Pilihanku Penyesalanku

Pilihanku Penyesalanku
66 dunia serasa milik berdua


__ADS_3

setelah peresmian pertunangan aditya dan tiwi,


kini mereka pun semakin nempel kaya perangko, apa lagi dengan sikap aditya yang budak cinta pada tiwi membuat semua orang yang melihatnya merasa iri pada pasangan yang begitu romantis ini,


dengan kata lain, dua serasa milik berdua dan yang lain ngontrak,


pagi ini tiwi dan aditya tidak akan berangkat ke kampus,


karena tiwi dan aditya akan mengantar yuda dan novi ke bandara setelah beberapa hari berada di kota ini,


mereka akan kembali ke kota dimana kini mereka menjalani usaha yang mereka rintis, karena mereka tidak bisa lama-lama meninggalkan perusahaan mereka,


tiwi bersama yati dan andre yang sudah berada di atas meja sedang menikmati sarapan yang telah yati siapkan sebelum yati dan andre berangkat bekerja dan tiwi pergi ke rumah aditya,


sayang kamu hari ini jadi mau ke bandara mengantar ayah dan ibu aditya... ucap yati


iya bu jadi... ucap tiwi


penerbangan kapan? ucap yati


siang bu, hari ini tiwi mau ke rumah aditya... ucap tiwi


titip salam ya buat ayah dan ibu aditya sama itu ada sedikit oleh-oleh untuk di bawa nanti jangan lupa kamu bawa... ucap yati


iya bu... ucap tiwi


nanti biar ibu kamu antar saja ke rumah aditya... ucap andre


tidak perlu yah, tiwi bisa naik taksi aja... ucap tiwi


baik lah, tapi kamu harus hati-hati di jalan... ucap andre


pasti, tenang aja yah... ucap tiwi


ya sudah ayo habiskan sarapannya... ucap hati


mereka pun melanjutkan memakan sarapannya kembali,


beberapa menit kemudian,


tiwi, andre dan yati telah selesai sarapan,


andre pun pergi bekerja lebih dulu dan berpamitan pada anak dan istrinya,


saat yati sedang merapihkan piring yang di pakai untuk sarapan, andre pun berkata,


sayang, aku berangkat kerja dulu ya... ucap andre pada yati


iya sayang, kamu hati-hati ya... ucap yati


tiwi ayah pergi kerja dulu... ucap andre


iya yah... ucap tiwi


andre pun meninggalkan meja makan melangkah keluar rumah tanpa di antar yati dan tiwi,


setelah andre meninggalkan ruang makan, yati melanjutkan kembali merapihkan meja makan dan mencuci piring dengan di bantu tiwi,


setelah tiwi selesai membantu yati, tiwi pun bersiap untuk berangkat ke rumah aditya dan berpamitan pada yati,


ibu tiwi berangkat ya... ucap tiwi berpamitan pada yati yang masih berada di dapur


iya sayang, kamu hati-hati, jangan lupa oleh-oleh untuk ayah dan ibu aditya yang sudah ibu siapkan kamu bawa... ucap yati


iya bu... ucap tiwi


tiwi pun segera berangkat menuju rumah aditya dengan membawa beberapa kotak berisi makanan, dengan menaiki taksi,


setelah kepergian tiwi, yati pun melanjutkan kembali pekerjaannya yang belum selesai sebelum yati berangkat ke cafe,


sedangkan novi, yuda dan aditya yang berada di rumah pun telah selesai sarapan,


bertepatan tiwi pun telah tiba di rumah aditya,


taksi yang ia tumpangi berhenti di depan rumah aditya, tiwi pun turun dari taksi dengan tersenyum dan melangkah masuk ke dalam rumah aditya dengan kotak yang ia bawa,


sampainya di depan pintu rumah aditya, tiwi langsung menekan bel,


ting tong


ting tong


suara bel berbunyi,


yuda dan dan yang sedang duduk di ruang tv langsung mengalihkan pandangannya namun yuda tetap duduk dan kembali menonton tv,


