
saat ini masalah ari pun tak di permasalahkan lagi oleh aditya,
karena saat terakhir kali tiwi memang tidak sengaja bertemu ari, tiwi tidak pernah bertemu ari atau berkomunikasi lagi setelah itu, entah kemana ari pergi, namun tak aneh buat tiwi karena ari memang seperti itu datang tak di undang pulang pun tak di antar,
yang terpenting untuk aditya adalah hari ini berjalan dengan lancar tanpa kendala, karena hari ini adalah hari yang sangat di nanti oleh tiwi dan aditya beserta keluarga, dimana hari ini adalah hari pernikahan tiwi dan aditya, sejak semalam mereka semua sudah berada di hotel untuk persiapan pernikahan tiwi dan aditya,
di hari yang bahagia ini tiwi dan aditya walau satu hotel aditya tidak bisa bertemu dengan tiwi karena memang belum di izinkan untuk bertemu hingga acara di mulai
yati dan andre pagi-pagi sudah terbangun dari tidurnya,
mereka sudah siap untuk sarapan,
sedangkan tiwi masih tertidur pulas di ranjang,
sayang, ayo bangun ini hari pernikahan kamu kenapa masih tidur ucap yati
em, iya bu ucap tiwi sambil menggeliatkan badannya,
kalau gitu ibu sama ayah turun dulu mau sarapan nanti ibu bawakan sarapan untuk kamu, setelah kita kembali kamu harus sudah mandi, karena penata rias akan segera datang ucap yati
baik bu ucap yati yang masih menyelimuti dirinya
yati dan andre pun keluar dari kamar hotel melangkah menuju restoran
setelah ayah dan ibunya pergi, tiwi bukannya bangun malah menutup seluruh badannya dengan selimut dan kembali tidur karena masih mengantuk,
namun di sisi lain tiwi memikirkan teman baiknya kiara yang tidak bisa di hubungi beberapa hari ini,
sedangkan aditya yang berada di kamar hotel bersama bagas dan dika mereka sedang menyusun rencana dengan di bantu andre dan yuda yang sudah memerintah orang suruhannya menyiapkan semuanya saat acara pernikahan di mulai,
kini orang suruhan andre sedang menjalankan tugas di gedung pernikahan,
bagaimana semuanya sudah siap ucap aditya
sudah beres semuanya, orang suruhan ayah andre sudah di gedung sedang berjaga dan memastikan semuanya beres ucap bagas
bagus, sekarang kita tinggal menunggu ucap aditya
ya sudah ayo kita sarapan dulu ucap bagas
iya ayo, sebelum kita bersiap-siap ucap dika
aditya pun berdiri dari duduknya dengan di ikuti dika dan bagas meninggalkan kamar hotel,
tiwi yang sedang berada di kamar baru saja bangun dari tempat tidur karena sadari tadi tiwi tidak bisa tidur kembali walau mengantuk namun enggan untuk bangkit, tapi mau bagaimana lagi ini adalah hari penting tiwi makan tiwi pun turun dari tempat tidurnya dan mandi sambil menunggu ayah dan ibunya kembali ke kamar,
sedangkan aditya, dika dan bagas yang sedang berada di restoran hotel sedang bersama yati dan andre mereka sarapan bersama sambil mengobrol tentunya,
aditya ayah mendapat laporan semuanya sudah siap, bagaimana dengan kiara? ucap andre
nanti dia akan langsung ke gedung acara ucap andre
bagus jika semuanya sesuai rencana ucap andre
oh ya ayah dan ibu kamu ke mana? ucap yati tidak melihat yuda dan novi
mereka sedang ada urusan sebentar ucap aditya
begitu, ya sudah ayo di makan sarapannya ucap yati
mereka pun menikmati sarapan bersama,
beberapa menit kemudian,
ting tong
ting tong
