Pilihanku Penyesalanku

Pilihanku Penyesalanku
68 koma


__ADS_3

saat kejadian di kampus yang meneror tiwi,


membuat tiwi koma dan belum sadarkan diri sampai saat ini,


saat kejadian itu tiwi yang tak kunjung sadar pun langsung di bawa ke rumah sakit oleh aditya dengan di temani bagas dan dika,


aditya pun langsung memberi kabar pada andre dan yati soal tiwi yang masuk ke rumah sakit,


andre dan yati langsung bergegas menuju rumah sakit,


di rumah sakit aditya pun telah menceritakan semuanya yang membuat tiwi seperti sekarang ini pada andre dan yati tentang apa yang terjadi,


andre pun emosi mendengar hal ini, maka andre mulai menyelidiki masalah ini


meminta orang-orangnya mencari tau apa yang di curigai oleh aditya,


kini mereka pun telah melaksanakan perintah andre untuk menyelidiki klara sebagai orang yang di curigai,


karena aditya yakin ini semua adalah perbuatan klara yang masih memiliki dendam karena cinta yang bertepuk sebelah tangan,


sampai saat ini aditya yang terus berada di samping tiwi membuat yati tak tega melihatnya karena sudah beberapa hari aditya tak beranjak dari samping tiwi hanya memandang tiwi berharap tiwi akan cepat sadar,


aditya merasa bersalah akan hal yang menimpa tiwi, dirinya merasa gagal menjaga tiwi,


walau yati dan andre tak menyalahkan dirinya,


namun dalam hati aditya ada kekesalan akan kejadian ini, sebenarnya aditya begitu marah namun andre menasehati aditya bukan saatnya untuk dia emosi,


maka aditya berusaha tenang,


soal kabat tiwi yang koma pun telah sampai di telinga novi dan yuda,


novi begitu sedih mendengar menantunya yang sedang sakit tak sadarkan diri,


yati yang baru saja datang ke rumah sakit,


saat yati berada di depan pintu kamar tiwi di mana tiwi di rawat, yati masih melihat pemandangan yang sama, di sana masih ada aditya yang terus menemani tiwi,


yati pun menghembuskan nafas dengan kencang karena melihat aditya yang tak beranjak dari duduknya,


lalu yati pun masuk ke ruangan tiwi berlahan karena tak mau membangunkan aditya yang sedang tertidur, yati pun membawa kotak makanan, karena yati tau aditya belum makan apa-apa dan aditya tidak mau meninggalkan tiwi seorang diri,


kini aditya merasa hancur tak berdaya,


dika dan bagas yang mengetahui pun merasa tak tega dengan kondisi aditya,


saat yati sudah mendekat pada ranjang di mana tiwi terbaring,


yati pun berlahan meletakkan kotak makanan dengan berlahan di meja samping ranjang tiwi,


namun tiba-tiba saja aditya terbangun menyadari ada pergerakan di dalam ruangan,


ibu... ucap aditya yang melihat yati sedang berdiri


aditya sudah bangun maaf ibu membangunkan kamu... ucap yati


tidak bu... ucap aditya


oh ya ini ibu bawakan makanan buat kamu, dari kemarin kamu belum makan apa-apa karena terus menjaga tiwi... ucap yati


makasih bu, maaf merepotkan... ucap aditya


tidak nak, sudah sana cuci muka dulu terus sarapan, tiwi biar ibu yang jaga... ucap yati


iya bu... ucap aditya berdiri dari duduknya dan menuju toilet untuk mencuci muka,


aditya melangkah begitu lunglai tak bertenaga, yati yang melihat merasa sedih dengan kondisi aditya yang terpuruk karena kondisi tiwi,


setelah kepergian aditya, yati pun mengambil alih menjaga anaknya,


memandang sedih akan kondisi anaknya saat ini,


ada rasa amarah dalam hati yati, namun yati berusaha memendam karena bukan saatnya yati meluapkan emosi dengan kondisi tiwi saat ini, yang terpenting adalah kesembuhan tiwi,


tak lama kemudian aditya pun telah keluar dari toilet,


ibu ayo kita sarapan bersama... ucap aditya


ibu sudah sarapan tadi, itu buat kamu nak, sengaja ibu bawakan, kamu makan saja... ucap yati


mendengar ucapan yati, aditya pun mengambil kotak makanan yang di bawakan yati dan duduk di sofa lalu menyantap makanan itu, saat aditya menyantap sarapan yang di bawakan yati, yati pun berkata,


aditya kamu tidak pergi kuliah nak... ucap yati


tidak bu, aditya mau di sini saja nemenin tiwi... ucap aditya


tapi, kamu sudah berhari-hari tidak ke kampus, lagian tiwi ada yang jaga di sini... ucap yati


