Pilihanku Penyesalanku

Pilihanku Penyesalanku
82 bandara


__ADS_3

persiapan pernikahan telah siap,


tinggal mempersiapkan undangan yang belum selesai di tulis,


hari ini pun adalah hari di mana ke datangan yuda dan novi,


maka tiwi dan aditya akan menjemput mereka di bandara,


yati yang begitu senang dengan ke datangan yuda dan novi telah mempersiapkan semuanya sebagai penyambutan untuk mereka yang sudah lama tidak berjumpa, apa lagi kali ini adalah hari bahagia mereka karena sebentar lagi dua keluarga akan menjadi satu dan akan menjadi keluarga besar,


aditya sudah berada di rumah tiwi,


aditya sedang bersantai dengan andre di ruang tv menemani andre menonton tv,


sambil menunggu tiwi yang sedang bersiap-siap,


mereka akan pergi ke bandara untuk menjemput yuda dan novi,


aditya ayah dan ibu kamu tiba di kota ini jam berapa? ucap andre


pesawat siang yah ucap aditya


andre melihat jam di tangannya


lama sekali itu anak, nanti kalian kejebak macet lagi ucap andre


masih sempat yah, semoga enggak macet ucap aditya


kebiasaan itu anak selalu lama ucap andre


tidak apa yah ucap aditya


oh ya adit gimana dengan masalah kiara apa dia masih macem-macem ucap andre


soal itu dia masih tetap berusaha mencoba mencelakai tiwi yah ucap aditya


belum menyerah juga ternyata ucap andre


sebenarnya dia sempat menemui aditya di belakang tiwi, dia ingin aditya bersamanya, di juga bilang jika tiwi ingin selamat maka aditya harus meninggalkan tiwi, tiwi tidak cocok untuk aditya, apa lagi dengan kondisi tiwi yang menyakitan itu akan menyusahkan aku ucap aditya jujur dengan apa yang di katakan kiara pada andre


andre yang mendengar merasa kesal namun berusaha tenang,


jadi keputusan apa yang ingin kamu ambil ucap andre


aku tetap akan melindungi tiwi, aku tau dia ingin mencelakai tiwi, dia ingin balas dendam karena kematian klara ucap aditya


rencana kamu apa? apa ayah perlu turun tangan soal ini ucap andre


aku akan menjebaknya, tapi tidak akan melukainya hanya akan memasukkannya ke dalam tahanan agar dia sadar dengan apa yang dia lakukan itu salah,


tidak perlu yah, selama aditya bisa menangani nya, jika memang perlu bantuan ayah aditya akan menghubungi ayah yang terpenting menyelamatkan tiwi, aditya merasa kiara tau kalau aditya akan menikah dengan tiwi ucap aditya


baik, atur saja gimana baik nya, tapi kamu harus tetap hati-hati dalam bertindak ucap andre


baik yah ucap aditya


tak lama tiwi pun muncul di ruang tv,


kalian sedang sedang ngomongin apa? ngomongin aku ya ucap tiwi yang sudah duduk samping andre sambil bersikap manja dengan merangkul lengan andre dan menyandarkan kepalanya di pundak andre,


pede banget kamu siapa juga yang lagi ngomongin kamu ucap andre


aditya hanya tersenyum melihat tingkah tiwi


ih ayah ini sama anak sendiri gitu,terus kalau bukan ngomongin tiwi, jadi ngomongin apa dong? serius sekali ucap tiwi


ayah sama aditya itu lagi ngomongin kerjaan bukan ngomongin kamu, lagian kamu sudah mau nikah masih saja manja sama ayah enggak malu apa sama aditya yang melihat ucap andre


ngapain malu, lagian juga tiwi kan manja sama ayah sendiri ucap tiwi tak merubah posisi,


kamu ini, nanti kalau sudah nikah kamu manja-manja pada aditya buka sama ayah ucap andre


ih ayah ini ucap tiwi malu, namun tetap dengan posisinya,


tiwi tak menggubris omongan andre malah semakin mengeratkan tangannya di lengan andre

__ADS_1


sudah sudah kalian pergi sana nanti terlambat lagi, kasihan nanti ayah yuda dan ibu novi lama menunggu kalian ucap andre melepaskan tangan tiwi yang melingkarkan di lengan andre,


baik lah baik lah ucap tiwi sedikit memanyunkan bibirnya lalu melangkah lebih dulu meninggalkan ruang tv,


anak itu ucap andre melihat tiwi yang berlalu meninggalkan ruang tv,


aditya yang melihat tiwi pergi pun langsung berpamitan dan mengejar tiwi


ayah kalau gitu aditya dan tiwi berangkat dulu ucap aditya berpamitan


lalu aditya pun segera menyusul tiwi yang sudah lebih dulu meninggalkan ruang tv,


andre hanya tersenyum melihat tingkah anaknya dan kembali melanjutkan menonton tv seorang diri


sedangkan yati sedang sibuk di dapur mempersiapkan jamuan,


tiwi sudah keluar dari rumahnya


sayang tunggu ucap aditya yang memanggil dari belakang


tiwi menghentikan langkahnya dan berbalik pada aditya yang memanggilnya


sayang tunggu dong kenapa cepat sekali jalan nya ucap aditya yang sudah berada di hadapan tiwi


tiwi hanya diam dengan muka yang di tekuk


kamu marah sama ayah? ucap aditya


sudah jangan ngambek lagi dong, ayah tidak bermaksud seperti ini, kamu jelek kalau wajah kamu di tekuk seperti itu, aku suka lihat kamu tersenyum


" cantik " goda aditya agar tiwi tidak ngambek


gombal ucap tiwi kesal


beneran, jadi sekarang kamu jangan ngambek lagi ya?


