Pilihanku Penyesalanku

Pilihanku Penyesalanku
64 pertemuan dua keluarga


__ADS_3

pagi ini begitu cerah sepertinya mendukung dengan perasaan tiwi yang sedang senang dan tak sabar menunggu lusa, karena lusa adalah acara pertunangan tiwi dan aditya,


hari ini pastinya tiwi dan aditya akan di sibukkan dengan segala macam persiapan dan hari ini juga adalah kedatangan kedua orang tua aditya sesuai permintaan aditya yang meminta mereka untuk menyempatkan waktu menghadiri acara mereka,


pagi ini seperti biasa, yati sudah sibuk di dapur menyiapkan sarapan, andre pun sudah rapih dan duduk di meja makan sambil menikmati kopi dan membaca koran,


yati sudah selesai membuat sarapan, yati pun langsung menyuguhkan sarapan di atas meja,


sarapan siap.... ucap yati yang sudah berada di ruang makan dengan membawa sarapan buatan yati,


ayo sayang sarapan dulu... ucap yati


andre pun menyudahi membaca koran dan melipatnya,


yati pun melayani suaminya,


anak kamu enggak kuliah bu? ucap andre


kuliah sayang, mungkin lagi siap-siap... ucap yati


ooo, begitu.... ucap andre


tak lama kemudian terdengar suara bel berbunyi,


ting tong


ting tong


yati dan andre menghentikan pembicaraan nya,


sebentar ya yah, ibu buka pintu dulu... ucap yati


iya sayang... ucap andre


yati pun meninggalkan meja makan menuju pintu dan membukanya,


saat yati sudah membuka pintu


pagi ibu... ucap aditya


pagi nak, ayo masuk... ucap yati


aditya pun masuk ke dalam rumah,


yati pun menutup pintu kembali,


ayo nak kita ke ruang makan, sambil nunggu tiwi... ucap yati mengajak aditya ke ruang makan


baik bu... ucap aditya


mereka pun melangkah masuk menuju ruang makan,


sampainya di ruang makan,


ayah ada aditya... ucap yati langsung menuju kursi dan duduk,


pagi yah... ucap aditya


pagi nak, ayo duduk kita sarapan sama-sama... ucap andre


makasih... ucap aditya langsung duduk


sarapan dulu ya, sambil nunggu tiwi... ucap yati yang memberikan piring berisi sarapan,


iya bu, makasih... ucap aditya


sama-sama... ucap yati


oh ya adit, hari ini ayah dan ibu kamu datang kan... ucap andre


iya yah... ucap aditya


mereka sampai kapan... ucap andre


pesawat siang yah... ucap aditya


berarti nanti kamu sama tiwi jemput ke bandara? ucap andre


tidak yah, aditya jemput sendiri, kata tiwi, tiwi mau pergi sama ibu... ucap aditya


ooo, begitu.. ucap andre


iya yah, nanti ibu mau pergi sama tiwi, mau belanja buat persiapan nanti malam menyambut besan... ucap yati


baiklah, kalau gitu ayo kita sarapan.. ucap andre


mereka pun menyantap sarapan tanpa menunggu tiwi,


tiwi yang berada di kamar sudah dengan pakaian rapih dan siap untuk berangkat ke kampus,


tiwi pun keluar dari kamarnya dan langsung menuju ruang makan untuk sarapan lebih dulu sebelum berangkat kuliah,


pagi.... ucap tiwi yang susah sampai di ruang makan,


pagi sayang.... ucap yati


pagi... ucap aditya


ayo cepat sarapan, aditya sudah menunggu kamu untuk berangkat kuliah... ucap andre


tiwi pun tersenyum pada aditya lalu duduk dan tiwi mulai sarapan,


aditya, andre dan yati pun melanjutkan kembali sarapan nya,


suasana begitu tenang, hingga akhirnya andre pun berpamitan,


ibu, ayah berangkat ya... ucap andre


cepat sekali yah... ucap yati


iya, ada yang harus di urus di kantor... ucap andre


tiwi aditya ayah pergi dulu... ucap andre


iya yah hati-hati... ucap aditya


iya yah... ucap tiwi


andre pun meninggalkan meja makan,


dengan di susul yati yang mengantar andre hingga depan rumah,


ayah tidak ada yang tertinggal... ucap yati yang terus berjalan mengikuti andre ke luar rumah


tidak bu... ucap andre yang juga terus melangkah sambil memeriksa,


sampainya di samping mobil,


sayang aku berangkat ya... ucap andre


iya sayang, hati-hati saat mengemudi,


andre pun membuka pintu mobil,


namun saat mau masuk ke dalam mobil, langkahnya terhenti,


oh ya sayang, jangan lupa nanti kita ada acara makan malam bersama orang tua aditya... ucap yati