siapa ya ucap tiwi seorang diri yang baru saja selesai mandi
tiwi pun langsung melangkah menuju pintu lalu membukakannya,
permisi, kita dari penata rias pengantin ucap salah satu wanita yang sudah berdiri di depan pintu,
ooo, iya sudah datang ya silahkan masuk ucap tiwi mempersilahkan penata rias masuk
dua orang penata rias itu pun masuk ke dalam kamar hotel dan tiwi kembali menutup pintu
silahkan silahkan tunggu sebentar ya ucap tiwi
penata rias pun mulai mempersiapkan peralatan untuk mendandani tiwi
yati dan andre telah kembali ke kamar,
mereka melihat tiwi sudah mulai di rias
tiwi di rias lebih dulu karena persiapan pengantin wanita lebih lama dari yang lainnya,
oh sudah mulai di rias ya ucap yati mendekat pada tiwi
ibu lama sekali ucap tiwi sambil di rias
tadi ngobrol sebentar dengan aditya ucap yati
ooo begitu ucap yati
ibu yati mari kita mulai di rias ucap penata rias
ooo sudah giliran saya ya ucap yati melangkah mengikuti penata rias dan yati pun mulai di rias,
sedangkan andre, aditya, dika dan bagas menunggu giliran
beberapa jam kemudian
tiwi telah selesai di rias dan sudah mengenakan baju pengantin,
tiwi begitu cantik dan auranya pun berbeda,
aditya pun sudah siap di rias dan mengganti baju pengantin, begitu tampan aura yang terpancar,
kini semua telah siap di rias tinggal menunggu acara di mulai,
aditya yang masih di dalam kamar sedang menunggu,
semua sudah sibuk dengan tugas masing-masing,
kini keluarga pihak perempuan sudah lebih dulu berada di gedung dimana acara berlangsung,
saat aditya sedang termenung, tiba-tiba saja ada yang membuka pintu lalu berkata,
aditya sudah siap, kita berangkat sekarang ucap bagas,
aditya yang melihat kedatangan bagas, langsung berdiri,
ayo aditya ucap novi,
yuda, novi, aditya dan bagas keluar dari kamar hotel lalu melangkah menuju lobi
__ADS_1
di lobi hotel mobil sudah siap, dika sudah menunggu,
sampainya aditya, yuda, novi dan bagas di lobi mereka pun langsung masuk ke dalam mobil meninggalkan hotel menuju ke tempat acara,
apa semuanya sudah siap ucap aditya
sudah, kiara pun sudah berada di sana ucap bagas
bagus ucap aditya dengan tersenyum tipis,
beberapa menit kemudian,
mobil pengantin yang membawa pengantin pria pun telah tiba,
kiara yang tau pun tersenyum melihat kedatangan aditya,
di depan gedung yati dan andre sudah bersiap untuk menyambut mempelai laki-laki
aditya turun dari mobilnya dengan diikuti yuda, novi, bagas dan dika,
mereka pun melangkah memasuki gedung,
namun sebelum memasuki gedung aditya akan melakukan beberapa prosesi yang harus di lakukan,
prosesi yang pertama adalah
menjemput pengantin
prosesi penyambutan pengantin laki-laki bersama keluarga yang dipimpin oleh orang yang di tua kan atau yang sudah paham dengan prosesi ini,
lalu selanjutnya adalah
ngabageakeun
ibu dari pihak mempelai wanita mengalungkan bunga melati kepada mempelai pria yang menandakan bahwa mempelai laki-laki telah di terima dengan senang hati di keluarga mempelai wanita, kemudian mempelai laki-laki masuk menuju pelaminan dengan diapit oleh kedua orang tua
lalu selanjutnya adalah
akad nikah
Prosesi Ngabageakeun menjadi penutup prosesi pra-nikah, sekarang saatnya melangsungkan akad nikah untuk meresmikan hubungan kedua pasangan.
