
semenjak kedatangan yuda dan novi mereka tidak tinggal di rumah mereka,
namun yuda, novi dan aditya tinggal di rumah andre sebastian atas permintaan yati,
tujuannya untuk mempersiapkan keperluan pernikahan yang tinggal menghitung hari lagi,
jadwal hari ini pun adalah menyebarkan undangan pernikahan tiwi dan aditya,
agar pengantin tidak terlalu capek maka pembagian undangan pun telah di bagi,
karena undangan yang akan di sebar cukup banyak,
apa lagi semua kenalan bisnis yuda dan andre semuanya di undang,
pagi ini semuanya telah berkumpul di meja makan,
kini sudah menjadi keluarga besar karena telah bertambah orang di rumah tiwi,
menjadi semakin ramai dan tentunya tiwi senang,
karena tiwi sudah tak sabar menunggu momen bahagia, namun lain dengan aditya yang harus mengurus kiara, kini kiara sudah semakin berani pada aditya,
sedangkan tiwi tidak mengetahui itu, sampai saat ini pun tiwi masih menganggap kiara adalah teman baik nya namun kenyataanya kiara telah menusuknya dari belakang tanpa tiwi ketahui,
karena tidak ada satu pun yang memberi tau tiwi atas permintaan aditya demi keselamatan tiwi,
di belakang tiwi tentunya aditya sudah menyusun rencana untuk menjebak kiara memasukkannya ke dalam penjara di acara pernikahannya nanti,
di dapur kini sudah ada yati dan novi yang sedang sibuk membuat sarapan yang sebentar lagi akan selesai,
di ruang makan sudah ada aditya, yuda dan andre yang sedang asik mengobrol,
sedangkan tiwi masih berada di kamarnya,
tiwi yang sudah dengan pakaian rapih kini sedang duduk di meja rias,
tiwi termenung dalam cermin yang memantulkan bayangan dirinya,
tiba-tiba terlintas dalam pikirannya akan kondisi dirinya yang memiliki penyakit, serta sikap aditya dan teman baiknya yang sedikit aneh seperti sedang menutupi sesuatu namun tiwi tidak ingin bertanya pada aditya dan kiara apa yang sedang mereka sembunyikan darinya, tiwi berusaha mengontrol dirinya untuk berpikir positif karena sebentar lagi adalah hari bahagia untuknya dan aditya, tiwi tidak ingin menghancurkan kebahagian itu, apa lagi melihat orang tua tiwi dan aditya yang begitu bahagia tentunya tiwi tidak mungkin mengecewakan mereka hanya keegoisan dirinya,
seketika tiwi pun tersadar dalam lamunan sejenak, tiwi pun menenangkan dirinya dan bersiap, setelah selesai lalu tiwi pun bergegas bersiap dan keluar dari kamarnya melangkah menuju ruang makan untuk sarapan bersama-sama,
sampainya tiwi di pintu ruang makan, langkah tiwi berhenti,
tiwi mendengar canda tawa di ruang makan yang cukup ramai,
rasa tegang dan canggung pun melanda seketika dalam dirinya,
tiwi mencoba untuk rileks dengan menarik nafas dan membuangnya secara berlahan, setelah merasa tenang,
tiwi mengembangkan senyumnya lalu melanjutkan langkahnya dan menyapa semua orang yang berada di sana dengan ceria,
pagi semuanya ucap tiwi dengan senyum indahnya
seketika semua mata tertuju padanya,
pagi sayang, ayo sini sini duduk kita sarapan ucap novi
ayo sayang sini sarapan ucap yati
tiwi pun melangkah kan kakinya mendekat ke meja makan dan duduk di samping aditya
aditya yang melihat pun tersenyum
pagi ucap tiwi pada aditya
pagi sayang ucap aditya
tiwi pun mulai sarapan begitu pun dengan yang lainnya melanjutkan kembali sarapannya sambil mengobrol,
sayang nanti jangan lupa ya bawa undangannya sudah ibu siapkan tinggal kamu bawa saja ucap yati
baik bu ucap tiwi sambil menikmati sarapannya