aditya tidak mau meninggalkan tiwi... ucap aditya


yati pun langsung menghampiri aditya dan membujuk aditya,


aditya ibu paham apa yang kamu rasain, tapi kuliah kamu juga penting nak, tiwi pasti sedih kalau tau kamu seperti ini, kamu enggak mau kan tiwi sedih, kamu kuliah ya nanti pulang kuliah kamu ke sini lagi, tiwi biar ibu yang jaga, lagi pula nanti ayah juga datang ke sini jagain tiwi... ucap yati membujuk aditya


iya bu... ucap aditya


ya sudah, lanjutkan sarapannya ya... ucap yati


aditya pun melanjutkan memakan sarapannya,


yati pun kembali menemani tiwi,


tak lama kemudian, aditya pun telah selesai sarapan,


aditya pun bersiap untuk berangkat ke kampus walau dengan perasaan berat meninggalkan tiwi namun aditya sudah berjanji akan kuliah seperti biasa,


aditya yang telah siap untuk berangkat ke kampus pun langsung berpamitan pada yati dan tak lupa juga pada tiwi,


ibu aditya pergi kuliah dulu ya... ucap aditya yang menghampiri yati


iya nak, kamu hati-hati ya... ucap yati


iya bu... ucap aditya


lalu aditya pun berpamitan pada tiwi,


sayang, aku pergi ke kampus dulu ya? kamu baik-baik di sini... ucap aditya


lalu mengecup kening tiwi dengan lembut,


aditya pun meninggalkan ruangan tiwi,


yati pun melihat kepergian aditya dan kembali menjaga tiwi,


aditya yang sudah berada di luar rumah sakit langsung menaiki mobil dan meninggalkan rumah sakit menuju kampus,


saat ini keberadaan klara pun belum di ketahui, karena klara yang bersembunyi dan meminta orang suruhannya untuk memantau keadaan saat ini,


klara yang mengetahui kondisi tiwi merasa bahagia mendengarnya,


karena peluang untuk mendapatkan aditya terbuka lebar saat ini,


lagi pula tidak ada yang curiga akan keberadaannya klara karena bukan dia yang melakukan semuanya, kecuali orang suruhannya tertangkap dan buka mulut soal kebusukan klara yang mengakibatkan tiwi seperti sekarang ini,


aditya yang telah sampai di kampus langsung turun dari mobil dan melangkah masuk ke gedung kampus menuju ruang kelasnya,


suasana di ruangan pun sudah ramai dengan mahasiswa lain yang sudah datang termasuk dika dan bagas yang sudah datang lebih dulu,


bagas bagaimana ya kabar aditya dan tiwi, sudah berhari-hari aditya tidak datang ke kampus dan kita pun enggak tau kondisi tiwi saat ini... ucap dika


aku juga enggak tau, yang aku tau tiwi masih koma dan aditya menjaganya... ucap bagas


itu pun aku tau, kita kan sama-sama ada di sana... ucap dika


apa nanti kita ke rumah sakit aja melihat keadaan mereka... ucap bagas


boleh juga tuh, lagian bukannya kita cuma satu mata kuliah karena jam kuliah kedua dosennya enggak bisa hadir... ucap dika


tiba-tiba aditya pun muncul, dengan muka yang muram dan lesu,


dika dan bagas melihat ke dagangan aditya,

__ADS_1


eh itu tuh aditya datang... ucap dika


iya, ayo kita samperin... ucap bagas


ayo... ucap dika


dika dan bagas pun menghampiri aditya yang duduk di tempat biasa ia duduk bersama tiwi,


hai bro... ucap bagas duduk di hadapan aditya,


dika pun duduk di samping aditya


hai... ucap aditya


gimana bro kondisi tiwi sekarang sudah ada perkembangan... ucap dika


belum... ucap aditya dengan suara sedih


jadi selama ini lo enggak masuk ada di rumah sakit... ucap bagas


iya... ucap aditya


terus sudah tau siapa yang ngirim kotak misterius itu... ucap dika


belum tau siapa, pelakunya menyuruh orang suruhannya melakukan teror itu... ucap aditya


semoga aja cepat ketauan, kalau memang pelakunya klara jangan kasih ampun aditya... ucap dika


itu pasti, aku akan menghabisinya sendiri... ucap aditya dengan emosi


tenang aditya kamu ingat tiwi yang harus kamu jaga, jangan terlibat biar hukum yang bertindak,


aku enggak terima dia udah ngebuat tiwi menderita, aku enggak tega liat tiwi seperti sekarang terbaring lemah merasakan sakit... ucap aditya


kita ngerti perasaan kamu, tapi kamu jangan terbawa emosi seperti ini... ucap bagas