iya sayang aku ingat, nanti aku akan pulang lebih awal... ucap andre


ya sudah, kamu boleh pergi... ucap yati pada andre


andre pun tersenyum lalu masuk ke dalam mobilnya,


yati pun membukakan pintu pagar untuk andre,


andre menjalankan mobilnya,sampainya di depan pintu gerbang,


andre menghentikan mobilnya, dari dalam mobil andre membuka kaca pintu mobil dan melambaikan tangan sambil tersenyum,


yati pun membalas senyuman dan lambaian andre,


lalu andre pun menjalankan mobil meninggalkan rumah,


setelah kepergian andre, yati menutup pintu pagar kembali dan menguncinya lalu yati pun kembali masuk ke dalam rumah,


sedangkan tiwi dan aditya telah selesai sarapannya dan akan berangkat ke kampus,


mereka pun meninggalkan meja makan dan menyusul yati ke depan rumah untuk berpamitan, namun belum sempat keluar dari rumah, mereka bertemu yati di ruang tamu,


kalian sudah mau berangkat... ucap yati yang melihat anak dan menantunya sudah siap untuk pergi,


iya bu, kita mau berangkat ke kampus sekarang... ucap aditya


ya sudah kalian hati-hati ya... ucap yati pada tiwi dan aditya


iya bu... ucap aditya


tiwi dan aditya pun melangkah menuju mobil dan langsung meninggalkan rumah,


yati tidak mengantar kepergian tiwi dan aditya, yati terus melangkah kembali ke ruang makan,


sampainya di ruang makan, yati langsung merapihkan meja makan dan mencuci piring kotor, lalu yati pun merapihkan dan bersih-bersih rumah untuk persiapan nanti malam menyambut ke datangan besan, maka dari itu yati memilih untuk tetap berada di rumah agar saat yati pergi bersama tiwi semuanya sudah beres, tinggal menyiapkan makan makan,


tiwi dan aditya yang sudah berada di jalan menuju kampus, masih dengan tenang tanpa suara,


aditya fokus dengan mengemudi, tiwi asik dengan melihat pemandangan sepanjang jalan menuju kampus,


aditya melihat ke arah tiwi yang sedari tadi hanya diam saja, aditya pun membuka suara


sayang, kamu kenapa? ucap aditya


tidak apa-apa sayang... ucap tiwi


habis kamu diam saja, aku pikir kamu marah atau ada sesuatu yang lagi kamu pikirin... ucap aditya


memang ada yang lagi aku pikirin... ucap tiwi


kamu mikirin apa sayang.. ucap aditya


aku takut kalau orang tua kamu enggak suka sama aku... ucap tiwi


hehehe... aditya tertawa


tiwi merasa aneh,


sayang kenapa kamu malah ketawa... ucap tiwi


habis kamu lucu sih... ucap aditya


ih, kamu orang serius malah becanda... ucap tiwi kesal


siapa yang becanda sayang, kamu itu lucu, bisa-bisanya berpikir seperti itu, kalau orang tua aku enggak setuju kenapa mereka menyetujui hubungan kita... ucap aditya


itu karena mereka belum melihat aku... ucap tiwi


siapa bilang, mereka sudah tau kamu dengan jelas... ucap aditya


maksud kamu, mereka sudah tau aku... ucap tiwi


iya... ucap aditya


tapi bukannya kamu bilang orang tua kamu lagi sibuk dengan usaha yang baru mereka rintis... ucap tiwi bingung


memang.. ucap aditya


terus cara mereka kenal aku gimana? ucap tiwi mungkin bingung


aku selalu cerita sama mereka soal kamu dan mereka juga lihat kita waktu aku melamar kamu di resort waktu itu... ucap aditya


jadi, soal lamaran itu bukan cuma orang tua aku aja yang tau? ucap tiwi


iya... ucap aditya


tapi tetap saja aku gugup ketemu orang tua kamu... ucap tiwi


tenang saja, mereka baik kok dan mereka setuju dengan hubungan kita, makanya mereka menyempatkan waktu untuk pulang dan bertemu menantu kesayangannya... ucap aditya


menantu kesayangan... ucap tiwi


iya, karena dia selalu mengancam aku jika aku menyakiti kamu atau menindas kamu... ucap aditya