kini aditya sudah duduk seorang diri di tempat dimana akad nikah sudah di sediakan,
sudah bisa di mulai ucap penghulu
maaf pak tunggu sebentar pengantin wanitanya belum datang ucap aditya
baik ucap penghulu
aditya pun mulai memberi perintah pada orang-orang suruhan andre
mereka pun siap pada posisi,
kiara yang berada di belakang tersenyum,
dengan percaya dirinya kiara pun melangkah keluar, kiara yang menggunakan cadar maka tanpa di sadari orang sekitar bahwa dirinya bukanlah tiwi,
itu pengantinnya sudah tiba ucap para undangan
seketika aditya melihat ke arah tiwi palsu berada,
senyum tipis namun sinis terpancar di wajah aditya
" bagus " ucap batin tiwi
tiwi palsu pun melangkah mendekat menuju tempat ijab kabul berlangsung,
sedangkan tiwi yang asli sedang bersama santi sudah dalam perjalanan menuju lokasi acara,
santi melihat tiwi yang begitu gelisah, santi paham wanita mana yang tidak gugup dan gelisah saat hari pernikahannya,
sayang kamu enggak perlu tegang, rileks saja ucap santi menggenggam tangan tiwi
tiwi langsung memandang santi
iya tante, habis rasanya enggak karuan jantung rasanya berdetak cepat ucap tiwi
santi tersenyum, wajar itu sayang, tapi kamu harus coba untuk rileks ya sayang
iya tante ucap tiwi tetap menggenggam tangan santi
suasana gedung sudah semakin ramai, para tamu undangan sudah hadir di acara pernikahan tiwi dan aditya, mereka menunggu acara pernikahan berlangsung,
sedangkan kiara sudah duduk di samping aditya pernikahan pun akan segera di langsung kan,
dengan gaun yang sama dengan yang tiwi pakai,
kiara sudah duduk dengan manis dan siap untuk di nikahi aditya,
senyum penuh kemenangan terpancar dari wajah kiara, karena sebentar lagi dia akan memiliki aditya seutuhnya dan kiara akan melihat tiwi yang menangis dengan penuh kebencian pada aditya,
namun lain dengan aditya yang merasa senang karena kiara telah masuk ke jebakan yang aditya bikin tanpa kiara sadari dan sebentar lagi akan ada pertunjukan hebat untuk kiara yang akan aditya suguhkan di acara penting nya ini,
tunggu saja siapa yang akan tersenyum bahagia ucap batin aditya dengan terus menatap kiara
baik apa sudah bisa di mulai ucap penghulu
bisa pak ucap aditya
makan prosesi akad nikah pun di mulai,
tiwi dan santi baru saja tiba di gedung dimana aditya dan tiwi akan menikah,
mereka pun langsung masuk ke dalam gedung,
namun saat tiwi dan santi yang baru saja masuk ke dalam gedung,
tiwi sudah di kaget kan dengan pemandangan yang ia lihat,
dalam prosesi akad nikah aditya duduk bersebelahan dengan wanita lain,
saat aditya mau mulai ijab kabul sontak tiwi langsung emosi,
apa makannya ini ucap tiwi dengan suara yang di keras kan,
__ADS_1
sontak sepasang mata yang berada di sana langsung melihat ke arah tiwi, termasuk aditya,
kiara pun tersenyum dari balik cadarnya, rencananya sukses,
ijab kabul pun terhenti
" tiwi " ucap aditya kaget langsung berdiri
apa maksudnya ini, siapa dia ucap tiwi emosi
tiwi, aku bisa jelaskan semuanya, kamu tenang dulu ucap aditya
andre langsung menghampiri tiwi,
sayang ayah bisa jelaskan kamu tenang dulu ucap andre
apa yang mau ayah jelaskan ucap tiwi
yuda mulai memberi perintah pada orang suruhan andre,
" Loh itu pengantinnya baru datang "
" terus itu siapa "
" ada apa ini kenapa pengantinnya ada dua "
” jadi yang mana pengantin yang sesungguhnya "
semua orang yang berada di sana mulai berbisik-bisik dengan apa yang mereka saksikan,