iya aditya kasian tiwi... ucap dika


tenangkan diri kamu, ingat jangan terbawa emosi... ucap bagas


iya... ucap aditya


tiba-tiba dosen pun masuk ke dalam ruang kelas,


pagi anak-anak.... ucap dosen yang sudah berada di depan kelas


dika dan bagas tetap duduk bersama aditya, kali ini mereka menemani aditya,


pagi pak... ucap semua mahasiswa


baik, langsung bapak mulai saja materi kuliah hari ini, bapak akan menjelaskan beberapa materi yang akan bapak berikan di kelas ini... ucap dosen


dosen pun mulai menjelaskan di depan kelas dengan mahasiswa yang sudah fokus mendengarkan dosen,


namun lain hal dengan aditya yang tidak fokus untuk hari ini, pikiran aditya tetap pada tiwi,


dika yang melihat aditya sedang melamun langsung memberi tau bagas dengan isyarat,


bagas yang mengerti maksud dika langsung menyenggol aditya,


aditya yang kaget langsung tersadar dari lamunannya dan memandang bagas,


mikirin apa lo... ucap bagas


aku kepikiran tiwi... ucap aditya


sudah tenang saja, dia baik-baik saja, lagi pula kan ada yang menjaga tiwi di sana... ucap bagas


iya aditya jangan terlalu khawatir... ucap dika


aditya pun kembali memperhatikan dosen yang sedang menjelaskan di depan,


begitu pun dengan dika dan bagas yang juga kembali fokus pada dosen,


di rumah sakit, dokter beserta suster sedang memeriksa kondisi tiwi,


bagaimana dok kondisi anak saya... ucap yati


mendengar penjelasan dokter, yati merasa sedih melihat kondisi tiwi,


yang sabar ya bu, kita para dokter juga berusaha memberikan yang terbaik namun hanya sang maha pencipta yang dapat merubah semuanya... ucap dokter


makasih dok... ucap yati


kalau gitu saya permisi... ucap dokter


silahkan dik... ucap yati


dokter serta suster pun telah keluar dari ruangan tiwi,


yati sedih sambil memandang tiwi yang terbaring kaku,


tanpa yati sadari air mata pun telah menetes dan membasahi pipinya,


sayang kenapa haru kamu yang merasakan ini semua, ibu enggak sanggup ngeliat kamu seperti ini sayang... ucap yati


dua jam pun telah berlalu,


mata kuliah pertama pun telah selesai,


baik anak-anak mata kuliah hari ini telah selesai, sampai jumpa di kelas selanjutnya... ucap dosen


dosen pun telah meninggalkan ruang kelas,


dengan di susul mahasiswa yang lainnya,


hari ini kuliah pun tah selesai,


aditya langsung melangkah keluar ruangan, saat melangkah dika dan bagas memanggil,


aditya... ucap bagas memanggil melangkah ke arah aditya bersama dika


langkah aditya terhenti,


kok buru-buru sih... ucap bagas


aku mau ke rumah sakit... ucap aditya


kita ikut ya? ucap dika


ayo... ucap aditya


mereka pun melangkah bersama keluar kampus,


saat berada di parkiran, mereka pun langsung melangkah menuju mobil aditya dan masuk ke dalam mobil,


aditya langsung menjalankan mobilnya meninggalkan kampus,


tak kama kemudian mereka pun telah sampai di rumah sakit,


aditya, dika dan bagas turun dari mobil,


aditya tak lupa membawa makanan yang tadi di beli sebelum ke rumah sakit,


karena tadi mereka mampir makan lebih dulu sebelum ke rumah sakit,


mereka pun masuk ke dalam gedung rumah sakit dan melangkah menuju kamar di mana tiwi di rawat,


sampainya di depan ruangan tiwi di rawat, aditya langsung masuk ke dalam dengan diikuti dika dan bagas,


ibu... ucap aditya


bagas dan dika yang melihat kondisi tiwi begitu sedih,


sudah datang nak... ucap yati


iya, bu ini aditya bawain makan, ibu makan dulu ya... ucap aditya meletakkan makanan di meja


makasih nak... ucap yati langsung berdiri dari duduknya,


kamu sudah makan... ucap yati

__ADS_1


sudah tadi bu sebelum ke sini... ucap aditya


ayo duduk dika bagas... ucap yati


makasih bu... ucap dika dan bagas tersenyum


yati pun meninggalkan tiwi dan makan sejenak,


yati pun duduk di sofa,


kini giliran aditya yang menjaga tiwi,


seperti ini lah tiwi sekarang masih sama... ucap aditya pada dika dan bagas yang melihat kondisi tiwi