sisanya ayah dan ibu yang mengantarnya, karena kebanyakan undangan untuk teman-teman bisnis ucap yati
berarti semua teman-teman bisnis ucap tiwi
begitu lah sekalian mau memperkenalkan aditya untuk mendukung usaha yang akan kami serahkan ucap yuda
baiklah atur saja gimana baiknya ucap tiwi
kita lakukan ini semua untuk kamu dan aditya ucap yati
mengerti ucap tiwi
tak lama kemudian aditya dan tiwi telah selesai sarapan,
ayah ibu tiwi dan aditya berangkat dulu ya ucap tiwi
kalian sudah selesai sarapannya ucap yati
sudah bu ucap aditya
ya sudah kalian hati-hati ya ucap yati
ingat aditya kamu bawa mobilnya jangan ngebut ucap novi
baik nyonya pratama ucap aditya
aditya kamu jaga baik-baik tiwi ucap yuda
pasti, aku akan menjaga menantu kesayangan keluarga pratama tanpa kurang satu apa pun ucap aditya
semua yang mendengar tersenyum dengan tingkah kocak aditya
kalau gitu aditya sama tiwi berangkat dulu ya ucap aditya pada novi,yati,yuda dan andre lalu mereka pun meninggalkan ruang makan,
yuda, andre, novi dan yati melihat kepergian anaknya hingga hilang dari pandangan mereka,
dasar anak-anak ucap andre
ayo ayo lanjut sarapannya biarkan saja mereka ucap yati
novi, yuda dan andre pun melanjutkan kembali sarapannya,
__ADS_1
aditya dan tiwi melangkah ke luar rumah dengan membawa sebuah kantong berisi undangan yang akan mereka bagikan di kampus,
tentunya mereka akan mengundang semua teman satu kelasnya serta dosen-dosen yang mengajarnya di semester ini,
sampainya di mobil, mereka pun langsung masuk ke dalam mobil dan aditya pun langsung menjalankan mobilnya meninggalkan rumah,
di ruang makan kini yati, andre, yuda dan novi telah selesai sarapan, yati dan novi langsung merapihkan meja dan mencuci piring,
sedangkan andre dan yuda sudah berada di ruang tv bersantai sejenak, sambil mengobrol,
andre kamu yakin dengan rencana aditya ucap yuda
aku percaya pada aditya dia bisa menyelesaikannya tanpa harus melukai tiwi ucap andre
tapi bukannya tiwi akan berpikiran lain ucap yuda
pasti awalnya tiwi akan marah tapi saya percaya pada akhirnya tiwi akan mengerti mengapa aditya mengambil jalan itu ucap andre
kamu yakin enggak akan ada kekacauan saat pernikahan nanti ucap yuda
semoga semua akan berjalan sesuai rencana ucap andre
baiklah aku akan ikut saja dengan apa yang sudah di rencanakan aku akan mengatur semuanya lagi pula aku sudah menghubungi orang ku untuk membantu ucap yuda
bagus, kalau begitu semuanya sudah ok, tinggal menjalankan aksi ucap andre
aditya dan tiwi yang sudah dalam perjalanan menuju kampus, sadari tadi aditya terus menggenggam tangan tiwi,
seakan aditya meminta kekuatan atas kecemasan yang sedang aditya alami, namun tidak aditya katakan membuat tiwi terus bertanya-tanya dalam benaknya atas sikap aneh yang aditya tunjukkan padanya,
tiwi hanya memandang aditya tanpa mengeluarkan sepatah kata pun dan membalas menggenggam tangan aditya bahwa tiwi selalu ada untuknya menemani di sampingnya,
hingga akhirnya mereka pun sampai di kampus,
tiwi dan aditya pun turun dari mobil dan langsung masuk ke gedung kampus,
namun saat baru memasuki gedung kampus dika dan bagas memanggil aditya yang membuat langkahnya terhenti,
aditya tunggu ucap dika yang mengeraskan suaranya
aditya yang mendengar pun langsung menghentikan langkahnya dan berbalik, begitu pun dengan tiwi
dika dan bagas pun langsung menghampiri dengan langkah yang di percepat setelah melihat langkah aditya dan tiwi terhenti
kamu ngapain lari-lari ucap tiwi