tiwi tersenyum,


mangkanya aku bingung, sebenarnya yang anaknya itu aku atau kamu... ucap aditya


cup cup cup jangan sedih, kan ada aku... ucap tiwi menggoda


aditya tersenyum, tiwi pun ikut tersenyum,


aditya pun kembali fokus mengemudi dengan menggenggam tangan tiwi,


tanpa terasa, dengan obrolan panjang mereka selama perjalanan,


akhirnya aditya dan tiwi telah tiba di kampus,


aditya pun memarkirkan mobilnya,


ayo sayang kita turun... ucap aditya


siap... ucap tiwi


mereka pun turun dari mobil dan langsung masuk ke dalam gedung kampus menuju ruang kelas,


sampai di depan ruang kelas, mereka pun langsung masuk dan duduk, dengan suasana ruangan yang sudah ada sebagian mahasiswa dan juga temannya bagas dan dika,


hai bro... ucap dika dan bagas menyapa aditya yang baru saja masuk


hai... ucap aditya membalas sapaan teman-temannya lalu duduk bersama tiwi,


sayang aku gabung sama teman-teman aku dulunya... ucap aditya


iya sayang... ucap tiwi


aditya pun bangkit dari duduknya dan menghampiri dika dan bagas mereka pun mengobrol dengan adik,


tiwi yang di tinggal seorang diri, seperti biasa mengeluarkan buku dan mendengarkan musik,


tiwi memang seperti itu tetap tidak mau bergaul namun jika ada yang menyapanya dengan ramah tiwi akan membalas sapaan mereka,


aditya yang sedang bersama teman-temannya sesekali melirik ke arah tiwi berada,


aditya selalu melihat pemandangan yang sama seperti yang selalu ia lihat setiap harinya jika dirinya meninggalkan tiwi seorang diri,


temannya melihat aditya yang sesekali memandang ke arah tiwi,


kenapa bro... ucap bagas


hah, tidak... ucap aditya


namun temannya tau apa yang sedang aditya perhatikan,


kenapa, dia tetap seperti itu... ucap bagas


aku hanya bingung saja kenapa dia sepertinya tidak suka bergaul... ucap aditya


bukannya bagus, itu berarti jika kamu tinggal dia enggak akan macem-macem.... ucap dika


sudah lah enggak usah terlalu di pikirkan... ucap bagas


aditya pun kembali mengobrol dengan teman-temannya namun dengan tetap memandang tiwi,


hingga akhirnya dosen pun masuk ke dalam ruangan,


semua mahasiswa langsung duduk di bangku masing-masing dengan tenang,


begitu pun dengan tiwi yang langsung menyimpan novel dan mematikan musik,


aditya pun langsung beranjak dari bangku temannya dan kembali ke bangku miliknya,


suasana kelas langsung tenang,


pagi anak-anak.... ucap dosen yang sudah berdiri di depan ruang kelas


pagi... ucap semua mahasiswa


baik kalau begitu langsung saja bapak mulai pelajarannya, bapak akan menjelaskan beberapa materi hari ini.... ucap dosen


dosen pun langsung mulai menjelaskan di depan ruang kelas materi yang di berikan hari ini,


semua mahasiswa mulai fokus mendengarkan dosen yang sedang menjelaskan termasuk aditya dan tiwi yang juga telah fokus,


yati yang berada di rumah, sudah selesai merapihkan rumah,


yati pun beristirahat sejenak sambil bekerja sebelum berangkat menjemput tiwi dan belanja membeli beberapa keperluan dan yati pun ingin mengajak tiwi untuk melakukan perawatan dari ujung kepala hingga ujung kaki,


yati ingin tiwi terlihat sempurna di acara tunangannya dan tentunya di acara nanti malam, saat dua keluarga saling bertemu, setelah sekian lama anaknya bertunangan dengan aditya baru kali ini bisa bertemu besan,


maka yati benar-benar menyiapkan waktu dan segalanya dengan sempurna,


setelah selesai bekerja, yati pun melihat jam di dinding,


sudah waktunya bersiap-siap untuk menjemput tiwi,


yati pun langsung meninggalkan ruang tv dan masuk ke dalam kamar,


beberapa menit kemudian, yati sudah siap mandi dan sudah memakai baju dengan rapih, yati pun siap untuk berangkat,


yati langsung keluar dari kamarnya dan melangkah keluar rumah menuju mobil,


tak lupa yati mengunci pintu rumahnya, setelah memastikan terkunci,


barulah yati melangkah menuju mobil, lalu berangkat untuk menjemput tiwi,


dua jam pun berlalu,


kelas pun telah berakhir, dosen pun telah menghentikan menjelaskan di depan ruang kelas,


baik anak-anak pelajaran kita hari ini telah selesai, maka bapak akan melanjutkan di kelas berikutnya di minggu depan... ucap dosen

