
keesokan harinya,
matahari sudah bersinar,
tiwi masih tertidur, dengan di temani aditya yang juga masih terlelap,
tak lama tiwi pun berlahan membuka matanya,
tiwi melihat ke sekitar ternyata tiwi berada di kamarnya,
saat tiwi mengalihkan pandangan ke sampingnya, ternyata di sana ada aditya yang masih tertidur karena semalaman aditya menjaga tiwi,
tiwi pun menyentuh kepala aditya,
bukan bermaksud membangunkan aditya, hanya ingin memegang aditya saja,
namun ternyata aditya terbangun saat tiwi menyentuh kepalanya,
aditya membuka matanya dan langsung melihat kondisi tiwi,
kamu sudah bangun sayang, bagaimana keadaan kamu apa lebih baik... ucap aditya
aku baik-baik saja, aku enggak apa-apa... ucap tiwi
kamu ya bikin aku takut semalam... ucap aditya protes
maaf kalau aku malah menyusahkan kamu... ucap tiwi
buka itu maksud aku sayang, kenapa kamu semalam enggak bilang kalau penyakit kamu kambuh, kalau semalam terjadi apa-apa gimana? kamu tega ninggalin aku... ucap aditya protes
maaf, aku enggak mau bermaksud merusak suasana mangkanya aku enggak bilang... ucap tiwi
kamu ya, kamu itu lebih penting... ucap aditya
maaf ya sayang... ucap tiwi
kali ini aku maafin, tapi jangan kaya gitu lagi tiwi, kamu paham, janji sama aku... ucap aditya
tiwi pun mengangguk,
hari ini temenin aku ya melihat laut... ucap tiwi
enggak, hari ini kita enggak ke mana-mana sampai kondisi kamu bener-bener baik... ucap aditya
aku enggak apa-apa sayang, aku janji enggak akan aneh-aneh, kita hanya duduk saja, boleh ya... ucap tiwi memohon
aditya diam,
ayo lah sayang... ucap tiwi memohon
baiklah hanya duduk saja... ucap aditya
iya janji... ucap tiwi tersenyum
dasar kamu... ucap aditya
makasih sayang... ucap tiwi senang
kalau gitu kita sarapan dulu... ucap aditya
iya... ucap tiwi
aditya pun membantu tiwi bangun dari tempat tidurnya,
tiwi kamu yakin sudah lebih baik apa sebaiknya kita sarapan di kamar saja... ucap aditya
aku sudah tidak apa-apa, lagi pula aku ingin menikmati pemandangan indah sambil menikmati sarapan... ucap tiwi
tapi wi, kondisi kamu masih lemah.... ucap aditya
aku beneran udah enggak apa-apa aditya, percaya sama aku, aku janji jika ada apa-apa aku akan bilang ke kamu.... ucap tiwi memohon,
baik lah, tapi ingat kamu harus bilang kalau kamu merasakan sakit... ucap aditya
iya janji.... ucap tiwi
ya sudah sini aku bantu.... ucap aditya menuntun tiwi
aditya pun terus menemani tiwi,
aditya aku tidak apa-apa enggak perlu seperti ini... ucap tiwi melihat aditya terus menuntunnya,
sudah nurut saja, kalau tidak aku akan memberi tau ayah dan ibu... ucap aditya mengancam
__ADS_1
kamu... ucap tiwi
sudah jangan cerewet... ucap aditya
tiwi pun pasrah, aditya memperlakukannya seperti itu,
aditya mengantarkan tiwi menuju kamar mandi, untuk menyegarkan badannya dan bersiap-siap karena mereka akan pergi untuk sarapan dan berjalan-jalan mendatangi tempat-tempat yang indah,
tiwi aku tunggu kamu... ucap aditya di depan pintu kamar mandi
tidak usah adit aku bisa sendiri, kamu pergi saja ke kamar untuk siap-siap juga... ucap tiwi
kamu yakin aku tinggal... ucap aditya
iya... ucap tiwi
kalau gitu, aku segera kembali... ucap aditya
iya adit.... ucap tiwi
aditya pun meninggal tiwi dan kembali ke kamarnya, sedangkan tiwi masuk ke dalam kamar mandi dan siap-siap tentunya,
beberapa menit kemudian,
tiwi telah keluar dari kamar mandi dengan mengenakan pakaian rapih,
tak lupa mempercantik diri dengan make up yang natural,
tiwi memang orang yang tidak suka berdandan dengan memakai segala macan make up yang mencolok,
buat tiwi cantik itu alami, kadang kala tiwi jika pergi hanya mengenakan lip tint dan pelembab wajah saja serta parfum tentunya,
kini tiwi telah siap, tinggal menunggu aditya datang,
sambil menunggu tiwi pun memainkan ponselnya,
aditya yang berada di kamarnya, sudah siap untuk berangkat,
aditya pun keluar dari kamarnya dan melangkah menuju kamar tiwi,
aditya pun langsung mengetuk pintu kamar tiwi,
tiwi yang sudah menunggu dari tadi,
mendengar suara ketukan pintu,
tiwi pun langsung menghentikan memainkan ponselnya dan langsung menuju pintu, untuk membukanya,
saat pintu di buka,
aditya langsung berkata,
sudah siap... ucap aditya
sudah, ayo berangkat... ucap tiwi yang keluar dari kamarnya,
mereka pun pergi bersama untuk sarapan, sambil menikmati indahnya pemandangan di tempat itu,
sampainya di restoran resort,
tiwi dan aditya pun langsung masuk ke restoran dan mengambil beberapa hidangan,
setelah itu tiwi dan aditya pun menikmati hidangan yang mereka ambil yang telah di sediakan oleh pihak resort, sambil menikmati pemandangan pantai yang indah,
