Pilihanku Penyesalanku

Pilihanku Penyesalanku
83 membagikan undangan pernikahan


__ADS_3

semenjak kedatangan yuda dan novi mereka tidak tinggal di rumah mereka,


namun yuda, novi dan aditya tinggal di rumah andre sebastian atas permintaan yati,


tujuannya untuk mempersiapkan keperluan pernikahan yang tinggal menghitung hari lagi,


jadwal hari ini pun adalah menyebarkan undangan pernikahan tiwi dan aditya,


agar pengantin tidak terlalu capek maka pembagian undangan pun telah di bagi,


karena undangan yang akan di sebar cukup banyak,


apa lagi semua kenalan bisnis yuda dan andre semuanya di undang,


pagi ini semuanya telah berkumpul di meja makan,


kini sudah menjadi keluarga besar karena telah bertambah orang di rumah tiwi,


menjadi semakin ramai dan tentunya tiwi senang,


karena tiwi sudah tak sabar menunggu momen bahagia, namun lain dengan aditya yang harus mengurus kiara, kini kiara sudah semakin berani pada aditya,


sedangkan tiwi tidak mengetahui itu, sampai saat ini pun tiwi masih menganggap kiara adalah teman baik nya namun kenyataanya kiara telah menusuknya dari belakang tanpa tiwi ketahui,


karena tidak ada satu pun yang memberi tau tiwi atas permintaan aditya demi keselamatan tiwi,


di belakang tiwi tentunya aditya sudah menyusun rencana untuk menjebak kiara memasukkannya ke dalam penjara di acara pernikahannya nanti,


di dapur kini sudah ada yati dan novi yang sedang sibuk membuat sarapan yang sebentar lagi akan selesai,


di ruang makan sudah ada aditya, yuda dan andre yang sedang asik mengobrol,


sedangkan tiwi masih berada di kamarnya,


tiwi yang sudah dengan pakaian rapih kini sedang duduk di meja rias,


tiwi termenung dalam cermin yang memantulkan bayangan dirinya,


tiba-tiba terlintas dalam pikirannya akan kondisi dirinya yang memiliki penyakit, serta sikap aditya dan teman baiknya yang sedikit aneh seperti sedang menutupi sesuatu namun tiwi tidak ingin bertanya pada aditya dan kiara apa yang sedang mereka sembunyikan darinya, tiwi berusaha mengontrol dirinya untuk berpikir positif karena sebentar lagi adalah hari bahagia untuknya dan aditya, tiwi tidak ingin menghancurkan kebahagian itu, apa lagi melihat orang tua tiwi dan aditya yang begitu bahagia tentunya tiwi tidak mungkin mengecewakan mereka hanya keegoisan dirinya,


seketika tiwi pun tersadar dalam lamunan sejenak, tiwi pun menenangkan dirinya dan bersiap, setelah selesai lalu tiwi pun bergegas bersiap dan keluar dari kamarnya melangkah menuju ruang makan untuk sarapan bersama-sama,


sampainya tiwi di pintu ruang makan, langkah tiwi berhenti,


tiwi mendengar canda tawa di ruang makan yang cukup ramai,


rasa tegang dan canggung pun melanda seketika dalam dirinya,


tiwi mencoba untuk rileks dengan menarik nafas dan membuangnya secara berlahan, setelah merasa tenang,


tiwi mengembangkan senyumnya lalu melanjutkan langkahnya dan menyapa semua orang yang berada di sana dengan ceria,


pagi semuanya ucap tiwi dengan senyum indahnya


seketika semua mata tertuju padanya,


pagi sayang, ayo sini sini duduk kita sarapan ucap novi


ayo sayang sini sarapan ucap yati


tiwi pun melangkah kan kakinya mendekat ke meja makan dan duduk di samping aditya


aditya yang melihat pun tersenyum


pagi ucap tiwi pada aditya


pagi sayang ucap aditya


tiwi pun mulai sarapan begitu pun dengan yang lainnya melanjutkan kembali sarapannya sambil mengobrol,


sayang nanti jangan lupa ya bawa undangannya sudah ibu siapkan tinggal kamu bawa saja ucap yati


