Pilihanku Penyesalanku

Pilihanku Penyesalanku
71 terungkap kejahatan klara dan kematian klara


__ADS_3

pada saat andre muncul di hadapan orang banyak dengan ucapannya yang lantang, sepasang mata yang berada di ruangan itu langsung tertuju pada andre, tentunya mereka adalah polisi yang membantu aditya dan andre untuk menangkap klara,


polisi sudah siap siaga berjaga dengan sebagian anggota polisi melakukan penyamaran untuk mengecoh klara,


klara yang mendengar pun masih bersikap tenang, agar orang-orang yang berada di sekitar tidak curiga padanya, namun tanpa klara sadari ini adalah jebakan untuknya yang sengaja mereka buat agar klara keluar dari persembunyiannya dan hasilnya benar saja, klara pun muncul di rumah tiwi saat kabar tiwi meninggal dunia sampai di telinga klara,


maksud dengan ucapan om apa ya? klara enggak ngerti ucap klara masih dengan suara lembut


sudah lah klara kamu tidak perlu bersandiwara lagi saya sudah tau kebusukan kamu, dengan maksud kedatangan kamu ke rumah saya ucap andre,


sedangkan aditya hanya berdiri diam tanpa kata di samping klara dengan menahan emosi,


klara mulai panik namun berusaha tenang dan terus menyangkal,


klara enggak ngerti dengan maksud ucapan om apa, sandiwara apa? klara datang ke sini karena klara mendengar kabar bahwa tiwi sudah tiada dan klara hanya memberi semangat pada aditya karena klara melihat aditya yang terus bersedih di depan jasad tiwi, itu saja kok ucap klara meyakinkan


andre yang mendengar tersenyum sinis begitu pun dengan aditya yang mendengar ucapan klara,


kamu, benar-benar orang yang licik ternyata apa yang saya lakukan belum cukup buat kamu jera ucap andre,


klara pun sudah memasang wajah sedih agar lebih meyakinkan,


aditya aku tidak melakukan apa-apa pada tiwi kamu percaya itu kan, lagi pula aku baru beberapa hari berada di kota ini ucap klara meyakinkan aditya,


aditya masih diam seribu bahasa, menahan emosi dan belum saatnya juga aditya membuka suara,


kamu pikir kita akan percaya begitu saja dengan kamu memasang wajah seperti itu, asal kamu tau klara soal kematian tiwi belum ada yang tau, bagaimana kamu bisa tau kabar kematian tiwi ucap andre membuat klara terdiam


klara yang mendengar langsung panik,


kenapa bingung mau jawab apa? ucap andre dengan senyum sinis


tidak mungkin, jelas-jelas ada seseorang yang memberi kabar soal ini dan di sini banyak orang yang datang untuk melayat ucap klara


tak lama keluarlah orang yang di maksud,


maksud kamu dia ucap andre yang sudah bersama anggota polisi yang melakukan penyamaran,


klara langsung membulatkan mata dengan kagetnya apa yang telah dia lihat


kamu ucap klara


kenapa, kaget? ucap andre


sudahlah klara jangan berbohong lagi, kita semua sudah tau kebusukan kamu dan semuanya sudah jelas ucap aditya


kalian sengaja menjebak aku, kamu juga aditya ucap klara mulai tersudut


atas dasar apa kamu bicara seperti itu? aku harus jujur apa? memangnya apa yang aku lakukan ucap klara masih berusaha berdalih


kamu masih tidak mau bicara klara dengan kejahatan yang sudah kamu lakukan selama beberapa bulan ini, mungkin selama ini memang bukan kamu yang melakukan tapi kamu menyuruh orang untuk melakukan kejahatan itu ucap aditya dengan nada emosi


kamu menuduh aku memangnya kamu ada bukti? ucap klara


aditya dan andre tersenyum sinis


bukti kamu bilang, tentu saja ada bukti dan saksi ucap andre


kamu mau bukti klara? baik saya akan berikan ke kamu buktinya dan saat ini kamu tidak bisa kabur dari sini ucap aditya


klara langsung panik, saat ini yang ada di kepalanya adalah bagaimana cara dirinya kabur dari tempat ini karena klara tidak mau masuk penjara,


keluarlah seorang laki-laki yang ternyata orang suruhannya klara,

__ADS_1


klara yang melihat langsung membulatkan matanya dan panik,


bagaimana klara kamu tau kan siapa orang ini ucap aditya


membuktikan apa kalau dia orang suruhan aku ucap klara masih berusaha mengelak namun aditya dan andre serta polisi sudah melihat ekspresi klara yang takut,


baik kalau kamu masih belum membuka suara, aku akan memperlihatkan bukti yang lainnya yang membuat kamu tidak akan bisa mengelak lagi ucap aditya


aditya pun mengeluarkan sebuah ponsel dan memutar video bukti kejahatan klara dan orang suruhannya itu,


rekaman yang di miliki aditya pun tentunya sudah aditya serahkan pada polisi,


polisi di sama pun sudah siaga melakukan penangkapan terhadap klara sebagai bukti,


klara yang kaget melihat rekaman video dirinya sedang melakukan kejahatan pun langsung melongo karena merasa tak percaya bahwa ada bukti kejahatan dirinya yang tertinggal,


klara tanpa kata langsung lari dari rumah andre untuk kabur karena dirinya tak ingin masuk ke dalam penjara,