ngejar kalian dari parkiran tadi, habis di panggil-panggil enggak denger ucap dika dengan nafas yang tak beraturan karena lelah berlari
aditya tersenyum tipis melihat teman-temannya
memangnya kalian manggil ucap tiwi
sudah sudah jangan di bahas ayo kita ke kelas ucap bagas
ayo ucap tiwi
mereka pun melangkah bersama menuju kelas,
sampainya di kelas mereka pun langsung duduk,
aditya tumben kalian bawa tas sebesar itu, kalian bawa apa ucap dika sambil memegang tas
iya kalian mau kabur ya ucap bagas
enak aja, siapa yang mau kabur ucap tiwi protes
terus ini apa dong ucap dika
isinya undangan ucap aditya
apa undangan ucap dika
undangan pernikahan maksudnya ucap bagas
aditya dan tiwi mengangguk
jadi kalian mau nikah ucap dika
aditya dan tiwi mengangguk lagi
serius ini ucap bagas masih belum percaya
aditya pun membuka tas yang berisi undangan dan memberikannya pada dika dan bagas
dika dan bagas langsung melihat dan membolak balik kertas undangannya, saat di buka
di sana tertera nama aditya dan tiwi
beneran, wah kalian tau tau udah mau nikah aja dan itu bulan depan ucap dika kaget
kenapa mendadak sekali ucap bagas
sudah di atur sama orang tua ya kita bisa apa ucap tiwi
begitu ucap dika
kalian jangan lupa datang ya ucap tiwi
pasti enggak akan terlewat ucap dika
tenang aja kita pasti datang, kita doakan yang terbaik dan semuanya lancar ucap bagas
iya selamat selamat akhirnya hubungan kalian berakhir bahagia ucap dika
makasih ucap tiwi tersenyum bahagia
jadi nanti kalian bantu kita membagikan undangan pernikahan ini ya ucap aditya
siap siap kita pasti bantu ucap dika
iya ucap bagas
tak lama kiara pun muncul,
hai teman-teman pagi ucap kiara menyapa dika, bagas, aditya dan tiwi
__ADS_1
lalu kiara pun duduk di samping tiwi
pagi ucap tiwi tersenyum
dasar ular muka dua ucap dika gerutu sambil memalingkan wajah tak senang
begitu pun dengan bagas yang langsung memandang ke buku
saat tersenyum pada tiwi sekilas pandangan mata kiara tertuju pada undangan pernikahan milik dika dan bagas yang berada di selipan buku, kiara penasaran dengan undangan itu milik siapa, namun kiara berusaha tenang,
oh ya kiara aku mau ngasih undangan buat kamu ucap tiwi sambil mengambil sebuah undangan dari dalam tas, lalu memberikan nya pada kiara,
aditya, dika dan bagas saling berpandangan penuh ketegangan,
undangan apa tiwi ucap kiara
ini undangannya, aku sama aditya akan menikah ucap tiwi tersenyum
kiara yang mendengar ucapan tiwi seakan di sambar petir, kiara seketika berubah kesal saat melihat undangan pernikahan yang di berikan tiwi, namun kiara berusaha tenang
kiara pun mengambilnya lalu tersenyum palsu dan berkata
selamat ya tiwi ucap kiara
makasih, jangan lupa datang ya ucap tiwi
pasti pasti aku datang ucap kiara tersenyum kesal
tiwi pun tersenyum
aditya sudah tau saat melihat ekspresi kiara, pasti kiara akan mengajak aditya untuk bertemu setelah ini namun aditya tetap tenang demi keselamatan tiwi dan rencana yang sudah dia susun
siap-siap musuh masuk perangkap ucap dika
kita nanti harus tetap di posisi masing-masing ucap bagas
siap ucap dika
kiara yang masih kesal, ingin segera menghabisi tiwi,
namun ternyata aditya sudah memberi perintah pada semua penjaga, aditya sudah mengira kiara akan bertindak setelah ini,
dosen pun telah masuk ke dalam ruangan dan pelajaran pun telah di mulai,
pagi anak-anak ucap dosen yang susah berdiri di depan
pagi ucap semua mahasiswa