baik bu ucap tiwi sambil menikmati sarapannya


sisanya ayah dan ibu yang mengantarnya, karena kebanyakan undangan untuk teman-teman bisnis ucap yati


berarti semua teman-teman bisnis ucap tiwi


begitu lah sekalian mau memperkenalkan aditya untuk mendukung usaha yang akan kami serahkan ucap yuda


baiklah atur saja gimana baiknya ucap tiwi


kita lakukan ini semua untuk kamu dan aditya ucap yati


mengerti ucap tiwi


tak lama kemudian aditya dan tiwi telah selesai sarapan,


ayah ibu tiwi dan aditya berangkat dulu ya ucap tiwi


kalian sudah selesai sarapannya ucap yati


sudah bu ucap aditya


ya sudah kalian hati-hati ya ucap yati


ingat aditya kamu bawa mobilnya jangan ngebut ucap novi


baik nyonya pratama ucap aditya


aditya kamu jaga baik-baik tiwi ucap yuda


pasti, aku akan menjaga menantu kesayangan keluarga pratama tanpa kurang satu apa pun ucap aditya


semua yang mendengar tersenyum dengan tingkah kocak aditya


kalau gitu aditya sama tiwi berangkat dulu ya ucap aditya pada novi,yati,yuda dan andre lalu mereka pun meninggalkan ruang makan,


yuda, andre, novi dan yati melihat kepergian anaknya hingga hilang dari pandangan mereka,


dasar anak-anak ucap andre


ayo ayo lanjut sarapannya biarkan saja mereka ucap yati


novi, yuda dan andre pun melanjutkan kembali sarapannya,

__ADS_1


aditya dan tiwi melangkah ke luar rumah dengan membawa sebuah kantong berisi undangan yang akan mereka bagikan di kampus,


tentunya mereka akan mengundang semua teman satu kelasnya serta dosen-dosen yang mengajarnya di semester ini,


sampainya di mobil, mereka pun langsung masuk ke dalam mobil dan aditya pun langsung menjalankan mobilnya meninggalkan rumah,


di ruang makan kini yati, andre, yuda dan novi telah selesai sarapan, yati dan novi langsung merapihkan meja dan mencuci piring,


sedangkan andre dan yuda sudah berada di ruang tv bersantai sejenak, sambil mengobrol,


andre kamu yakin dengan rencana aditya ucap yuda


aku percaya pada aditya dia bisa menyelesaikannya tanpa harus melukai tiwi ucap andre


tapi bukannya tiwi akan berpikiran lain ucap yuda


pasti awalnya tiwi akan marah tapi saya percaya pada akhirnya tiwi akan mengerti mengapa aditya mengambil jalan itu ucap andre


kamu yakin enggak akan ada kekacauan saat pernikahan nanti ucap yuda


semoga semua akan berjalan sesuai rencana ucap andre


baiklah aku akan ikut saja dengan apa yang sudah di rencanakan aku akan mengatur semuanya lagi pula aku sudah menghubungi orang ku untuk membantu ucap yuda


bagus, kalau begitu semuanya sudah ok, tinggal menjalankan aksi ucap andre


aditya dan tiwi yang sudah dalam perjalanan menuju kampus, sadari tadi aditya terus menggenggam tangan tiwi,


seakan aditya meminta kekuatan atas kecemasan yang sedang aditya alami, namun tidak aditya katakan membuat tiwi terus bertanya-tanya dalam benaknya atas sikap aneh yang aditya tunjukkan padanya,


tiwi hanya memandang aditya tanpa mengeluarkan sepatah kata pun dan membalas menggenggam tangan aditya bahwa tiwi selalu ada untuknya menemani di sampingnya,


hingga akhirnya mereka pun sampai di kampus,


tiwi dan aditya pun turun dari mobil dan langsung masuk ke gedung kampus,


namun saat baru memasuki gedung kampus dika dan bagas memanggil aditya yang membuat langkahnya terhenti,


aditya tunggu ucap dika yang mengeraskan suaranya


aditya yang mendengar pun langsung menghentikan langkahnya dan berbalik, begitu pun dengan tiwi


dika dan bagas pun langsung menghampiri dengan langkah yang di percepat setelah melihat langkah aditya dan tiwi terhenti