__ADS_1


dosen pun langsung meninggalkan n


ruangan,


dengan di susul oleh mahasiswa lainnya,


namun tiwi dan aditya masih berada di ruangan,


sayang kamu benar enggak mau ikut aku ke bandara jemput ayah ibu... ucap aditya


aku bukannya enggak mau, cuma aku mau ngasih waktu kamu biar bisa bersama mereka tanpa ada aku yang ganggu, bukannya kamu sudah lama tidak bertemu mereka... ucap tiwi


sayang, mereka pasti senang bisa melihat kamu menjemput mereka... ucap aditya


tapi aku sudah janji sama ibu menemaninya belanja untuk menyambut ayah dan ibu, lagi pula nanti malam kita berkumpul bersama di rumah... ucap tiwi menggenggam tangan aditya dan tersenyum


baiklah kalau begitu, tapi sebelum itu, ayo ke kantin kita makan dulu... ucap aditya


baik... ucap tiwi dengan semangat


aditya pun menggenggam tangan tiwi dan membawa tiwi keluar dari ruangan menuju ke kantin,


sedangkan yati sudah dalam perjalanan namun yati agak sedikit terjebak macet,


duh ada apa sih ini... ucap yati yang gelisah sesekali melihat ke jam yang ada di tangannya,


sedangkan tiwi dan aditya sudah berada di kantin, aditya sedang memesan makan untuk mereka,


beberapa menit kemudian,


aditya kembali ke tempat duduk di mana tiwi menunggu dengan membawa dua piring makanan,


mahasiswa lain yang berada di kantin, melihat kejadian itu membuat mereka iri yang melihatnya,


ini sayang... ucap aditya yang memberikan satu piring pada tiwi lalu duduk dengan tersenyum,


makasih... ucap tiwi tersenyum


sama-sama, ayo di makan... ucap aditya


iya... ucap tiwi


aditya dan tiwi pun langsung menyantap makanan mereka, sambil menunggu yati menjemput tiwi,


sedangkan yati sedikit demi sedikit mulai ada pergerakan,


yati langsung menelpon tiwi, memberi tau bahwa yati akan terlambat menjemputnya,


yati meraih ponselnya dan menelpon tiwi,


tut


tut


tut


suara telepon tersambung


tiwi yang sedang makan, mendengar teleponnya berbunyi,


tiwi pun langsung menghentikan makannya lalu mengambil ponsel yang berada di dalam tasnya,


tiwi langsung melihat layar ponsel,


siapa.... ucap aditya bertanya sambil memandang tiwi


ibu... ucap tiwi


angkat... ucap aditya


tiwi pun langsung mengangkat ponselnya,


halo... ucap tiwi


sayang maaf mungkin ibu akan telat menjemput kamu, ibu kejebak macet ini baru bisa jalan, kira-kira ibu sampai setengah jam lagi ke kampus kamu... ucap yati


iya bu... ucap tiwi


maaf ya sayang kamu jadi menunggu... ucap yati


tidak apa bu... ucap tiwi


yati pun menutup teleponnya,


tiwi pun langsung meletakkan handphone nya setelah teleponnya terputus,


kenapa sayang... ucap aditya


ibu baru sampai setengah jam lagi, tadi kejebak macet... ucap tiwi


ya sudah aku tunggu... ucap aditya


nanti kamu telat ke bandara... ucap tiwi


masih sempat kok tenang saja... ucap aditya


baiklah... ucap tiwi


ayo habiskan makanan kamu lalu kita menunggu di taman saja... ucap aditya


em... ucap tiwi lalu mengangguk


mereka pun melanjutkan makannya,


tak lama kemudian tiwi dan aditya telah selesai makan,


ayo kita ke taman... ucap aditya


iya... ucap tiwi


aditya dan tiwi berdiri dari duduknya, mereka pun telah meninggalkan kantin dan melangkah menuju taman,


sampainya di taman, tiwi dan aditya duduk santai di sana,


sambil melihat lalu lalang mahasiswa yang sedang melintas di depan mereka,


sayang, kamu lebih baik segera ke bandara nanti terlambat... ucap tiwi


aku mau menunggu kamu... ucap aditya


tapi ibu belum sampai juga... ucap tiwi


masih ada waktu sepuluh menit lagi... ucap aditya


baik, setelah sepuluh menit ibu tidak datang kamu langsung pergi ke bandara tidak perlu menunggu aku... ucap tiwi


