
hari sudah semakin siang, matahari pun semakin berada di di atas kepala,
aditya melihat jam di tangannya
yang sudah menunjukkan waktunya makan siang,
aditya pun memberi tau pada tiwi dan mengajak tiwi untuk makan,
sayang sudah waktunya makan siang, ayo kita makan lalu kembali ke kamar untuk istirahat...
ucap aditya
cepat sekali... ucap tiwi
ayo, lagian mataharinya sudah semakin panas... ucap aditya
tapi tiwi masih mau di sini... ucap tiwi
nanti kan bisa kesini lagi sayang lagi pula kita masih lama berada di sini.... ucap aditya membujuk
em, raut wajah tiwi sedih,
kenapa muka kamu seperti itu, apa ada yang sakit... ucap aditya
tidak... ucap tiwi
ya sudah yuk kita makan siang dulu terus istirahat lalu sore kita jalan lagi... ucap aditya
baiklah... ucap tiwi
mereka pun meninggalkan saung melangkah menuju restoran resort untuk makan siang,
sebenarnya aditya sudah merencanakan sesuatu untuk melakukan sesuatu hal yang tiwi tidak tau mengapa tiwi di bawa oleh aditya ke tempat ini,
namun tentunya bukan malam ini, tapi semua itu sudah di persiapkan oleh aditya dan pihak resort,
sampainya tiwi dan aditya di restoran,
mereka pun langsung masuk ke restoran dan langsung menuju meja di mana menu makan siang di letakkan,
sampainya di meja itu, aditya pun bertanya pada tiwi,
sayang kamu mau makan apa? ucap aditya
tiwi pun melihat ke sepanjang meja, menu apa saja yang tersedia,
nasi goreng sepertinya enak... ucap tiwi
boleh... ucap aditya
tiwi pun mengambil nasi goreng serta beberapa makanan lainnya, lalu mengambil buah dan minuman juga yang di bantu oleh aditya,
setelah selesai mengambil makanan, mereka pun langsung menuju meja dan menyantap hidangan mereka sambil mengobrol,
tiwi dan aditya langsung menyantap makan mereka,
saat sedang makan aditya pun berkata...
tiwi apa kamu senang aku ajak berlibur kesini... ucap aditya berkata saat sedang menyantap makan siang
kenapa bertanya seperti itu... ucap tiwi yang sudah memandang aditya
tidak, aku hanya takut ada yang kurang... ucap aditya
tidak aditya, aku bahagia, aku berterimakasih sama kamu, karena kamu selalu berusaha memberikan yang terbaik dan yang aku mau... ucap tiwi
aku ingin kamu bahagia sayang, aku enggak mau melihat kamu sedih... ucap aditya
kali ini aku benar-benar bahagia aditya... ucap tiwi
syukurlah jika kamu bahagia... ucap aditya
__ADS_1
tiwi pun tersenyum dan kembali melanjutkan kembali menghabiskan makanannya, begitu pun dengan aditya melanjutkan kembali menghabiskan makannya yang masih tersisa,
beberapa menit kemudian, tiwi dan aditya telah selesai makan siang,
sudah kenyang sayang... ucap aditya bertanya pada tiwi
em, sudah... ucap tiwi
ayo kita kembali ke kamar sayang, kamu juga harus istirahat... ucap aditya
iya, ayo.... ucap tiwi
aditya dan tiwi pun berdiri dari duduknya lalu meninggalkan restoran dan kembali ke kamar untuk istirahat,
aditya dan tiwi pun melangkah menyusuri area resort saat akan kembali ke kamar,
sayang bagaimana keadaan badan kamu... ucap aditya bertanya,
sudah baikan... ucap tiwi
tetap saja kamu harus banyak istirahat... ucap aditya
tapi kamu temenin ya... ucap tiwi manja
sekarang kamu suka bersikap manja ya... ucap aditya
memang salah manja sama pacar sendiri.... ucap tiwi yang tetap memandang ke depan tanpa melihat aditya
aditya yang mendengar langsung kaget dan memandang tiwi, aditya seakan tak percaya dengan yang tiwi ucapkan, karena selama ini aditya tidak pernah menembak tiwi namun menunjukkannya dengan sikap aditya bahwa aditya punya perasaan pada tiwi, sebenarnya sama halnya dengan tiwi,
tiwi sendiri mulai bisa menerima kehadiran aditya di dalam hatinya setelah mengenal aditya yang hampir satu tahun mereka selalu bersama,
namun aditya tak menanyakan soal apa yang telah tiwi ucapkan, namun terlihat raut wajah aditya begitu senang setelah mendengar apa yang tiwi ucapkan,
tidak salah... ucap aditya
aku senang dengan sikap kamu yang seperti sekarang dari pada sikap kamu yang dulu saat pertama kali kita kenal... ucap aditya
memang dulu aku seperti apa? ucap tiwi
tapi aku masih suka membawa novel ke mana-mana dan headphone aku... ucap caca