sayang kita mau ke mana habis ini? ucap aditya
jalan-jalan... ucap tiwi
tapi jangan nanti kamu kecapean kaya semalam... ucap aditya
kali ini enggak sayang, aku janji... ucap tiwi
baik lah, ya sudah sekarang habiskan dulu sarapannya, habis itu baru kita jalan-jalan... ucap aditya
em.... ucap tiwi mengangguk dan tersenyum
tiwi pun langsung melahap makanan yang ada di hadapannya hingga habis,
aditya tersenyum dan memakan kembali sarapannya
setelah sarapannya habis,
sudah habis, ayo... ucap tiwi
__ADS_1
sabar sayang, baru juga selesai makan, habiskan dulu minumannya... ucap aditya
tiwi pun langsung meminum minumannya hingga habis,
sudah... ucap tiwi sambil meletakkan gelas
baik lah ayo kita jalan-jalan... ucap aditya
mereka pun meninggalkan restoran dan berjalan-jalan di area resort sambil menikmati indahnya pemandangan di sana, serta pantai yang indah,
tiwi dan aditya pun berjalan di tepi pantai sambil menikmati suasana di sana dan menikmati pemandangan laut dari atas jembatan kayu,
di sana bisa melihat hamparan luas air laut yang jernih,
selama tiwi dan aditya berjalan-jalan, aditya tak lepas menggandeng tiwi dan begitu menjaga tiwi,
karena aditya takut kejadian kemarin akan terulang lagi, dengan sifat tiwi yang pendiam membuat aditya waspada,
namun tiwi menyadari akan tingkah ekstra aditya padanya,
tiwi pun sebenarnya merasa tidak nyaman di perlakukan seperti itu, maka tiwi pun akhirnya membuka suara,
sayang, aku tidak apa-apa tolong lepaskan aku jangan terus menuntunku seperti ini, aku merasakan seperti nenek-nenek yang berjalan bersama cucu... ucap tiwi sambil berjalan menyusuri pantai,
hahaha.... memangnya kamu mau di bilang nenek... goda aditya tertawa
kamu ya malah ngeledek aku... ucap tiwi
bukan begitu sayang, habis kamu aneh... ucap aditya
ya kamu liat saja, dari tadi kamu memegang aku terus dan memperhatikan jalan aku... ucap tiwi
aku harus melakukannya, aku harus menjamin keselamatan kamu dan menjamin kalau kamu tidak akan lagi bertingkah aneh... ucap aditya
memangnya aku aneh gimana, aku kan enggak ngapa-ngapain... ucap tiwi
kamu enggak ingat kamu kemarin ngapain aja hingga kamu kelelahan... ucap aditya
iya iya itu aku yang salah... ucap tiwi
aku hanya ingin kamu baik-baik saja sayang, aku enggak suka liat kamu seperti kemarin, terbaring lemas tas berdaya, aku suka kamu yang ceria, selalu tersenyum, membuat orang tertawa... ucap aditya berkata panjang lebar,
makasih, kamu selalu ada buat aku dan menjaga aku, aku bersyukur memiliki kamu aditya, aku harap kamu enggak akan pernah berubah tetap seperti ini,aditya yang aku kenal... ucap tiwi yang sudah berdiri memandang ke arah pantai,
sayang, aku akan selalu seperti ini aditya yang kamu kenal, aku enggak akan pernah berubah, apa lagi berpaling... ucap aditya
kita jalanin saja adit, aku juga enggak bisa menjamin apa-apa, dengan keadaan aku seperti ini, aku enggak mungkin mengikat kamu sesuka hati, karena aku pun enggak tau umur aku sampai kapan.... ucap tiwi sedih
sayang kamu enggak boleh berbicara seperti itu, aku yakin kamu akan baik-baik saja dan kita bisa selalu bersama hingga tua nanti... ucap aditya
semoga saja... ucap tiwi
kamu harus yakin sayang, aku akan selalu menemani kamu... ucap aditya memeluk tiwi
kamu pasti baik-baik saja sayang, kamu harus janji sama aku enggak boleh menyerah dan kamu harus selalu ada di samping aku... ucap aditya
tiwi pun mengangguk, mereka pun berpelukan,
setelah itu mereka berdua pun menikmati indahnya pantai dengan di temani angin sepoi-sepoi dan duduk di saung,
mereka pun di sana begitu asik mengobrol dan bercanda tentunya,
aditya ayo kita berenang main air, sepertinya seru melihat mereka... ucap tiwi
tidak boleh, nanti kamu capek... ucap aditya
em... baiklah... ucap tiwi
tiwi dan aditya pun kembali mengobrol hingga mereka lupa waktu,
sayang ayo kita pulang hari sudah semakin siang, cuacanya semakin panas sayang.... ucap aditya
aditya ini kan kita lagi berteduh dan tidak panas, malah sejuk karena angin laut... ucap tiwi
tapi kamu belum begitu baikan sayang, kamu masih harus banyak istirahat... ucap aditya
percaya sama aku aku baik-baik saja... ucap tiwi
iya iya, kamu baik-baik saja, tapi habis makan siang kota kembali ke kamar... ucap aditya
siap bos... ucap tiwi hormat pada aditya sambil tertawa
aditya pun tertawa melihat tingkah tiwi yang kadang rapuh, manja, ceria, jutek, cuek,
__ADS_1
namun aditya suka ketimbang harus melihat tiwi seperti pertama kali aditya kenal, pendiam dan tertutup,