baik... ucap aditya


mereka pun kembali menunggu yati yang belum kunjung datang sambil mengobrol,


lima menit kemudian,


yati baru saja sampai,


mobil yati pun memasuki gerbang kampus dan memberhentikan mobilnya tepat di depan pintu gedung kampus,


yati pun langsung menelpon tiwi,


tut


tut


tut


suara telepon tersambung,


yati dan aditya yang sedang mengobrol asik pun terhenti karena handphone tiwi yang berbunyi,


kring


kring


kring


tiwi langsung mengambil handphone nya yang berada di dalam tas dan melihat siapa yang menelponnya,


ibu... ucap tiwi


tiwi pun langsung mengangkat telepon dari yati,


halo... ucap tiwi


iya bu tiwi sekarang ke sana... ucap tiwi


tiwi pun langsung mematikan telepon nya,


kenapa sayang... ucap aditya


ibu sudah di depan... ucap tiwi


ayo... ucap aditya


iya... ucap tiwi


tiwi dan aditya telah keluar dari gedung kampus,


mereka pun melihat mobil yati yang sudah menunggu, mereka langsung mendekat dimana mobil berada,


saat tiwi dan aditya mendekat, yati pun turun dari mobil dengan senyuman,


ibu... sapa aditya


maaf ya lama menunggu... ucap yati


tidak apa bu... ucap aditya


jadi kamu langsung ke bandara nak... ucap yati


iya bu... ucap aditya


kalau gitu, hati-hati ya nak, salam untuk ayah dan ibu... ucap yati


iya bu... ucap aditya


kita pergi dulu ya nak... ucap yati berpamitan pada aditya


iya bu... ucap aditya


yati pun mauk ke dalam mobil,


sayang aku pergi dulu ya? kamu hati-hati... ucap tiwi


Iya sayang, kamu juga hati-hati, sampai ketemu nanti malam... ucap aditya


bay... ucap tiwi sambil melambaikan tangan


bay... ucap aditya melambaikan tangan


lalu tiwi pun masuk ke dalam mobil,


aditya pun melihat kepergian tiwi dan yati,


setelah kepergian yati dan tiwi baru lah aditya melangkah menuju parkiran,


sesampainya di parkiran aditya pun langsung masuk ke dalam mobil dan meninggalkan kampus,


menuju bandara untuk menjemput ayah dan ibunya,


sayang nanti kita di mall tidak hanya belanja untuk menyambut ke datangan orang tua aditya, nanti kita juga mampir ke salon dan spa... ucap yati


untuk apa bu... ucap tiwi


kok untuk apa? liat diri kamu yang kucel begitu, apa seperti itu kamu mau bertemu orang tua aditya... ucap yati


memang ada yang salah dengan tiwi... ucap tiwi bingung


kamu harus keliatan cantik di depan aditya dan orang tuanya... ucap yati


memang harus bu... ucap tiwi


harus, pokoknya kamu nurut aja apa kata ibu, mengerti... ucap yati


mengerti... ucap tiwi menuruti keinginan yati


yati pun melajukan mobilnya menuju mall,


beberapa menit kemudian, tiwi dan yati telah tiba di mall,


mobil yati masuk ke area mall dan memarkirkan mobilnya,


ayo sayang, waktunya kita belanja dan memanjakan diri... ucap yati mengajak tiwi


mereka pun masuk ke dalam mall,


di sana mereka pun masuk ke supermarket, ke beberapa toko untuk membeli beberapa barang lalu mereka pun masuk ke spa dan salon untuk perawatan tiwi agar terlihat cantik nanti malam,


sebenarnya tiwi tidak mau melakukan itu semua, namun tiwi terpaksa menuruti kemauan yati,


aditya yang sudah berada di bandara sedang menunggu ke datangan ayah dan ibunya di pintu kedatangan,


setelah beberapa menit menunggu,


akhirnya ayah dan ibu aditya pun keluar dari pintu kedatangan,


mereka yang melihat aditya langsung menghampiri aditya dengan senyuman yang terpancar dari kejauhan,


yuda nama ayah aditya dan novi nama ibu aditya,


novi melambaikan tangan pada aditya sambil melangkah ke arahnya,


aditya pun tersenyum, hingga akhirnya mereka pun sudah berada di hadapan aditya,


ayah ibu... ucap aditya


gimana kabar kamu sayang... ucap novi


sehat nak... ucap yuda


aditya baik-baik saja... ucap aditya


oh ya mana tiwi... ucap yuda


iya mana menantu ibu... ucap novi


tiwi, tidak ikut ayah ibu, dia sedang mempersiapkan untuk acara nanti malam bersama ibunya, dia bilang mau menyambut ke datangan ayah dan ibu... ucap aditya


