
pagi ini di mulai dengan rutinitas seperti biasa,
di meja makan semuanya sudah berkumpul sedang menikmati sarapan termasuk aditya yang juga sudah ikut bergabung bersama keluarga andre sebastian dengan begitu hangat,
memang di keluarga sebastian aditya tidak hanya di anggap sebagai menantu namun juga di anggap sebagai anak mereka, maka dari itu aditya begitu akrab dengan andre dan yati,
aditya panggil andre sambil menyantap makanannya
iya yah saut aditya memandang andre
kalian kan sudah lama pacaran, ayah dan ibu mau kalian segera menikah ucap andre sambil menyantap makanan
hah, aditya dan tiwi yang kaget mendengar pertanyaan soal menikah,
ayah ini ngomong apa sih kita kan masih kuliah ucap tiwi
kuliah bukan jadi penghalang kalian untuk menunda pernikahan ucap andre
iya sayang, walaupun kalian menikah, kalian tetap bisa kuliah malah ibu dan ayah bisa lebih tenang meninggalkan kamu karena ada yang menjaga kamu dan ibu bisa cepat mendapatkan cucu ucap yati bahagia
tapi tiwi belum kepikiran soal itu ayah ibu ucap tiwi
andre dan yati saling memandang mendengar ucapkan anaknya,
sekarang ayah tanya sama kamu aditya apa kamu siap untuk menikah sama tiwi ucap andre
sebelum menjawab aditya memandang tiwi, namun tiwi hanya diam,
aditya siap ayah, tapi aditya masih merintis usaha yang sedang aditya jalani sekarang ini, aditya juga lagi mengumpulkan uang untuk biaya menikah ucap aditya
yati tersenyum mendengar ucapan aditya, begitu pun tiwi yang bahagia mendengarnya,
soal itu kamu enggak perlu khawatir aditya, ayah dan ayah kamu sudah membicarakan itu semua, kita sepakat akan mempersiapkan pernikahan kamu dan membantu mengembangkan usaha kamu ucap andre
jadi ayah dan ibu sudah membicarakan hal ini dengan orang tua aditya ucap tiwi
iya ucap andre
kamu mau kan sayang ucap yati yang takut tiwi akan marah karena tidak memberi tau soal rencana orang tuanya yang akan menikahkan mereka,
tiwi terdiam berpikir sejenak karena buatnya ini adalah masalah yang begitu mendadak,
setelah berpikir sejenak dan yakin tiwi pun berkata
iya tiwi mau ucap tiwi
bagus kalau begitu, akhirnya ibu akan menggendong cucu ucap yati bahagia
tiwi tersenyum malu,
aditya pun memandang tiwi dengan tersenyum,
walau dalam hati tiwi masih penasaran dengan rencana pernikahan yang begitu mendadak namun tiwi hanya diam tak bertanya soal apa yang ia pikirkan,
lalu mereka pun melanjutkan kembali sarapannya
__ADS_1
aditya kini sedang bersama andre di saung yang berada di depan rumah,
aditya apa benar kabar yang ayah dapat ucap andre
iya yah, sepertinya dia berniat untuk balas dendam, karena menurut informasi dia adalah adik klara ucap aditya
iya ayah juga mendapat info soal itu, tiwi tau soal ini ucap andre
tidak yah, aditya takut dia akan mencelakai tiwi karena sejak awal yang dia dekati adalah tiwi ucap aditya
berarti kita harus bermain cantik ucap andre
soal itu aditya berencana untuk mengikuti alur cerita yang dia mainkan agar dia tidak curiga kalau kita tau siapa dia ucap aditya
maka dari itu ayah mengambil keputusan untuk kalian agar menikah secepatnya agar tidak terjadi hal yang tidak di inginkan menimpa tiwi ucap andre
aditya paham yah, mangkanya aditya tidak menolak karena aditya tau maksud ayah dengan mendadak menikahi kami ucap aditya
makasih ya nak, kamu tetap mau berada di samping tiwi ucap andre
malah aditya yang minta maaf sama ayah dan ibu karena aditya tiwi jadi dalam masalah ucap aditya