awas aja jika kamu lakukan jika sedang bersama aku... ucap aditya mengancam namun hanya menggoda tiwi
awas apa nih, kamu memangnya mau ngapain aku... ucap tiwi yang sudah menghadap aditya sambil melangkah menggoda lalu kabur meninggalkan aditya sambil tertawa
kamu.... ucap aditya melihat tiwi berlari
ayo kejar aku.... ucap tiwi berteriak sambil terus berlari,
sayang kamu jangan lari-lari seperti itu... ucap aditya khawatir dengan kondisi tiwi yang baru saja mendingan,
aditya pun langsung berlari mengejar tiwi yang sudah menjauh darinya,
tiwi pun telah sampai duluan ke kamar, tiwi lelah karena berlari menuju ke kamar,
nafas tiwi terasa berat,
tiwi pun membungkuk kan badannya,
aditya yang mengejar terus khawatir dengan tiwi,
aditya yang telah sampai di kamar melihat tiwi yang berada di depan pintu sedang membungkukkan badannya,
aditya pun langsung mendekat di mana tiwi berada,
untuk memastikan kondisinya,
sayang kamu baik-baik saja... ucap aditya yang sudah berada di samping tiwi dan memegang kedua lengan tiwi lalu melihat tiwi
tiwi pun kembali menegakkan badannya dengan aditya yang masih memeganginya,
__ADS_1
tiwi tidak menjawab karena nafas yang masih berat dan tiwi pun yang mulai lemas hanya memandang aditya,
aditya yang melihat kondisi tiwi merasa khawatir, langsung membawanya masuk,
ayo sayang kita masuk ke dalam biar kamu bisa istirahat... ucap aditya langsung membuka pintu dan menggendong tiwi masuk ke dalam kamar,
aditya pun membawa tiwi menuju tempat tidur dan membaringkannya, tiwi yang sudah berbaring di atas tempat tidur,
di tinggal seorang diri karena aditya langsung bergegas mengambil air minum dan obat untuk tiwi,
aditya yang sudah kembali membawa obat dan air minum,
aditya letakkan di atas meja dan aditya duduk di samping tiwi lalu membangunkan tiwi menjadi posisi duduk dengan di sanggah oleh aditya,
sayang minum obatnya dulu ya... ucap aditya yang memberikan obat dan sebotol air mineral yang sudah aditya buka,
karena tiwi yang begitu lemas, maka aditya pun membantu tiwi meminum obatnya dan memberikan air mineral,
setelah selesai, aditya pun langsung meletakkan botol air di atas lemari samping tempat tidur,
lalu aditya membaringkan tiwi kembali,
aditya pun terus duduk di samping tiwi,
aditya memandangi tiwi, aditya kembali melihat tiwi yang lemah tak berdaya,
bagaimana sudah mendingan... ucap aditya yang duduk samping tiwi dan menghadap ke tiwi
tiwi mengangguk,
jangan di ulangi lagi... ucap aditya memperingatkan
iya, maaf tadi aku hanya ingin menggoda kamu... ucap tiwi dengan suara lemah
kamu ya bikin aku khawatir tau... ucap aditya sedikit kesal karena tingkah ceroboh tiwi,
maaf selalu bikin kamu khawatir... ucap tiwi
aditya terdiam, aditya menyadari tidak seharusnya dirinya marah pada tiwi,
maaf aku emosi... ucap aditya membalikkan badannya,
tiwi yang melihat aditya menyadari bahwa ada kekesalan dalam hatinya namun bukan kesal pada tiwi melainkan pada dirinya sendiri yang tidak becus menjaga wanitanya,
tiwi pun menggenggam tangan aditya,
aditya yang melihat, langsung menggenggam tangan tiwi dengan erat,
jangan menyalahkan diri kamu sendiri, semua bukan salah kamu, memang aku wanita penyakitan yang tidak bisa menjaga diri aku sendiri... ucap tiwi
aditya langsung berbalik kembali menghadap tiwi sambil terus menggenggam tangan tiwi,
lalu aditya mencium punggung tangan tiwi cukup lama dengan ekspresi sedih seperti seorang laki-laki yang begitu takut kehilangan wanitanya,
kamu janji sama aku, kamu enggak akan ninggalin aku... ucap aditya sedih
aku janji... ucap tiwi mengangguk
aditya tersenyum begitu pun dengan tiwi yang juga tersenyum
kamu cantik.... ucap aditya tiba-tiba yang terus memandang tiwi yang membelai lembut rambut tiwi
kamu sedang menggoda aku... ucap tiwi
tidak sayang, kamu memang cantik dan kamu adalah wanita ku satu-satunya, tak terganti... ucap aditya
kamu... ucap tiwi
jangan marah-marah, sekarang kamu istirahat ya sayang... ucap aditya
tapi kamu jangan pergi... ucap tiwi manja
__ADS_1
iya sayang aku disini jagain kamu, sekarang kamu pejamkan mata dan tidur... ucap aditya
tiwi pun mengangguk, lalu memejamkan mata menuruti permintaan aditya,