Pilihanku Penyesalanku

Pilihanku Penyesalanku
48 terus memantau gerak gerik klara


__ADS_3

di dalam kelas aditya dan tiwi mengikuti kelas ke dua serta dua pengawal yang terus menjaga aditya dan tiwi,


karena tadi mereka tidak sempat makan siang makan aditya sudah menyuruh pengawal membelikan makanan untuk mereka...


tiwi ayo makan dulu, tadi kan enggak jadi makan di kantin... ucap aditya


makasih sayang.... ucap tiwi manis yang langsung memakan makanan yang di berikan oleh aditya...


aditya pun tersenyum dengan sikap tiwi lalu mengelus kepala tiwi dengan lembut...


sedangkan klara yang berada di kelas saat ini sedang emosi karena aditya muncul saat dia sedang berbuat kasar pada tiwi...


kenapa dia harus muncul di saat yang tidak tepat, sialan... ucap klara emosi


klara tenang dulu, dia kan tidak melihat kalau kamu mendorongnya, dia hanya melihat tiwi yang sudah terjatuh dan saat itu tidak ada orang di sana, tidak mungkin ada yang melihatnya... ucap temannya klara


aku harus mencari cara agar mereka berpisah, sepertinya tiwi bukan orang sembarangan... ucap klara


jadi sekarang kita harus gimana.... ucap tema klara


aku punya rencana untuk mencelakai nya saat dia tidak bersama aditya, aku akan berpura-pura baik pada tiwi, saat dia lengah baru kita habisi... ucap klara licik


aku ikut saja rencana kamu klara... ucap teman klara


klara tersenyum licik


tiwi yang berada di dalam kelas bersama aditya sudah selesai makan...


aditya pun merapihkan meja yang berantakan dengan sampah makan lalu membuangnya...


kamu sudah kenyang... tanya aditya saat kembali setelah membuang sampah


sudah... ucap tiwi


aditya pun hanya memandang tiwi dengan begitu dalam...


kenapa? ada sesuatu di wajah aku ya... tanya tiwi yang heran dengan aditya yang terus memandangnya..


tidak... aku hanya ingin memandang kamu saja... ucap aditya


apa sih kamu, aku malu tau... ucap tiwi tersenyum


aditya pun tersenyum karena melihat tiwi yang malu, membuat tiwi terlihat semakin menggemaskan buat aditya...


sudah aditya, aku malu... ucap tiwi yang sedikit tertawa


aditya tiba-tiba mencubit lembut pipi tiwi yang seperti bakpao...


kamu... ucap tiwi terhenti


habis kamu gemesin sih, aku jadi pengen gigit pipi kamu... ucap aditya


jangan.... sontak tiwi menutupi kedua pipinya...


hahahaha... aditya pun tertawa mendengar jawaban spontan dari tiwi


kamu ini lucu, ya kali aku mau makan pipi tembem kamu, kalau aku makan aku enggak punya bakpao lagi dong... ucap aditya dengan candaan


ih... resek... geram tiwi sambil memukul lengan aditya


ampun... ampun.... aku enggak godain kamu lagi.... ucap aditya


siang anak-anak.... ucap dosen yang sudah masuk ke dalam ruangan


aditya dan tiwi pun menghentikan candaannya dengan fokus pada dosen


siang Pak... ucap semua mahasiswa yang berada di dalam ruangan


baik kali ini kita akan membahas materi baru yang akan bapak berikan sekalian bapak memberikan materi untuk kalian ujian di semester ini... bapak harap kalian bisa mendapatkan nilai yang memuaskan... ucap dosen


kalau gitu bapak mulai saja pelajarannya... ucap dosen mulai menerangkan materi kuliah hari ini..


semua mahasiswa sudah tenang dan fokus pada dosen yang sedang memberikan materi dan mencatat poin-poin penting dari apa yang telah dosen jelaskan di depan...


termasuk tiwi dan aditya, namun karena kali ini tangan tiwi sedang terluka maka aditya lah yang membantu tiwi menulis di bukunya kali ini...


sini biar aku aja... ucap aditya


makasih... ucap tiwi tersenyum


aditya tersenyum dan mengambil alih pulpen dan buku, aditya pun mulai mencatat...


dua jam telah berlalu mata kuliah hari ini pun telah berakhir, dosen pun mengakhiri materi hari ini


baik anak-anak kelas kita telah berakhir, maka bapak pun menyudahi materi kita hari ini dan akan bapak lanjutkan di kelas kita minggu depan... ucap dosen


baik pak... ucap semua mahasiswa


baik bapak permisi... selamat siang anak-anak... ucap dosen


siang pak... ucap semua mahasiswa


dosen pun meninggalkan kelas begitu pun mahasiswa yang berada di dalam kelas satu persatu meninggalkan ruangan...