tidak nak, kamu juga enggak tau masalah nya akan seperti ini yang terpenting sekarang kita harus membereskan masalah ini ucap andre
iya yah ucap aditya
kalian lagi ngomongin apa sih kok serius banget ucap tiwi yang tiba-tiba muncul di saung,
enggak ada kok cuma lagi ngomongin soal konsep pernikahan kita nanti seperti apa ucap aditya
kalian harus segera mempersiapkan baju pengantin,
ibu sudah memilih butiknya ucap andre
kenapa harus buru-buru sih yah ucap tiwi
kalian akan menikah bulan depan setelah ujian semester selesai ayah dan ibu sudah mengatur semuanya dan ayah dan ibu aditya pun akan datang setelah urusan mereka selesai ucap andre
apa bulan depan ucap tiwi kaget
iya, kenapa ada masalah ucap yati yang baru saja muncul ikut bergabung,
ibu kenapa semuanya mendadak seperti ini sih baru juga tadi kita bicara, kalian sudah mengatur semuanya ucap tiwi merasa kaget
sudah ikuti saja apa kata ayah dan ibu ini semua demi kebaikan kamu ucap yati
tiwi hanya diam, memang di sisi lain tiwi senang bisa cepat menikah dengan aditya namun di sisi lain tiwi merasa ini terlalu mendadak, namun tiwi berusaha positif pada keputusan orang tua dan tiwi tidak mau mengecewakan mereka,
baik lah tiwi ikut apa kata ayah dan ibu ucap tiwi
kalau gitu nanti kamu sama aditya datang ke butik ya, ibu menunggu kamu di sana ucap yati
apa harus hari ini bu? ucap tiwi
iya, soal nya ibu sudah buat janji hari ini ucap yati
__ADS_1
baik bu nanti kita datang ke butiknya ucap aditya
kalau gitu ibu tunggu kalian di sana ucap yati tersenyum
ya sudah kalian berangkat sana nanti terlambat lagi ucap yati
kalau gitu tiwi berangkat ya bu ucap tiwi
iya sayang ucap yati
aditya pamit ayah ibu ucap aditya
hati-hati ya ucap yati
iya bu ucap tiwi
aditya dan tiwi pun meninggalkan saung melangkah menuju mobil
sayang jangan lupa ya ibu tunggu ucap yati berteriak untuk mengingatkan
iya ucap tiwi mengeraskan suaranya karena susah melangkah jauh
aditya dan yati yang berada di saung melihat kepergian anaknya hingga hilang dari pandangannya
ayo kita berangkat juga ucap yati mengajak andre
ayo ucap andre
mereka pun masuk ke dalam rumah dan bersiap untuk berangkat,
karena hari ini yati akan mengurus semua keperluan nikahan tiwi dan aditya
sedangkan andre pergi ke kantor untuk mengecek keadaan di sana sebelum membantu yati
tiwi yang sudah dalam perjalanan menuju kampus bersama aditya masih dalam mode hening,
tiwi masih terus memikirkan soal pernikahan dirinya dengan aditya,
tanpa tiwi sadari aditya yang sadari tadi memperhatikan dirinya yang sedang termenung,
sayang kamu masih memikirkan soal pernikahan kita yang mendadak ucap aditya yang tetap memperhatikan jalan
seperti mimpi, baru saja mereka bertanya pada kita tapi ternyata mereka susah mempersiapkan semuanya ucap tiwi
aditya menghela nafas, mengerti apa yang tiwi rasakan,
aditya pun menggenggam tangan mungil tiwi lalu berkata
sayang, kamu enggak perlu khawatir ini semua demi kebaikan kamu, mereka hanya takut kejadian kemarin yang akan membahayakan kamu akan terulang lagi, mereka berpikir setelah kita menikah kamu akan lebih aman dan akan ada yang selalu menjaga kamu ucap aditya memberi pengertian,
aku mengerti aku hanya masih merasa syok saja ucap tiwi
aditya hanya tersenyum dan tetap menggenggam tangan tiwi agar merasa tenang,
aditya pun kembali fokus mengemudi
__ADS_1