namun pertunjukan baru saja di mulai,
kini kiara yang mulai duluan,
orang-orang suruhan andre sudah bersiap, begitu pun dengan polisi yang sedang menyamar,
kiara melepas cadarnya yang ia pakai,
bagaimana tiwi apa sakit rasanya ucap kiara dengan nada sinis
kamu ucap tiwi terkejut
iya aku, sekarang aditya adalah milik ku ucap kiara
apa kamu bilang, jaga mulut kamu ucap tiwi
tiwi, dulu kakak tidak bisa merebut nya dari kamu, sekarang aku yang akan merebut aditya dari kamu ucap kiara
dasar sialan berani sekali kamu ucap tiwi
hahahaha tawa kiara merasa menang
cukup teriak aditya
kamu kiara sudah keterlaluan, kamu harus menerima hukuman atas perbuatan kamu ucap aditya emosi
aditya kamu sudah lupa dengan apa yang kamu janjikan pada ku ucap kiara
kamu pikir aku bodoh kiara, kamu sudah salah berurusan dengan aku dan tiwi, aku sudah tau siapa kamu sebenarnya sejak awal ucap aditya
aku hanya mau dia menderita seperti apa yang dialami kakak, dia sudah membunuh kakak teriak kiara
jadi kamu masih berpikir kalau klara meninggal karena tiwi, baik aku akan memberikan bukti pada kamu kalau itu semua adalah murni kecelakaan ucap aditya
sebuah rekaman pun di putar,
kiara pun melihat kronologi kecelakaan yang menimpa klara yang menewaskannya,
kiara tak percaya dengan apa yang ia lihat, kalau itu memang murni kecelakaan,
enggak mungkin, enggak mungkin ucap kiara menangis
itu adalah kebenarannya ucap aditya
enggak enggak ucap kiara
sekarang kamu harus menanggung apa yang sudah kamu perbuat pada tiwi, karena kamu mencoba mencelakainya tiwi beberapa kali ucap aditya
tidak, aku tidak mau, lagian bukti apa yang kalian punya kalau aku yang melakukan semua itu ucap kiara dengan lantang
aku punya semua bukti kiara, karena selama ini kamu sudah di awasi polisi dan beberapa pengawal jadi kita semua tau apa yang sudah kamu selama ini ucap aditya
tidak-tidak mungkin ucap kiara menangis
sekarang jika kamu mau tobat tiwi akan memaafkan kamu, namun jika kamu bersikeras terus seperti INI maka dengan terpaksa aku meminta polisi untuk menahan kamu ucap aditya
polisi tangkap dia ucap aditya tegas,
polisi langsung menangkap kiara
tidak tidak aku tidak mau ucap kiara
kiara jika kamu tidak ingin masuk ke dalam penjara maka kamu harus berubah lupakan lah dendam kamu aku tidak akan memasukkan kamu ke dalam penjara ucap tiwi lembut
kamu tidak perlu mengajari aku, aku tidak akan membiarkan kamu bahagia bersama aditya ucap kiara penuh kebencian
kalau begitu aku tidak akan membantu kamu ucap tiwi
silahkan bawa pak ucap tiwi pada polisi
baik ucap polisi menyeret kiara
tiwi tunggu saja pembalasanku ucap kiara mengancam penuh kebencian
mereka pun pergi meninggalkan gedung pernikahan
sayang semua sudah aman ucap aditya
sayang, ini semua adalah rencana ayah dan aditya ucap andre
iya tiwi benar kata ayah kamu ucap yuda
jadi kalian sudah tau kalau kiara dalang semua ini ucap tiwi
betul ucap yuda
sekarang ayo kita lanjutkan pernikahannya, penghulu sudah menunggu ucap yati
betul sayang ayo ucap novi
tiwi sedikit meluluh setelah mendengar penjelasan dari andre dan yuda,
baiklah ucap tiwi
maka acara prosesi ijab kabul pun di mulai,
suasana kembali normal dan semua orang yang berada di sana pun ikut berbahagia melihat aditya dan tiwi akhirnya bisa bersama setelah melewati banyak rintangan dan pada hari yang sama pun mereka langsung berangkat untuk berbulan madu
__ADS_1