baik semuanya tenang, langsung saja bapak mulai menjelaskan, bapak akan menjelaskan beberapa materi pada kalian semua ucap dosen mulai mejelaskan di depan ruangan, semua mahasiswa pun telah fokus mendengarkan dosen yang sedang menjelaskan di depan kelas
kiara sudah menunggu aditya di taman belakang kampus,
aditya pun datang menghampiri kiara,
apa yang mau kamu bicarakan ucap aditya
apa maksud kamu semua ini? kamu mau mempermainkan aku, bukan nya kita sudah sepakat kamu akan meninggalkan tiwi dan menerima aku sebagai pasangan kamu kenapa sekarang kamu malah mau menikah, kamu mau tiwi celaka, kamu lupa dengan apa yang di alami kak klara, maka itu akan terjadi pada tiwi ucap kiara dengan nada emosi penuh kebencian
aku sudah pernah katakan ke kamu jangan pernah kamu sentuh tiwi sehelai rambut pun, karena bukan tiwi yang menyebabkan klara celaka malah klara lah yang ingin membunuh tiwi ucap aditya
kamu jangan mengarang cerita, kalau bukan karena tiwi yang merebut kamu kak klara masih ada sampai saat ini bersama aku ucap kiara emosi
aku yang mencintai tiwi, aku yang mengejar tiwi, soal klara dari awal klara dan aku tidak pernah dekat, klara tidak pernah menghampiri aku sedikit pun, sampai aku dekat dengan tiwi barulah dia mendekati aku,
meneror dan mencelakai tiwi, ucap aditya
aku tidak percaya apa pun kata kamu, aku tetap ingin kamu menjauhi tiwi kalau tidak aku akan mencelakainya sama seperti yang kak klara alami ucap kiara
baik-baik aku akan menjauhi tiwi, asal kamu tidak menyentuh tiwi sedikit pun, sial kematian klara aku akan membuktikan kalau tiwi bukan penyebabnya ucap aditya
baik aku pegang ucapan mu ucap kiara
datanglah ke acara pernikahan, aku akan menjadikanmu pengantin wanitanya, pakailah gaun yang sama dengan tiwi namun bukan berarti aku akan menikahi mu ucap aditya
baik, aku hanya ingin melihat tiwi menderita ucap kiara
bersikap biasa lah di depan tiwi ucap aditya dengan gaya cool lalu meninggalkan kiara
kiara hanya melihat kepergian aditya lalu kiara pun meninggalkan taman belakang
tiwi saat ini sedang membagikan undangan pernikahannya kepada teman sekelasnya,
dengan di bantu oleh dika dan bagas,
saat mendapatkan undangan pernikahan teman sekelas yang menerima undangan turut bahagia dan mendoakan atas pernikahan tiwi dan aditya,
tiwi dengan bahagia mengucapkan terima kasih atas doa yang mereka berikan,
sedangkan kiara entah pergi kemana setelah berbicara dengan aditya di taman belakang
sayang panggil aditya yang baru saja muncul di kelas
iya sayang ucap tiwi yang susah menghadap aditya
ini aku belikan makanan, ayo makan dulu ucap aditya menunjukkan kantong makanan yang ia bawa
iya ucap tiwi
mereka pun duduk,
wah tau aja kalau lapar ucap dika yang bersama bagas langsung menghampiri aditya dan tiwi
ayo makan dulu pasti kalian capek ucap aditya
mereka pun menikmati makanan bersama-sama dengan gembira namun raut wajah aditya seakan sedih sambil memandang tiwi yang sedang asik makan,
dika dan bagas menyadari akan kesedihan aditya karena mereka tau apa yang sebenarnya terjadi, namun lebih memilih diam dan melanjutkan makan
sedangkan kiara saat ini berada di makan kakaknya klara,
kiara memikirkan ucapan aditya bahwa yang membunuh kakaknya bukanlah tiwi namun kiara tidak percaya
" kakak tenang saja dendam kakak akan aku balas, aku tidak akan membiarkan dia bahagia bersama aditya, aku akan membuat tiwi menderita "
ucap kiara dengan nada penuh kebencian
__ADS_1