
di dalam kelas aditya dan tiwi mengikuti kelas ke dua serta dua pengawal yang terus menjaga aditya dan tiwi,
karena tadi mereka tidak sempat makan siang makan aditya sudah menyuruh pengawal membelikan makanan untuk mereka...
tiwi ayo makan dulu, tadi kan enggak jadi makan di kantin... ucap aditya
makasih sayang.... ucap tiwi manis yang langsung memakan makanan yang di berikan oleh aditya...
aditya pun tersenyum dengan sikap tiwi lalu mengelus kepala tiwi dengan lembut...
sedangkan klara yang berada di kelas saat ini sedang emosi karena aditya muncul saat dia sedang berbuat kasar pada tiwi...
kenapa dia harus muncul di saat yang tidak tepat, sialan... ucap klara emosi
klara tenang dulu, dia kan tidak melihat kalau kamu mendorongnya, dia hanya melihat tiwi yang sudah terjatuh dan saat itu tidak ada orang di sana, tidak mungkin ada yang melihatnya... ucap temannya klara
aku harus mencari cara agar mereka berpisah, sepertinya tiwi bukan orang sembarangan... ucap klara
jadi sekarang kita harus gimana.... ucap tema klara
aku punya rencana untuk mencelakai nya saat dia tidak bersama aditya, aku akan berpura-pura baik pada tiwi, saat dia lengah baru kita habisi... ucap klara licik
aku ikut saja rencana kamu klara... ucap teman klara
klara tersenyum licik
tiwi yang berada di dalam kelas bersama aditya sudah selesai makan...
aditya pun merapihkan meja yang berantakan dengan sampah makan lalu membuangnya...
kamu sudah kenyang... tanya aditya saat kembali setelah membuang sampah
sudah... ucap tiwi
aditya pun hanya memandang tiwi dengan begitu dalam...
kenapa? ada sesuatu di wajah aku ya... tanya tiwi yang heran dengan aditya yang terus memandangnya..
tidak... aku hanya ingin memandang kamu saja... ucap aditya
apa sih kamu, aku malu tau... ucap tiwi tersenyum
aditya pun tersenyum karena melihat tiwi yang malu, membuat tiwi terlihat semakin menggemaskan buat aditya...
sudah aditya, aku malu... ucap tiwi yang sedikit tertawa
aditya tiba-tiba mencubit lembut pipi tiwi yang seperti bakpao...
kamu... ucap tiwi terhenti
habis kamu gemesin sih, aku jadi pengen gigit pipi kamu... ucap aditya
jangan.... sontak tiwi menutupi kedua pipinya...
hahahaha... aditya pun tertawa mendengar jawaban spontan dari tiwi
kamu ini lucu, ya kali aku mau makan pipi tembem kamu, kalau aku makan aku enggak punya bakpao lagi dong... ucap aditya dengan candaan
ih... resek... geram tiwi sambil memukul lengan aditya
ampun... ampun.... aku enggak godain kamu lagi.... ucap aditya
siang anak-anak.... ucap dosen yang sudah masuk ke dalam ruangan
aditya dan tiwi pun menghentikan candaannya dengan fokus pada dosen
siang Pak... ucap semua mahasiswa yang berada di dalam ruangan
baik kali ini kita akan membahas materi baru yang akan bapak berikan sekalian bapak memberikan materi untuk kalian ujian di semester ini... bapak harap kalian bisa mendapatkan nilai yang memuaskan... ucap dosen
kalau gitu bapak mulai saja pelajarannya... ucap dosen mulai menerangkan materi kuliah hari ini..
semua mahasiswa sudah tenang dan fokus pada dosen yang sedang memberikan materi dan mencatat poin-poin penting dari apa yang telah dosen jelaskan di depan...
termasuk tiwi dan aditya, namun karena kali ini tangan tiwi sedang terluka maka aditya lah yang membantu tiwi menulis di bukunya kali ini...
sini biar aku aja... ucap aditya
makasih... ucap tiwi tersenyum
aditya tersenyum dan mengambil alih pulpen dan buku, aditya pun mulai mencatat...
dua jam telah berlalu mata kuliah hari ini pun telah berakhir, dosen pun mengakhiri materi hari ini
baik anak-anak kelas kita telah berakhir, maka bapak pun menyudahi materi kita hari ini dan akan bapak lanjutkan di kelas kita minggu depan... ucap dosen
baik pak... ucap semua mahasiswa
baik bapak permisi... selamat siang anak-anak... ucap dosen
siang pak... ucap semua mahasiswa
dosen pun meninggalkan kelas begitu pun mahasiswa yang berada di dalam kelas satu persatu meninggalkan ruangan...