begitu pun dengan novi dan aditya yang berada di dapur, langsung mengalihkan pandangannya,


siapa ya... ucap novi


biar aditya saja bu... ucap aditya


ya sudah buruan buka... ucap novi


aditya yang sedang mencuci piring pun langsung menghentikan aktifitasnya lalu meninggalkan dapur dan melangkah ke depan untuk membuka pintu melihat siapa yang datang,


setelah kepergian aditya, novi melanjutkan pekerjaan aditya yang belum selesai,


aditya yang sudah berada di pintu depan langsung membuka pintu,


saat pintu terbuka,


sayang... ucap tiwi tersenyum dengan bahagia


sayang, ayo masuk... ucap aditya membuka pintu dengan lebar


tiwi pun masuk dengan membawa beberapa kotak,


kamu sama siapa ke sini, ini apa lagi banyak banget bawaannya... ucap aditya yang melihat tiwi membawa banyak barang


oh ini, ini titipin dari ibu buat ayah dan ibu kamu... ucap tiwi melangkah masuk dan membawanya ke dapur dengan diikuti aditya,


siapa yang datang aditya... ucap novi dari dapur


tiwi bu... ucap aditya


ooo, mantu ibu... ucap novi tersenyum langsung menghampiri tiwi


ibu... ucap tiwi menyapa


waduh ini apa sayang... ucap novi mendekat di mana tiwi berada dan melihat ke atas meja


ini titipan dari ibu... ucap tiwi


banyak sekali sayang... ucap novi


ini oleh-oleh dari ibu, karena ibu tidak bisa ikut mengantar... ucap tiwi


kok repot-repot segala seh, padahal enggak perlu seperti ini... ucap novi

__ADS_1


enggak apa-apa kok bu... ucap tiwi tersenyum


makasih ya sayang... ucap novi


ayo duduk sayang... ucap novi


aditya tolong kamu susun ya... ucap novi


baik bu... ucap aditya


aditya pun membawa kotak yang di bawa tiwi dan menatanya


kini tiwi dan novi duduk berdua di ruang makan,


ibu, ayah mana? ucap tiwi menanyakan yuda


oh, ayah ada di ruang tv sedang menonton tv... ucap novi


bagaimana hubungan kamu dengan aditya sayang... ucap novi


baik bu... ucap tiwi


aditya tidak menyakiti kamu kan dan bikin kamu sedih... ucap novi


tidak bu, malah aditya begitu manja... ucap tiwi


hahaha.... novi tertawa


dia memang anak yang manja jika bersama ibu, sekarang dia sudah ada pengganti ibu, ibu berharap kalian tetap baik-baik saja dan segera menikah... ucap novi


ibu enggak perlu khawatir, kita akan baik-baik saja bu... ucap tiwi


novi tersenyum,


Ibu pasti akan rindu kamu tiwi... ucap novi


tenang saja bu, tiwi pasti akan ajak aditya untuk mengunjungi ayah dan ibu saat liburan kuliah... ucap tiwi


benar sayang... ucap novi senang mendengar ucapan tiwi


iya... ucap tiwi mengangguk dan tersenyum


ibu senang mendengarnya, ibu tidak sabar menunggu kalian datang... ucap novi tersenyum


saat novi dan tiwi asik mengobrol, aditya pun datang dengan tersenyum


lagi ngobrol apa sih, kayaknya asik bener... ucap aditya yang berdiri di belakang tiwi


mau tau aja, urusan perempuan... ucap tiwi tersenyum dengan memandang novi, novi pun membalas dengan senyuman,


baiklah, ibu semuanya sudah siap, ayo kita berangkat nanti ketinggalan pesawat... ucap aditya


em, iya juga, ayo kita berangkat... ucap novi


iya bu, ayo... ucap tiwi


mereka pun meninggalkan meja makan,


sayang sayang... ucap novi memanggil yuda


iya sayang, kenapa... ucap yuda


ayo, kita berangkat... ucap novi


sudah waktunya ya? baiklah ayo... ucap yuda


yuda bangkit dari duduknya dan mereka pun bersiap untuk berangkat ke bandara,


sedangkan yuda dan aditya membawa barang saat tiwi ingin membantu, tiwi dilarang oleh novi,