tiwi kamu mau ke mana setelah ini... tanya aditya


terserah kamu saja... ucap tiwi


kita jalan-jalan yuk... ucap aditya


boleh... ucap tiwi


ya udah yuk... ucap aditya


kalian juga ikut... ucap aditya pada pengawal andika dan putra


siap tuan... ucap pengawal bersamaan


aditya dan tiwi pun keluar ruangan di susul oleh pengawal lumayan jauh jaraknya hingga tidak begitu kelihatan jika mereka sedang di kawal


sampainya di taman aditya berkata


wi kamu tunggu di sini dulu aku mau ke toilet sebentar... ucap aditya


iya... ucap tiwi


aditya pun pergi meninggalkan tiwi taman kecil kampus dengan pengawal andika


tiwi duduk di sebuah bangku batu di bawah pohon seorang diri bersama pengamal andika yang menemani tak jauh dari tempat tiwi berada...


tak lama kemudian muncullah klara dan dua temannya yang sedang lewat di situ karena akan pulang, namun temannya klara melihat keberadaan tiwi yang sedang seorang diri..


klara lihat itu... ucap temannya yang menghentikan langkah klara


ada apa sih... ucap klara kesal karena langkanya terhenti


itu klara tiwi sedang sendiri... ucap teman klara


mana? tanya klara

__ADS_1


itu di sana... ucap teman klara


kemana aditya... tumben di sendiri... ucap klara


bukannya bagus, jadi kamu bisa melabrak dia... ucap temannya


iya juga... ucap klara


ayo kita samperin... mumpung sepi... ucap teman klara


klara dan temannya pun melangkah mendekat ke arah tiwi berada..


Hai kamu,... ucap klara pada tiwi


di tinggal aditya kamu, kasian ya... ucap temannya


mungkin aditya sudah sadar kalau wanita ini sudah memanfaatkan dia... ucap teman klara yang satunya lagi


hahaha... kasin ya... ucap teman klara


mangkanya kamu jangan macem-macem sama aku, buktinya dia enggak percaya sama kamu dan sekarang ninggalin kamu sendiri.... ucap klara dengan percaya dirinya


kenapa kamu diam, takut karena sekarang enggak bisa ngelawan aku... ucap klara lagi


maaf ya klara aku enggak mau nyari musuh,


soal kamu suka sama aditya itu hak kamu bukan hak aku...


kalau aditya suka sama aku atau kamu itu hak dia mau milih siapa, aku enggak memaksakan aditya untuk bersama aku dan kamu juga enggak bisa memaksakan perasaan orang seperti ini.... ucap tiwi santai


namun klara dengan emosi langsung melayangkan tangannya ke pipi tiwi...


plak.... kurang ajar kamu, berani-beraninya menceramahi aku... ucap klara emosi


tiwi hanya diam tanpa perlawanan...


tiwi yang sedang terduduk langsung memegang pipinya yang terasa perih karena tamparan klara yang cukup keras,


pengawal andika yang sedari tadi berada di situ sudah merekam aksi klara yang menampar tiwi...


tak lama aditya muncul dengan pengawal putra


ada apa ini.... ucap aditya


klara terkejut dengan kedatangan aditya yang secara tiba-tiba, karena klara pikir aditya sudah pulang sedari tadi...


klara aditya... ucap temannya panik


bisa kalian jelaskan ada apa ini... ucap aditya dengan nada yang sudah meninggi


klara langsung buka suara dengan membalikkan fakta..


aditya dia duluan mengejek aku saat aku sedang berjalan... ucap klara dengan muka yang kasihan agar aditya percaya


apa betul tiwi... ucap aditya


dia berbohong, aku tidak meledek nya, aku disini hanya duduk menunggu kamu... ucap tiwi


bohong, dia mengatai aku gadis kasihan karena kamu mempercayai dia bukan aku... dia berkata seperti itu ucap klara berusaha membalikkan fakta


tiwi apa maksud kamu berkata seperti itu... ucap aditya


kamu lebih percaya wanita ular ketimbang aku aditya... ucap tiwi kecewa


klara yang melihat merasa menang karena aditya sudah termakan hasutan klara, klara tersenyum licik


kamu mengatakan atau tidak, tidak seharusnya kamu berkata seperti itu tiwi... ucap aditya


mulai sekarang kamu enggak usah muncul di hadapan aku... ucap tiwi emosi lalu pergi meninggalkan aditya bersama klara.


klara mulai beraksi setelah kepergian tiwi...


aditya kamu lihat kan tiwi itu seperti apa, dia selalu memperlakukan aku dengan buruk... ucap klara manja


sudah lah klara aku tidak membela kamu, aku hanya tidak suka jika ada orang yang merendahkan orang seenaknya... jadi tolong jaga sikap kamu... ucap aditya menolak klara yang bersikap mulai genit...


