
kini tiwi sudah berada di salah satu rumah sakit di kota dimana ayah dan ibu aditya tinggal,
di ruangan di mana tiwi di rawat sudah ada novi dan yuda yang sedang bersama yati,
novi yang berada di dekat tiwi merasa sedih melihat keadaan menantunya yang tak sadarkan diri,
sedangkan yati yang sedang duduk di sofa hanya diam,
sudah sayang jangan menangis terus kasihan tiwi kalau tau dia pasti sedih... ucap yuda
aku merasa tidak tega sayang melihat menantuku berbaring seperti ini... ucap novi
aku paham sayang kita doakan saja semoga tiwi cepat sadar lagi pula anak kita sedang mengurus semuanya... ucap yuda
novi pun mengangguk dan menyeka air matanya yang membasahi pipi,
lalu novi pun berdiri dari duduknya dan duduk di samping yati,
yati sebenarnya apa yang terjadi, kenapa bisa seperti ini... ucap novi yang tak tau apa-apa
ada yang mau mencelakai tiwi... ucap yati
ya ampun, kok tega sekali, tapi sudah tau siapa pelakunya... ucap novi
sudah, saat ini semuanya sedang di urus oleh andre dan aditya, walau awalnya saya tidak setuju namun ini jalan satu-satunya maka dari itu tiwi di sembunyikan di sini supaya tiwi aman... ucap yati
kamu tenang saja yati disini kalian aman, semuanya sudah di atur oleh aditya dan andre... ucap yuda
siapa yang tega melakukan ini yati... ucap novi
dia adalah wanita yang mencintai aditya, dulu pernah terjadi dia mencelakai tiwi namun keadaan tiwi baik-baik saja dan andre berhasil membuatnya hilang dari kota, namun kali ini dia kembali lagi ingin membalas dendam dan mencelakai tiwi hingga tiwi seperti ini agar dia bisa bersama aditya... ucap yati
yah, ternyata karena anak kita, kamu harus melakukan sesuatu sayang aku enggak mau terjadi apa-apa dengan menantuku... ucap novi
kamu tenang dulu sayang... ucap yuda
bagaimana bisa tenang kalau melihat keadaan menantuku seperti itu... ucap novi menunjuk ke arah tiwi berada,
iya aku paham, kamu jangan seperti ini... ucap novi menangis
pokoknya kamu harus bantu aditya dan andre... ucap novi
baiklah sayang aku akan bantu kamu jangan menangis lagi ya... ucap yuda merangkul novi
novi pun mulai tenang,
sedangkan aditya dan andre sudah menyusun rencana untuk menjebak klara keluar dari persembunyiannya dengan cara pancingan menggunakan aditya, mereka berpura-pura berkabung karena kepergian tiwi dan hal ini pun telah membuat klara terpancing,
klara yang mendengar kabar bahwa tiwi telah tiada, langsung merasa senang bahwa rencananya untuk menyingkirkan tiwi berhasil tanpa ada yang tau,
klara pun berinisiatif untuk datang ke pemakaman tiwi sekaligus bertemu dengan aditya memberikan perhatian padanya, klara pun berharap setelah kepergian tiwi dirinya dapat menggantikan posisi tiwi,
tanpa klara sadari bahwa ini adalah jebakan yang di buat untuknya,
andre menghubungi aditya menanyakan posisinya,
__ADS_1
aditya yang sedang duduk telah siap dengan pakaian rapih dan siap menjalankan rencana,
ponsel aditya berdering, aditya langsung melihat layar ponselnya di sana tertulis " ayah andre "
aditya pun langsung mengangkat telepon andre,
di ujung telepon andre berkata " bagaimana sudah siap "
siap yah, kita jalankan rencana ucap aditya
ok ucap andre
aditya langsung menutup telepon andre langsung berdiri dari duduknya dan melangkah keluar dari kamar tiwi
akting pun di mulai
aditya yang telah keluar dari kamar tiwi sudah memasang muka sedih,
begitu pun dengan andre, sedangkan yati sudah menangis di pelukan andre dengan tersedu-sedu
semua orang yang datang itu adalah orang-orang suruhan andre biar berkesan kalau ini nyata,
sedangkan polisi sudah mengetahui tempat persembunyian klara, sudah berhari-hari polisi memantau rumah yang klara tempati tanpa sepengetahuan klara, klara yang berada di rumah sedang bersiap untuk keluar dari persembunyiannya untuk mendatangi rumah tiwi memastikan bahwa kabar yang dia terima benar, tanpa klara sadari kalau keberadaan dirinya sudah di ketahui polisi, aditya serta orang tua tiwi,
klara telah keluar dari rumahnya dengan penampilan yang menggunakan topi dan kaca mata hitam, klara begitu berhati-hati saat keluar rumah sebelum meninggalkan rumah klara melihat ke kanan dan ke kiri setelah memastikan situasinya aman klara pun pergi meninggalkan rumah menuju rumah tiwi,
polisi yang berjaga pun mengikuti klara dari belakang hingga ke rumah tiwi,
mobil yang klara tumpangi telah sampai di rumah tiwi,
klara merasa puas dengan hasil yang dia lihat saat ini,
sedangkan polisi yang mengikutinya telah memberi kabar pada anggota yang lainnya serta andre dan aditya pun sudah tau kalau klara telah datang dan berada di depan rumah tiwi,
