
matahari sudah menunjukkan sinarnya,
tiwi yang beberapa hari berada di rumah sakit sudah terbangun dari tidurnya namun tiwi hanya memandangi pinggir jendela sambil memandangi langit yang biru...
sudah bagun sayang.... ucap yati yang baru saja masuk ke ruangan tiwi,
bagaimana keadaanmu nak... tanya yati lagi
sudah lebih baik... ucap tiwi
kenapa kamu bisa seperti ini... tanya yati
tidak apa-apa bu... ucap tiwi
sayang apa kamu ada masalah... ucap yati
tidak bu, tiwi baik-baik saja.. ucap tiwi
sayang kamu kalau ada masalah jangan kamu simpan sendiri, ibu enggak mau kamu sakit seperti ini... ucap yati
kamu berantem ya sama aditya? ucap yati memancing
enggak... ucap tiwi ketus
terus, kenapa aditya enggak nungguin kamu, selama kamu di rumah sakit, dia hanya melihat keadaan kamu saja, habis itu dia langsung pulang setelah berbicara dengan ayah... ucap yati
mungkin dia ada urusan atau ketemu dengan wanita ular... ucap tiwi
apa wi, siapa... ucap yati yang tidak jelas dengan ucapan tiwi
tidak ada apa-apa ibu... ucap tiwi
yati tersenyum dengan tingkah anaknya yang sedang cemburu dan salah faham...
ya sudah kamu istirahat saja,ibu mau keluar membeli makanan... ucap yati
yati pun keluar dari ruangan meninggalkan tiwi seorang diri di dalam ruang rawat,
andika saya mau keluar sebentar, tolong kamu jaga tiwi... ucap yati pada andika yang sudah keluar dari ruangan,
baik nyonya saya akan menjaganya... ucap pengawal andika
yati pun meninggalkan ruangan tiwi dan melangkah keluar gedung rumah sakit.
ya iyalah dia enggak akan nungguin aku, aku ini siapa dia, jelas wanita ular itu lebih penting, buktinya sudah beberapa hari ini dia tidak menjengukku dan meminta maaf padaku... gerutu tiwi
iis.. ngapain juga aku peduli sama dia, enggak penting... gerutu tiwi lagi.
tiwi yang sedang berada di rumah sakit seorang diri dengan rasa sakit hati, kesal, kecewa, marah setelah mengingat kejadian waktu itu....
hanya bisa menahan semua itu, ingin rasanya ia lampiaskan semua apa yang ia rasa cuma menurut tiwi hanya percuma saja ia lakukan...
karena sampai saat ini orang tuanya tiwi, yati dan andre belum menjelaskan pada tiwi apa yang sebenarnya terjadi... bukannya tidak ingin menjelaskan namun mereka ingin kondisi tiwi membaik dan sudah tidak emosi karena mereka takut kalau tiwi akan kambuh lagi dan percuma jika mereka menjelaskan dalam kondisi tiwi yang masih emosi... maka mereka memilih diam untuk saat ini.
sedangkan aditya yang sudah berada di kampus sedang duduk di kantin dengan pengawal putra sedang menjalankan misi penjebakan klara, yang sudah ia lakukan beberapa hari ini...
aditya merasa bersalah sudah menelantarkan tiwi, pasti tiwi beranggapan bahwa aditya meninggalkannya.... padahal aditya begitu merindukannya dan masalah ini bisa cepat selesai agar aditya bisa menemuinya dengan membawa bukti.
klara yang beberapa hari ini merasa bahagia, karena akhirnya aditya bisa menerima dirinya dari dan meninggalkan wanita sialan itu...
klara yang baru saja sampai di kampus sedari tadi begitu ceria dan bersemangat...
klara kamu kelihatannya senang sekali hari ini... ucap temannya yang baru saja muncul setelah beberapa hari menghilang...
kamu kemana saja beberapa hari ini... ucap klara
aku ikut keluar kota bersama keluarga ku karena ada urusan di sana...
terus ada kabar apa selama aku tidak ada... ucap temannya
aku sudah berhasil menyingkirkan wanita sialan itu, dia tidak akan bisa merebut aditya dari ku... ucap klara
ko bisa...ucap temannya
aku menjebaknya di hadapan aditya...ucap klara
dan dia percaya... temannya
ia...ucap klara
bagus lah kalau begitu, aku ikut senang.... ucap teman klara
ayo kita masuk... ucap teman klara
yuk... ucap klara penuh riang
klara dan teman-temannya masuk ke dalam gedung kampus...
namun sebelum itu, klara mencari keberadaan aditya yang sedari tadi belum iya lihat...
kemana aditya... ucap klara melihat ke kanan dan ke kiri seperti orang bingung
klara kamu kenapa? tanya temannya
aku mencari keberadaan aditya... ucap klara
apa mungkin dia di kelas... ucap temannya
benar juga... ucap klara
klara pun langsung menuju kelas aditya yang berlawanan dengan kelasnya...
dengan pede klara melangkah yang bukan wilayahnya...
semua mata tertuju pada klara yang baru muncul di wilayah itu...
saat sampai di kelas aditya klara langsung masuk namun nihil, aditya tidak ada di sana...
klara pun keluar...