kamu ngapain lari-lari ucap tiwi


ngejar kalian dari parkiran tadi, habis di panggil-panggil enggak denger ucap dika dengan nafas yang tak beraturan karena lelah berlari


aditya tersenyum tipis melihat teman-temannya


memangnya kalian manggil ucap tiwi


sudah sudah jangan di bahas ayo kita ke kelas ucap bagas


ayo ucap tiwi


mereka pun melangkah bersama menuju kelas,


sampainya di kelas mereka pun langsung duduk,


aditya tumben kalian bawa tas sebesar itu, kalian bawa apa ucap dika sambil memegang tas


iya kalian mau kabur ya ucap bagas


enak aja, siapa yang mau kabur ucap tiwi protes


terus ini apa dong ucap dika


isinya undangan ucap aditya


apa undangan ucap dika


undangan pernikahan maksudnya ucap bagas


aditya dan tiwi mengangguk


jadi kalian mau nikah ucap dika


aditya dan tiwi mengangguk lagi


serius ini ucap bagas masih belum percaya


aditya pun membuka tas yang berisi undangan dan memberikannya pada dika dan bagas


dika dan bagas langsung melihat dan membolak balik kertas undangannya, saat di buka


di sana tertera nama aditya dan tiwi


beneran, wah kalian tau tau udah mau nikah aja dan itu bulan depan ucap dika kaget


kenapa mendadak sekali ucap bagas


sudah di atur sama orang tua ya kita bisa apa ucap tiwi


begitu ucap dika


kalian jangan lupa datang ya ucap tiwi


pasti enggak akan terlewat ucap dika


tenang aja kita pasti datang, kita doakan yang terbaik dan semuanya lancar ucap bagas


iya selamat selamat akhirnya hubungan kalian berakhir bahagia ucap dika


makasih ucap tiwi tersenyum bahagia


jadi nanti kalian bantu kita membagikan undangan pernikahan ini ya ucap aditya


siap siap kita pasti bantu ucap dika


iya ucap bagas


tak lama kiara pun muncul,


hai teman-teman pagi ucap kiara menyapa dika, bagas, aditya dan tiwi

__ADS_1


lalu kiara pun duduk di samping tiwi


pagi ucap tiwi tersenyum


dasar ular muka dua ucap dika gerutu sambil memalingkan wajah tak senang


begitu pun dengan bagas yang langsung memandang ke buku


saat tersenyum pada tiwi sekilas pandangan mata kiara tertuju pada undangan pernikahan milik dika dan bagas yang berada di selipan buku, kiara penasaran dengan undangan itu milik siapa, namun kiara berusaha tenang,


oh ya kiara aku mau ngasih undangan buat kamu ucap tiwi sambil mengambil sebuah undangan dari dalam tas, lalu memberikan nya pada kiara,


aditya, dika dan bagas saling berpandangan penuh ketegangan,


undangan apa tiwi ucap kiara


ini undangannya, aku sama aditya akan menikah ucap tiwi tersenyum


kiara yang mendengar ucapan tiwi seakan di sambar petir, kiara seketika berubah kesal saat melihat undangan pernikahan yang di berikan tiwi, namun kiara berusaha tenang


kiara pun mengambilnya lalu tersenyum palsu dan berkata


selamat ya tiwi ucap kiara


makasih, jangan lupa datang ya ucap tiwi


pasti pasti aku datang ucap kiara tersenyum kesal


tiwi pun tersenyum


aditya sudah tau saat melihat ekspresi kiara, pasti kiara akan mengajak aditya untuk bertemu setelah ini namun aditya tetap tenang demi keselamatan tiwi dan rencana yang sudah dia susun


siap-siap musuh masuk perangkap ucap dika


kita nanti harus tetap di posisi masing-masing ucap bagas


siap ucap dika


kiara yang masih kesal, ingin segera menghabisi tiwi,


namun ternyata aditya sudah memberi perintah pada semua penjaga, aditya sudah mengira kiara akan bertindak setelah ini,