aditya pun pergi meninggalkan klara seorang diri...


sial, selalu saja dia bersikap seperti itu... tapi liat saja ini baru awal dari semuanya, kalian akan benar-benar hancur... ucap klara


ayo... ucap klara pada teman-temannya


tiwi entah pergi kemana, aditya yang berusaha mengejar dan mencari keberadaan tiwi, namun tidak menemukannya...


kemana kamu pergi wi... ucap aditya mulai putus asa


pengawal putra juga tidak dapat menemukannya...


tiwi dan pengawal andika sedang berada di taman tempat biasa tiwi pergi bersama aditya...


di sana tiwi menangis sejadi-jadinya, kecewa dengan sikap aditya yang lebih percaya klara ke timbang dirinya.


non tiwi, apa tidak sebaiknya kita kembali, pasti tuan aditya mencari non kemana-mana... ucap pengawal andika


aku mau di sini, aku tidak mau bertemu dengannya, kamu jangan sampai memberi tau dia kita ada di sini... ucap tiwi


tapi non, non tiwi sudah salah faham dengan tuan aditya... ucap pengawal andika berusaha menjelaskan..


sudah tidak usah membelanya, kamu sendiri tadi melihatnya dia menyalahkan aku... ucap tiwi


non tiwi, semua itu tidak seperti yang non bayangkan... jelas pengawal andika


cukup... pokoknya aku tidak ingin kembali, lebih baik kamu temani aku disini jangan kemana-mana... ucap tiwi


pengawal tiwi pun tidak bisa berkata apa-apa, hanya diam dan menemani tiwi di taman itu...


tuan, apa ada tempat yang biasa non tiwi datangi jika sedang sedih atau ada tempat yang biasa kalian datangi berdua... ucap pengawal putra


aditya pun berpikir sejenak...


ting... sebuah notifikasi masuk ke handphone pengawal putra


saat pengawal putra membuka notifikasi yang masuk dan melihatnya...


ada apa... tanya aditya


pengawal andika mengirim sebuah video tuan, ini video non tiwi tuan... ucap pengawal putra


aditya langsung melihat isi video itu, itu adalah video tiwi yang sedang menangis di suatu tempat...


saya tau tempatnya, ayo kita ke sana... ucap aditya bergegas pergi setelah melihat rekaman video yang dikirim kan pengawal andika.


setelah pengawal andika selesai mengirim pesan, ia pun meletakkan kembali handphone nya kedalam saku celana...


beberapa menit kemudian sampailah aditya dan pengawal putra di sebuah taman yang biasa tiwi datangi bersama aditya...


selangkah demi selangkah aditya menyusuri taman tersebut hingga mereka pun sampai di mana tiwi berada,


aditya berlahan melangkah mendekat, pengawal andika menyadari kedatangan aditya namun aditya menyuruhnya tetap di situ dan diam...

__ADS_1


makan pengawal andika pun tetap duduk di sebelah tiwi....


rasa tidak tega melihat tiwi yang menangis seperti itu serta rasa khawatir karena takut penyakitnya tiwi kumat karena emosi tiwi saat ini...


aditya yang sudah semakin dekat langsung memanggil tiwi,


tiwi... ucap aditya


seketika tiwi langsung berdiri dan berbalik badan


mau apa kamu ke sini... ucap tiwi emosi


wi, kamu tenang dulu, aku mau menjelaskan semuanya... ucap aditya


mau jelasin apa lagi, kamu mau bilang kamu percaya sama wanita ular itu ke timbang aku, atau kamu mau bilang kamu milih dia dan kalian pacaran... ucap tiwi emosi


wi, enggak seperti itu, coba kamu tenang dengerin penjelasan aku dulu... ucap aditya berusaha menenangkan tiwi


cukup aditya, dengan sikap kamu tadi aku udah tau kalau kamu lebih percaya dengan dia... aku minta sekarang kamu pergi.... aku enggak mau ngeliat kamu lagi... ucap tiwi emosi


tiwi dengerin aku dulu... ucap aditya


aku bilang kamu pergi... ucap tiwi sudah dengan emosi yang sulit di kendalikan


wi, jangan emosi kaya gini, coba untuk tenang, kamu emosi seperti ini penyakit kamu bisa kambuh wi... ucap aditya mulai panik terjadi apa dengan tiwi


apa peduli kamu, bukannya kamu sudah sama perempuan ular itu, buat apa perduli sama aku... ucap tiwi


aku minta kamu pergi... ucap tiwi mengusir


pergi.... teriak tiwi


namun aditya tetap di sana


aku enggak akan pergi, aku akan tetap disini... ucap aditya


pergi aditya.... ucap tiwi meninggikan suara


namun tiba-tiba tiwi merasakan dadanya sakit dan sesak, tiwi mulai goyang...