tiwi kamu mau ke mana setelah ini... tanya aditya
terserah kamu saja... ucap tiwi
kita jalan-jalan yuk... ucap aditya
boleh... ucap tiwi
ya udah yuk... ucap aditya
kalian juga ikut... ucap aditya pada pengawal andika dan putra
siap tuan... ucap pengawal bersamaan
aditya dan tiwi pun keluar ruangan di susul oleh pengawal lumayan jauh jaraknya hingga tidak begitu kelihatan jika mereka sedang di kawal
sampainya di taman aditya berkata
wi kamu tunggu di sini dulu aku mau ke toilet sebentar... ucap aditya
iya... ucap tiwi
aditya pun pergi meninggalkan tiwi taman kecil kampus dengan pengawal andika
tiwi duduk di sebuah bangku batu di bawah pohon seorang diri bersama pengamal andika yang menemani tak jauh dari tempat tiwi berada...
tak lama kemudian muncullah klara dan dua temannya yang sedang lewat di situ karena akan pulang, namun temannya klara melihat keberadaan tiwi yang sedang seorang diri..
klara lihat itu... ucap temannya yang menghentikan langkah klara
ada apa sih... ucap klara kesal karena langkanya terhenti
itu klara tiwi sedang sendiri... ucap teman klara
mana? tanya klara
__ADS_1
itu di sana... ucap teman klara
kemana aditya... tumben di sendiri... ucap klara
bukannya bagus, jadi kamu bisa melabrak dia... ucap temannya
iya juga... ucap klara
ayo kita samperin... mumpung sepi... ucap teman klara
klara dan temannya pun melangkah mendekat ke arah tiwi berada..
Hai kamu,... ucap klara pada tiwi
di tinggal aditya kamu, kasian ya... ucap temannya
mungkin aditya sudah sadar kalau wanita ini sudah memanfaatkan dia... ucap teman klara yang satunya lagi
hahaha... kasin ya... ucap teman klara
mangkanya kamu jangan macem-macem sama aku, buktinya dia enggak percaya sama kamu dan sekarang ninggalin kamu sendiri.... ucap klara dengan percaya dirinya
kenapa kamu diam, takut karena sekarang enggak bisa ngelawan aku... ucap klara lagi
maaf ya klara aku enggak mau nyari musuh,
soal kamu suka sama aditya itu hak kamu bukan hak aku...
kalau aditya suka sama aku atau kamu itu hak dia mau milih siapa, aku enggak memaksakan aditya untuk bersama aku dan kamu juga enggak bisa memaksakan perasaan orang seperti ini.... ucap tiwi santai
namun klara dengan emosi langsung melayangkan tangannya ke pipi tiwi...
plak.... kurang ajar kamu, berani-beraninya menceramahi aku... ucap klara emosi
tiwi hanya diam tanpa perlawanan...
tiwi yang sedang terduduk langsung memegang pipinya yang terasa perih karena tamparan klara yang cukup keras,
pengawal andika yang sedari tadi berada di situ sudah merekam aksi klara yang menampar tiwi...
tak lama aditya muncul dengan pengawal putra
ada apa ini.... ucap aditya
klara terkejut dengan kedatangan aditya yang secara tiba-tiba, karena klara pikir aditya sudah pulang sedari tadi...
klara aditya... ucap temannya panik
bisa kalian jelaskan ada apa ini... ucap aditya dengan nada yang sudah meninggi
klara langsung buka suara dengan membalikkan fakta..
aditya dia duluan mengejek aku saat aku sedang berjalan... ucap klara dengan muka yang kasihan agar aditya percaya
apa betul tiwi... ucap aditya
dia berbohong, aku tidak meledek nya, aku disini hanya duduk menunggu kamu... ucap tiwi
bohong, dia mengatai aku gadis kasihan karena kamu mempercayai dia bukan aku... dia berkata seperti itu ucap klara berusaha membalikkan fakta
tiwi apa maksud kamu berkata seperti itu... ucap aditya
kamu lebih percaya wanita ular ketimbang aku aditya... ucap tiwi kecewa
klara yang melihat merasa menang karena aditya sudah termakan hasutan klara, klara tersenyum licik
kamu mengatakan atau tidak, tidak seharusnya kamu berkata seperti itu tiwi... ucap aditya
mulai sekarang kamu enggak usah muncul di hadapan aku... ucap tiwi emosi lalu pergi meninggalkan aditya bersama klara.
klara mulai beraksi setelah kepergian tiwi...
aditya kamu lihat kan tiwi itu seperti apa, dia selalu memperlakukan aku dengan buruk... ucap klara manja
sudah lah klara aku tidak membela kamu, aku hanya tidak suka jika ada orang yang merendahkan orang seenaknya... jadi tolong jaga sikap kamu... ucap aditya menolak klara yang bersikap mulai genit...