ooo, padahal ibu sudah kangen sama tiwi... ucap novi


ya nanti kan ketemu bu, oh ya ada salam dari ibu tiwi bu... ucap aditya


iya juga... ucap novi


iya ibu sudah tidak sabar bertemu yati, selama ini hanya mengobrol lewat telepon saja... ucap novi


ya sudah ayo kita pulang, istirahat... ucap aditya


iya... ucap novi


iya ayo... ucap yuda


saat mau melangkah, aditya mengambil alih troli yang yuda bawa


sini biar adit saja yang bawa yah... ucap aditya


yuda pun memberikan troli tersebut,


lalu mereka pun menuju mobil dan pulang ke rumah, untuk persiapan nanti malam


sedangkan tiwi dan yati sedang masih berada di mall, baru saja selesai melakukan perawatan dan kini mereka sudah berada di supermarket untuk membeli bahan masakan dan makanan lainnya yang ingin yati hidangkan nanti malam,


ibu masih ada yang mau ibu beli... ucap tiwi melihat yati yang masih mencari-cari


sebentar sayang... ucap yati


apa lagi ya yang kurang... ucap yati seorang diri


tiwi hanya mengikuti kemana yati melangkah


setelah berjalan beberapa menit dan membeli begitu banyak bahan masakan serta makanan,


akhirnya yati pun menyudahi penjelajahannya,


ok, sudah, ayo kita ke kasir... ucap yati


tiwi pun melangkah mengikuti yati menuju kasir, beberapa menit menunggu akhirnya tiba giliran yati dan tiwi yang membayar,


tiwi menunggu yati yang berada di depan kasir sedang membayar,


tak lama kemudian yati telah selesai membayar,


ayo sayang... ucap yati


tiwi pun mendorong troli berisi belanjaan,


masih ada yang mau di cari bu... ucap tiwi


sepertinya sudah semua... ucap yati


kalau begitu kita pulang... ucap tiwi


iya, takut enggak ke buru juga... ucap yati


baiklah... ucap tiwi


mereka pun keluar mall, menuju parkiran mobil,


sampainya di mobil, tiwi dan yati memasukkan semua belanjaan ke dalam bagasi mobil,


setelah selesai mereka pun langsung masuk ke dalam mobil dan yati pun langsung menjalankan mobilnya meninggalkan mall dan pulang untuk mempersiapkan semuanya,

__ADS_1


hari sudah berganti malam,


suasana rumah sedikit berbeda,


semua sudah rapih dan makanan pun sudah siap untuk di hidangkan,


andre dan yati pun sudah siap dengan pakaian rapih dan tinggal menunggu kedatangan aditya bersama kedua orang tuanya,


tiwi yang berada di kamar masih belum mengganti bajunya, tiwi merasa gugup malam ini karena malam ini bukanlah pertemuan yang biasa, malam ini adalah malam di mana pertemuan dua keluarga menjadi sebuah keluarga besar,


sebelum pelaksanaan acara pertunangan,


tak lama kemudian, ball rumah berbunyi


ting tong


ting tong


yah, itu pasti mereka sudah datang, ayo yah... ucap yati yang berada di kamar mengajak andre untuk keluar kamar dan membuka pintu,


mereka pun melangkah menuju pintu depan dan langsung membukakan pintu,


saat pintu terbuka,


malam ayah ibu... ucap aditya tersenyum


malam... ucap andre dan yati tersenyum'


sudah datang ayo masuk-masuk... ucap yati mempersilahkan aditya, novi dan yuda masuk yati tersenyum dengan bahagia,


makasih.... ucap aditya


mereka pun masuk, melangkah menuju ruang tengah yang lebih besar khusus untuk acara keluarga jika berkumpul,


apa kabar... ucap yuda


baik-baik.... ucap andre


ayo ayo masuk... ucap andre


ayo novi, kamu apa kabar... ucap yati


baik, kamu sendiri sehat yati... ucap novi


sehat, seperti yang kamu lihat... ucap yati


sudah lama tidak seperti ini, biasanya hanya lewat telepon saja... ucap novi


iya, senangnya bisa berkumpul... ucap yati


ayo, duduk... ucap yati mempersilahkan duduk pada novi aditya dan yuda


sedangkan andre sudah sibuk mengobrol bersama yuda


gimana perjalanan tadi novi, lancar... ucap yati


alhamdulillah lancar yati... ucap novi


syukurlah kalau lancar... ucap yati


oh ya novi saya tinggal dulu ya, lupa masa tamu jauh enggak di suguhkan apa-apa... ucap yati tersenyum