aditya yang melihat langsung berlari ke arah tiwi


tiwi.... ucap aditya yang sudah memegang tiwi


aku enggak mau lihat kamu... ucap tiwi yang masih memberontak namun sudah tidak ada tenang karena rasa sakit yang tiwi rasa,


lalu tiwi pun hilang kesadaran,


aditya yang langsung menggendong tiwi dan membawanya ke rumah sakit dengan di bantu dua pengawal...


di dalam mobil aditya terus berbicara kepada tiwi agar bertahan...


wi, kamu harus kuat sayang, kamu jangan tinggalin aku seperti ini... ucap aditya


putra ayo lebih cepat... ucap aditya meminta mempercepat laju mobilnya


pengawal putra terus fokus dan mempercepat jalan mobil agar bisa cepat sampai di rumah sakit...


beberapa menit kemudian sampailah mereka di rumah sakit, mobil berhenti di depan ruang IGD, aditya dan dua pengawal turun dari mobil dengan membawa tiwi, suster jaga yang melihat ke datangan mereka langsung membawa stretchet dorong dan membaringkan tiwi di atasnya, lalu membawa tiwi masuk untuk di periksa,


maaf keluarga pasien menunggu disini.... ucap suster pada aditya dan dua pengawal


aditya pun menunggu di kursi tunggu yang sudah di sediakan dengan terus merasa khawatir dengan kondisi tiwi yang berada di dalam...


kalian tolong terus selidiki klara, saya mau kalian terus memantau gerak gerik klara... ucap aditya


baik tuan... kita akan terus memantau... ucap andika dan putra


pokoknya saya enggak mau sampai terjadi apa-apa dengan tiwi,


karena dia akan mulai mendekati saja setelah kejadian tadi, karena dia berpikir bahwa tiwi dan saya sudah tidak ada hubungan lagi... jelas aditya


baik tuan, kita akan menjalankan sesuai perintah... ucap andika


setelah cukup lama tiwi berada di dalam, akhirnya satu orang suster keluar dari ruangan...


keluarga pasien... ucap perawat


iya suster, bagai mana ke adaan pasien di dalam... ucap aditya


kondisinya sudah stabil dan sekarang sedang proses pemindahan ke ruang rawat... ucap suster


alhamdulillah... ucap aditya merasa senang karena tiwi tidak apa-apa


jadi sudah boleh di jenguk... ucap aditya


sudah... ucap suster


makasih sus... ucap aditya


baik kalau begitu saya permisi... ucap suster kembali ke dalam ruangan


dengan perasaan syukur dan senang mendengar kondisi tiwi yang baik-baik saja...


tak lama yati dan andre sampai di rumah sakit, karena tadi aditya memberi tau bahwa tiwi kambuh penyakitnya...


aditya... ucap yati


om tante... ucap aditya


bagaimana kondisi tiwi, kenapa bisa seperti ini aditya... ucap yati


maaf tante, tadi ada salah faham antara aditya dan tiwi yang ngebuat tiwi marah pada aditya... jelas aditya


tante sudah mendengar semuanya dari ayah tiwi karena pengawal kalian sudah menceritakan ke ayah... jelas yati


maafin aditya tante, aditya sudah bikin tiwi seperti ini... ucap aditya


sudah lah adit, ini musibah... tante percaya kamu melakukan bukan karena sengaja, ini demi melihat kebusukannya klara... ucap yati


makasih tante.. ucap yati


jadi bagai mana kondisi tiwi... tanya andre


sudah stabil dan sekarang sedang proses pemindahan kamar ke ruang rawat... ucap aditya


kalau gitu kita tunggu saja... ucap andre...


tiwi yang sudah di pindahkan ke ruang rawat kini sudah bisa di jenguk, namun tiwi masih belum sadarkan diri... karena tiwi di beri obat untuk tiwi dapat istirahat dengan maksimal...


jadi apa rencana kamu aditya tanya andre


aku mau memancing klara terlebih dahulu baru akan aku bongkar kebusukannya, karena saya sudah punya bukti bahwa dia yang sudah melakukan kekerasan dan mengancam tiwi... ucap aditya


bagus, kalau begitu atur sesuai rencana... ucap andre


baik om... ucap aditya


tapi tiwi salah faham dengan aditya om, dia marah dan enggak mau mendengarkan penjelasan aditya... jelas aditya

__ADS_1


soal tiwi biar om dan tante yang atur, kamu selesaikan urusan klara selama tiwi berada di rumah sakit, kamu enggak usah khawatir tiwi pasti akan paham dengan apa yang sudah kamu lakukan... ucap yati


baik tante, kalau gitu aditya akan mengurus semuanya... ucap aditya


__ADS_2