aditya pun pergi meninggalkan klara seorang diri...
sial, selalu saja dia bersikap seperti itu... tapi liat saja ini baru awal dari semuanya, kalian akan benar-benar hancur... ucap klara
ayo... ucap klara pada teman-temannya
tiwi entah pergi kemana, aditya yang berusaha mengejar dan mencari keberadaan tiwi, namun tidak menemukannya...
kemana kamu pergi wi... ucap aditya mulai putus asa
pengawal putra juga tidak dapat menemukannya...
tiwi dan pengawal andika sedang berada di taman tempat biasa tiwi pergi bersama aditya...
di sana tiwi menangis sejadi-jadinya, kecewa dengan sikap aditya yang lebih percaya klara ke timbang dirinya.
non tiwi, apa tidak sebaiknya kita kembali, pasti tuan aditya mencari non kemana-mana... ucap pengawal andika
aku mau di sini, aku tidak mau bertemu dengannya, kamu jangan sampai memberi tau dia kita ada di sini... ucap tiwi
tapi non, non tiwi sudah salah faham dengan tuan aditya... ucap pengawal andika berusaha menjelaskan..
sudah tidak usah membelanya, kamu sendiri tadi melihatnya dia menyalahkan aku... ucap tiwi
non tiwi, semua itu tidak seperti yang non bayangkan... jelas pengawal andika
cukup... pokoknya aku tidak ingin kembali, lebih baik kamu temani aku disini jangan kemana-mana... ucap tiwi
pengawal tiwi pun tidak bisa berkata apa-apa, hanya diam dan menemani tiwi di taman itu...
tuan, apa ada tempat yang biasa non tiwi datangi jika sedang sedih atau ada tempat yang biasa kalian datangi berdua... ucap pengawal putra
aditya pun berpikir sejenak...
ting... sebuah notifikasi masuk ke handphone pengawal putra
saat pengawal putra membuka notifikasi yang masuk dan melihatnya...
ada apa... tanya aditya
pengawal andika mengirim sebuah video tuan, ini video non tiwi tuan... ucap pengawal putra
aditya langsung melihat isi video itu, itu adalah video tiwi yang sedang menangis di suatu tempat...
saya tau tempatnya, ayo kita ke sana... ucap aditya bergegas pergi setelah melihat rekaman video yang dikirim kan pengawal andika.
setelah pengawal andika selesai mengirim pesan, ia pun meletakkan kembali handphone nya kedalam saku celana...
beberapa menit kemudian sampailah aditya dan pengawal putra di sebuah taman yang biasa tiwi datangi bersama aditya...
selangkah demi selangkah aditya menyusuri taman tersebut hingga mereka pun sampai di mana tiwi berada,
aditya berlahan melangkah mendekat, pengawal andika menyadari kedatangan aditya namun aditya menyuruhnya tetap di situ dan diam...
__ADS_1
makan pengawal andika pun tetap duduk di sebelah tiwi....
rasa tidak tega melihat tiwi yang menangis seperti itu serta rasa khawatir karena takut penyakitnya tiwi kumat karena emosi tiwi saat ini...
aditya yang sudah semakin dekat langsung memanggil tiwi,
tiwi... ucap aditya
seketika tiwi langsung berdiri dan berbalik badan
mau apa kamu ke sini... ucap tiwi emosi
wi, kamu tenang dulu, aku mau menjelaskan semuanya... ucap aditya
mau jelasin apa lagi, kamu mau bilang kamu percaya sama wanita ular itu ke timbang aku, atau kamu mau bilang kamu milih dia dan kalian pacaran... ucap tiwi emosi
wi, enggak seperti itu, coba kamu tenang dengerin penjelasan aku dulu... ucap aditya berusaha menenangkan tiwi
cukup aditya, dengan sikap kamu tadi aku udah tau kalau kamu lebih percaya dengan dia... aku minta sekarang kamu pergi.... aku enggak mau ngeliat kamu lagi... ucap tiwi emosi
tiwi dengerin aku dulu... ucap aditya
aku bilang kamu pergi... ucap tiwi sudah dengan emosi yang sulit di kendalikan
wi, jangan emosi kaya gini, coba untuk tenang, kamu emosi seperti ini penyakit kamu bisa kambuh wi... ucap aditya mulai panik terjadi apa dengan tiwi
apa peduli kamu, bukannya kamu sudah sama perempuan ular itu, buat apa perduli sama aku... ucap tiwi
aku minta kamu pergi... ucap tiwi mengusir
pergi.... teriak tiwi
namun aditya tetap di sana
aku enggak akan pergi, aku akan tetap disini... ucap aditya
pergi aditya.... ucap tiwi meninggikan suara
namun tiba-tiba tiwi merasakan dadanya sakit dan sesak, tiwi mulai goyang...