senyum ucap aditya tersenyum


tiwi pun tersenyum


nah gitu dong, kan cantik


tiwi dan aditya melangkah menuju mobil dan mereka pun pergi meninggalkan rumah


dan ternyata sadari tadi andre melihat aditya yang sedang membujuk tiwi dari jendela ruangan tv hingga mereka hilang dari pandangan andre


sayang sedang melihat apa? ucap yati yang baru saja tiba di ruang tv melihat andre berdiri di jendela dengan membawa sepiring buah lalu di letakkan di atas meja


biasalah anak kamu ucap andre kembali duduk


ada apa dengan mereka? mereka sudah pergi? ucap yati yang juga duduk di sebelah andre


mereka baru saja pergi ucap andre


ini makan buahnya ucap yati menyodorkan sepotong buah


andre pun memakannya,


lalu mereka pun menonton bersama dengan mesra menikmati momen berdua di rumah


sedangkan tiwi dan aditya yang sudah dalam perjalanan, begitu hening suasana mobil,


aditya yang sadari tadi melirik tiwi merasa bingung karena tak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut tiwi, mulut tiwi seperti terkunci,


ada rasa ingin bertanya namun aditya ragu untuk melakukannya hanya bisa tetap fokus mengemudi,


saat aditya melihat lampu merah di ujung jalan tiba-tiba aditya punya ide agar tiwi buka mulutnya untuk bersuara,


namun saat sudah dekat dengan lampu merah aditya tidak memelankan mobilnya namun tiwi tidak merespon apa-apa hingga akhirnya aditya mengerem mendadak dan membuat tiwi terhempas ke depan namun masih dalam posisi aman karena menggunakan sabuk pengaman,


tiwi yang kaget langsung membuka suara


sayang, kamu apa-apaan sih ucap tiwi protes


habis kamu diem aja dari tadi aku ngebut aja kamu enggak sadar, kamu kenapa? ada yang lagi kamu pikirin ucap aditya

__ADS_1


enggak ucap tiwi singkat


enggak ko bengong, kamu masih kesel soal ayah ucap aditya


sedikit, habis ayah gitu, padahal jarang bisa manja sama ayah karena ayah yang selalu sibuk ucap tiwi sedikit protes


duh cup cup sini sini biar aku aja yang manjain kamu ucap aditya ingin memeluk namun gagal karena perkataan tiwi,


sayang lampunya sudah hijau ucap tiwi


aditya pun mengurungkan niatnya bergegas menjalankan mobilnya kembali,


tiwi hanya tersenyum saat melihat ekspresi aditya yang karena tak bisa memeluk dirinya,


aditya yang menyadari itu langsung menggenggam tangan tiwi yang membuat tiwi langsung memandang aditya, aditya dengan muka santai tetap fokus pada jalan, tiwi pun kembali memandang ke depan dan membalas genggaman aditya,


aditya tersenyum tipis dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju bandara,


tibalah tiwi dan aditya di bandara,


aditya memarkirkan mobilnya lalu mereka pun turun dari mobil dan langsung bergegas melangkah menuju pintu ke datangan penumpang,


saat tiba di pintu ke datangan aditya langsung melihat layar jadwal ke datangan,


mereka baru landing ucap tiwi


iya, ayo ucap aditya menggandeng tiwi melangkah menuju pintu kedatangan


mereka pun terus memperhatikan orang-orang yang sudah keluar satu persatu dari pintu kedatangan,


mereka belum juga keluar ucap tiwi yang terus memperhatikan


sabar, mungkin sedang menunggu bagasi ucap aditya yang juga terus melihat ke arah pintu


tak lama kemudian yuda dan novi pun muncul dengan membawa troli barang,


sayang sayang itu sayang ayah dan ibu sudah keluar ucap tiwi semangat


mereka pun langsung menghampiri yuda dan novi


ayah ibu ucap tiwi menyapa yuda dan novi


sayang, kamu apa kabar ucap ucap novi senang langsung memeluk tiwi


baik bu, ayah dan ibu sehat bagaimana perjalannya lancar? ucap tiwi


alhamdulillah semuanya lancar dan ibu dan ayah tentunya sehat ucap novi tersenyum


sudah mengobrol nya nanti saja sekarang ayo kita pulang ucap aditya


iya iya betul ayo kita pulang ucap tiwi menggandeng novi melangkah lebih dulu sambil mengobrol dengan asik meninggalkan para lelaki di belakang


aditya merasa senang dua orang yang aditya sayangi begitu akrab dan bahagia,


sampai-sampai anak kandungnya di cuekin,


aditya sudah mengambil alih mendorong troli melangkah bersama yuda


bagaimana persiapan semuanya aditya ucap yuda


sudah beres yah, tinggal menyebarkan undangan saja ucap aditya


syukurlah jika semuanya lancar, oh ya ayah dengar kabar ada yang mau mencelakai tiwi ucap yuda


iya yah, mangkanya itu tiwi selalu dalam pengawasan ucap aditya


pelakunya susah tau siapa? ucap yuda


sudah dia sendiri yang memunculkan diri pada aditya dan saat ini aditya lagi menyusun rencana dengan menggunakan pernikahan aditya dan tiwi di saat itu aditya akan melakukan penjebakan ucap aditya


semoga lancar ayah akan membantu ucap yuda


mereka pun melajukan langkahnya menuju mobil setelah selesai berbincang,


sampainya di mobil,

__ADS_1


tiwi dan novi sudah lebih dulu masuk ke dalam mobil sedangkan aditya dan yuda sedang memasukkan barang-barang ke dalam bagasi setelah selesai aditya dan yuda masuk ke dalam mobil,


aditya pun langsung menjalankan mobilnya meninggalkan bandara


__ADS_2