__ADS_1
dia tidak ada... ucap klara
mungkin kantin klara... ucap temannya
klara pun melangkah menuju kantin dengan buru-buru,
klara tunggu... ucap temannya yang tertinggal
sampainya di kantin, klara tersenyum karena telah melihatnya...
kenapa klara... ucap temannya
dia menang di sini... ucap klara
klara pun melangkah mendekat di mana aditya berada,
kali ini aditya duduk dengan pengawal putra karena pengawal putra sudah menyamar menjadi mahasiswa di sana jadi tidak mencurigakan...
hai... sayang.... ucap klara
aditya yang mendengar langsung menoleh ke sumber suara...
kamu... ada apa? tanya aditya dengan nada dingin seperti biasa
ya tentunya aku kesini ingin bertemu kamu... ucap klara dengan genit
iya ada perlu apa? tanya aditya
aku hanya kangen pada mu... ucap klara
sekarang kamu sudah melihat aku... apa kamu bisa pergi, karena aku sedang mengobrol dengan temanku... ucap aditya
santai saja sayang, jangan seperti itu... aku tidak akan menggangu mu disini... aku hanya ingin menemanimu... ucap klara
mengapa ingin menemaniku? tanya aditya
ya karena aku peduli padamu, aku tau kamu sedih beberapa hari ini karena kamu telah berpisah dari wanita itu... ucap klara
aku tidak apa-apa, aku hanya mengobrol dengannya... ucap aditya menunjuk ke pengawalnya
aku tetap akan menemanimu sebelum kelas ku di mulai... ucap klara
terserah kamu saja? ucap aditya
aditya apa kamu akan kembali padanya... tanya klara
apa maksudmu... tanya aditya
apa kamu akan berbaikan dengan tiwi dan meninggalkanku... ucap klara
aku tidak tau... ucap aditya
tapi aku tau, dia tidak akan mau melihatmu karena dia sudah membencimu dan meminta putus dengan mu... buktinya saja dia tidak ada di sini... ucap klara
aku putus atau tidak, itu tidak ada hubungannya dengan mu klara... ucap aditya
tentu saja ada, kalau kamu putus dengannya aku bisa menjadi penggantinya.. ucap klara
karena aku begitu mencintaimu... aku sudah lama mencintaimu aditya... ucap klara
aditya sudah tidak kaget mendengar pernyataan klara karena memang aditya mengetahui itu, klara begitu jelas memperlihatkan rasa suka pada aditya...
aditya tersenyum.... dengan akal bulus nya...
kamu mau kan menjalaninya bersama aku.... ucap klara memohon
tapi ada satu syarat... ucap aditya
aditya mulai menjalankan aksinya
apa itu? ucap klara
aditya mulai memberi kode pada pengawalnya untuk merekam pembicaraan mereka,
pengawal putra pun mulai beraksi dengan menyembunyikan sebuah kamera mini
aku mau kamu jujur pada ku, apa kamu yang melakukan semua ini klara.... ucap aditya
apa kamu akan berjanji akan tetap bersama ku setelah aku menceritakannya... ucap klara
iya... ucap aditya
klara berpikir sejenak, lalu klara memutuskan untuk jujur pada aditya,
baik lah aku akan jujur pada mu aditya, sebenarnya awal mula karena aku sakit hati mendapat kabar kalau kamu dekat dengan tiwi, lalu karena aku setiap hari melihat kalian begitu kompak dan mesra membuat aku cemburu... maka dari itu aku melabrak tiwi saat dia berada di toilet seorang diri untuk menjauhi kamu, namun ancaman aku tidak dia hiraukan malah kalian semakin mesra, maka dari itu aku berusaha melakukan segala cara untuk mendapatkan kamu, sampai saat waktu itu dia berjalan sendiri lalu aku melabraknya lagi karena tiwi tidak mendengar ancaman ku makanya aku mendorongnya hingga jatuh, lalu kamu datang dan menolongnya aku semakin sakit hati maka dari itu aku memfitnahnya bahwa dia lah yang sudah menganggu ku... tapi itu semua aku lakukan hanya karena aku ingin bersamamu, aku berfikir kenapa tiwi bisa memilikimu sedangkan aku tidak.... ucap klara
aditya sudah mendapatkan bukti-bukti bahwa memang klara yang menjadi otak masalah ini...
akhirnya tugas negara yang di berikan oleh andre selesai...
jadi ini semua ide kamu? ucap aditya setelah mendengar penjelasan klara
iya karena aku tidak mau kamu di miliki siapa pun, tapi kamu tetap akan bersama ku kan aditya? kamu sudah berjanji pada ku...
maaf klara aku hanya ingin mengetahui kebenarannya, beberapa hari ini aku bersikap baik padamu hanya untuk mencari bukti dan pengakuan kamu atas masalah ini...