aditya yang melihat langsung berlari ke arah tiwi
tiwi.... ucap aditya yang sudah memegang tiwi
aku enggak mau lihat kamu... ucap tiwi yang masih memberontak namun sudah tidak ada tenang karena rasa sakit yang tiwi rasa,
lalu tiwi pun hilang kesadaran,
aditya yang langsung menggendong tiwi dan membawanya ke rumah sakit dengan di bantu dua pengawal...
di dalam mobil aditya terus berbicara kepada tiwi agar bertahan...
wi, kamu harus kuat sayang, kamu jangan tinggalin aku seperti ini... ucap aditya
putra ayo lebih cepat... ucap aditya meminta mempercepat laju mobilnya
pengawal putra terus fokus dan mempercepat jalan mobil agar bisa cepat sampai di rumah sakit...
beberapa menit kemudian sampailah mereka di rumah sakit, mobil berhenti di depan ruang IGD, aditya dan dua pengawal turun dari mobil dengan membawa tiwi, suster jaga yang melihat ke datangan mereka langsung membawa stretchet dorong dan membaringkan tiwi di atasnya, lalu membawa tiwi masuk untuk di periksa,
maaf keluarga pasien menunggu disini.... ucap suster pada aditya dan dua pengawal
aditya pun menunggu di kursi tunggu yang sudah di sediakan dengan terus merasa khawatir dengan kondisi tiwi yang berada di dalam...
kalian tolong terus selidiki klara, saya mau kalian terus memantau gerak gerik klara... ucap aditya
baik tuan... kita akan terus memantau... ucap andika dan putra
pokoknya saya enggak mau sampai terjadi apa-apa dengan tiwi,
karena dia akan mulai mendekati saja setelah kejadian tadi, karena dia berpikir bahwa tiwi dan saya sudah tidak ada hubungan lagi... jelas aditya
baik tuan, kita akan menjalankan sesuai perintah... ucap andika
setelah cukup lama tiwi berada di dalam, akhirnya satu orang suster keluar dari ruangan...
keluarga pasien... ucap perawat
iya suster, bagai mana ke adaan pasien di dalam... ucap aditya
kondisinya sudah stabil dan sekarang sedang proses pemindahan ke ruang rawat... ucap suster
alhamdulillah... ucap aditya merasa senang karena tiwi tidak apa-apa
jadi sudah boleh di jenguk... ucap aditya
sudah... ucap suster
makasih sus... ucap aditya
baik kalau begitu saya permisi... ucap suster kembali ke dalam ruangan
dengan perasaan syukur dan senang mendengar kondisi tiwi yang baik-baik saja...
tak lama yati dan andre sampai di rumah sakit, karena tadi aditya memberi tau bahwa tiwi kambuh penyakitnya...
aditya... ucap yati
om tante... ucap aditya
bagaimana kondisi tiwi, kenapa bisa seperti ini aditya... ucap yati
maaf tante, tadi ada salah faham antara aditya dan tiwi yang ngebuat tiwi marah pada aditya... jelas aditya
tante sudah mendengar semuanya dari ayah tiwi karena pengawal kalian sudah menceritakan ke ayah... jelas yati
maafin aditya tante, aditya sudah bikin tiwi seperti ini... ucap aditya
sudah lah adit, ini musibah... tante percaya kamu melakukan bukan karena sengaja, ini demi melihat kebusukannya klara... ucap yati
makasih tante.. ucap yati
jadi bagai mana kondisi tiwi... tanya andre
sudah stabil dan sekarang sedang proses pemindahan kamar ke ruang rawat... ucap aditya
kalau gitu kita tunggu saja... ucap andre...
tiwi yang sudah di pindahkan ke ruang rawat kini sudah bisa di jenguk, namun tiwi masih belum sadarkan diri... karena tiwi di beri obat untuk tiwi dapat istirahat dengan maksimal...
jadi apa rencana kamu aditya tanya andre
aku mau memancing klara terlebih dahulu baru akan aku bongkar kebusukannya, karena saya sudah punya bukti bahwa dia yang sudah melakukan kekerasan dan mengancam tiwi... ucap aditya
bagus, kalau begitu atur sesuai rencana... ucap andre
baik om... ucap aditya
tapi tiwi salah faham dengan aditya om, dia marah dan enggak mau mendengarkan penjelasan aditya... jelas aditya
__ADS_1
soal tiwi biar om dan tante yang atur, kamu selesaikan urusan klara selama tiwi berada di rumah sakit, kamu enggak usah khawatir tiwi pasti akan paham dengan apa yang sudah kamu lakukan... ucap yati
baik tante, kalau gitu aditya akan mengurus semuanya... ucap aditya