yang sabar ya bro, tiwi pasti sembuh... ucap dika


makasih ya... ucap aditya


aku enggak kebayang kondisi tiwi seperti ini, dulu yang aku liat tiwi anaknya ceria selalu tersenyum, ramah walau anaknya penyendiri, dia hanya punya satu sahabat yang selalu sama dia kalau di kampus, ternyata di balik semua itu, dia menyembunyikan kekurangannya, pantes tiwi tidak pernah terlihat melakukan olahraga berat dan mengikuti kegiatan kampus yang menyangkut olahraga... ucap dika


itu lah tiwi, anaknya tidak pernah memperlihatkan kelemahannya namun ia banyak rahasia... ucap aditya


jadi kamu selalu memperhatikan tiwi... ucap bagas


aku kan sudah pernah bilang, kalau aku pernah suka dengan tiwi saat awal masuk kuliah, tapi aku enggak pernah berani mengungkapkan, karena aku pikir tiwi wanita yang susah untuk di dekati... ucap dika


sabar ya... ucap bagas


apa sih, itu kan dulu, sekarang perasaan itu hanya sebatas teman saja dan aku bahagia dia bersama kamu aditya, semoga kamu bisa terus membahagiakan tiwi dan menjaganya... ucap dika


pasti... ucap aditya


tapi kalau kamu menyakiti tiwi aku enggak segan-segan merebutnya dari kamu... ucap dika tersenyum


coba saja, itu tidak akan terjadi... ucap aditya tersenyum


sudah sudah... kalian ini menganggu tiwi saja... ucap bagas


sorry sorry... ucap dika


jadi apa rencana kamu sekarang aditya... ucap bagas


soal itu aku menunggu bakar dari ayah tiwi, karena ayah tiwi yang sedang mengurus semuanya... ucap aditya


tak lama yati pun telah selesai makan,


yati pun berpamitan dengan aditya, bagas dan dika,


aditya, ibu titip tiwi ya... ucap yati


ibu mau ke mana? ucap aditya


ada yang mau ibu beli... ucap yati


kalau gitu biar bagas saja yang mengantar ibu... ucap aditya


tidak usah malah ngerepotin... ucap yati


tidak bu, biar bagas antar... ucap bagas


baiklah... ucap yati


bagas dan yati pun pergi meninggalkan ruangan tiwi,


kini hanya ada dika dan aditya yang menjaga tiwi,


suasana hening,


dika duduk di sofa sambil memainkan ponsel,


sedangkan aditya masih menemani tiwi


bagas yang sedang mengantarkan yati sudah dalam perjalanan,


tante kita mau ke mana... ucap bagas kaku


yati tersenyum, panggil saja ibu... ucap yati


baik tante, eh ibu... ucap bagas


nah gitu kan enak, kita ke supermarket ya... ucap yati


baik bu... ucap bagas


bagas pun melakukan mobilnya menuju supermarket,


beberapa menit kemudian sampailah hati dan bagas di supermarket,


mereka pun turun dari mobil dan masuk ke dalam supermarket,


bagas pun menemani yati berbelanja, yati membeli beberapa barang di sana,


setelah selesai mereka pun langsung pulang,


sampainya di mobil, bagas langsung menjalankan mobilnya meninggalkan supermarket dan kembali ke rumah sakit,


sampai nya di rumah sakit,


mereka pun langsung turun dari mobil,


bagas pun membawakan belanjaan milik yati,


bagas dan yati pun masuk ke gedung rumah sakit melangkah menuju kamar di mana tiwi di rawat,


sampai nya di depan pintu kamar tiwi,


yati langsung masuk bersama bagas,


dan bagas pun meletakkan belanjaan milik yati di atas meja,


aditya kamu enggak pulang istirahat... ucap yati


tidak bu, aditya sudah bawa baju untuk menginap di sini... ucap aditya


kamu pasti capek... ucap yati


tidak bu... ucap aditya


baiklah, tapi kamu jaga kesehatan juga jangan sampai sakit... ucap yati


iya bu... ucap aditya


sedangkan dika mengajak bagas untuk pulang,


ibu aditya kita pamit ya, besok ke sini lagi... ucap dika


sudah mau pulang... ucap yati


iya bu... ucap bagas


mau di antar... ucap aditya


enggak usah aditya kita pulang sendiri aja... ucap dika


kalian hati-hati ya... ucap yati


iya bu... ucap bagas


dika dan bagas pun meninggalkan ruangan tiwi dan pulang


setelah kepergian dika dan bagas, tinggallah yati dan aditya,


aditya kamu juga istirahat... ucap yati


iya bu... ucap aditya


sudah sana tidur di sofa, biar ibu yang jaga... ucap yati


aditya pun beranjak dari duduknya dan menuju sofa lalu aditya pun mengistirahatkan badannya,


kini yati yang kembali menjaga tiwi

__ADS_1


__ADS_2