kamu ini kaya sama siapa aja... ucap novi


enggak apa, tunggu ya... ucap yati


yati pun langsung menuju dapur membuat kan minum dan menyuguhkan makanan,


tak lama kemudian, yati pun muncul dengan membawa minuman dan makanan,


maaf ya lama... ucap yati


repot-repot yat... ucap novi


enggak kok... ucap yati


oh ya tiwi mana... ucap novi


iya juga, itu anak kenapa belum keluar... ucap yati baru ingat


sebentar ya biar saya panggil dulu, kebiasaan lama... ucap yati bercanda


novi tersenyum begitu pun dengan aditya,


yati pun meninggalkan ruang keluarga menuju kamar tiwi,


sampainya di depan kamar tiwi,


yati langsung mengetuk pintu kamar tiwi,


tok


tok


tok


tiwi yang masih belum siap, membuka pintu kamarnya,


saat pintu kamar tiwi terbuka,


tiwi pun berdiri di depan pintu kamarnya,


yati yang melihat langsung gerutu,


ya ampun sayang kenapa belum siap juga, aditya dan keluarganya sudah datang.... ucap yati


iya bu.. ucap tiwi


sudah cepat, mereka sudah menunggu ingin bertemu dengan kamu... ucap yati


iya bu... ucap tiwi


cepat jangan lama... ucap yati


iya... ucap tiwi


yati pun kembali ke ruang keluarga,


tiwi menutup pintu kamar dan bersiap-siap sesuai perintah yati,


sampainya di ruang keluarga,


yati tersenyum sambil berkata,


maaf ya, anak itu memang lama, masih siap-siap... ucap yati pada novi lalu duduk samping novi


tidak apa, biasa anak perempuan... ucap novi


aditya hanya dapat menunggu kedatangan tiwi,


sedangkan ayah dan ibunya sudah asik mengobrol masalah bisnis,


beberapa menit kemudian,


tiwi pun muncul di hadapan dua keluarga,


ayah ibu maaf lama menunggu... ucap tiwi


tiwi dengan mengenakan gaun yang begitu cantik namun sederhana,


membuat semua mata tertuju pada tiwi, termasuk aditya yang sudah terpanah dengan kecantikan tiwi malam ini,


sayang, ayo sini... ucap yati menyuruh tiwi mendekat,


sini sayang, kamu cantik sekali... ucap novi


tiwi pun duduk di antara yati dan novi


kamu cantik sekali sayang, ibu kangen sama kamu, selama ini hanya lewat telepon saja... ucap novi terus memeluk tiwi


tiwi pun tersenyum


kamu baik-baik aja kan selama ini... ucap novi


baik bu... ucap tiwi


gimana kuliah kamu tiwi... ucap yuda


alhamdulillah lancar yah... ucap tiwi


bagus lah kalau gitu, setelah ini kalian harus tetap semangat kuliah... ucap yuda


iya yah... ucap tiwi


aditya enggak buat ulah kan sama kamu... ucap yuda


ayah apaan sih... ucap aditya


kenapa? ayah hanya bertanya.. ucap yuda menggoda


semua tertawa,


enggak yah, aditya baik sama tiwi, selalu jagain tiwi... ucap tiwi


bagus, kalau di macem-macem bilang sama ayah biar ayah kasih pelajaran... ucap yuda


aku enggak akan macem-macem yah sama tiwi, aku janji akan jagain tiwi.. ucap aditya


ayah pegang janji kamu, kalau sampai ada apa-apa dengan tiwi kamu tanggung akibatnya... ucap yuda


baik yah... ucap aditya


tiwi tersenyum melihat itu,


begitu pun dengan yati dan novi serta andre


sudah yah... ucap novi


enggak bisa gitu, dia menantu kesayangan ayah... ucap yuda


iya iya aditya janji akan jaga tiwi dengan baik... ucap aditya


itu baru laki-laki... ucap yuda


semua yang berada di ruangan itu pun tertawa


sudah sudah kasihan aditya... ucap yati


iya ayah ini, lihat tuh anaknya... ucap novi


anak laki-laki itu harus kuat tahan banting... ucap yuda


ya sudah ayo di minum dulu, itu juga kuenya di cicip... ucap yati


iya makasih... ucap novi


mereka pun mengobrol santai, sambil menikmati hidangan yang sudah tersedia di meja