sini aku bantu... ucap tiwi dengan aditya


eh, kamu enggak perlu ngangkat barang, biar aditya saja dan ayahnya... ucap novi


tapi bu... ucap tiwi terpotong


sudah, ayo... ucap novi menarik tiwi keluar rumah


dengan meninggalkan aditya dan yuda yang sedang membawa barang, namun tiwi tetap memandang aditya, sambil melangkah mendahului yuda dan aditya,


yuda dan aditya hanya dapat melihat kelakuan ibunya yang begitu memanjakan tiwi,


mereka yang sudah berada di luar, langsung masuk ke dalam mobil,


novi dan tiwi lebih dulu masuk


ayo sayang kita masuk ke mobil... ucap novi


iya bu... ucap tiwi hanya dapat menuruti novi


ibu pasti akan kangen sama kamu... ucap novi terus menggenggam tangan tiwi seakan tak rela melepaskan,


tiwi dan aditya juga pasti kangen sama ayah dan ibu... ucap tiwi


selama ibu dan ayah enggak ada di sini, kalian baik-baik ya? kalau aditya menindas kamu, kamu cepat lapor ibu biar ibu kasih pelajaran... ucap novi


tiwi tersenyum,


iya bu pasti... ucap tiwi


bagus bagus... ucap novi tersenyum


sedangkan aditya dan yuda sedang memasukkan barang ke dalam bagasi mobil,


setelah semuanya beres, barulah aditya dan yuda masuk juga ke dalam mobil,


sudah siap... ucap yuda di dalam mobil


sudah... ucap tiwi


ok, kita berangkat... ucap aditya


aditya pun menjalankan mobilnya meninggalkan rumah dan menuju bandara,


sepanjang perjalanan novi terus menggenggam tangan tiwi,


di dalam mobil begitu hening tanpa kata,


beberapa menit kemudian, mereka pun telah sampai di bandara,


aditya memarkirkan mobilnya dan mereka pun turun dari mobil,


aditya langsung menuju bagasi menurunkan barang, sedangkan yuda langsung mengambil troli barang,


novi terus bersama tiwi,


setelah selesai menurunkan barang, aditya dan yuda langsung mengunci pintu dan mendekat pada tiwi dan novi


ayo sayang kita masuk, sudah waktunya... ucap yuda pada novi

__ADS_1


baru saja bertemu sudah berpisah... ucap novi belum mau berpisah dengan tiwi


ibu, kalau mau bertemu tiwi nanti aditya pasti bawa tiwi ke sana... ucap aditya


kamu harus menepati janji jangan berbohong... ucap novi


iya bu, liburan kuliah aditya bawa tiwi liburan di sana... ucap aditya


baiklah kalau gitu... ucap novi


sayang, ibu pergi dulu ya, kamu baik-baik ya di sini? kalau aditya jahat sama kamu lapor ke ibu... ucap novi


iya bu, ibu sama ayah hati-hati ya? kalau sudah sampai kasih kabar ke kita... ucap tiwi


pasti sayang... ucap novi


ayo bu... ucap yuda


novi dan yuda pun masuk ke bandara,


namun pandangan novi masih pada anak-anaknya,


bay ibu... ucap tiwi melambaikan tangan dan tersenyum


novi pun melambaikan tangan dengan tersenyum


lalu yuda dan novi pun masuk hingga tak terlihat,


ayo sayang... ucap aditya mengajak tiwi meninggalkan bandara


tiwi pun melangkah mengikuti aditya yang melangkah lebih dulu,


namum saat tiwi melangkah keluar bandara, tiba-tiba ada yang menabraknya,


bruk,


maaf.. ucap orang yang menabraknya dan langsung pergi dengan terburu-buru sambil menutupi wajahnya,