asal kamu tau aku tidak putus dengan tiwi...
aku hanya sengaja tidak melibatkan dia dalam masalah ini karena aku tidak mau dia terluka karena mu...
apa kamu bilang... hanya memanfaatkan aku... ucap klara marah
iya... dan kamu sekarang tidak bisa berbuat seenaknya karena aku punya bukti bahwa kamu yang sudah melakukannya...
heh... bukti apa? hanya ada dia di sini... ucap klara meremehkan
dia adalah mata-mata aku klara... dia ada bukti video kamu melakukan kekerasan pada tiwi dan dia pun punya bukti pengakuan kamu barusan... ucap aditya penuh kemenangan...
ayo... ajak aditya pada pengawalnya
__ADS_1
aditya dan pengawalnya pun pergi meninggalkan kampus...
klara yang masih berada di kantin kampus merasa kesal dengan apa yang di ucapkan aditya padanya dan melihat kepergian aditya
sial... sial.... kurang ajar.... ucap klara kesal
aditya dan pengawalnya putra susah dalam perjalanan menuju kantor andre ayahnya tiwi untuk memberikan bukti bahwa memang klara yang sudah melakukan itu semua...
kerja bagus.... ucap aditya pada putra
jadi kita ke kantor tuan andre.. ucap pengawal putra
ia, aku harus menyerahkan bukti ini... ucap aditya
kuliah kamu? tanya pengawal putra
ini lebih penting, aku tidak mau ada salah faham lagi antara aku dan tiwi... ucap aditya
kamu mengorbankan semuanya apa kamu begitu mencintainya? tanya pengawal putra
ia, aku begitu mencintainya hanya dia orang yang aku cintai... ucap aditya
aku salut denganmu ingin memperjuangkan semuanya setelah non tiwi bersikap seperti itu padamu... ucap pengawal putra
dia hanya salah faham dan aku hanya ingin dia tidak ikut campur masalah ini... ucap aditya
aku faham... ucap pengawal putra
yang penting sekarang semua cepat selesai,
antara aku dan tiwi tidak ada salah faham lagi.... ucap aditya
sampai lah mereka di kantor andre....
aditya dan pengawal putra langsung masuk ke dalam kantor...
dengan langkah yang terburu-buru aditya masuk ke dalam kantor andre dan langsung menuju ruangan andre...
andre yang berada di dalam ruangan sedang memeriksa dokumen dan laporan soal perkembangan pekerjaan...
tok
tok
tok
sekertaris andre membuka pintu
permisi pak ada yang ingin bertemu bapak atas nama aditya.... ucap sekertaris andre
suruh masuk... ucap andre dengan masih melihat dokumen yang berada di atas meja...
silahkan.... ucap sekertaris andre
makasih.... ucap aditya
aditya pun melangkah masuk ke dalam ruangan bersama pengawal putra
masuk adit, ayo duduk... ucap andre
jadi ada kabar apa? sampai-sampai kamu ke mari dan bolos kuliah... ucap andre
ini om... ucap aditya menyerahkan beberapa rekaman
kamu sudah menyelesaikan tugas kamu... ucap andre meraih bukti yang aditya berikan
sudah om dan itu hasilnya... ucap aditya
bagus.... ucap andre
jadi apa rencana kamu... ucap andre lagi
soal ini saya serahkan sama om... saya hanya ingin memperbaiki semuanya dengan tiwi om... ucap aditya
baik kalau itu mau kamu, om akan membantu kamu untuk berbaikan dengan anak om, om akan menceritakan masalah ini dan menunjukkan bukti ini pada tiwi.... ucap andre
makasih om... ucap aditya
untuk saat ini om harap kamu bersabar ya, karena kamu tau sendiri tiwi anak yang keras... ucap andre
iya om adit mengerti... ucap aditya
kalau begitu, aditya tidak akan menemui tiwi sampai om memberi kabar pada sdit... ucap aditya
jadi kamu enggak kuliah.... ucap andre
enggak om... ucap aditya
ya sudah kamu istirahat saja beberapa hari ini... ucap andre
baik om, kalau gitu adit pulang dulu... ucap aditya
iya, kamu hati-hati di jalan... ucap aditya
kamu.... tetap ikuti aditya pergi ke mana saja sebelum masalah ini benar-benar selesai... ucap andre pada pengawal putra
siap tuan... ucap pengawal putra
aditya dan pengawal pun keluar dari ruangan andre...
andre kembali ke meja kerjanya...
aditya dan putra ke luar dari kantor andre, den adit mau kemana sekarang? tanya pengawal putra
temani aku saja ke suatu tempat... ucap aditya
kemana den... ucap pengawal putra
kita liburan ke luar kota... ke villa keluarga ku aku mau istirahat beberapa hari... ucap aditya
__ADS_1
baik... aku akan ikut... ucap pengawal putra
mereka berdua pun meninggalkan kantor andre dan menuju luar kota untuk menenangkan pikiran karena telah menghadapi masalah beberapa hari ini yang membuatnya lelah pikiran dan mental...