu aditya dan tiwi pamit ya yah ucap aditya


kamu jadi mau sel tahanan untuk melihat kiara ucap yuda


iya yah, kita mau lihat kondisi kiara ucap aditya


baik, kalian hati-hati ucap yuda


nanti kalian di antar supir ucap andre


baik yah, kalau gitu kita pergi ya yah ucap aditya


iya nak ucap yuda dan andre


sayang ayo kita pergi ucap aditya memanggil tiwi


iya ucap tiwi menghampiri aditya, andre dan yuda


kalian hati-hati ya ucap andre


ayah tiwi pergi dulu ya ucap tiwi pada andre dan yuda


iya nak baik-baik ya ucap andre


aditya kamu jaga baik-baik tiwi ucap yuda


pasti ucap aditya


mereka pun keluar dari ruangan andre,


andre dan yuda hanya memandang kepergian anak-anaknya,


nona tiwi sudah mau pulang sapa sekertaris andre


iya ucap tiwi terus melangkah keluar kantor andre dan mobil pun meninggalkan kantor andre melaju menuju penjara


mobil yang dinaiki aditya dan tiwi pun akhirnya tiba di penjara dimana kiara di tahan,


mereka pun masuk ke penjara langsung menemui kiara,


tiwi ingin melihat kondisi kiara walau kiara pernah mencelakainya namun tiwi tidak pernah dendam pada kiara malah merasa kasihan, buat tiwi ini adalah hanya ke salah pahaman kiara padanya saja,


mungkin hanya perlu waktu buat kiara untuk bisa menerima kematian kayaknya klara,


siang pak ucap penjaga penjara menyapa


siang ucap aditya


silahkan tunggu pak, saya akan membawa kiara ke ruangan berkunjung ucap penjaga


terima kasih ucap aditya


petugas yang berjaga pun meninggalkan aditya dan tiwi melangkah menuju sel kiara di mana kiara di tahan


kamu yakin ingin bertemu kiara ucap aditya


yakin sayang, lagi pula enggak mungkin kiara menyakiti aku kan banyak petugas yang berjaga ucap tiwi


baik lah aku temani ucap aditya


tak lama mereka menunggu, petugas pun datang dengan membawa kiara,


kalian, mau apa ke sini ucap kiara dengan nada kesal


tiwi yang melihat kondisi kiara baik-baik saja merasa tenang walau kiara terlihat kurus sekarang,


apa kabar kamu ucap tiwi lembut


apa peduli kamu ucap kiara


tiwi tersenyum


kamu masih marah pada ku ucap tiwi


menurut kamu apa kamu pantas aku maafkan ucap kiara


dengan tenang tiwi menghadapi kiara


tiwi tersenyum lagi dan berkata,


itu hak kamu kiara saya tidak bisa berbuat apa-apa dan saya tidak akan memaksa kamu untuk tidak membenci saya, tapi saya tetap ingin bilang, soal kematian klara itu murni kecelakaan bukan karena saya ucap tiwi


hah!!! bukan karena kamu, kamu bilang, jika kamu tidak bersama aditya, sekarang kak klara tentunya masih ada bersama aku ucap kiara marah


terserah kamu, itu memang kenyataannya semoga cepat atau lambat kamu bisa menerima ucap tiwi


sudah lah aku muak sama kamu, lebih baik kalian pergi dari sini ucap kiara langsung meninggalkan ruangan berkunjung dan kembali ke dalam sel dengan perasaan kesal,


tiwi yang melihat merasa sedih,


sudah jangan sedih, berikan dia sedikit waktu ucap aditya menghibur


iya, semoga saya dia bisa mengerti ucap tiwi


ayo kita pergi ucap aditya mengajak tiwi meninggalkan ruangan berkunjung,


mereka pun meninggalkan penjara dan pulang,


dalam perjalanan pulang pun tiwi hanya diam, aditya pun hanya diam memberi waktu pada tiwi

__ADS_1


__ADS_2