tiwi yang melihat merasa aneh dengan sikap orang itu,


tiwi terus melihat orang itu sambil terus melangkah mengikuti aditya dengan perasaan aneh,


saat tiwi dan aditya sudah melangkah jauh,


wanita yang menabrak tiwi pun berbalik, membuka kaca mata hitam yang ia kenakan melihat tiwi dan aditya yang terus melangkah menjauh,


ternyata itu adalah klara yang muncul kembali dengan perasaan dendam dan kebencian pada tiwi yang sudah merebut aditya darinya,


setelah melihat kepergian aditya dan tiwi, klara pun meninggalkan bandara dan mulai menyusun rencana,


sampainya di luar bandara tiwi dan aditya pun langsung masuk ke dalam mobil dan aditya langsung menjalankan mobilnya meninggalkan bandara,


dalam perjalanan,


suasana mobil begitu hening,


sepanjang perjalanan mereka meninggalkan bandara tiwi hanya diam,


sesekali aditya melirik tiwi namun tiwi hanya fokus dengan memandangi pinggir jalan,


aditya pun buka suara,


sayang, kamu kenapa dari tadi diam saja... ucap aditya


tidak apa-apa... ucap tiwi berbohong


sebenarnya tiwi masih memikirkan orang yang menabraknya tadi, tiwi merasa tak asing dengan orang itu namun tiwi tidak yakin apa benar tebakan nya itu, maka dari itu tiwi memilih diam tak menceritakan hal tersebut,


namun aditya merasa ada yang aneh dari tiwi, karena sikap tiwi yang menjadi pendiam,


kamu yakin, soalnya kamu jadi aneh dari tadi hanya diam... ucap aditya meyakinkan dirinya kalau itu hanya perasaannya saja,


iya sayang, aku hanya mengantuk... ucap tiwi yang langsung memejamkan mata, karena takut aditya akan curiga,


aditya yang melihat tiwi langsung memejamkan mata membiarkan tiwi, tak memaksa tiwi untuk menjawab kecurigaannya,


sayang, kita mau kemana? ucap aditya


gimana sayang aja... ucap tiwi sambil memejamkan mata


baiklah, kalau gitu aku akan bawa kamu ke sesuatu tempat agar mute kamu membaik... ucap aditya


tiwi tak menjawab, aditya pun melakukan kendaraannya ke tempat yang di maksud oleh aditya,


ayah dan ibu aditya telah menaiki pesawat,


pesawat yang dinaiki pun telah lepas landas meninggalkan bandara,


beberapa menit kemudian,


mobil aditya pun memasuki sebuah mall,


aditya pun memarkirkan mobilnya,


sayang, ayo turun kita sudah sampai... ucap aditya membangunkan tiwi,


tiwi pun terbangun dan melihat ke sekitar,


ayo sayang kita turun... ucap aditya


tiwi pun turun dari mobil, begitu pun dengan aditya yang juga turun dari mobil,


aditya langsung mengajak tiwi untuk masuk ke mall dengan mengandeng tangan tiwi,


tiwi hanya diam mengikuti langkah aditya,


hingga mereka pun sampai di depan area permainan,


tiwi yang bingung pun bertanya,


sayang kita mau ngapain ke sini... ucap tiwi


kita main di sini, ayo... ucap aditya mengajaknya masuk,


mereka pun bermain dengan senang, aditya memperlakukan tiwi dengan manja begitu pun dengan tiwi yang manja pada aditya,


mereka pun bersenang-senang di sana hingga lelah,


setelah lelah bermain, mereka pun berjalan-jalan di mall dan membeli beberapa jajanan,


setelah merasa lelah bermain dan berjalan-jalan, mute tiwi pun sudah kembali senang,


sudah senang... ucap aditya bertanya


iya senang, makasih untuk hari ini... ucap tiwi


kalau gitu kita pulang ya... ucap aditya


tiwi pun mengangguk,

__ADS_1


mereka pun meninggalkan mall dan pulang


__ADS_2