oh ya, saya tinggal dulu ya ke belakang... ucap yati


iya... ucap novi


ayo tiwi bantu ibu.. ucap yati mengajak tiwi


sampainya di dapur,


tiwi bantu ibu siapkan makan malam,


makanan ini kamu susun di meja ibu mau siapkan yang lainnya... ucap yati


iya bu... ucap tiwi


yati dan tiwi pun menyiapkan makan malam,


sedangkan aditya, novi, yuda dan andre sedang mengobrol,


beberapa menit kemudian, makan malam sudah siap di hidangkan,


sayang ibu mau ke ruang keluarga dulu ya? kamu siapkan sendok dan gelas... ucap yati


iya bu... ucap tiwi


yati pun meninggalkan ruang makan dan kembali ke ruang keluarga,


ayo kita makan dulu, makan malam sudah siap... ucap yati


kalau gitu ayo kita makan dulu... ucap andre mengajak novi, yuda dan aditya


duh, repot-repot segala... ucap novi


enggak kok, ayo kita makan dulu... ucap yati


kita kan menyambut tamu jauh sekaligus. menyambut besan, kapan lagi bisa berkumpul... ucap andre


iya, mumpung lagi kumpul kita makan sama-sama... ucap yati


mereka pun menuju ruang makan,


sampainya di ruang makan,


ayo silahkan duduk... ucap yati dan andre


mereka pun duduk bersama,


tiwi tepat berada di depan aditya,


tiwi hanya diam,


aditya terus memandang tiwi, merasa aneh dengan sikap tiwi namun aditya menahan dirinya untuk bertanya,


ayo silahkan di cicipi masakannya... ucap yati


mereka lun mulai makan sambil bercerita dan bercanda,


malam yang penuh dengan kegembiraan,


aditya tetap memandang tiwi,


tiwi seperti orang yang tidak semangat,


aditya memperhatikan tiwi makan tiwi yang hanya sedikit tidak seperti biasanya,


tak lama tiwi pun setelah selesai makan dan meninggalkan meja makan,


maaf ayah ibu tiwi duluan... ucap tiwi pada semua orang yang berada di meja makan


kamu kenapa sayang... ucap yati


kamu baik-baik saja... ucap yuda


kamu sakit... ucap novi


tidak, hanya sudah kenyang... ucap tiwi


kalau kamu capek istirahat saja... ucap novi


ya sudah sana... ucap yati


tiwi pun meninggalkan meja makan


aditya sana lihat tiwi ada apa dengan dia... ucap yuda


iya nak, tolong lihat... ucap andre


dia selalu seperti itu, selalu diam... ucap andre


ya sudah ayo lanjut makannya... ucap yati


mereka pun melanjutkan kembali makannya tanpa tiwi dan aditya,


aditya mengikuti tiwi yang melangkah menuju kamarnya,


aditya memperhatikan tiwi,


tiwi berjalan dengan sangat berat, dengan badan yang sudah sempoyongan,


tiwi terhenti di depan pintu kamarnya, niat hati ingin membuka pintu namun tiwi sudah tak bertenaga,


tiba-tiba tiwi pun langsung lemas, badannya yang hampir terjatuh, aditya yang melihat langsung sigap menangkap tiwi,


aditya yang melihat tiwi lemas tak bertenaga, lalu langsung membawa tiwi masuk ke dalam kamarnya dengan perasaan khawatir sedari tadi aditya melihat tingkah tiwi yang tidak seperti biasanya,


aditya membaringkan tiwi di atas tempat tidurnya,


aditya mencari obat tiwi, aditya membuka laci rias tiwi dan lemari kecil samping tempat tidurnya,


aditya pun menemukan obat tiwi,


aditya langsung memberikan obat tersebut pada tiwi,


ayo sayang minum obatnya... ucap aditya dengan khawatir


aditya memberikan obat ke mulut tiwi dan memberi tiwi minum,


lalu membaringkan tiwi kembali,


sayang kenapa bisa seperti ini... ucap aditya


aku enggak apa-apa... ucap tiwi dengan suara pelan


tiwi yang memejamkan mata, masih sadar dapat mendengar apa yang aditya ucapkan,


enggak apa-apa bagaimana, kamu seperti ini, kalau tadi aku enggak ngikutin kamu apa jadinya coba... ucap aditya sedikit kesal


maaf, aku bikin kamu khawatir... ucap tiwi dengan tersenyum tipis


sudah jangan banyak bicara, kamu istirahat ya? aku temenin... ucap aditya


tiwi pun mengangguk

__ADS_1


aditya tetap berada di sebelah tiwi menemani tiwi sambil terus menggenggam tangan tiwi,


__ADS_2