jalankan rencana... ucap andre
siap laksanakan... ucap semua anggota
kamu siap aditya... ucap andre
siap... ucap aditya
ok... ucap andre
rencana pun di jalankan,
andre yang sedang menemani yati menangis berusaha menenangkan
sedangkan aditya sedang bersedih di depan jasad buatan yang di anggap tiwi
klara turun dari mobil, dengan percaya dirinya dan siap berakting di depan aditya agar menarik simpatik aditya saat aditya sedang terpuruk,
semua orang sudah memperhatikan klara yang telah melangkah masuk ke dalam rumah tiwi,
saat klara berada di ambang pintu rumah tiwi, klara melihat seorang mayat yang telah terbujur kaku dan di sana sudah ada para pelayat dan aditya yang sedang menangis di depan jasad tiwi,
__ADS_1
seulas senyum tipis terpancar dari bibir klara,
sejenak klara berdiri di ambang pintu melihat aditya yang sedang menangis tersedu-sedu, klara pun mulai melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah tiwi menghampiri aditya dan duduk di samping aditya dengan memasang muka sedih seolah ke datang klara juga ikut berkabung, namun klara hanya diam,
aditya menyadari ke datangan klara yang sudah duduk di sampingnya,
mau apa kamu datang ke sini? sekarang kamu puas dengan apa yang kamu lihat, ini kan yang kamu mau, kamu berhasil sekarang... ucap aditya tanpa menolehkan wajahnya dengan suara yang berat karena aditya masih menangis
kenapa kamu berbicara seperti itu aditya, aku enggak bermaksud seperti itu, aku juga sedih setelah mendapat kabar bahwa tiwi telah tiada, mangkanya aku kemari... ucap klara
kamu tidak usah berpura-pura baik klara aku tau kamu pasti senang dengan apa yang kamu lihat, orang yang sebentar lagi akan aku nikahi sudah pergi meninggalkan aku, aku hancur klara... ucap aditya menunjuk ke arah jasad dengan sedikit mengeraskan suaranya dengan air mata yang berlinang,
tenang aditya kamu jangan seperti ini, tiwi pasti sedih melihatnya, kamu harus kuat, ada aku di sini yang akan menemani kamu... ucap klara mulai mencari kesempatan
aku enggak butuh kamu yang aku mau cuma tiwi... ucap aditya
klara merasa muak dengan sikap aditya yang begitu mencintai tiwi, setelah susah payah menyingkirkan tiwi, namun aditya tetap tidak bisa menerima dirinya,
klara berusaha menenangkan dirinya, agar terlihat dirinya telah berubah dan aditya tak curiga pada dirinya bahwa dia lah yang telah menghabisi tiwi hingga seperti ini,
kamu sadar aditya, tiwi sudah tenang di sana, kamu jangan seperti ini... ucap klara berusaha tenang
aditya yang mendengar ucapan klara dan sikap klara yang sedang berpura-pura aditya pun melunak berpura-pura luluh, klara yang melihat langsung mengambil kesempatan,
kamu jangan menyiksa diri kamu seperti ini aditya, aku sedih melihatnya, masih ada aku yang peduli sama kamu, aku akan selalu ada buat kamu... ucap klara memegang pundak aditya, mencoba memberi perhatian pada aditya,
aditya diam tanpa kata, klara pun berpikir kalau aditya telah mendengarkan kata-katanya,
namun pada kenyatannya aditya yang sudah menahan emosinya sadari tadi sudah tak sabar membongkar kebusukan klara yang sedang pura-pura peduli padanya,
andre dan yati yang melihat hanya diam melihat apa yang akan di lakukan klara,
namun yati merasa geram dengan tingkah klara,
dasar ular, licik sekali dia ucap yati
sabar bu jangan emosi ucap andre
ibu sudah tak sabar melihat dia merasakan akibatnya... ucap yati
sabar sayang kita tunggu saja permainan baru akan di mulai ucap andre
yati hanya diam tanpa kata mendengarkan ucapan andre, yati pun hanya menyaksikan klara yang sedang mengambil simpati aditya agar aditya percaya bahwa klara telah berubah,
andre yang telah lama melihat drama yang sedang di mainkan klara akhirnya merasa kesal dengan tingkah klara, andre pun berdiri dari duduknya, yati yang melihat langsung berkata,
mau kemana sayang ucap yati
kamu tunggu di sini ucap andre
yati hanya diam tanpa kata melihat kepergian andre yang menghampiri aditya dan klara dengan langkah gagah berani,
saat andre muncul di ruangan tengah di mana aditya dan klara berada andre pun berkata,
cukup, kamu tidak perlu berpura-pura baik klara, belum cukup dengan apa yang aku lakukan pada kamu waktu itu dan sekarang berani-beraninya kamu muncul di rumah saya dengan sikap yang pura-pura baik pada aditya agar aditya berpikir bahwa kamu sudah berubah... ucap andre yang sudah muncul di hadap aditya dan klara
__ADS_1
klara yang kaget mendengar ucapan andre langsung berdiri begitu pun dengan aditya,