jangan lari ucap aditya yang melihat klara berusaha kabur keluar meninggalkan rumah andre,


polisi pun mengejar klara keluar rumah begitu pun dengan aditya dan andre yang juga ikut mengejar klara,


klara yang sudah masuk ke dalam mobil langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan yang begitu cepat dengan panik klara mengemudikan mobilnya untuk menghindar dari kejaran polisi yang sedang mengejarnya,


polisi, aditya dan andre masih terus mengejar klara yang sudah tertinggal jauh,


klara mulai tidak fokus mengemudi pandangannya terus melihat kebelakang tanpa iya sadari ada persimpangan jalan


polisi yang sudah tertinggal jauh terus melakukan pengejaran, begitu pun dengan aditya yang sedang bersama andre terus mengikuti polisi,


walau sudah tak terlihat polisi yang mengejarnya namun klara terus melajukan mobilnya tanpa klara sadari dari arah berlawanan ada sebuah mobil besar yang akan berbelok,


saat mobil besar tersebut muncul di persimpangan dan berbelok ke sebrang jalan, tiba-tiba saja mobil klara muncul dengan kecepatan tinggi,


kecelakaan pun tak dapat terhindarkan,


" AH " suara teriakan supir yang sudah membulatkan matanya, supir mobil besar yang kaget berusaha membanting stir mobilnya namun kecelakaan pun tak dapat terhindarkan,


klara yang berada di dalam mobil pun berteriak


" AH " suara teriakan klara serta mata yang sudah membulat,


tabrakan pun terjadi


" BRUK "


polisi yang baru saja sampai di persimpangan langsung menghentikan mobilnya, karena melihat mobil klara dan mobil besar saling bertabrakan,


polisi pun langsung turun dari mobilnya dan berlari mendekat ke lokasi kecelakaan,


aditya dan andre yang baru saja tiba di persimpangan juga menghentikan mobilnya dan turun dari mobil,


aditya dan andre yang bingung karena sudah banyak polisi di lokasi kejadian dan ada beberapa orang yang menyaksikan kejadian itu, lalu aditya pun bertanya apa yang terjadi pada polisi sekitar,


ada apa ini pak ucap aditya pada salah satu polisi yang berada di dekatnya,


ini pak ada kecelakaan di depan ucap polisi


aditya langsung mendekat ke lokasi kecelakaan dengan di ikuti andre,


namun saat aditya mencoba mendekat suasana di sana sudah ramai,


aditya pun berusaha mendekat, dengan di ikuti andre

__ADS_1


saat andre dan aditya sudah berada di dekat lokasi kecelakaan mereka terkejut dengan apa yang mereka lihat,


tak lama mobil ambulans pun datang,


wew... wew... wew... wew...


petugas medis pun turun dari mobil dengan sigap melakukan tugasnya,


salah satu polisi yang melihat kedatangan aditya dan andre pun mendekat dan berkata,


pak andre tersangka sudah tidak tertolong lagi ucap polisi


tolong urus semuanya ucap andre


baik pak akan segera kami proses ucap polisi tersebut


polisi pun meninggalkan andre dan aditya, lalu polisi itu pun memberi perintah pada anggota yang lainnya untuk segera mengevakuasi korban,


saat klara dan supir mobil besar di evakuasi oleh petugas medis,


korban pun segera di bawa ke mobil ambulans,


aditya melihat klara yang sudah di angkat menggunakan tandu dengan tubuh yang tertutup kain putih dan terdapat bercak darah di kain tersebut,


saat mereka melangkah di depan aditya dan andre, petugas medis pun menghentikan langkahnya,


aditya mendekat dan membuka kain putih yang menutup wajah klara,


saat aditya melihat wajah klara yang sudah berlumuran darah dan terbaring kaku aditya pun berkata


" aku sudah memaafkan kamu, semoga kamu tenang "


andre yang mendengar langsung merangkul aditya,


setelah selesai aditya pun kembali menutup wajah klara dengan kain putih dan mundur satu langkah,


petugas medis pun melanjutkan langkahnya menuju mobil ambulans,


aditya dan andre yang melihat petugas medis membawa klara,


andre pun langsung berkata


" dia sudah menerima hukuman atas apa yang dia lakukan selama ini terhadap kamu dan tiwi, saat ini kamu tidak perlu takut lagi, kamu hanya perlu menjaga tiwi dengan baik adit "


setelah petugas medis memasukkan klara ke dalam mobil, mereka pun langsung meninggalkan lokasi dan membawa klara ke rumah sakit,


sedangkan aditya dan andre masih berada di lokasi kecelakaan untuk mengurus beberapa urusan bersama polisi,


setelah semuanya beres aditya dan andre pun langsung meninggalkan lokasi kejadian,


aditya dan andre sudah berada di dalam mobil dalam perjalanan pulang ke rumah andre, awalnya suasana mobil begitu hening, namun andre pun membuka suara,


aditya sekarang kamu langsung berangkat menemui tiwi di rumah sakit ucap andre


iya yah, kita berangkat sama-sama ke sana untuk melihat kondisi tiwi ucap aditya


baik, ayah akan mengurus semuanya ucap andre


iya yah ucap aditya


aditya pun kembali fokus mengemudi mobil,


andre pun langsung membeli tiket pesawat untuk penerbangan hari ini

__ADS_1


__ADS_2