
setelah ujian semester telah selesai, perkuliahan pun di liburkan,
kini saatnya di mana tiwi dan aditya akan sibuk dengan melakukan prosesi ritual adat sunda yang di awali dengan
Menyimpan janji
Prosesi pernikahan adat sunda pertama disebut menyimpan janji atau ucapan.
Prosesi ini dilakukan untuk memastikan sang calon pengantin wanita belum menerima lamaran dari orang lain.
Kedua orang tua dari pihak pria akan menghampiri kedua orang tua dari pihak wanita untuk menanyakan beberapa hal menyangkut pernikahan yang akan di laksanakan,
setelah selesai melakukan prosesi menyimpan janji,
maka selanjutnya adalah prosesi
Lamaran
lamaran pun di ulang kembali dengan formal dan di saksikan oleh keluarga dan kerabat ke dua belah pihak, sebagai tanda pengikat,
Untuk membuktikan penyimpan omongan, prosesi lamaran pun dilakukan. Pada prosesi adat sunda ini, keluarga calon mempelai pria menyerahkan sirih lengkap beserta uang pernikahan sebagai pendukung bahwa pihak pria ikut membiayai. serta keperluan lainnya untuk pengantin wanita
selain itu, pihak calon pengantin pria juga memberikan cincin sebagai tanda pengikat
setelah selesai melakukan lamaran, yang selanjutnya adalah
Seserahan
Sebelum menuju acara pernikahan, calon pengantin pria akan membawa berbagai macam barang yang berupa kebutuhan calon mempelai wanita. Maksud dari memberikan seserahan tersebut adalah pihak pria yang memberikan bekal awal kepada calon mempelai wanita sebelum menjalani bahtera rumah tangga.
setelah semua prosesi di lakukan, kini aditya dan tiwi telah di pisahkan sesaat sampai hari di mana pernikahan mereka di selenggarakan bisa di bilang pingit pengantin,
menderita batin di landa kerinduan itu lah yang mereka rasa saat ini karena mereka tak bertemu terbilang cukup lama,
ya itulah aturan di keluarga mereka pengantin akan di pingit di larang bertemu dengan pasangannya,
selama mereka tidak bertemu mereka akan melakukan prosesi selanjutnya yaitu
Rangkaian prosesi siraman,
Menjelang hari pernikahan, prosesi siraman pun dilakukan. Prosesi ini bertujuan agar menyucikan calon mempelai wanita secara lahir dan batin. Biasanya acara berlangsung siang hari di kediaman calon mempelai wanita.
Prosesi siraman biasanya akan diawali oleh pengajian, hal itu bertujuan untuk membersihkan diri secara lahir dan batin.
Pengajian
Pengajian dalam pernikahan adat sunda biasanya dilakukan secara terpisah oleh pengantin laki-laki dan pengantin perempuan. Dimana pengantin laki-laki mengadakan pengajian untuk kerabat laki-laki, dan pengantin perempuan untuk kerabat perempuan.
namun bisa di lakukan bersama yang terpenting niat baiknya untuk calon pengantin,
namun kali ini tiwi dan aditya melakukan pengajian secara terpisah di rumah masing-masing, mereka pun mengundang keluarga, teman, dan tetangga,
berkumpul untuk tujuan mendoakan kedua mempelai dan sebagai bentuk syukur kita, namun pengajian ini tidak wajib untuk di laksanakan tapi ini baik untuk masa depan calon pengantin agar diberkahi kebahagiaan,
setelah melakukan pengajian beberapa hari,
tiwi cukup lelah apa lagi tiwi sudah begitu kangen pada aditya rasanya ingin bertemu namum harus tiwi tahan,
__ADS_1
begitu pun dengan aditya yang sudah tak sabar ingin bertemu tiwi
namun masih ada beberapa hari lagi untuk mereka bertemu,
mereka melampiaskan rindu hanya lewat panggilan video saat mereka ada waktu luang,
namun masih saja belum bisa mengobati rasa rindu mereka, namun mereka harus bersabar hingga waktu itu tiba,
hari ini rutinitas pengajian pun telah selesai,
semua sudah kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat,
tiwi yang sudah berada di kamar langsung membaringkan badannya,
tiwi yang baru saja membaringkan badannya langsung meraih ponselnya dan menelpon aditya
ponsel aditya berdering,
aditya yang sedang merebahkan badannya di sofa di dalam kamarnya, mendengar ponselnya berbunyi aditya langsung meraih ponselnya,
saat melihat layar ponsel tertulis " istri " aditya seketika langsung mengembangkan senyumannya dan mengangkat teleponnya
halo sayang ucap aditya