dosen pun telah masuk ke dalam ruangan dan pelajaran pun telah di mulai,


pagi anak-anak ucap dosen yang susah berdiri di depan


pagi ucap semua mahasiswa


baik semuanya tenang, langsung saja bapak mulai menjelaskan, bapak akan menjelaskan beberapa materi pada kalian semua ucap dosen mulai mejelaskan di depan ruangan, semua mahasiswa pun telah fokus mendengarkan dosen yang sedang menjelaskan di depan kelas


kiara sudah menunggu aditya di taman belakang kampus,


aditya pun datang menghampiri kiara,


apa yang mau kamu bicarakan ucap aditya


apa maksud kamu semua ini? kamu mau mempermainkan aku, bukan nya kita sudah sepakat kamu akan meninggalkan tiwi dan menerima aku sebagai pasangan kamu kenapa sekarang kamu malah mau menikah, kamu mau tiwi celaka, kamu lupa dengan apa yang di alami kak klara, maka itu akan terjadi pada tiwi ucap kiara dengan nada emosi penuh kebencian


aku sudah pernah katakan ke kamu jangan pernah kamu sentuh tiwi sehelai rambut pun, karena bukan tiwi yang menyebabkan klara celaka malah klara lah yang ingin membunuh tiwi ucap aditya


kamu jangan mengarang cerita, kalau bukan karena tiwi yang merebut kamu kak klara masih ada sampai saat ini bersama aku ucap kiara emosi


aku yang mencintai tiwi, aku yang mengejar tiwi, soal klara dari awal klara dan aku tidak pernah dekat, klara tidak pernah menghampiri aku sedikit pun, sampai aku dekat dengan tiwi barulah dia mendekati aku,


meneror dan mencelakai tiwi, ucap aditya


aku tidak percaya apa pun kata kamu, aku tetap ingin kamu menjauhi tiwi kalau tidak aku akan mencelakainya sama seperti yang kak klara alami ucap kiara


baik-baik aku akan menjauhi tiwi, asal kamu tidak menyentuh tiwi sedikit pun, sial kematian klara aku akan membuktikan kalau tiwi bukan penyebabnya ucap aditya


baik aku pegang ucapan mu ucap kiara


datanglah ke acara pernikahan, aku akan menjadikanmu pengantin wanitanya, pakailah gaun yang sama dengan tiwi namun bukan berarti aku akan menikahi mu ucap aditya


baik, aku hanya ingin melihat tiwi menderita ucap kiara


bersikap biasa lah di depan tiwi ucap aditya dengan gaya cool lalu meninggalkan kiara


kiara hanya melihat kepergian aditya lalu kiara pun meninggalkan taman belakang


tiwi saat ini sedang membagikan undangan pernikahannya kepada teman sekelasnya,


dengan di bantu oleh dika dan bagas,


saat mendapatkan undangan pernikahan teman sekelas yang menerima undangan turut bahagia dan mendoakan atas pernikahan tiwi dan aditya,


tiwi dengan bahagia mengucapkan terima kasih atas doa yang mereka berikan,


sedangkan kiara entah pergi kemana setelah berbicara dengan aditya di taman belakang


sayang panggil aditya yang baru saja muncul di kelas


iya sayang ucap tiwi yang susah menghadap aditya


ini aku belikan makanan, ayo makan dulu ucap aditya menunjukkan kantong makanan yang ia bawa


iya ucap tiwi


mereka pun duduk,


wah tau aja kalau lapar ucap dika yang bersama bagas langsung menghampiri aditya dan tiwi


ayo makan dulu pasti kalian capek ucap aditya


mereka pun menikmati makanan bersama-sama dengan gembira namun raut wajah aditya seakan sedih sambil memandang tiwi yang sedang asik makan,


dika dan bagas menyadari akan kesedihan aditya karena mereka tau apa yang sebenarnya terjadi, namun lebih memilih diam dan melanjutkan makan


sedangkan kiara saat ini berada di makan kakaknya klara,


kiara memikirkan ucapan aditya bahwa yang membunuh kakaknya bukanlah tiwi namun kiara tidak percaya


" kakak tenang saja dendam kakak akan aku balas, aku tidak akan membiarkan dia bahagia bersama aditya, aku akan membuat tiwi menderita "


ucap kiara dengan nada penuh kebencian

__ADS_1


__ADS_2