sayang lagi apa, lelah sekali ucap tiwi
dikamar tiduran baru saja selesai pengajian dan menemani tamu ucap aditya
kamu baru selesai pengajian ucap aditya
iya aku juga kangen kamu sayang ucap aditya
lama sekali kita ketemu ucap tiwi
sabar ya sayang ucap aditya
iya ucap tiwi
ya sudah sekarang kamu bersih-bersih lalu istirahat, bukan nya besok masih harus melakukan beberapa kegiatan ucap aditya
iya sih tapi masih kangen ucap tiwi manja
aku tau, tapi kan masih bisa teleponan lagi nanti ucap aditya
betul ya ucap tiwi
iya sayang ucap aditya
ya sudah kalau gitu, bay sayang ucap tiwi
bay ucap aditya
mereka pun menutup teleponnya
aditya kembali beristirahat dan tiwi pun membersihkan badannya dan istirahat
keesokan harinya,
__ADS_1
tiwi kembali melakukan prosesi pernikahan selanjutnya,
semua anggota keluarga sudah siap dengan prosesi selanjutnya,
hari ini tiwi akan melakukan prosesi
Ngecagkeun aisan
Calon pengantin wanita seolah digendong oleh kedua orang tua menggunakan kain samping gendongan. Setelah itu, ayah dari calon pengantin akan berjalan di depan dengan membawa sebuah lilin menuju tempat sungkeman, tahap ini memiliki makna bahwa jasa orang tua tidak ada batasnya. Selanjutnya, setelah sampai di area sungkeman, kain yang digunakan untuk menggendong calon pengantin akan dilepaskan, hal tersebut merupakan simbol lepasnya tanggung jawab orang tua dan memberikan rasa tanggung jawab tersebut kepada calon mempelai pria.
setelah selesai melakukan prosesi ngecagkeun aisan, selanjutnya melakukan prosesi,
Meuleum palika
Meuleum palika atau bakar palika merupakan prosesi yang dilakukan dengan cara membakar 7 buah lilin yang menggambarkan sebuah pelita atau penerangan. Makna dari jumlah lilin tersebut adalah rukun iman dalam Islam dan jumlah hari dalam satu
setelah selesai melakukan prosesi meuleum palika, selanjutnya melakukan prosesi,
Ngaras
Dalam adat pernikahan Sunda, prosesi inilah yang biasanya paling mengharukan, dimana kedua mempelai akan meminta izin ke kedua orang tua mereka untuk mencuci dan membasuh kakinya. Prosesi pernikahan adat Sunda ini sebagai ungkapan rasa hormat dari anak kepada orang tua dengan tujuan mendapat berkah setelah berumah tangga nanti
setelah selesai melakukan prosesi ngaras, selanjutnya adalah melakukan,
Siraman
dalam adat sunda siraman di lakukan secara terpisah
Baik pengantin pria maupun pengantin wanita, akan melakukan siraman dengan cara 'dimandikan' oleh orang tua atau kerabat lebih tua yang telah berhasil mengatur kehidupan pernikahan mereka.
arti siraman di lakukan agar tiwi dan aditya mengingat, bagaimana dulu mereka dimandikan oleh orang tua mereka,
Air siraman ini tak hanya berisikan air, tetapi juga terdiri dari campuran tujuh macam bunga (kembang tujuh rupa).
Kembang tujuh rupa yang dimaksud, yaitu kelopak mawar putih dan merah, cempaka, cempaka putih atau kantil, kenanga, melati, sedap malam dan melati gambir atau melati biasa
setelah melakukan prosesi siraman, maka selanjutnya melakukan prosesi
Ngerik
Prosesi memotong sedikit rambut calon mempelai wanita yang dilakukan oleh kedua orang tuanya. Hal tersebut bertujuan untuk mempercantik diri lahir dan batin.
setelah melakukan prosesi ngerik, maka selanjutnya adalah melakukan prosesi
Ngeunyeuk Seuruh
Ritual Ngeunyeuk Seureuh memiliki arti meramu sirih. Calon pengantin akan meminta restu kepada kedua orang tua mereka dan para orang tua pun akan memberikan nasihat mengenai kehidupan rumah tangga melalui berbagai benda yang dijadikan simbol.
akhirnya prosesi pernikahan adat sunda pun telah selesai tiwi lakukan selama dirinya di pingit,
tinggallah menunggu hari pernikahan mereka tiba,
tiwi sudah tidak sabar menunggu hari itu, begitu pun dengan aditya yang sudah tak sabar menanti hari penting mereka,
namun mereka di landa rasa canggung dan gugup karena sudah lama mereka tidak bertemu walau mereka selalu mengobrol tapi tetap saja ada perasaan lain yang mereka rasakan,
tiwi dan aditya untuk menghilangkan rasa canggung dan gugup mereka pun memilih untuk tidur
__ADS_1